EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Just A Fan

1 Comment

Title
Just A Fan

Author
EunFebbyHaema or Febby Fatma

Length
5596 words, OneShort

Genre
Romance (maybe), Friendship (maybe), Komedi (maybe), Sad (maybe)

Rating
General

Cast
Chanyeol (EXO-K),  Xi Lulu (OC), Byun Baekhyun (EXO-K),

Other Cast
Xi Luhan (EXO-M), Oh Sehun (EXO-K) as Xi Sehun (hehe, ganti marga dulu ya)

Disclamer
Ceritanya semua berasal dari imajinasiku tapi castnya itu milik tuhan dan orang tuanya masing-masing

***

Kulirik dirimu
Dan kuperhatikan lekuk wajahmu
Sempurna dan sangat tampan

***

Aku lihat Sehun yang sedang bengong menghadap jendela yang langsung mengarah ke lapangan basket. Dia tampan bukan?? Dia itu satu-satunya namja yang aku akui ketampanannya. Bahkan Baekhyun oppa saja tidak aku akui.

Kenapa bisa ada namja yang tampannya seperti malaikat seperti dia sih? Dan kenapa juga aku tidak bisa memilikinya? Boro-boro memiliki, dekat dengannya saja rasanya susah sekali.

Aku sudah satu kelas dengannya sejak kami duduk di kelas 2 SMP, hingga sekarang ditahun terakhir kami sekolah di SMA aku masih menjadi teman sekelasnya dan pengagumnya yang akan terus memperhatikannya.

Tidak banyak yang aku ketahui tentang Sehun, hanya beberapa tapi itu cukup untuk mengenalnya. Dan syukurnya, aku memiliki seorang oppa yang cukup dekat dengannya. Jadi kalau ada apa-apa yang terjadi pada Sehun aku bisa tahu.

Yeah, aku ini Byun Baekhee, yeodongsaeng (adik perempuan) dari namja imut dan tampan (kali ini aku akui dia tampan, yang penting dia jangan sampai tahu aku mengakuinya, nanti dia bisa terbang) bernama Byun Baekhyun. Dan aku sudah mendedikasikan diriku sebagai pengagum nomor satu Oh Sehun, teman sekelasku.

***

Aku sadar kau tak pernah tersenyum
Hanya ada expresi datar di wajahmu
Tapi matamu sangat indah

***

“Baekhee, tugasmu sudah selesai?” Teman sekelasku yang kuketahui bernama Choi Sulli datang menghampiriku.

“Ne(iya), aku sudah selesai, wae(kenapa)?” Aku balik bertanya pada yeoja cantik yang selama ini digossipkan dengan Sehun.

FYI. Sulli itu yeoja tercantik yang ada di sekolah kami, dan Sehun adalah namja tertampannya. Hal yang wajar bukan kalau mereka itu digossipkan seperti itu. Jadi aku masih bisa tenang sekarang.

“Boleh aku pinjam?” Dengan berat hati aku berikan dia buku tugasku. Aku tahu dengan pasti apa yang akan terjadi jika aku menolak memberikannya. Bisa-bisa nasibku sama dengan Chihan, dimusuhi satu sekolah hanya karena dimusuhi seorang Sulli.

Saat Sulli berjalan keluar kelas dia berpapasan dengan pangeran dalam mimpiku. Yaeh, Sehun, memang mau siapa lagi? Aku lihat Sehun yang memandang yeoja di hadapannya dengan tatapan yang berkata dasar-malas!!.

“Sehun, kau dari mana?” Sulli menyapanya tapi kasihan dia, Sehun tidak menggubrisnya dan malah meninggalkan dia.

Tak ada satu kata ataupun seulas senyum yang terlihat dari Sehun. Itulah Oh Sehun, selalu bersikap datar dan tak pernah menunjukan kehangatan yang dia punya, hanya sisi dinginya saja yang dia tunjukan. Tapi aku pernah melihatnya tertawa lepas saat dia sedang berkunjung ke rumahku, tepatnya berkunjung menemui Baekhyun oppa.

Aku lihat dia tertawa dan matanya saat itu seperti sedang memancarkan sesuatu yang sangat indah. Aih, aku jadi teringat masa saat aku jatuh hati padanya. Itu sudah lama sejak aku kelas 3 SMP, dan Baekhyun oppa kelas 2 SMA.

Tapi, sejak saat itu tak pernah ada yang berubah. Aku tetap menyukainya sampai saat ini.

***

Aku tahu kau tak pernah mengacuhkan aku
Walau kau juga tak pernah menghiraukanku
Bahkan aku bingung
Bagaimana bisa aku begitu sangat mengagumimu

***

“Sehun!” Aku berteriak memanggil namja tampan yang sekarang berjalan menuju keluar sekolah. Dia berhenti dan menghadapku. Tak ada sahutan atau senyum sama sekali. Tapi itulah dia.

“Igo(ini)” aku berikan padanya sebuah bungkusan yang aku juga tidak tahu apa isinya.

“Igemwoya?(ini apa?)” Dia menerimanya sambil bertanya. Aku angkat bahuku sebagai tanda kalau aku tidak tahu itu apa.

“Itu titipan dari Baekhyun oppa, aku juga tidak tahu apa isinya,” jawabku menjelaskan. Dia mengangguk mengerti dan kemudian memasukan bungkusan itu ke dalam tas ranselnya.

“Gomawo,” ucapnya dan langsung berlalu pergi begitu saja.

Uhh!! Dari tadi jantungku berdetak tak beraturan, segugup itukah aku? Tapi apa Sehun tahu kalau aku gugup? Dia sadar tidak kan? Semoga saja tidak.

***

Yang aku tahu
Setiap aku melihatmu
Setiap kau ada di sekitarku
Jantung ini berdebar sangat kuat

***

Hari minggu ini Baekhyun oppa mengundang chingudaeulnya ke rumah. Dan sudah pasti Sehun akan datang.

Orang pertama yang datang tidak pernah berubah, selalu namja tinggi yang bernama Chanyeol itu. Lalu Kai, teman sekolahku dan kudengar dia itu sahabatnya Sehun. Kemudian baru Sehun dan Luhan oppa, kakak anggkat keluarga Sehun.

“Baekhee, ambilkan minum untuk chingudeulku!” Baekhyun oppa berteriak menyuruhku, dan dengan senang hati aku lakukan itu. Aku juga ingin melihat Sehun. Pasti gayanya hari ini sangat keren.

“Ne oppa,” balasku tidak dengan berteriak. Untuk apa berteriak kalau aku juga berada tidak jauh darinya? Baekhyun oppa saja yang berlebihan.

Aku buatkan 5 gelas sirup untuk mereka yang sedang berkumpul di ruang tamu yang berjejeran dengan ruang keluarga tempat tadi aku duduk sambil membaca novel. Tidak lupa aku juga membawakan beberapa camilan untuk mereka.

Aku antar pesanan oppaku tercinta, dan langsung aku letakan di tengah meja. Tidak lupa aku lihat Sehun yang sepertinya sedang serius membaca lirik lagu. Saat hendak kembali tanganku ditahan oleh namja yang memiliki kulit berwarna coklat. Yeah, dia Kai.

“Gabung saja di sini,” ucap Kai sambil menepuk sofa di sebelahnya yang memang kosong. Aku melihat ke arah oppaku, berharap dia membantuku menjawab ajakan itu.

“Duduklah, ikut gabung dengan kami saja, siapa tahu nanti kau bisa jadi bagian dari band kami,” kini yang menyuruhku adalah Luhan oppa, kakak angkatnya Sehun yang berasal dari daratan China.

“Sudahlah Baekhee, duduk saja,” Chanyeol oppa ikut-ikutan, Baekhyun oppa juga sama saja, dia ikut mengangguk dan menggerakan tangannya mengisyaratkan agar aku duduk. Tapi kenapa sekarang aku jadi seperti seorang tersangka yang baru saja menolak ajakan Kai. Aku kan tidak menolaknya.

“Baiklah,” aku duduk di samping Kai dan memperhatikan mereka semua khususnya Sehun. Saat melihat Luhan oppa, mata Sehun seperti memancarkan kasih sayang yang sangat hangat, dan itu semakin membuatku berdebar.

Bahkan aku rasa Kai yang duduk di sampingku juga bisa mendengar debaran jantungku yang keras ini.

***

Yang aku tahu
Setiap kau muncul di anganku
Dan setiap aku teringat dirimu
Rasa rindu itu menjalar di setiap titik di dalam dadaku
Membuatku gelisah dan tak tenang

***

Aku sedang di kamar sekarang. Ini sudah jam 10 malam, tapi aku masih belum bisa tidur. Aku masih memikirkan pangeranku, Oh Sehun. Tadi aku melihatnya tertawa lagi. Dan itu membuat aku kecanduan.

Aku ingin melihatnya tertawa lagi, aku ingin bisa berada dalam posisi seperti tadi. Posisi yang dengan leluasa bisa memperhatikan dia. Tanpa perlu mencuri pandangan, tanpa perlu takut ketahuan.

Tok..tok…

“Baekhee, aku ingin bertanya padamu,” Baekhyun oppa masuk ke dalam kamarku dan langsung duduk di ranjangku menghadap aku yang kini juga dalam posisi duduk.

“Ne, oppa mau tanya apa?” Aku tatap oppaku yang memang aku akui dia itu imut. Mungkin karena dulu dia terlalu sering main boneka denganku, sampai dia terlihat imut seperti yeoja.

“Kau masih menyukai Sehun?” Aku diam, namun setelah itu aku mengangguk. Baekhyun oppa memang tahu kalau aku sebenarnya menyukai Sehun. Karena memang dia orang pertama yang aku beritahu tentang perasaanku.

“Waeyo oppa?(kenapa oppa?)”

“Aniya(tidak), hanya bertanya,” jawabnya dan langsung berjalan keluar kamarku lagi. Dia kenapa?

Lebih baik aku membayangkan Sehun lagi. Uh!! Ya, Byun Baekhee, kenapa sekarang mendadak jadi sesak sih? Ada apa? Atau mungkin kau terkena virus Sehun?? Haha, lucu.

***

Kau tahu pangeran?
Kau terlihat begitu dingin
Tapi apakan kau sadar pangeran?
Matamu selalu memancarkan cahaya
Cahaya yang bahkan lebih hangat dari matahari
Cahaya yang bisa meluluhkan dinding es kutub
Dan cahaya yang membuatku tertegu

***

Hari ini kelasku ada pelajaran olahraga di jam 3-4, tapi sonsaengnim(guru) olahraga kami sedang sakit jadi kami olahraga bebas. Semua siswa namja di kelasku memilih bermain basket sedangkan siswi yeoja duduk di pinggir lapangan, mencari tempat yang teduh. Termasuk aku.

Aku terus memperhatikan Sehun, hanya Sehun dan Sehun saja yang aku lihat. Entah kenapa mata ini sudah terpaku pada sosok yang selalu terlihat sedingin suhu di kutub utara itu. Tapi saat mengingat tatapannya, yeah, memang bukan tatapan untukku, tapi aku bisa merasakan kalau tatapannya itu memiliki sinar yang bahkan bisa membuat bumi banjir karena es kutub yang mencair.

Tatapan itu juga yang membuatku sampai sekarang masih mengagumi dia, walau sebenarnya masih banyak namja di luar sana yang mungkin lebih tampan darinya. Tapi karena tatapannya itu aku tidak bisa berpaling.

Duk.. Sebuah bola mendarat tepat di kepalaku.

“Mianhae, neo gwenchana?(maaf, kamu baik-baik saja?)” Sehun bertanya padaku sambil memendangku dengan tatapan hangat yang tadi aku bicarakan. Sepertinya yang melempar bola itu dia.

Aku terdiam, aku terlalu kaget saat melihat matanya, sampai menganggukan kepala saja sulit.

“Perlu aku antar ke UKS?” Aku menggeleng.

“Kau yakin?” Aku mengangguk.

“Sekali lagi mianhae Baekhee,” setelah itu dia kembali bermain. Aku tadi tidak salah dengarkan? Dia menyebut namaku, aish, apa hari ini ada hujan durian? Apa aku tertimpa durian itu? Ah, mungkin bola basket tadi adalah duriannya.

***

Namun biarpun kau terlihat dingin
Aku tetap mengagumimu
Dan aku akan terus memperhatikanmu
Walaupun nantinya kau akan memilih orang lain
Walaupun semua melarangku
Dan walaupun jika mataku buta
Aku akan terus memperhatikanmu
Kerena aku adalah pengagummu
Pangeran dingin

***

Pulang sekolah ini aku diundang Sulli dan gengnya untuk menemui mereka di belakang perpustakan. Dan aku penuhi undangan itu.

“Ada apa?” tanyaku to the point.

“Waw, kau to the point sekali,” Sulli menghampiri aku. Perasaanku jadi tidak enak.

“Kau tahu bukan kalau Sehun itu milikku?” Hah apa katanya? Miliknya?

“Jadi berhenti memperhatikan dia!!” Ucap Sulli tegas menatapku.

“A..aku tidak bisa,” ucapku terbata.

“Tidak bisa katamu? Kau mau cari masalah hah??” Dia menjambak rambutku. Aku hanya bisa meringis kesakitan tanpa bisa berbuat apapun karena dua temannya yang bernama Suzy dan Krystal memegangi tubuhku.

“Mianhae Sulli-ah, aku tidak akan mengganggu Sehun lagi, tapi jangan larang aku memperhaatikan dia,”

“Andwae(tidak boleh)” teriak Sulli di depan mukaku.

“Aku tidak bisa,” ucapku sambil terus meringis. Tiba-tiba suli mengeluarkan sebuah karter dari saku bajunya. Dia tarik rambut panjangku.

“Berhenti memperhatikan Sehun atau…” dia ingin memotong rambutku. Aku hanya menggeleng sebagai jawaban tidak mau dan berkata “Andwae,” agar dia tidak memotong rambutku.

Tapi dia tetap momotong rambutku dengan karter itu. Puas membulliku dia dan chingudeulnya pergi meninggalkan aku dengan rambut yang berantakan.

Aku punguti rambutku yang tadi dipotong, sambil menangis aku berjalan pulang, aku tidak perduli dengan tatapan orang lain yang mengira aku ini aneh atau mungkin gila.

Sampai di rumah aku langsung di sambut tatapan khawatir Baekhyun oppa yang melihatku dengan kondisi seperti ini. Berantakan.

Tidak hanya Baekhyun oppa, tapi juga Kai, Luhan oppa dan Chanyeol oppa.

Selesai berganti baju, Baekhyun oppa cs masuk ke dalam kamarku dan mengintrogasiku. Tentu saja aku katakan semuanya. Dari undangan Sulli sampai pelampiasan amarah Sulli yang sepertinya cemburu melihat aku ditolong Sehun saat pelajaran olahraga.

“Berhenti memperhatikan Sehun,” ucap Baekhyun oppa tegas. Ini pertama kalinya dia berkata seperti itu padaku. Sedang chingudeulnya hanya mengangguk di belakangnya.

“Aku tidak mau oppa,” jawabku sambil terisak.

“Aku bilang berhenti ya berhenti!!” Baekhyun oppa berteriak membentakku. Aku terdiam. Aku takut.

“Hyung, jangan berteriak padanya!” Kai membelaku. Baik sekali dia. Tapi kenapa aku tidak bisa menyukainya walau aku tahu kalau dia menyukai aku. Kai merangkulku dan menepuk pundakku, berusaha menenangkan aku.

Baekhyun oppa meraih tanganku dan megusapnya lembut. “Mianhae Baekhee, oppa tidak bermaksud seperti itu. Oppa hanya tidak ingin kau begini lagi.” Aku kembali menangis. Kini Baekhyun oppa memelukku.

“Aku tidak bisa oppa, aku tidak bisa berhenti memperhatikannya,” ucapku dalam tangisan.

“Arra, oppa mengerti. Tapi oppa juga tidak ingin kau diperlakukan seperti ini lagi,”

“Baekhee, bukan maksudku ikut campur, tapi aku tahu bagaimana sifat Sehun, jadi saran dariku lebih baik kau belajar untuk berhenti memperhatikan Sehun, dia tidak akan semudah itu didapatkan,” Luhan oppa ikut buka mulut.

Aku terdiam. Haruskah aku berhenti memperhatikan Sehun?? Tapi aku tidak bisa melakukan itu. Jadi kugelengkan kepalaku sebagai jawaban dari saran mereka. Kudengar mereka menghela nafas kasar bersamaan.

“Baiklah, teruskan saja kau memperhatikan Sehun, tapi oppa tidak akan mengizinkanmu melakukan hal itu lagi kalau kejadian seperti ini terulang, dan sebagai gantinya kau harus terus bersama Kai,” aku mengangguk setuju. Dan lagi Baekhyun oppa memelukku.

***

Terserah apa katamu tentang ini
Kau mau anggap aku gila?
Kau mau benar-benar mengacuhkan aku?
Aku bisa terima itu
Tapi aku mohon jangan larang aku mengagumimu
Jangan larang aku memperhatikanmu
Kerena hanya dengan begitu
Aku bisa melampiaskan sedikit bagian
Dari rasa cinta dan kagumku padamu
Pangeran dingin

THE END

ini pernah aku publis di blog lain.. jadi kalo ada yang merasa pernah baca.. tolong liat lagi nama authornya oke??

Author: Febby Fatma

Super Junior | SNSD | EXO | SHINee | F(x) | B1A4 | BTOB | Apink | Topp Dogg | SEVENTEEN | BTS | B.A.P | Taylor Swift | IU | Juniel | Jang Geun Suk

One thought on “Just A Fan

  1. tanggung amat ini –“

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s