EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

The Souls Ending [ONESHOT]

Leave a comment

The Souls Endings FF
Tittle: The Souls Ending
Author: Bekicot Princess
Casts: Byun Baekhyun / Baekhyun EXO K
Jung Soojung / Krystal Fx
Jang Jaejoong / OCs
Genre: Sad romance, Angst, Dark, AU
Length: ONESHOT
Rating: PG-15 [Kata-kata kasar]
Summary:
True love doesn’t have a happy ending. Because true love never ends

=-=-=-=-=

Do you ever put your arms out
and spin and spin and spin?
Well that’s what love is like.
Everything around you tells you
to stop before you fall, but
you just keep going

DAY 1

Aku melihat Kristal. Ia sedang bersama Jang Jaejoong. Mengintip dari balik bingkai tua yang berukir, jendelaku. Dari sana aku bisa melihat sebagian kecil dari kebahagiaan mereka. Melihat canda tawa mereka, dan melihat segala aktivitas mereka.

Tak wajar memang, itu yang selalu dikatakan diriku dalam hatiku. Perasaan aneh ini selalu kurasakan setiap aku melakukannya. Setidaknya aku selalu gelisah, takkan ada yang bisa menenangkanku. Aku tinggal sendirian di rumah tua ini. Rumah berukir ini, yang sangat kau sukai. Dari sini aku selalu bisa melihat sebagian kehidupanmu.

Aku menghela nafas panjang saat melihat dirinya—Jang Jaejoong memberikanmu sebuah kotak kecil yang rapuh untukmu. Untuk di sematkan ke sebatang jari manismu yang indah. Ne, benda mungil itu adalah sebuah cincin.

Aku bisa melihatmu tertawa bahagia sekarang, merasakan begitu manisnya hidupmu. Namun, aku yakin dia bukan yang terbaik untukmu. Aku yakin kau dibutakan oleh cintamu sendiri, Jung Kristal.

“Hah…”

Aku menghela nafas panjang, menuju sebuah lemari jati tua yang terdapat sebuah cermin besar di permukaannya. Memandangi wajahku yang tampak lebih baik darinya—Jaejoong. Jauh tampak lebih baik, aku mengelus permukaan tulang pipiku yang halus. Dan berkata pada diriku sendiri,

Apa yang dimilikki si brengsek itu yang sampai ia  membuatmu buta, Jung Kristal?

Setiap hari aku selalu memikirkan itu dan terus menunggu. Kapan lelaki yang kau cintai itu akan menampakkan dirinya. Kapan kau akan menyadari bahwa aku 1000 kali lebih baik darinya. Aku menunggumu Jung Kristal. Ingat bahwa jika kau kehilangan, kau akan langsung menemukannya.

Aku,

=-=-=-=-=

To love someone is to
understand each other, to
laugh together, to smile with
your heart and to trust one
another. One important thing
is to let each other go if you
can’t do this

DAY 2

“Baekhyun-ya!”

Kudengar suara melengking yang memanggilku itu. Ku pandangi seorang yeoja yang tengah berdiri di depan pagar stainless gaya 80-an milikku. Ia menjinjing sebuah kotak berpita merah yang terbungkus rapi. Aku terpaku pada hal itu sejenak dan beralih memandangnya dengan senyumku.

“Tunggu sebentar Kristal-ya aku akan kesana!”

Kristal mengangguk ramah kepadaku. Dia terus menjinjing kotak berpita itu dengan kedua tangannya, membuatnya menjadi seorang gadis stroberi yang selalu memegang keranjang stroberinya. Membuatnya terlihat sangat anggun.

Aku meraih besi tua itu. Lama-kelamaan pagar besar dan tua itu tergeser hingga membuat yeoja itu melangkah.

Saenggil chukkae hamnida Baekhyun-ya!”

Tiba-tiba saja ia memberikan senyum kepadaku. Senyum yang sama, sama seperti senyum yang selalu ia lontarkan kepada Jang Jaejoong.

Hah? Bahkan aku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku. Tiap hari aku selalu mengawasi seseorang yang selalu kutunggu, Jung Kristal. Dan tak pernah terfikirkan oleh diriku sendiri bahwa aku adalah manusia yang harus menghidupi diriku sendiri.

Namun sekarang aku harus berakting. Sperti hari-hari sebelumnya. Kristal, kau tidak tahu apa-apa.

Ne, Gamsahamnida Kristal-ya

Aku meraih kotak berpita itu dengan lembut dan santun. Sebisa mungkin menjaga perilakuku padanya. Berharap dia sedikit berpaling mengenai itu. Dari sini aku tahu aku tak bisa menyamai persis perilaku Jang Jaejoong padamu. Aku tidak tahu persis apa yang selalu dilakukan si brengsek itu padamu.

Aku pun melangkah masuk ke dalam rumah ku yang beraksitektur agak nyentrik dari rumah di sekitarku. Rumahku lebih bergaya Gothic. Semacam adat ala 80-an yang lazim. Sebenarnya ini bukan rumahku seutuhnya. Aku membeli rumah ini dan pindah kesini sejak Kristal tinggal di daerah ini. Aku terus mengejar Kristal kemanapun ia berada tanpa sepengetahuannya.

Bahkan ia tidak tahu alasan sebenarnya aku pindah kesini.

“Apakah pekerjaan barumu menyenangkan Baekhyun-ya?”

Kristal menanyakan hal itu saat ia baru melangkah menginjak lantai marmer di ruang tamuku yang amat luas. Ia hanya mengetahui bahwa aku pindah karena faktor pekerjaan. Padahal itu semua omong kosong belaka.

Ne, semua baik-baik saja” Aku lalu tersenyum padanya dan kembali berujar padanya,

“Kau mau teh?”

Jung Kristal buru-buru menggeleng.

“Kau tahu Baekhyun-ya. Aku lebih memilih memandangi rumahmu ini daripada meminum secangkir teh”

Aku lalu terkekeh mendengarnya. Memperdengarkan suara tertawaku yang sangat kuat dan khas. Juga sebuah eye smile milikku. Dan tampaknya Kristal menyukai itu.

“Terserah sih, kalau aku akan tetap membuatkanmu teh”

Aku lalu melangkah menuju dapur yang terletak memang sangat jauh dari ruang tamu. Terakhir aku berbalik aku melihat siluet tubuh Kristal yang mendekati kolam renang di sebelah ruang tamu.

Aku mencari sebuah teko dan bungkus teh. Semoga masih tersisa.. Yah baguslah, ternyata masih ada.

SRUK SRUK

Aku mengaduk gula itu agar tercampur dengan cairannya. Akhirnya dua buah cangkir sudah ada di tanganku. Sekarang aku menuju ruang tamu untuk memberinya pada Kristal.

TAP TAP

Bahkan suara langkah kaki di rumahku ini bisa menimbulkan sebuah gema.

Betapa kagetnya aku mendengar sebuah teriakan melengking seorang yeoja.

“KYAAAAAA!! BAEKHYUN TOLONG AKU!!”

Akupun langsung berlari menuju asal suara itu. Aku yakin suara itu berasal dari kolam renang. Karena aku melihat Kristal disana.

“Kristal!”

Oh aniya, dia tenggelam.

“Baekhyun,”

Suaranya sudah melemah. Aku melihat sejumlah gelembung yang muncul saat tubuhnya mulai terhempas ke kedalaman.

JBURR

Aku memasukan diriku sendiri ke dalam air. Lalu aku mencari tubuh Kristal yang terhempas dibawah sini.

Bertahanlah Kristal

Kristal sudah tidak bergerak lagi. Apakah dia tidak sadar?

GRASSS

Aku menyemburkan semua air yang ada di mulutku dan muncul di permukaan. Aku pun mengangkat tubuh Kristal dan segera menaruhnya ke tanah. Bajuku seluruhnya basah. Begitu juga dengan sebuah jumpsuit yang dipakai Kristal. Namun ada yang membuatku sangat panik,

Kristal.. dia tidak sadar..

Mukanya sangat pucat

Aku pun mendorong kepalaku untuk mendengar detak jantungnya..

Masih berdetak

Kristal, sekarang dia tidak berdaya. Aku serasa ingin menangis melihatnya. Semua ini karena diriku, karena diriku yang tidak menjaganya dengan baik. Oh Tuhan maafkan aku.

Aku pun segera membawa Kristal ke rumah sakit dengan mobilku. Aku melaju dengan sangat cepat, ya tuhan semoga dia selamat. Aku tidak ingin ia mati,

Jangan pergi dulu Kristal,

Karena kau belum mendengar pengakuanku selama ini terhadapmu. Kau belum tahu siapa orang yang selalu menantimu di hari nanti.

=-=-=-=-=

No man is worth your tears,
and the one who is won’t
make you cry

#

ICU

Author POV

Yeoja yang tidak berdaya itu masih terbaring di ranjang. Seluruh udara berputar bebas di dalam ruangannya yang sunyi. Tak ada suara kehidupan disana. Yang ada hanya segelintir bunyi dari sebuah mesin kecil.

PIP PIP

Sebuah pintu terbuka, memperlihatkan sosok Jang Jaejoong yang membawa seikat bunga mawar merah. Ia tampak mencelos melihat banyak selang yang dihubungkan ke tubuh rapuh itu. Pandangan namja itu langsung beralih ke jari manis Jung Kristal. Dia tampak lega setiap memandangnya—Sebuah cincin.

Dia pun mulai menginjakan kakinya ke lantai ruangan. Dia tidak ingin membuat suara apapun untuk membangunkannya. Dia hanya ingin tenang memandangi wajahnya yang pucat dan mendengarkan mesin kecil itu berbunyi. Mesin kecil itu adalah petunjuk termudah untuk mendengar detak jantung Kristal.

Pandangan namja itu lalu beralih ke sebuah bucket bunga yang lebih tebal dari miliknya. Bucket itu terletak di meja persis di sebelahnya yang kini menyentuh mantel yang dipakainya. Bucket itu berisikan bunga-bunga yang tebal, kumpulan dari sebuah mawar putih. Jang Jaejoong lalu menarik kasar sebuah kertas kecil yang menyembul dari bucket itu.

Get Well Soon,
Byun Baekhyun

Ia lalu meremas kertas kecil itu dan membuangnya ke lantai. Jang Jaejoong lalu menaruh bucket miliknya di sebelah tubuh Kristal. Lalu ia mengecup kening Kristal dan pergi begitu saja dari ruangan itu. Sebelumnya ia mengucapkan selamat tinggal dengan suaranya yang berat layaknya ahjussi.

Annyeonghigaseyo, Jung Kristal”

=-=-=-=-=

You see your love with all
their imperfections, yet
know they are perfect for
you

DAY 3

Jung Kristal POV

Ah..

Dimana aku ini?

Aku pun melihat dinding di sekelilingku dan juga mencium aroma ruangan yang tak kukenal ini. Dinding polos dan aroma obat, ini bukan kamarku ataupun kamar Baekhyun. Bukannya kemarin siang aku berkunjung ke rumahnya?

Aku ingat, sebuah kolam renang? Aku tenggelam disana.. Tunggu, dimana Baekhyun?

KRESK

Sepertinya aku menyentuh sesuatu, wah sebuah bucket bunga. Untukku? Sepertinya ada dua buah bucket yang ada disini. Keduanya sama-sama bucket mawar, namun satu bucket mawar berwarna merah dan satunya lagi berwarna putih.

Ya, walaupun bucket yang berwarna merah ada tepat di sebelah tubuhku. Namun, aku lebih suka dengan yang mawar putih yang ada di seberangku. Mawar putih terlihat lebih indah,

Aku pun meraih bucket mawar putih itu. Tak sengaja bucket mawar merah itu terjatuh ke bawah tempat tidur.

Aku tidak peduli, aku hanya tertarik pada mawar putih ini. Kucari secarik kertas kecil yang biasanya tercantum nama pengirimnya. Namun, aku tidak menemukan kertas itu. Siapa ya yang memberikanku mawar putih yang indah ini?

Tanpa sadar senyumku mengembang. Aku jadi teringat chagi ku, Jang Jaejoong. Apa dia yang memberikanku ini? Wah, terimakasih sekali chagi. Pasti Baekhyun yang memberi tahu kepadamu kan?

CKLEK

Pintu ruanganku sepertinya terbuka,

Jang Jaejoong?

Dia melangkahkan kakinya memasuki ruanganku. Memberiku sebuah senyum terindahnya. Dan juga sekotak cokelat yang kusukai. Aku sangat mencintainya, walaupun dia mempunyai banyak tato dan tindikan. Semua orang pasti mempunyai banyak fikiran buruk terhadapnya. Namun, tidak berlaku padaku. Kusarankan pada kalian, jangan suka menilai orang dari luarnya. Buktinya Jang Jaejoong sangat baik terhadapku. Dan tak bisa dipungkiri, aku cinta mati padanya. Tak ada yang bisa menggantikan dia.

Chagi, kau kah yang memberikanku bucket mawar putih ini?”

Ku langsung menanyakan hal itu padanya. Aku tahu ia pasti akan menjawab ia. Dia tahu bunga yang kusukai. Dia pasti mengerti aku sepenuhnya.

“Tentu saja chagi,”

Ia terkekeh. Lalu berjalan ke arahku. Mengenggam bucket yang dia berikan padaku. Lalu menyodorkannya kembali.

“Ini untukmu tuan putri”

CUP

*Make Out*

=-=-=-=-=

Love, an emotion so strong
that you would give up
everything to just feel it
once, to know that you are
part of something special. To
know that you can feel what
love really is, to know, to
feel, to love

#

Byun Baekhyun POV

Aku selalu cemas akan Jung Kristal. Sekarang, apa ia sudah siuman? Atau masih pingsan? Semoga saja dia sudah siuman. Aku yakin kau bisa bertahan hidup. Hari ini aku harus pergi ke suatu tempat yang amat penting bagiku. Ya, keluar kota. Mianhae kalau aku meninggalkanmu di rumah sakit. Semoga kau mengerti.

Setidaknya aku sudah mengirimkan sebuah bucket mawar putih padamu. Semoga kau suka ya Jung Kristal. Disana kusematkan namaku dan juga ucapan semoga lekas sembuh. Karena jujur, aku ingin kau sembuh. Aku ingin kau sembuh dan segera menyadari siapa yang pantas untukmu.

Aku melalui dua tikungan jalan, dan melewati jalan tol yang amat panjang. Ya, waktu cuti ku memang sudah habis. Aku pindah ke kota lain itu karena mu Jung Kristal. Kantor ku tetap ada di Seoul. Jadi sekarang aku harus pergi kesana untuk bekerja. Kau tahu, aku memegang peranan penting dalam jabatan.

=-=-=-=-=

There are many, many
things to appreciate about a
beautiful friendship –
especially when that
friendship is turning to love

Flashback

Seoul Junior High School

“Hey chingu ya! lihat lah Jung Kristal dan Byun Baekhyun! Sudah seperti pasangan kekasih saja, hahaha”

“HAHAHAHA”

Semua orang di kelas menertawakan mereka berdua yang tengah asyik ngobrol berdua di taman. Wajah Jung Kristal sembab karena ejekan teman-temannya itu. Kini Kristal lari dari taman dan pergi menjauh dari teman-temannya. Byun Baekhyun yang melihat itu sontak naik pitam, ia membentak semua chingudeul nya.

“SEKALI LAGI KALIAN GANGGU DIA, AKAN KUHAJAR KALIAN SATU PERSATU!”

Baekhyun menatap chingudeulnya dengan muka yang dibuat sangar olehnya. Namun, tidak berhasil.. muka Baekhyun masih terlihat seperti anak kecil umur 10 tahun yang sangat polos. Semua temannya malah menertawakannya.

“Hahaha dasar Byun Baekhyun yang bodoh”

Tiba-tiba seorang yeoja melangkah dari kerumunan. Ia membuka suaranya dengan lantang. Dengan ketulusan hatinya ia membela seorang Byun Baekhyun.

“Hey! Kalian tidak boleh begitu pada Byun Baekhyun.. kasihan dia” Seorang yeoja kecil bersuara, melihat Baekhyun yang diejek habis-habisan.

“Hahaha! Bilang saja kau suka padanya Choi Jin Ri! Dasar,, kau juga bodoh!”

Choi Jin Ri pun lalu menunduk. Ia menunduk dan terdiam.

“Cih,” Baekhyun pun mendelik pada teman yang mengejeknya. Seakan ia tidak peduli dengan pembelaan yang dilakukan Choi Jin Ri. Karena sekarang ia hanya cemas pada Jung Kristal.

Ia lalu berlari untuk mencari sosok Jung Kristal.

Baekhyun pun sampai di sebuah lorong sekolah yang kosong dan gelap.

“Kristaaallll!!”

“Kristaal!! Dimana kau?”

Baekhyun pun terus berlari hingga dia berhasil menemukan Jung Kristal. Ia terus menembus kegelapan yang mencengkamya.

Tiba-tiba ia mendengar suara tangis. Baekhyun melihat sebuah siluet yeoja yang sedang meringis merungkuk pelan.

“Kristal!”

Baekhyun langsung memeluk Kristal yang menangis dengan sedu sedannya.

“Jangan menangis lagi Kristal. Sudah jangan fikirkan mereka.”

Baekhyun mencoba menenangkan Kristal yang matanya sudah bengap karena menangis. Tiba-tiba Kristal menyergah Baekhyun.

“Menjauh dariku Byun Baekhyun!”

Kristal lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Ekspresi Baekhyun tampak sedih, ia menggigit bibirnya tanda bingung apa yang harus ia lakukan. Sejenak ia putus asa untuk menenangkan Kristal.

“Kristal, mianhaeyo.. aku tidak tahu jadinya akan begini,”

“Kristal, sungguh aku tidak bermaksud apa-apa”

Baekhyun tetap berujar pada Kristal yang mengacuhkannya.

“Kristal.. aku minta maaf”

Kristal lalu menyambar tubuh Baekhyun yang tepat disampingnya.

“Baekhyun..”

Ia memeluk Baekhyun erat, seakan tak mau kehilangannya. Tangisannya semakin deras.

“Aku juga minta maaf Baekhyun…”

Di wajah Baekhyun terlihat ekspresi kaget sekaligus bahagia. Ia membalas pelukan Kristal dengan erat.

“Kau tidak salah Kristal.. kau tidak salah,”

Kristal lalu melepas pelukan Baekhyun dan berujar pada Baekhyun,

Gomawo, Baekhyun-Ah..” Ia lalu tersenyum pada Baekhyun dengan wajahnya yang kusut sehabis menangis.

Baekhyun pun tersenyum bahagia mendapati Kristal tersenyum.

Namun ada kalimat yang menyakiti hati Baekhyun,

“Berjanjilah padaku kau adalah sahabat sejatiku. Berjanjilah kalau tidak apa-apa diantara kita, Baekhyun. Aku tak ingin diejek mereka lagi”

Senyum yang ada di bibir merah Baekhyun langsung menghilang stelah mendengar kata-kata itu. Namun ia tetap mengangguk pada Kristal tanda setuju.

“Baiklah jika itu maumu, Kristal-ya

Kristal lalu tersenyum kepada Baekhyun. Namun tidak pada Baekhyun, di dalam hati Baekhyun ia merasa tersayat. Ia merasa kehilangan harapan….

Sementara di ujung koridor itu berdiri seorang yeoja yang tengah menangis juga. Ia memandangi tiap scene apa yang ada di pandangannya. Air di pelupuk matanya seakan ingin selalu mengalir melihatnya. Begitu menyakitkan.

“Jung Kristal.. aku tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkan Byun Baekhyun..”

“Sampai aku dewasa nanti..”

Flashback END

Aku sudah sampai di kantor sekarang. Aku pun duduk di kursi hangatku sambil sesekali menghirup cappucinno kesukaanku.

Setelah beberapa saat aku teringat Kristal, lalu dengan sigap aku meraih ponselku dan segera menghubungi kontaknya.

TUTTT TUTTT

TUTTT TUTTT

Nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi

Sial, dia mematikan telfonnya. Ada apa sih dengannya? Ya ampun, perasaanku tidak enak.

Sebaiknya kuhubungi lagi mungkin ia salah tekan tombol.

TUTTT TUTTT

TUTTT TUTTT

Nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi

Ah! Ada apa ini!?

Harusnya kan ia aman dari apapun, bahkan namjachingunya sendiri—Jang Jaejoong tidak kuberi tahu tentang kejadian tenggelam yang di alaminya.

Aku harus kembali ke sana.. tidak masalah jika aku bolak-balik dan meninggalkan pekerjaanku. Sampai kapanpun aku harus terus menjaganya. Harus.

Author POV

Byun Baekhyun berlari keluar dari ruangannya, bahkan ia sempat menjatuhkan cappuccino yang digenggamnya tadi. Ia segera bergegas menginjak pedal gas mobilnya dan mengemudi menuju kota dimana ia tinggal.

BRMMMM

Tunggu aku Jung Kristal

#

Rumah Sakit

Jung Kristal POV

“Jadi bagaimana keadaanmu apa sudah agak mendingan?”

Jang Jaejoong atau lebih tepatnya namjachinguku bertanya lembut padaku. Aku pun menjawabnya dengan gembira dan riang.

“Tentu saja aku sudah jauuuuuuuh lebih baik!”

Aku sempat melihat ia terkekeh keras,

“Dasar kau ini,” katanya sambil mengusap kepalaku.

Aku pun meminta ia menyalakan televisi yang ada tepat di depanku. Ia mengangguk dan meraih sebuah remot kecil yang ada di atas laci.

ZLAPT

TV pun mulai menyala dan langsung tersiar sebuah channel berita.

Saudara sebuah tragedi terjadi di daerah bagian Seoul Selatan. Seorang bocah umur 5 tahun di dorong oleh ibunya sendiri ke dalam sebuah sumur dengan dalam 5 meter. Berikut liputannya’

Aku mendengarnya dengan perasaan takut dan tidak nyaman, sempat terfikirkan olehku kejadian saat diriku tenggelam di kolam.

Eh tunggu dulu, aku ingat sesuatu saat diriku tenggelam saat itu.

Untaian memori demi memori mengalir di kepalaku. Samar-samar namun pasti. Memori itu mengantarku untuk melihat kejadian saat diriku tenggelam kemarin. Ada sesuatu yang janggal…

Benar ada sesuatu yang sangat janggal pada kejadian itu. Aku ingat sekali kalau aku tidak berniat untuk masuk ke dalam kolam itu. Aku juga ingat kalau aku tak terpeleset sebuah genangan air, aku jelas melihat bahwa pinggiran kolam sangatlah kering. Kalau begitu apa yang menyebabkanku terjatuh?

Oh iya..

Aku melihat seseorang di belakangku saat itu. Dia memakai banyak cincin di tanganya juga tato. Dan.. tindikan. Lalu sebuah tangan menyentuh pundakku. Tanpa sadar aku terjatuh, dan akhirnya aku hanya bisa melihat siluetnya..

Tunggu dulu…

Cincin di tangannya.. tato di tangannya.. tindikan…

Perhatianku langsung tersita pada Jang Jaejoong yang sedang menggenggam tanganku dengan tangannya. Dengan jelas aku bisa melihat tato yang sama dan juga cincin yang sama dengan di tangannya.

Aku pun memandanginya dengan kaku. Kaki ku mulai gemetar, dan kurasakan tubuhku yang mulai mendingin karena takut. Tanganku yang digenggamnya serasa tak bisa bergerak. Aku tak ingin memicu perkelahian disini, aku takut. Sungguh aku takut.

“Jung Kristal kau kenapa?”

Aku terdiam tak bisa mengucapkan kata-kata. Jujur aku tak bisa bicara dengannya. Dia adalah seorang pembunuh. Jang Jaejoong.. mengapa kau lakukan ini padaku?

“Jadi kau sudah mengingatnya hah, Jung Kristal?”

Aku pun memandangi Jang Jaejoong tajam. Perlahan aku bisa melihat ia mengambi sesuatu dari kantung mantelnya.

Jangan-jangan sebuah pisau?????

BRAKK

Author POV

Yeoja yang tidak berdaya itu di dorong oleh seorang Jang Jaejoong. Kini Kristal sudah terhempas duduk di sudut ruangannya. Jang Jaejoong terlihat menyeringai tajam. Tampak sebuah cahaya yang menyayat di matanya. Sejenak pandangan Jaejoong terlihat berpindah ke sebuah bucket mawar merah. Ia menyambar bucket itu dengan kasar dan melemparnya tepat ke wajah Jung Kristal.

“Sakit..”

Yeoja itu meringis pelan, ia terus memegangi pipinya yang terkena lemparan Jang Jaejoong.

Pandangan Kristal lalu teralih ke sebuah remasan kertas yang terletak di samping tubuhnya. Kertas itu sudah lusuh dan sangat kecil, berisikan sebuah tulisan yang hangat dan menenangkan.

Get Well Soon,
Byun Baekhyun

Hati Kristal serasa terombak saat itu. Ia merasa tertipu oleh dirinya sendiri. Seseorang yang amat sangat memerhatikannya, Byun Baekhyun. Dia, dialah yang memberikan mawar putih itu. Kristal pun lalu memejamkan matanya lalu mendapatkan tatapan tajam dari Jang Jaejoong.

Jang Jaejoong lalu menatap yeoja itu dengan tatapan tajamnya. Ia mengarahkan suatu benda pada tatapan Kristal yang tidak berdaya itu.

“Kristal, kau tahu apa ini?”

Benda tajam itu berayun-ayun pelan di tangan Jang Jaejoong seolah itu sebuah mainan kecil. Lalu namja itu mendekat ke tempat Kristal terduduk. Ia mengarahkan mata pisau itu ke depan hidung Kristal,

“Ini sebuah pisau..”

Jang Jaejoong lalu menghempaskan nafasnya pada Kristal yang sudah tak keruan nafasnya. Sedari tadi Kristal hanya mematung, dia hanya pasrah apapun yang terjadi padanya. Kali ini seseorang yang terbayang di lembar otak Kristal hanyalah Baekhyun. Ia hanya bisa mengharapkan namja itu.

“Kau tahu pisau kan huh Jung Kristal?”

……………

At another place

Kini Byun Baekhyun telah sampai di rumah sakit, tempat dimana Jung Kristal dirawat. Ia lalu berlari agar cepat menemukan Jung Kristal, yeoja yang dicintainya selama ini.

Ia menabrak banyak orang yang berlalu lalang yang menghalangi pandangannya. Saat itu banyak kerumunan yang menghalangi. Baekhyun terpaksa menunggu, ia sama sekali tidak bisa melewatinya.

Miansahamnida tuan tapi anda tidak bisa lewat sini untuk sementara,”

Seorang suster itu menyergah tubuh Baekhyun yang hendak masuk ke dalam kerumunan. Baekhyun pun tetap bersikeras untuk masuk,

“Tapi ini sangat penting, noona”

Baekhyun pun memegang pundak suster itu,

“Tolonglah, noona. Tolong aku, mungkin terjadi apa-apa di ruangan tempat chingu ku di rawat!”

“Tolonglah, noona”

Baekhyun terus memohon pada suster itu. Melihat itu, suster itu tetap menggelengkan kepalanya.

Miansahamnida, ini tugas”

Suster itu lalu tersenyum pada Baekhyun dan kembali memerhatikan papan resep pasien yang di pegangnya sedari tadi.

Baekhyun lalu mendengus kesal, ia menghembuskan nafas yang berat. Ia lalu mendekati kembali suster itu dan berbisik pada telinganya.

“Ne, jika kau tetap tidak mau.. aku akan kesana dengan caraku sendiri”

Sejenak suster itu terdiam. Lalu tubuhnya berbalik pada Baekhyun dan memutar kembali otaknya untuk mencerna perkataan Baekhyun.

“Baiklah, jika itu maumu”

Lalu suster itu beranjak dari tempatnya berada. Ia berjalan dan melangkah ke luar rumah sakit. Dengan penasaran, Baekhyun pun mengikutinya dan berusaha tidak menanyakan apa-apa pada suster itu. Suster itu pun terus melangkah sesuai kata hatinya.

Mereka pun terus melangkah hingga menemukan suatu tangga.

“Ikuti aku,”

Suster itu lalu menaiki tangga. Lalu mereka bertemu sebuah kamar-kamar rumah sakit seperti biasa. Baekhyun pun terseyum pada sebuah pintu yang bernomor 1557,

“Kamar 1557 itu dia ruangannya.. Gamsahamnida

Baekhyun pun membungkuk pada suster itu dan segera berlari kearah pintu itu.

Dari balik sana suster itu tersenyum,

“Ternyata itu kau Baekhyun-Ah?”

Di tanda pengenalnya terbaca sebuah nama,

Choi Jin Ri,
Perawat Utama

=-=-=-=

CKLEKK

Baekhyun membuka pintu itu. Betapa kagetnya ia melihat tangan Kristal yang sudah berlumur darah.

“Baekhyun!!!!! Tolong aku!!”

Kristal menjerit pada Baekhyun yang terpaku di ambang pintu. Baekhyun pun segera berlari kearah Kristal.

“Kau sendirian disini?”

Kristal bertanya pada Kristal yang sedari tadi gelagapan. Kristal pun lalu menggeleng keras, dan matanya melotot pada seseorang yang ada di belakang Baekhyun,

“Baekhyun awas!!”

Jang Jaejoong menendang Baekhyun hingga terhempas jauh dari Kristal,

Kristal pun menjerit,

“Baekhyun!”

“Hahaha, jadi ini yang namanya Baekhyun ha?”

Jang Jaejoong lalu kembali mendekat pada Kristal dan memainkan sebilah pisau di leher Kristal,

“Sayang sekali Byun Baekhyun, kau harus menyaksikan ini”

KRASS!

Jang Jaejoong menancapkan pisaunya ke tubuh Kristal yang sudah terkulai. Kristal pun jatuh dari duduknya. Ia sudah terbaring di lantai rumah sakit.

“Sialan kau!”

Baekhyun lalu melempar sebuah vas bunga yang ada di dekatnya kearah Jang Jaejoong.

PRANGG

“APA MAUMU HAH DASAR LELAKI JALANG!”

Byun Baekhyun sungguh terbakar emosi melihat tubuh Kristal yang sudah terkulai lemas. Bahkan Baekhyun sendiri tidak tahu Kristal masih hidup atau tidak.

“KAU GILA JANG JAEJOONG!”

Baekhyun pun melepaskan pisau yang tertancap di tubuh Kristal, darah pun mengalir dari sana.

Sejenak pisau itu sudah menancap di jantung Jang Jaejoong. Jang Jaejoong terlihat kesakitan, lalu gerakannya pun terhenti seketika dan pupil matanya berhenti bergerak. Byun Baekhyun pun melongos tentang apa yang ia lakukan, ia lalu berlutut di depan tubuh Jang Jaejoong.

Byun Baekhyun.. apa yang telah kuperbuat?

Aku bukan pembunuh!

Byun Baekhyun pun lalu mendekati tubuh Kristal yang sudah terkulai lemas, ia memeluknya dengan erat.

“Jung Kristal, maafkan aku..”

“Jung Kristal..”

“Bangun,, Jung Kristal!”

Baekhyun pun menitikan air matanya di kepala Kristal, wajah yeoja yang sudah pucat itu ada di dekapan Baekhyun. Baekhyun terus mendekapnya,

“Jung Kristal, bangunlah..”

“Jung Kristal!!”

Baekhyun terus meringis mendekap Kristal. Ia terus menitikan air matanya. Ia merasa menjadi lelaki paling bodoh di dunia ini.

“Aku bodoh,”

Baekhyun lalu menatap wajah Kristal yang sudah pucat.

“Bangunlah, kau harus tahu semuanya..”

“Hahaha..”

Baekhyun tertawa lepas melihat darah yang terus mengalir di tubuh Kristal, saraf otaknya mulai rusak karena pengaruh kejadian yang di alaminya.

Darah itu terus mengalir menggenangi lantai yang di sentuhnya. Membasahi kain bajunya. Baekhyun lalu merasa pandangannya memburam, ia melihat banyak darah di pandangannya juga mawar putih darinya yang sudah terkena bercak darah. Dan akhirnya semua darah itu menutupi pandangannya.

Dekapan Baekhyun terhadap Kristal mulai terbuka begitu saja. Kini kedua tubuh itu sama-sama ambruk. Mereka sudah pasrah dengan kehidupannya. Kehidupan mungkin sangat melelahkan bagi mereka.

Saranghae Jung Kristal, bogoshippeo..

=-=-=-=-=

Cinta memang indah..

Namun tidak untuk kehidupanku,

Hidupku penuh dengan tangis,

Hidupku ini tanpa kepastian,

Hidupku hanya untuk menunggumu

Mungkin aku lebih memilih mati daripada tidak menunggumu

Jujur, aku lelah hidup

Hidup itu sangat melelahkan

Hidup itu adalah perang

Namun aku melihat semburat senyum di sebuah cahaya yang redup

Itu senyummu,

Kurasa itu yang membuatku ingin terus hidup

geudelsaranghaneun maeumi gaseume neukkyojinayo

=-=-=-=-=

 

DAY 100

Author POV

Semburat cahaya memasuki celah datar yang berkilau. Memberi sebuah cahaya keemasan ditangkap sepasang mata. Menerangi sebuah ruangan yang sangatlah gelap. Gorden usang itu terbuka dengan lemas. Kain rapuh itu menepi mempersilahkan tamunya masuk.

Sebuah cahaya,

Seorang yeoja tersenyum menyambut cahaya itu. Pandangannya pun teralih pada sosok yang terbaring di sebuah ranjang tua,

Kelopak matanya yang selalu tertutup, bibir merah indahnya yang tak pernah berucap.

Yeoja itu selalu tersenyum kecut melihatnya, ia selalu bilang..

Kapan aku bisa melihat Baekhyun lagi?

Ia lalu meraih tangan yang terkulai lemas diatas ranjang itu. Menggenggamnya dengan lembut.

“Kau tahu kan, sekarang aku yang selalu menunggumu..”

Yeoja itu lalu menitikkan air mata. Dan terus menggenggam tangan halus itu. Ia lalu memandangi sebuah mawar putih yang dirangkai yang terdapat di sebelah ranjang Baekhyun. Mawar itu akan tetap disana walaupun bercak darah menemaninya.

“Byun Baekhyun, sekarang aku tahu siapa orang yang patut kucintai..”

Jung Kristal lalu melepaskan tangan yang ia genggam. Ia menjatuhkannya begitu saja. Ia lalu berbalik membelakangi tubuh Baekhyun yang terkulai lemas.

Ia menangis sepuasnya di belakang Baekhyun,

“Ukh,, hiks..”

Jung Kristal terus membelakangi Baekhyun.

“Kapan aku akan terus menunggumu?”

Kristal pun menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu memejamkan matanya untuk tenang.

“Kristal-ya..”

Tiba-tiba sebuah tangan merengkuh lingkar perutnya yang kecil. Seseorang memeluk tubuhnya dari belakang sana.

Kristal membeku merasakan hangatnya pelukan itu. Sejenak tangisan itu berubah menjadi tawa bahagia.

“Baekhyun-ya!”

Kristal pun lalu berbalik..

Dalam hatinya ia berkata lembut,

Baekhyun aku senang kau sudah datang…

Kedua sosok itu lalu saling memandang. Mereka berdua tersenyum memandang satu sama lain. Dari bibir Baekhyun yang kering itu ingin terlukis sebuah kata-kata.

“Kau tahu sebenarnya kata apa yang pertama kali ingin kuucapkan padamu?”

Kristal lalu menggeleng sambil tersenyum,

“Kata apa itu?”

Baekhyun pun tersenyum pada Kristal. Lalu ia kaget saat menemukan rangkaian mawar putih yang terdapat di sebelah ranjangnya. Baekhyun pun teringat sesuatu… Ia sangat ingat kejadian yang terjadi padanya.. Sebuah tragedi,

Baekhyun pun mengalihkan pembicaraan.. raut wajahnya berubah menjadi bingung.

“Kristal ?”

“Kau Jung Kristal?”

Raut wajah Kristal pun sejenak berubah bingung. Ia lalu dengan tegas menjawab,

“Tentu saja aku Jung Kristal..”

Baekhyun lalu menggeleng,

“Tidak mungkin, “

“Jung Kristal itu sudah mati..”

Baekhyun lalu mendekat pada Kristal, ia ingin mendengar detak jantungnya..

“Tidak mungkin..”

=-=-=-=-=

Love is not to claim he
or she is yours
Love is
How to makes him smile

Flashback

“Cepat ambilkan itu! Yeoja ini hampir mati!”

Seorang dokter menunjuk tubuh Jung Kristal dengan panik.

“Baik,” Kata seorang perawat.

Sebuah alat pun kini mendarat di tangan dokter itu. Lalu tiba-tiba tubuh Jung Kristal kejang. Namun tak berhasil.

“Dia takkan mungkin bisa hidup tanpa jantung baru,”

Dokter itu menghembuskan nafas berat. Ia lalu berujar,

“Kita tak punya harapan lagi, maaf ya..”

Pandangan dokter itu beralih ke sosok namja yang juga terbarik di ranjang satunya—Byun Baekhyun.

Lalu tiba-tiba seorang suster itu berdiri di depan tubuh Jung Kristal. Meraba permukaan wajahnya yang halus dan penuh darah.

“Dokter..”

Suster itu lalu berujar mengeluarkan suaranya yang parau.

“Aku, aku akan mentranplansikan jantungku padanya..”

Suster itu lalu menunduk,

Dokter itu sontak terlonjak dengan apa yang dikatakan perawat andalannya itu.

“Apa kau bilang?”

“Aku bilang, aku akan mentranplansikan jantungku padanya..”

Suster itu terlihat menelan ludah, dan dokter itu pun segera menggelengkan kepalanya.

“Apa kau yakin Choi Jin Ri?”

Suster yang bernama Choi Jin Ri itu lalu mengangguk pasti,

“Aku tahu ini yang terbaik untuknya..”

Sekilas Jin Ri menatap tubuh Baekhyun yang terkulai lemas dan tersenyum. Dokter itu menatap pandangan Jin Ri dan mengerti. Dokter itu mengerti mengapa Jin Ri melakukannya,

“Aku tidak tega melihatnya hidup tanpa orang yang dicintainya,”

Suster itu lalu melanjutkan ucapannya,

“Aku tahu, Byun Baekhyun mencintai Jung Kristal”

Dokter menekuk alisnya saat mendengarnya.

“Dan kau mencintai namja itu?”

Dokter itu memandang lama tubuh Baekhyun yang masih bernafas.

“Ne, cinta itu bagaimana ia bahagia bukan bagaimana kita memilikinya…”

Suster itu lalu melanjutkan lagi ucapannya,

“Ayo kita mulai transplantasinya..”

“Agar Jung Kristal bisa hidup kembali..”

Flashback END

#

1 Years Later

Byun Baekhyun POV

Aku masih ingat, kejadian satu tahun yang lalu. Dimana semua tragedi itu muncul ke dalam garis hidupku. Dimana seseorang mengacaukan skenario pertunjukanku. Aku masih penasaran apa yang terjadi disaat aku tidak sadar diri. Aku bahkan koma selama 100 hari. Dan selama itu Jung Kristal selalu setia menungguku.

Banyak pertanyaan yang aku ingin lontarkan pada Tuhan, banyak sekali. Siklus kehidupan memang penuh misteri. Aku hanya sedang bingung mengapa Jung Kristal bisa bangkit kembali? Apakah semua itu memang keajaiban. Ataukah sebuah pengorbanan?

Memikirkannya membuatku mensyukuri nikmat Tuhan. Aku merasa.. bahwa usaha ku memang tak pernah sia-sia. Menunggu, walaupun itu yang tak pasti. Namun jika Tuhan berkehendak sejenak takdir akan merubah garis hidupmu. Itulah kebaikan Tuhan. Itulah yang Dia berikan padaku.

“Baekhyun-sshi?”

Sejenak aku terlonjak melihat siapa yang menyadarkanku dari lamunanku ini. Seorang rekanku, rekan yang membantuku mengurusi semua pernikahan ini. Aku terdiam hingga ia berujar lagi,

“Aniya, cepatlah kau tahu pengantin wanitanya sudah menunggu sedari tadi!”

Ia lalu menaikkan nada bicaranya. Ia memutar bola matanya dan mendengus kesal. Namun masih terdapat senyum jahil di bibirnya.

“Ne, aku hampir lupa!”

Aku menepuk jidat dan segera berlalu dari hadapannya. Aku pun muncul dari lembaran tira-tirai putih yang amat tebal dan akhirnya aku mendapati diriku di sebuah altar suci yang sangat luas. Disana pandangan mataku hanya tertuju oleh satu orang dengan senyumnya yang memikat. Rambutnya yang terjuntai lemas menghiasi bahunya yang bersih. Sebuah rangkaian mawar putih yang ada di genggaman sarung tangan putihnya. Ia memberi isyarat kebahagiaannya kepada semua orang yang duduk mengelilingi altar ini.

Aku melangkah dengan langkah yang dibuat gagah. Menyusuri altar panjang itu dengan senyuman yang juga kukira akan memikat. Aku memakai tuksedo putih serasi dengan calon istriku yang memakai gaun putih, Jung Kristal.

#

Notes behind the storyline:

Kini Baekhyun menikah dan hidup bahagia bersama Jung Kristal dan pindah ke Seoul kota asal mereka.

Mereka tinggal di sebuah villa dengan banyak kebun mawar putih di sekeliling mereka.

Baekhyun tidak dipecat oleh kantor tempatnya bekerja setelah kejadian yang menimpa Kristal setahun yang lalu.

Baekhyun dan Kristal memilih untuk tidak membangun kolam renang di rumahnya karena trauma.

Kristal membuang cincin pemberian Jang Jaejoong.

Rumah Sakit yang menjadi tempat dimana tragedi setahun yang lalu itu tejadi kini telah di renovasi dan mulai terkenal.

Byun Baekhyun tetap tidak menyadari bahwa Choi Jin Ri (suster yang membantunya) itu adalah teman semasa sekolahnya dulu dan suka pada Baekhyun.

Jung Kristal tidak tahu kalau Choi Jin Ri (orang yang suka pada Baekhyun) telah mentranplansikan jantungnya untuk Kristal agar Kristal tetap hidup. Begitu juga Baekhyun yang tidak mengetahuinya.

Choi Jin Ri meninggal dengan tenang. Sementara Jang Jaejoong tidak.

THE END

=-=-=-=-=

True love doesn’t have a
happy ending. Because true
love never ends

=-=-=-=-=

A/N: Gamsaha udah mau baca^^ wahai siders mohon perkenankan pd kami untuk segera memberi jejak hihi. Aku tahu kau disana siders, aku tahu kau sedang baca ini. Ayolah siders yang masih punya hati silahkan komentar ne^^ berikan saran dan kritik pd saya🙂 Gamsaha!🙂

Author: Saarah

an unavailable writer

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s