EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[FF] Librarian Girl

Leave a comment

Annyeonghaseo^^
it’s my new ff, jadi mohon maaf kalau banyak typo dan gaje ceritanya.
visit my blog => http://melysartinah0105.wordpress.com
RCL don’t missing it

happy reading~

***** librarian girl *****

Judul : Librarian Girl

Author : Mely Sartinah (@Hanitrasmely)

Genre : Mistery, Horror

Length : Oneshoot

Rating : PG-13

Cast : – Ahn Jo Young (OC)
– Byun Baekhyun

Main cast : – Lee Soo Mi
– Park In Hyun

—- author pov —-

Pagi itu Ahn Jo Young pergi ke sekolahnya awal-awal karena dia belum
sama sekali mengerjakan tugasnya. Jo Young bukanlah anak yang suka
melalaikan tugasnya tapi tadi malam ia sedang tidak ada di rumah
karena baginya kalau sudah ayahnya pulang pasti rumah itu bagaikan
neraka.

“Aishh gara-gara tadi malam, aku jadi lupa tugasku” kata Jo Young
sambil berlari memasuki gerbang sekolahnya.

Dia melirik sebentar jam tangannya yang menunjukan pukul 06.10
KST.

Setelah sampai di kelasnya ia mulai membuka tugasnya tapi ….

“MWO? Di mana buku paketnya?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

Jo Young pun berinisiatif untuk ke perpustakan saja, karena di sana
pasti banyak buku-buku yang mengenai materinya ini.

Tanpa perlu waktu lama, ia langsung berlari ke perpustakaan tanpa
membawa tasnya.

“Annyeonghaseo, sajangnim” katanya sopan kepada petugas perpustakaan.

“Annyeong Jo Young-ah, tumben sekali datang ke sini pagi-pagi begini?”
Balas petugas itu.

“Aku lupa mengerjakan tugasku sajangnim hehe” kata Jo Young ragu-ragu.

“Haha kalau gitu, kerjakan lah tugasmu, sajangnim mau keluar dulu ne”

“Ne sajangnim” katanya sambil membungkukan badannya.

Jo Young pun langsung berlari mencari kursi dan meletakan buku serta
alat tulisnya disana. Setelah itu ia mengitari perpustakaannya untuk
mencari buku yang di perlukannya.

Diantara rak-rak buku yang besar dan tinggi, Jo Young melihat seorang
gadis yang menggunakan seragam sepertinya sedang menyandarkan badannya
di rak sambil membaca sebuah buku.
“Ternyata bukan hanya aku yang datang pagi-pagi ke sini” batin Jo Young.

Jo Young pun melanjutkan mencari bukunya. Setelah beberapa menit ia
mencari, buku itu ketemu tapi sayangnya buku itu berada di barisan
teratas.

“Bagaimana caraku mengambilnya” kata Jo Young pada dirinya sendiri.

“Kau perlu bantuan” kata seseorang dari belakang Jo Young.

“Awhhh” kata Jo Young sambil meringis mengusap punggungnya yg
berbenturan dengan rak buku karena dia terkejut akan tiba-tiba suara
itu.

“Gwenchanayo?” Kata gadis itu.

“Ne, gwenchana. Kau mengagetkanku saja” kata Jo young sambil tertawa.

“Mian hehe, apa kau perlu bantuan?” Tanya gadis itu lagi.

“Oh tidak perlu, aku bisa mengambilnya”

“Apa kau yakin?”

“Ne” balas Jo Yong sambil tersenyum.

“Kalau begitu, aku pergi dulu ne”

“He’em”

Akhirnya gadis itu pun pergi meninggalkan Jo Young. Jo Young yang
tidak memerlukan bantuan gadis itu pun merasa menyesal karena ia
sekarang sedang kewalahan untuk mengambil buku itu.

“Pakailah ini” kata gadis itu yg tiba-tiba datang begitu saja dari
belakang Jo Young.

“Ahh kau mengagetkanku lagi”

“Mian, kau pasti memerlukan ini” kata gadis itu sambil menyodorkan
sebuah tangga.

“Oh khamsahamnida” kata Jo Young malu-malu.

“Ne, cheonma”

Jo Young pun mulai menaiki anak tangga itu sampai ke atas dan akhirnya
ia berhasil mengambilnya.
Ketika sampai ke bawah ia tidak menemukan gadis itu lagi.
“Mungkin dia sudah ke kelasnya” batin Jo Young.

Jo young pun kembali kemeja di mana buku dan alat tulisnya ia simpan.
Jo young mulai mengerjakan tugasnya dengan konsentrasi penuh, dan
dengan di temani tempat perpustakan yang sepi sehingga membuat setiap
pergerakan yg Jo Young buat membuat suara itu seperti besar dan
menggema.

‘Tok’ suara pulpen jo young terjatuh ke bawah meja.
“Aishhh” gerutunya.

Ketika jo young mengambil pulpennya, ia melihat seorang gadis tengah
berjongkok sambil menyandarkan punggungnya ke rak dan membaca sebuah
buku.

Jo young tidak menghiraukannya soalnya hari juga sudah mulai siang
sehingga pasti banyak siswa/siswi lain yg hendak ke perpustakan.

Tapi ketika jo young sudah ke atas dan ingin mengerjakan tugasnya
lagi. Ia melihat ke arah di mana ada seorang gadis duduk tadi
tapi….. Hasilnya nihil. Sudah tidak ada siapa-siapa pun di sana.

“Cepet banget dia berpindahnya” kata Jo young sambil mengangkatkan bahunya.

Ia tidak mau ambil pusing yang jelas tugasnya harus selesai sebelum
bel masuk berbunyi.
Setelah beberapa menit jo young merasakan ada seseorang yang ada duduk
tepat di depannya.

Jo young pun mendongakan kepalanya untuk melihat siapa itu.

“Annyeong” kata gadis yg ada di depannya.

“Hah… Ini sudah yang ke tiga kalinya kau mengagetkanku dalam kurung
waktu kurang dari setengah jam” balas jo young sambil memutarkan bola
matanya dan ingin melanjutkan tugasnya lagi.

“Apa yang kau kerjakan?” Tanya gadis itu kepada jo young.

“Tugas sejarah” balasnya singkat.

“Ohh” balas gadis itu.

Hening. Tak ada yang berbicara.

“Dan kau apa yang kau lakukan” kata jo young sambil mendongakan
kepalanya menghadap gadis itu.

“Membaca” katanya singkat.

“Buku apa yang kau baca” kata jo young lagi.

“Kau bisa membacanya sendiri” balas gadis itu tanpa menoleh ke arah jo young.

Jo young pun membaca tulisan yg tertera di cover tersebut.

“Shadow in the night?” Gumam Jo young.

“Yap” balas gadis itu.

“Pasti seram” kata jo young lagi.

“Sangat” balas gadis itu singkat.

Jo young pun ingin melanjutkan tulisannya pada buku tugasnya tapi
tiba-tiba gadis itu berkata…

“Sepertinya pulpenmu akan habis”

“Eh?” Kata jo young heran.

“Coba saja”

Jo young pun mencoba menuliskan sebuah kata di kertasnya tapi nihil,
tiba-tiba saja pulpenya jadi macet padahal tadi tidak. Aneh.

“Kau selalu mengetuk-ngetukan pulpen itu ke meja” kata gadis itu
seperti bisa membaca kebingungan dari raut wajah jo young tersebut.

“Eoh? Jinjjayo?” Balas jo young.

“Hemm..kalau kau mau, kau bisa menggunakan pulpenku ini” kata gadis
itu lagi sambil memberikan sebuah pulpen ke arah jo young.

“Ahhh khamsahamnida, besok ku kembalikan” kata jo young.

“Ne, pakai saja dulu, aku masih punya banyak kok” balas gadis itu
sembari tersenyum.

“Ne, kalau boleh tau, namamu siapa ya?” Kata jo young.

“Lee Soo Mi imnida” kata gadis itu sambil tersenyum lebar. “Dan kau?”

“Choneun Ahn Jo Young imnida” balas jo young. “Kau di kelas mana
SooMi-ssi?” Tanya jo young.

“Aku di kelas 2-3 A Sains, Kau sendiri?”

“Jeongmalyo? Aku di 2-3 C Sains, tapi aku selalu berada di Kimia
Class. Hufttt” kata jo young lemas mengingat hampir setiap hari ia
mendapatkan kelas kimianya itu. Padahal ia selalu berharap berada di
kelas seni.

“Wahh kau pasti pintar kimia” puji Soo Mi.

“A…Aniyo justru aku lemah di kimia makanya aku selalu ada di kelas kimia”

“Oh begitu? Haha” kata Soo Mi.

“Soo Mi-ssi, apa kau baru di sini? Kok sepertinya aku jarang melihatmu
di setiap kelas ya?” Tanya jo young penasaran.

“Aku memang jarang di kelas, aku selalu menghabiskan waktuku di perpustakan”

“MWO? Jadi kau selalu bolos? Wahh punk”

“YAK!! Aku bukan seorang punk, aku hanya bosan dengan materinya yg
itu-itu terus”

“Aku juga. Dari elementri sampai aku senior yg namanya materi alat
reproduksi cuman itu-itu saja. Padahalkan mau tau yang lebih juga
wkwk” kata jo young sambil tertawa.

“Iya hahahaha”

Merekapun tertawa bersama. Tanpa di sadari ada seseorang yang mengawasi mereka.

“Jjang akhirnya selesai juga” kata jo young sambil membereskan
peralatannya dan bersiap untuk masuk kelas. Karena sebentar lagi bel
akan segera berbunyi.

“Eoh? Dimana dia” tanya jo young, ketika ia hendak mengembalikan
pulpen soo mi tetapi anak itu sudah hilang entah kemana.

“Yah sudah, aku mengantarkan ke kelasnya saja” kata jo young dan
berjalan keluar meninggalkan perpustakaan.

***

At Class. (Break time)

“Yak Ahn Jo Young tadi aku mencarimu, dan kata petugas perpustakaan
kau ada di sana” kata Park In Hyun sahabat karibnya Jo young.

“Kau mencariku sampai ke sana?” Tanya jo young.

“He’em. Tumben sekali kau pagi-pagi sudah nongkrong di sana sendirian?”

“Aku lupa mengerjakan tugas sejarahku dan di sana aku tidak sendirian kok”

“Jinjja? Aku melihatmu sendirian”

“Ahh mungkin saat kau melihatku, dia sudah pergi dan lagian kenapa kau
tak menghampiriku”

“Baru saja aku ingin menghampirimu, ada seorang namja dari kelas 2-3 D
berkata padaku kalau aku di panggil sama lee seongsanim untuk ke
kantor”

“Ohh” kata jo young sambil memainkan hapenya. “Kajja kita ke kantin” lanjutnya.

“Kajja” kata in hyun semangat sambil menggandeng tangan sahabatnya itu.

“Ahh changkaman” kata jo young dan berjalan masuk kembali ke kelasnya.
Dan mengambil pulpen yang di pinjam dengan Soo Mi.

“Ige mwoya? Batang kayu?” Tanya in hyun.

“Temanin aku ke kelas 2-3 A ya?”

“Shireo! Aku sudah mulai lapar”

“Hyun-ah sebentar saja. Jebal” rengek jo young pada sahabatnya itu.
“Setelah itu baru kita ke kantin, otte?”

“yaaa mau gimana lagi, kajja”

“Cwegodaaa” kata jo young girang.

“Tapi ingat jangaan lama-lama ne”

“Okey”

Kedua sahabat itu pun berjalan menuju ke kelas 2-3 A tersebut.

“Sile Hamnida, apa kau kenal Soo Mi?” Tanya jo young kepada salah satu
anak laki-laki yang berada di kelas itu.

“Ne?” Tanya laki-laki itu.

“Lee Soo Mi, apa kau mengenalnya?” Ulang jo young.

“Anio” balasnya.

“Eoh? Kalian satu kelas masa tidak saling kenal” protes jo young.

“Di kelas ini tidak ada yang namanya Lee Soo Mi” balas laki-laki itu.

“Yak! Neo Kojitmal?” Tanya jo young lagi.

“Ahh terserah. Yang jelas tidak seorangpun yang bernama lee soo mi
disini” kata laki-laki itu penuh penekanan.

“Dia bilang sendiri padaku kalau dia berada di kelas 2-3 A, kau lihat
bahkan di pulpennya pun ada tertera namanya serta kelasnya”

“Anio opsoyo! Kau gadis yang aneh”

“Siapa tau kau tidak mengenal teman sekelasmu dengan baik dan kau
makanya tidak tau namanya. Aha dan lagi dia orangnyaa sering bolos
pelajaran”

“Yak! Aku ini ketua kelas mana mungkin aku tidak mengenal
teman-temanku dan mana ada anak Sains A yang suka membolos kamikan
pintar, kalaupun ada dia hanyalah oh sehun dan tao!” Balas laki-laki
itu.

“T….tapi dia….”

“Sudahlah, kalau kau tak percaya kau bisa bertanya pada yang lainnya
atau pun langsung ke wali kelas” kata anak laki-laki itu sambil
berlalu.

Jo young dan In hyun pun masih mematung di sana. Tidak! Tepatnya hanya
jo young yang mematung dia tidak habis pikir kenapa bisa orang yg di
carinya bukanlah dari kelas ini padahal jelas-jelas kalau gadis itu
menyebutkannya di kelas ini.

Sedangkan In hyun ia terpesona dengan gayanya anak laki-laki tadi yang
mengaku sebagai ketua kelas sehingga itu membuat in hyun juga
ikut-ikutan terdiam.

“Annyeong” sapa seseorang yang membuat lamunan kedua sahabat itu buyar.

“Ne?” Balas jo young dan in hyun berbarengan.

“Apa kalian tadi mencari lee soo mi?” Tanya orang itu.

“Ne..ne kami mencarinya, apa kau mengenalnya? Wah ternyata aku bukan
lagi dalam masa halusinasi gara-gara stress berat ini” kata jo young
menceplos dengan panjang lebar.

“Yak! Young-ah bicaralah pelan-pelan” kata in hyun sambil menepuk
pundak jo young pelan.

“Ahh Cwe song hamnida” kata jo young sambil menggaruk kepalanya yg
tidak gatal itu.

“Choneun Byun Baekhyun imnida” kata orang itu memperkenalkan dirinya.

“Ne baekhyun-ssi, dia adalah sahabatku namanya Park In Hyun” in hyun
pun membungkukan badannya “dan saya sendiri Ahn Jo Young” kata jo
young sambil membungkuk juga.

“ne bangapseomnida jo young-ssi in hyun-ssi” kata baekhyun.

“Ahh baekhyun-ssi apa kau mengenal lee soo mi?” Tanya jo young.

“ne, kami sangat dekat seperti kalian berdua”

“Terus, kenapa kata laki-laki tadi dia tidak mengenal lee soo mi?”
Kata jo young.

“Akan aku ceritakan sepulang sekolah, kau tunggulah di depan
perpustakaan” kata baekhyun sambil berlalu pergi.

“YAK! MENGAPA SUSAH SEKALI BERTEMU DENGAN LEE SOO MI! AKU KAN HANYA
INGIN MENGEMBALIKAN PULPENNYA!” Teriak jo young pada baekhyun yang
mulai menjauh sambil loncat-loncat yang berhasil menarik perhatian
dari anak-anak yang sedang ngumpul di sepanjang koridor.

“Paboya! bisakah tidak berteriak begitu young-ah” kata in hyun sambil
menarik sahabatnya itu dari tatapan-tatapan yang aneh.

“Aishh aku kan hanya ingin mengembalikan pulpennya saja! Kok sekarang
malah harus mendengarkn ceritanya dulu! Apa susahnya sih? Huh!” Geram
jo young.

“Masih untung dia tidak menceritakannya di sana, kalau tadi dia
menceritakannya di sana ahhh sepertinya cacing di perutku akan
mengadakan konser besar-besaran” kata in hyun memelas.

“PA-BO!!” Kata jo young kesal pada sahabatnya itu karena tidak bisa
membaca situasi sekarang.

Jo young pun berjalan jauh di depan in hyun sambil menghentak-hentakan
kakinya di lantai karena ia masih kesal dengan sahabatnya itu dan ia
juga kesal dengan baekhyun. In hyun yang ketinggalan jauh berusaha
mengejar sahabatnya itu. Karena mereka berdua akan ke kantin.

“Baru saja kenal udah bikin kesal. Argghhh kenapa aku tidak
mengejarnya saja tadi ya” kata jo young sambil mengacak poninya. Ya
hanya poni. Karena ia tidak mau merusak rambutnya itu.

***

At perpustakaan.

Jo young duduk di dalam perpustakaan menunggu baekhyun. Sambil
menunggu ia membunuh waktunya dengan membaca sebuah buku.

Sudah hampir sejam jo young menunggu di perpustakaan dan sungguh
menunggu itu hal yang paling membosankan.

“Kenapa aku bisa percaya dengan mudahnya sama orang yang baru ku kenal
ya. Siapa tau dia mau berbuat jahat” batin jo young. Karena
perpustakaanpun sudah sepi anak-anak yang lain sudah pada pulang
sedangkan petugasnya entahlah ia selalu keluar masuk begitu saja.

“Kenapa aku tadi tidak minta temanin in hyun saja ya” kata jo young
yang sudah merasa takut karena pikiran negatif-negatif nya itu.

“Hosh….hosh….hosh…..m….mianhae jo young-ssi aku terlambat”
kata baekhyun ngos-ngosan (istilahnya kecapean habis berlari).

“Gwenchanayo baekhyun-ssi” kata jo young membuat senyum palsu karena
kalau bukan orang yang baru kenal pasti sudah jo young marahin
habis-habisan.

“Duduklah dulu baru kau bisa bercerita, jangan bertele-tele karena aku
tidak punya banyak waktu baekhyun-ssi” kata jo young ketus.

“Cwe song hamnida jo young-ssi, aku harus mengikuti pelajaran tambahan
dulu makanya aku terlambat” kata baekhyun dengan senyum bersalahnya
smbil menarik kursi yang ada di depan jo young.

“MWO? Jadi kau kelas 3?” Kata jo young sambil terkejut.

“Ne, waeyo? Ada yang salah?”

“Aniyo, ahh mianhae baekhyun sunbae, karena sudah tidak sopan padamu”
kata jo young merasa malu.

“Haha tidak apa-apa, oh iya dari mana aku harus menceritakannya ya”
tanya baekhyun.

“To the point saja” balas jo young.

“Emm oke, inti dari ceritanya bahwa…. Orang yang kau cari bernama
lee soo mi itu sudah meninggal” kata baekhyun sambil menundukan
kepala.

“MWO? Sunbae sedang bercandakan? AHAHAHA” kata jo young tertawa garing.

Hening tak ada pembicaraan.

“Sunbae, ppali ceritakan yang sebenarnya”

“Aku serius jo young-ssi”

“Maldo andwe! Jelas-jelas tadi pagi aku masih berbicaara dengannya
dan… Dia memberikan ini padaku” kata jo young sambil menunjukan
sebuah pulpen kepada baekhyun.

“Heh? Apa ini?” Kata baekhyun sambil mengambil barang itu.

“Pulpen yang ku pinjam dari soo mi” kata jo young enteng.

“Pulpen?” Kata baekhyun bingung.

“He’em” balas jo young.

“Wah kau orangnya humoris juga ya jo young-ssi haha” kata baekhyun.

“YAK!! Kenapa tertawa huh?”

“Kau sungguh lucu. Jelas-jelas ini hanyalah sebuah batang kayu kenapa
kau bisa menyebutnya pulpen?” Kata baekhyun sambil tertawa besar-besar
sehingga menggema di setiap sudut ruangan.

“Eh?” Kata jo young heran.

Dan ketika hendak mengambilnya dari tangan baekhyun, jo young sangat
terkejut seakan matanya akan keluar dari tempatnya.
Pasalnya pulpen yang dia berikan pada baekhyun berubah menjadi sebuang
batang kayu.

“Andwe….andwe…kok bisa? Sejak kapan dia berubahnya” kata jo young
sambil geleng-geleng.

“Dia tidak berubah jo young-ssi, semenjak tadi dia hanyalah batang
kayu” jelas baekhyun.

Jo young pun mengingat kejadian-kejadian aneh yang ia alami sejak tadi
siang. Saat ia menunjukan pulpen itu ke in hyun sahabatnya itu malah
bilang “ige mwoya? Batang kayu” dan ketika ia menunjukan ke laki-laki
di kelas 2-3 A itu ia malah bilang “anio opsoyo! Kau gadis yang aneh”.
Dan masih banyak lagi kejadian aneh saat jo young membawa kesana
kemari tuh pulpen.

“Ahhh sepertinya aku mulai mengalami stress berat” kata jo young.

“Kau percaya pada ceritaku?”

“Hampir tapi aku masih heran. Kenapa aku bisa melihatnya” kata jo
young. Pantasan gadis itu selalu mengejutkannya serta datang dan pergi
seenaknya.

“Sepertinya kau punya kenangan baik bersamanya” jelas baekhyun.

“Ahhhhh, sejak kapan dia meninggalnya?” Tanya jo young.

“Setahun yang lalu pada saat ia masih duduk di kelas 2-3 itulah
sebabnya kenapa tidak ada yg mengenalnya di kelas itu”

“Ohhhh” kata jo young sambil mengingat-ngingat kapan ia pernah bertemu
dengan soo mi.

*flashback on*
-setahun yang lalu di perpustakaan-

“Yak! Lee Soo Mi kau jangan sok polos deh” kata seorang gadis.

“Aku tak pernah sok polos, beginilah sifatku” balas soo mi.

“Kau gadis yang menjijikan” kata gadis itu sambil memukuli soo mi.

“Ahhhh hentikan jebal” teriak soo mi. “Siapapun tolong akuuuu” lanjut
soo mi sambil menangis.

“Tak kan ada yang bisa menolongmu gadis menjijikan” kata gadis itu
sambil tetap membully soo mi.

“Ho’oh lihatlah betapa menyedihkannya seseorang yang iri pada
sahabatnya” kata seseorang dari belakang soo mi. Otomatis membuat
kedua orang itu menoleh.

“Cih kau siapa huh? Adik kelas kok belagu” kata gadis yang membully soo mi.

“Kau tak tau siapa aku? Aku Ahn Jo Young. Salam kenal sunbae” kataa jo
young dan menegaskan kata ‘sunbae’ seolah ia mengejeknya.

“YAK! Kau gadis tengik beraninya kau…..awhhh awhhh” kata gadis jahat
itu sambil kesakitan. Karena pada saat ia berbicara ia hendak menampar
jo young tapi jo young lebih cepat menangkap tangannya dan
mengelintirnya ke belakang.

“Kau tak pantas di panggil dengan kata sunbae, bagaimana seorang
junior mau menghormati seniornya kalau ternyataa sifat seniornya
begini. Berani menindas yang lemah” kata jo young tegas dan semakin
menambah kekuatan pada tangannya.

“Awhhh lepaskan bocah tengik”

“Akan aku lepaskan jika kau bersikap sopan dan meminta maaf pada dia”
kata jo young sambil menunjuk soo mi.

Sementara yang di tunjuk hanya meringkuk ketakutan sambil menangis.

“Shireo!!” Kata gadis jahat.

“Ohh kau tak mau? Maka aku akan membuat ukiran indah di wajahmu
menjadi JELEK!” Ancam jo young.

“ANDWE.. Jebal ku mohon jangan lakukan itu” kata gadis jahat itu ketakutan.

“Yasudah cepat lakukan” perintah jo young.

“Hahhh…lee soo mi mianhae” kata gadis jahat itu tak ikhlas.

“Sunbae, apa kau memaafkannya?” Tanya jo young pada soo mi.

“Ne” kata soo mi sambil mengangguk.

Akhirnya jo young pun melepaskan tangan gadis jahat itu.

“Cih kau lihat saja pembalasanku bocak tengik” kata gadis jahat itu
sambil berjalan keluar perpustakaan.

“Sunbae gwenchana? Apa ada yang terluka” kata jo young sambil mendekat
ke arah soo mi.

“Anio tidak ada yang terluka kok” kata soo mi seraya berdiri.

“YAK! Jo Young-ah ppali bel sudah berbunyi” kata sahabat jo young.

“Ne, duluan saja nanti aku menyusul” kata jo young. “Kalau begitu aku
permisi dulu sunbaenim. Annyeong” lanjutnya sambil membungkukan
badannya dan berhambur keluar perpustakaan.

“Gomawo Ahn Jo Young” kata soo mi pelan, yang tentu sudah tidak bisa
di dengar oleh jo young.

*flasback off*

“Jo young-ssi ku sarankan agar kau mengecek keadaanmu ke rumah sakit
jiwa, sepertinya kau memang sedang stress berat karena keseringan
melamun” kata baekhyun mengejek jo young sambil menyengir kuda dan
langsung beranjak dari duduknya. Dan jo young pun segera sadar dari
lamunannya.

“YAK SUNBAE! NEO MICHOSEO!!” Teriak jo young sambil menunjuk baekhyun.

Yang di tunjuk malah mengeluarkan lidahnya seperti mengejek dan
langsung berlari keluar perpustakan.

END. \(´▽`)/

Author: PARK CHANYEOL's

K-pop addict | an EXO-L | REAL__PCY's biased | 96 Line | Line: melysartinah | IG: @melysartinah | twitter: @sartinahmely

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s