EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Incarnation: Memories

1 Comment

suzy-miss-a-130102-logo

Author          : Lydia Jung (@frncslyd)

Genre            : Romance, Sad, Fantasy

Rating           : T

Length         : Multichapter

Cast              : Baekhyun EXO-K

Han Gyuri

Chanyeol EXO-K

Suzy Miss A

Incarnation

“Oppa, jika kita sudah besar, kita akan menikah ‘kan?”

“Ne, Hyejin ah, kita akan menikah.”

——

Ingatan itu kembali terngiang di telinga Baekhyun. Saat itu, dia dan yeoja itu masih berumur 4 tahun. Kini, yeoja itu sudah tiada. Semua, karena kecelakaan yang merenggut nyawanya 18 tahun lalu.

“Hyejin ah, kenapa kau meninggalkanku? Bukankah kita akan menikah? Aku bahkan tak bisa melupakanmu, padahal ini sudah 18 tahun kau pergi.”

——

“Baekhyun ah..” Kata eomma Baekhyun.

“Eomma? Wae? Kenapa kau menangis? Uljimma..” Kata Baekhyun kecil kepada eommanya.

“Hye..hyejin.. Dan keluarganya Baekhyun ah..” Kata eomma Baekhyun.

“Hyejin? Ahjussi? Ahjumma? Wae?” Tanya Baekhyun.

“Mereka kecelakaan Baekhyun ah. Mereka semua meninggal di tempat.”

—–

Oppa, kita akan kemana?” Tanya yeoja berumur 18 tahun itu pada namjachingunya.

“Gyuri ah, kau ini selalu saja pergi-pergi. Apa kau tidak pernah lelah?” Kata namja bernama Chanyeol itu.

“Kalau bersama oppa, aku tidak akan pernah lelah. Hehe.”

“Hah, arraseo. Kajja kita pergi.”

——-

Baekhyun menatap foto Hyejin lagi dan lagi. Menghela nafas berkali-kali, sampai dia lelah. Dia terus kembali ke masa-masa itu. Masa-masa manis dimana dia dan Hyejin, yeoja yang dicintainya hingga hari ini, bersama-sama.

“Hyejin ah, apa kau merindukanku?” Baekhyun berbicara pada foto gadis kecil yang sangat cantik itu.

Baekhyun tak tahu, padahal saat itu dia masih berumur 4 tahun. Dia tidak tahu, hanya saja, dia merasa Hyejin ditakdirkan untuknya. Dia hanya tidak bisa mencintai yeoja lain selain Hyejin. Baekhyun sangat terpuruk sejak Hyejin meninggal. Dia menjadi anak yang pendiam dan tidak pernah bergaul dengan siapapun. Kecuali, Park Chanyeol. Chanyeol adalah sahabatnya. Namun, kini Chanyeol sudah pergi ke Jepang dan tidak tahu bagaimana kabarnya.

“Baekhyun ah, berhentilah bersikap seperti itu, nak. Kau harus melupakannya dan belajar mencintai yeoja lain. Terimalah kalau dia sudah tiada. Eomma sangat sedih melihatmu seperti ini.” Kata eomma Baekhyun lalu terisak sedih.

Baekhyun merasa tidak enak pada eommanya. Dia sangat terpukul dengan kepergian Hyejin dan tidak bisa mencintai yeoja lain selain Hyejin. Dia sangat ingin mencintai yeoja lain. Sangaat ingin melupakan Hyejin. Hanya saja, dia tidak bisa.

Eomma, mianhae. Aku hanya tidak bisa melupakannya. Aku tidak bisa, eomma. Berapa kalipun aku mencoba melupakannya, aku tetap tidak bisa melupakannya eomma. Aku hanya bisa mencintainya.” Kata Baekhyun.

“Setidaknya cobalah lagi Baekhyun ah. Kau tampan dan pintar. Banyak yeoja diluar sana menginginkanmu. Cobalah bergaul dengan orang lain.” Kata eomma Baekhyun tersenyum lalu meninggalkan Baekhyun.

Eomma.. Mianhae. Aku akan mencoba melupakannya.” Kata Baekhyun pada dirinya sendiri.

Hyejin ah, apa kau akan marah jika aku melupakanmu? Batin Baekhyun.

——-

Oppa! Aku ingin itu!” Kata Gyuri manja pada namjachingunya itu.

Ne Gyuri ah, lihat saja, aku pasti bisa mengambilnya.” Kata Chanyeol dengan yakin membuat Gyuri terkekeh.

Han Gyuri, seorang yeoja berumur 18 tahun. Dia berpacaran dengan Park Chanyeol sejak setahun yang lalu. Gyuri dan Chanyeol bertemu di Jepang, saat mereka tidak sengaja bertabrakan di depan sebuah mall.

——

“Ah, Gomenassai.” Kata Gyuri dengan bahasa Jepangnya yang pas-pasan.

“Ah, danjoubu. Hanguk desuka?”

“Ah, yes.” Jawab Gyuri malu-malu. Dia tidak menyangka kalau bahasa Jepangnya sangat buruk hingga namja didepannya itu langsung tahu dia orang Korea.

“Nado.” Jawab namja itu, Gyuri langsung melihat namja itu menyodorkan tangannya.

“Park Chanyeol imnida.” Lanjutnya lalu tersenyum. Gyuri membalas tangan itu.

“Han Gyuri, imnida.” Kata Gyuri lalu tersenyum.

Sejalan dengan waktu, Gyuri semakin menyukai Chanyeol dan begitu pula dengan Chanyeol. Gyuri sudah sebulan di Jepang dan hari itu, Gyuri harus pulang ke Korea. Chanyeol pun menyatakan perasaannya pada Gyuri dan berjanji dalam setahun kemudian, dia akan kembali ke Korea untuk menemui Gyuri. Gyuri menerima Chanyeol dan mereka sudah berpacaran selama setahun.

——–

“Wah! Oppa! Daebak! Kau bisa mendapatkan boneka ini. Aku sangat menyukainya!” Kata Gyuri dengan senang.

“Haha, itu sih belum ada apa-apanya. Bagiku, Park Chanyeol, apapun bagimu pasti kudapatkan.” Kata Chanyeol lalu mencubit pipi yeojanya itu.

Ya! Oppa! Appo da!” Kata Gyuri lalu memanyunkan bibirnya.

“Aish, nae yeojachinguya, neomu kyeopta!” Kata Chanyeol. Gyuri hanya terkekeh.

Oppa, aku lapar.” Kata Gyuri manja.

Nado. Kajja, kita makan.” Kata Chanyeol lalu menggenggam tangan Gyuri.

——

Baekhyun saat itu masih berpikir keras untuk melupakan Hyejin. Dia hanya tidak sanggup untuk mencintai orang lain. Tapi akhirnya dia memikirkan eommanya dan masa depannya. Dia pun memutuskan untuk mencintai yeoja lain.

Mianhae, hyejin ah. Walau aku harus melupakanmu, aku janji akan terus mencintaimu sampai akhir hidupku. Batin Baekhyun.

——-

“Baekhyun ah, eodigga?” Tanya eomma Baekhyun saat melihat anak semata wayangnya itu berjalan ke depan pintu rumah hendak keluar dari rumah itu. Baekhyun hanya tersenyum.

“Mencari yeoja yang bisa membuatku jatuh cinta eomma.” Katanya lalu pergi meninggalkan eommanya.

Eomma Baekhyun hanya menangis menahan haru nya. Anaknya akan memulai kehidupan barunya.

Hah, eohtokke? Kemana aku akan pergi sekarang? Batin Baekhyun. Dia merasa risih karena semua orang di tempat itu menatapnya seakan dia pangeran dari istana kerajaan yang sudah lama mengurung diri di istana.

Lebih baik aku ke restoran tempat aku dan Chanyeol bertemu dulu. Batin Baekhyun.

——–

“Ingin pesan apa, tuan?” Tanya pelayan itu pada Baekhyun.

“Aku pesan Fried Rice Special dan Orange Juice.” Katanya.

Ah, ne. Mohon tunggu sebentar.” Kata pelayan itu.

Baekhyun hendak pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Tanpa sengaja, dia menabrak seorang yeoja.

“Jwesonghamnida.” Ucapnya, lalu pergi meninggalkan yeoja itu tanpa melihat wajahnya.

Tampan sekali. Batin yeoja itu.

Baekhyun sudah duduk di tempat makannya dan menyantap makanannya. Tiba-tiba saja, seorang yeoja menghampirinya.

“Annyeong.” Ucap yeoja itu. Baekhyun hanya menatap yeoja itu, lalu kembali menyantap makanannya lagi.

“Apa aku mengganggumu?” Tanya yeoja itu.

BRAKK.

Ya, apa sih maumu? Apa kau tidak lihat aku sedang makan? Kenapa kau mengangguku?” Kata Baekhyun tiba-tiba.

Jweseonghamnida. Hanya saja, t..tidak ada bangku lain yang kosong. Jadi, aku hendak meminta izin untuk duduk disini.” Jawab yeoja itu.

Baekhyun melirik kanan-kirinya. Memang benar, tidak ada lagi tempat yang kosong untuk yeoja itu.

Mianhae. Kau boleh duduk.” Kata Baekhyun.

“Gamshabnida.” Jawab yeoja itu.

Apa dia tidak sadar kalau aku yeoja yang ditabraknya tadi? Batin yeoja itu.

——-

Makanan yeoja itu sudah datang. Dia pun menyantap makanannya. Dia memandangi wajah Baekhyun.

Dia benar-benar sangat tampan. Batinnya.

Yeoja itu memberhentikan makannya sebentar lalu menyodorkan tangannya. Baekhyun sangat bingung dengan perbuatan yeoja itu.

“Jung Soojung imnida.” Ucap yeoja itu sambil tersenyum.

Baekhyun lalu menjabat tangan yeoja itu.

“Byun Baekhyun.”Jawabnya singkat.

“Senang berkenalan denganmu.” Ucap yeoja bernama Jung Soojung itu. Baekhyun hanya tersenyum simpul, lalu melanjutkan acara makannya.

Soojung merasa sedikit risih dengan perlakuan Baekhyun padanya. Dia merasa Baekhyun tidak menyukainya.

Apa aku terlalu agresif? Aku ‘kan hanya ingin mengenalnya. Batin Soojung.

Baekhyun sudah selesai makan dan meninggalkan Soojung di meja tersebut sendiri.

Aku harap bisa bertemu denganmu lagi, Byun Baekhyun. Batin Soojung.

——-

Oppa, kita mau makan dimana sih?” Tanya Gyuri pada Chanyeol.

“Kita akan makan di restoran paling enak sedunia.” Jawab Chanyeol.

“Mana mungkin oppa, kau tidak punya uang sebanyak itu. Hihi.” Kata Gyuri memeluk lengan Chanyeol manja.

“Tentu saja bisa. Apapun untuk Gyuriku.” Kata Chanyeol mengacak pelan rambut Gyuri.

“Nah, ini dia restorannya.” Kata Chanyeol.

“Wah, sepertinya makanannya enak oppa?” tanya Gyuri.

“Ne, itu sudah pasti, chagi. Dulu aku dan sahabatku sering makan disini. Sahabatku itu orang yang tidak bisa bergaul. Akulah satu-satunya sahabatnya. Dia bilang dia begitu karena seorang yeoja yang dia cintai sudah meninggal.” Jelas Luhan panjang lebar. Gyuri hanya bisa ber-oh ria.

“Oppa, kajja, aku lapar.” Rengek Gyuri.

“Arraseo. Kajja.” Kata Chanyeol.

Chanyeol tidak memperhatikan didepannya dan..

BRUKKK

Dia menabrak seorang namja yang jelas dikenalnya, Byun Baekhyun.

“Baekhyun ah!!” teriaknya senang.

“Chanyeol! Dan kau… Hyejin!!?”

Author: soojunga

EXO Stan|f(x) Stan|99L|Loves Editing and Story telling the most!!!~

One thought on “Incarnation: Memories

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s