EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Don’t Cry My Twin

Leave a comment

dont-cry-my-twin-chanyeol-vers-kjhydfk

Tittle :

Don’t Cry My Twin

Cast :

Park Chanyeol

Park Chanhee

Disclaimer : Ini hasil karanganku yang sebenernya udah lama banget.. bikinya aja di HP temen.. kalo mau jujur, cast awalnya itu Lee Donghae SUJU sama Lee Haema *alias Author*

Tapi karena lagi jatuh cinta sama EXO jadi saya ubah castnya.. ceritanya semua sama, cuma castnya yang ganti.. HeeChul jadi Xiumin alias Minseok, Eunhyuk jadi Baekhyun.. waduh ko jadi kaya NB gini sih?? biarin lah ya.. sekalin.. haha..

Happy Reading..

***

“Kau gila?” Yeoja itu bertanya dengan nada tinggi padaku, seolah aku ini seorang

“Ya! Kau ini bukannya mendukung malah mengataiku.” Omelku pada yeoja cantik bermata indah yang duduk di depanku saat ini.

“Tentu aku mendukungmu, walau aku tahu, sekalipun aku tak mendukungmu kau pasti memaksaku,” ucapnya sambil terus membaca majalah di tangannya.

“Owh, gomawo Park Chanhee, kau memang yang  terbaik.” Ucapku memuji 

“Ne, aku memang yang terbaik Park Chanyeol.” balasnya dengan nada sinis.

“Ya, panggil aku oppa!!” Titahku padanya.

Dia diam. Yah, kalian mungkin sudah mengerti kalau aku dan yeoja yang duduk di depanku saat ini adalah Twins. Tapi kalian harus tahu, kami tidak memiliki kemiripan sama sekali kecuali wajah kami yang, yah, bisa dibilang tampan dan cantik.

“Cepat panggil aku oppa. Aku ingin mendengarnya sekarang.” Suruhku padanya yang saat ini menatapku sinis.

“Dasar besar kepala.” Gumamnya kesal. Tapi aku dengar.

“Ya, Park Chanhee, aku mendengarmu,” sahutku. Dan dia semakin terlihat kesal.

“Ne, oppa.” Akhirnya dia memanggilku oppa.

“Owh, kau memang dongsaengku yang paling cantik.” aku cubit lagi pipinya itu.

Ini yang aku suka darinya. Dia selalu diam saat aku mencubit pipinya. Entah kenapa aku selalu ingin melakukan itu padanya, mungkin aku memang sangat menyayanginya walau kami selalu memiliki pendapat yang berbeda.

Dia bangun dari duduknya dan berjalan ke kamarnya. Haha, dasar yeoja, kerjanya hanya bisa ngambek.

“Kau jangan hanya memanggilku oppa malam ini, kau harus terus memanggilku oppa!!” Aku berseruku padanya.

“Berisik!!” teriaknya sinis. Haha, aku menang kali ini.

Tak lama umma datang padaku, pasti ingin mengintrogasiku. Yah, karena Chanhee ‘kan anak kesayangan umma, jadi aku selalu salah di mata umma.

“Chanhee kenapa?” Benarkan tebakanku?

“Aku hanya menyuruhnya memanggilku oppa,” jawabku jujur. Memang buat apa aku bohong.

“Ya sudah sana tidur, ini sudah malam.” Suruh umma dan aku hanya mengangguk nurut.

Aku berjalan ke kamarku yang behadap-hadapan langsung dengan kamar Chanhee. Sepertinya Chanhee sudah tidur. Ya sudahlah.

***

Paginya Chanhee meminta berangkat denganku. Katanya dia malas berangkat dengan namjachingunya. Mungkin mereka sedang ada masalah. Yah mungkin.

Ohya, Chanhee itu sudah tidak jomlo, tidak seperti aku. Haha, aku memang kalah untuk masalah yang satu ini. Dan nama kekasih Chanhee itu adalah Kim Minseok.

Kim Minseok itu sunbae kami di sekolah dan Chanhee itu yeoja yang lumayam mencolok di sekolah. Jadi bisa disimpulkan, mendapatkan Minseok sunbae itu hal yang tidak sulit untuk Chanhee.

Aku juga sebenarnya bisa melakukan hal yang sama seperti Chanhee. Mendapatkan yeoja dengan mudah, tapi aku malas. Aku merasa belum waktunya aku memiliki kekasih. Yah, paling tidak sampai Chanhee benar-benar mendapatkan seorang namja yang bisa aku percaya.

“Chanyeol twinmu datang mencarimu nih.” Seru Baekhyun yang sedang berdiri di pintu kelas.

“Ada apa? Tumben sekali kau mengunjungiku.” Tanyaku setelah mendekat pada twinku itu.

“Pulang sekolah nanti tunggu aku di parkiran ne? Aku pulang besamamu,” jawabnya dan aku hanya mengangguk.

“Ya sudah, aku kembali ke kelas ne?” dia berjalan pergi meninggalkan aku begitu saja. Ada apa dengannya?

Sepertinya ada yang tidak beres, tapi ya sudahlah, akan aku tanyakan nanti saja di rumah.

***

Aku sedang di lapangan parkir saat ini, menunggu twinku yang tadi memintaku menunggunya. “Kenapa dia lama sekali sih?” Keluhku.

Tapi aku tetap akan menunggunya, yah, alasannya karena dia yang memintaku menunggunya dan karena dia adalah Park Chanhee, twinku.

Jadi di sinilah aku menunggunya sekarang.

Di lapangan parkir dan di bawah sinar matahari tepat jam satu siang di musim panas. Bayangkan betapa gerahnya aku saat ini, tapi ya sudah lah, ini toh untuk twinku bukan yang lain.

Tapi lama-lama aku jadi tidak betah juga. Jadi kuputuskan untuk kembali masuk ke sekolah, itung-itung untuk cari angin dan menghindari sinar matahari yang terik.

Aku cari Chanhee di kelasnya tapi tidak ada. Di perpustakaan tidak ada. Di ruang osis tidak ada. Bahkan aku cari dia di toilet juga tidak ada. Jadi dia di mana?

Owh atau mungkin dia sudah pulang dengan Minseok sunbae. Yah mungkin, dan sebaiknya aku juga pulang sekarang.

Aku hendak berjalan keluar sekolah kalau saja aku tak mendengar suara tangisan dari arah taman belakang perpustakaan. Mungkin itu Chanhee, maka aku ke sana untuk mengeceknya.

Dan seperti yang kalian duga. Itu memang Chanhee dan seperti yang kalian tebak juga dia sedang besama dengan sunbae kami, Kim Minseok.

“Kau jahat oppa, mestinya paling tidak kau putuskan hubungan kita dari dulu.” Chanhee menangis di depan namja yang sekarang berdiri di depannya.

“Lalu aku harus apa? Merubah cintaku hanya untukmu? Itu tidak mungkin. Kau tahu kalau aku mencintainya sekarang.” Minseok sunbae berkata dengan nada kasar.

“Tapi..”

“Tapi apa? Sudah lah aku minta kau terima keputusanku.” namja tampan nan brengsek itu pergi meninggalkan Chanhee yang masih berdiri terisak.

Dia sempat berhenti di depanku dan menatapku dengan tatapan yang, yah, lumayan mengancam. Tapi aku diam, aku tidak berhak untuk ikut campur karena tidak ada yang memintaku ikut campur. Tapi setelah Minseok sunbae pergi aku langsung mendekati Chanhee.

Di luar dugaanku dia langsung memelukku dan menangis lebih lepas. Aish dia membuatku khawatir.

“Sudahlah, dia tak pantas kau tangisi seperti ini,” kataku seraya mengelus kepalanya yang tenggelam dalam pelukanku.

Dia melepas pelukannya dan meminta pulang, dan seperti biasanya, aku menuruti apa yang dia minta. Mungkin aku harus menghibur dia nanti.

***

Malam ini tidak seperti biasanya Chanhee langsung mengurung diri di kamarnya setelah makan malam. Umma jadi mengintrogasiku lagi.

“Chanhee kenapa lagi?” Tanya umma sesaat setelah Chanhee pergi meninggalkan meja makan.

“Mungkin sedang ada masalah dengan namjachingunya,” jawabku sambil berusaha untuk tetap menjaga privasi twinku.

“Dasar remaja. Ya sudah kau hibur dia, kau kan oppanya.” Aku mengangguk dan langsung berjalan menuju kamar kami yang ada di lantai atas rumah ini.

Sampai di depan kamar kami aku mengetuk pintu kamarnya. Tapi tak ada jawaban. Jadi kuputuskan untuk mencoba masuk, dan untung dia memang tidak pernah mengunci kamarnya, jadi mudah bagiku untuk masuk ke kamar yang sudah gelap ini.

“Chanhee,” aku berbisik memanggilnya. Tapi tak ada jawaban. Berarti dia sudah tidur.

Aku duduk di sisi ranjangnya dan melihat dia yang sepertinya sudah pulas.

“Kenapa kau selalu membuatku khawatir sih?” Gumamku.

“Kau ini tega sekali padaku, kau membuatku takut memiliki yeojachingu. Kau membuatku selalu merasa bertanggung jawab padamu dan membuatku merasa bersalah jika kau menangis.” Gumamku lebih panjang. Mungkin dia tidak mendengarnya tapi aku hanya ingin mengatakannya ini.

Kuperhatikan wajahnya yang sudah terlelap. Di kamar ini memang ada lampu tidurnya jadi aku bisa melihat wajah twinku itu.

“Chanhee, bisa tidak kau mengerti keadaanku? Aku juga ingin merasakan indahnya masa remaja, memiliki yeojachingu dan merasakan double date bersamamu, twinku.” Aku masih ingin curhat pada twinku yang mungkin sibuk di dunia mimpi.

“Kumohon, berhentilah bersedih, berhentilah menangis karena namja itu, dan kemblilah jadi Chanheeku yang dulu ceria.” entah kenapa aku merasa ini harus aku lakukan. Yah, berbicara pada orang yang sudah tidur.

“Kau tau Chanhee? Kau itu sangat berharga untukku. Jadi jangan sampai kau membuatku bersikap posesif, karena aku tidak ingin melalukan itu padamu.” Kali ini kuelus kepalanya pelan dan kukecup keningnya sekilas.

“Ya sudah, semoga kau mimpi indah my twin. Dan jangan mimpikan namja brengsek itu, tapi mimpikan saja aku, oppamu.” Aku bangun tapi tanganku ditahan.

“Mian membuatmu khawatir.” Chanhee berkata dalam keadaan terpejam.

“Kau belum tidur?” Tanyaku keki. Aduh, jangan-jangan dia mendengar apa yang tadi aku katakan.

“Belum,” jawabnya. Dia bangun dan menarikku duduk.

“Kau dengar apa yang aku katakan tadi?” dia mengangguk dan tersenyum. Ah, leganya melihat dia bisa tersenyum lagi.

“Aku dengar semuanya. Dari awal,” jawabnya.

Aku diam. Bingung harus bilang apa dan lumayan malu juga. Habis, ini pertama kalinya aku curhat tentang perasaanku dan lagi perasaan itu untuknya.

“Mianhae, aku janji mulai hari ini tidak akan membuatmu khawatir lagi,” aku tesenyum dan mengelus kepalanya lagi.

“Kalau begitu tepati janjimu itu,” ucapku kemudian.

“Dan.. Gomawo untuk kasih sayangmu, oppa,” ah, dia panggil aku apa?

“Kau panggil aku apa?” Tanyaku memastikan.

“Oppa, ‘kan kau yang minta,” Aku acak-acak rambutnya sebagai ungkapan sayang.

“Kau mau tidur bersamaku oppa? Aku sedang ingin tidur bersamamu seperti dulu,” aish, dia ini ada-ada saja.

“Kau yakin? Aku ini namja loh,” aku mengedipkan mataku, bertingkah genit.

“Ne aku yakin, kaukan twinku dan sangat menyayangiku. Jadi kau tak mungkin melakukan hal aneh padaku.”

“Ya sudah ayo tidur,” aku berbaring di sampingnya dan dia langsung memelukku, sama seperti saat kami masih anak-anak dulu.

Dia selalu memelukku saat tidur, bahkan dia tidak ingin tidur jika tidak denganku.

Syukurlah, kau sudah kembali seperti twinku yang dulu Park Chanhee.

THE END

Author: Febby Fatma

Super Junior | SNSD | EXO | SHINee | F(x) | B1A4 | BTOB | Apink | Topp Dogg | SEVENTEEN | BTS | B.A.P | Taylor Swift | IU | Juniel | Jang Geun Suk

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s