EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Waiting Your Love 1

Leave a comment

1234223_533657170046965_1672897940_n

Tittle          : Waiting Your Love 1

Author       : chakyuyoungster

Cast            : Sooyoung, Yuri, Suho

Genre         : Sad, romance, family

Length       : Chapter

Rating        : PG

Disclaimer           : Cerita murni milik saya, saya hanya pinjam nama tokoh

Summary   : Ketika cinta meninggalkanmu kadang hanya satu yang kamu inginkan, pergi meninggalkan tempat dimana membuatmu merasa ditinggalkan, berlari menjauh berharap bisa melupakan segalanya.

 

***

 

Saat ini musim dingin di Prancis, seharusnya yeoja ini menghangatkan diri di kamar asramanya bukannya malah berkeliaran, tapi dia butuh udara segar, kamar asramanya membuatnya sulit bernafas terutama ketika dia teringat akan Suho.

 

Suho, bisa dibilang bukan pacarnya, mereka hanya berteman, teman dekat, sangat dekat hingga Sooyoung merasakan denyut cinta di dadanya. Ketika pada akhirnya dia menyadari perasaan itu, Suho telah pergi meninggalkannya menghilang begitu saja seperti disapu angin, tak tersisa. Yang tersisa hanyalah perasaan sedih,menyesal dan marah.

 

Suho dan Sooyoung dulunya sangat dekat. Appa mereka bersahabat dan persahabatan itu juga menular kepada anak mereka. Bahkan mereka tidak terpisahkan karena selalu bersama. Semuanya terasa indah sampai mereka beranjak dewasa dan mulai memahami cinta. Suho yang lebih dulu mengakui perasaannya. Tapi saat itu Sooyoung tidak merasakan apapun, tepatnya dia tidak mau mengakui perasaannya. Terlalu lama dia mengulur waktu sehingga Suho merasa dipermainkan dan dia pun meninggalkan Sooyoung begitu saja dan melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Saat ditinggalkan barulah Sooyoung menyadari kesalahannya. Menyadari bahwa persahabatan mereka berakhir, menyadari bahwa dia telah menyakiti Suho.Sooyung berusaha mencari kabar tentang Suho kepada orang tuanya dan itu tidak sulit. Bahkan Sooyoung mendapatkan nomor Suho. Tapi dia terlalu takut untuk meminta maaf.

 

Sampai akhirnya dia pun memutuskan untuk meninggalkan rumahnya. Mencoba menjauh dari masa lalunya, mencoba melupakan kesalahannya, mencoba menjadi yeoja tanpa cinta dan tanpa suho. Dia tidak tahu apakah itu akan berhasil terutama karena appa mereka saling bersahabat. Sooyoung yakin suatu saat dia akan kembali bertemu dengan Suho tapi biarlah waktu yang memutuskan.

 

“Melupakan itu ternyata tidak mudah. Sejauh apapun dirimu tidak akan berpengaruh” Sooyoung menghela nafasnya sembari merapatkan ke dua tangannya ke tubuhnya.

 

“Beep Beep”

 

Sooyoung tersadar dari lamunannya ketika mendengar dering ponselnya. Sooyoung tersenyum simpul ketika

melihat nama siapa yang tertera disana. Yuri, eonni nya menelepon. Bulan depan Yuri akan bertunangan, dia dijodohkan oleh orang tua Yuri dan Sooyoung. Dan Sooyoung hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya karena Yuri tidak keberatan untuk dijodohkan karena sebenarnya dia juga menyukai namja itu.

Besok Sooyoung libur dan memutuskan dating ke Seoul dan Yuri benar-benar tidak sabar, setiap hari dia selalu menelepon untuk memastikan Sooyoung tidak mengubah rencananya.

 

“Yeoboseyo, Yak ! Kenapa eonni harus menelepon setiap hari sih. Aku tak akan mengubah rencanaku” jawab Sooyoung pura-pura kesal.

 

“Aku hanya kangen dengan dongsaeng tercinta. Kenapa sih kamu, emang gak seneng ya?”tanya Yuri.

 

“Sebelum acara perjodohanmu kamu tidak sesering ini meneleponku”kata Sooyoung sambil tertawa.

 

“Aku benar-benar tidak sabar nunggu kamu pulang tau”kata Yuri sambil mendengus sebal.

 

“Besok aku pulang. Tenang saja”jawab Sooyoung.

 

“24 jam itu terasa lama. Belum lagi waktu yang kamu butuhkan untuk mencapai Seoul. Kenapa sih kamu harus sekolah jauh-jauh. kayak disini gak ada SMA bagus aja”kata Yuri kesal.

 

“Jadi, Apa kamu meneleponku untuk memberitahu siapa tunanganmu?”tanya Sooyoung sembari tertawa.

 

“Ani. Aku tak akan memberitahumu. Hari ini dia akan sampai di Seoul dan untuk pertama kalinya aku akan bertemu dengannya setelah sekian lama tidak melihatnya”ucap Yuri balas menertawai Sooyoung.

Sooyoung pun mendengus sebal “Cih, menyebalkan. Araseo, Besok aku akan pulang dan aku akan segera bisa melihat tunangan mu. Seharusnya kamu tidak perlu merahasiakan ini kepadaku. Bahkan Eomma dan appa pun ikut bekerja sama denganmu merahasiakan tunanganmu” .

 

“Salah sendiri sekolah jauh-jauh”ucap Yuri tertawa.

Sooyoung mendengar suara eommanya sayup-sayup memanggil nama Yuri.

 

“Udah dulu ya Soo, eomma memanggilku”

 

“Ok, salam untuk eomma dan appa ya” Sooyoung mengakhiri teleponnya dengan Yuri dan memasukkan ponselnya ke dalam sakunya. Dia semakin tidak sabar menginjakkan kakinya kembali ke Seoul. Kota kelahirannya.

 

***

 

Sooyoung keluar dari pesawat menuju ke bagian kedatangan. Dia menghirup udara disekitarnya.

“Kota kelahiran selalu lebih baik”Gumam Sooyoung.

 

Sooyoung mendengar namanya dipanggil. Dia tahu suara siapa itu. Itu suara eonni nya. Sooyoung membalikkan badannya dan siap untuk memamerkan senyumnya, namun semua sirna ketika dia melihat siapa yang berdiri di samping eonni nya. Dia tidak akan pernah melupakan wajah itu. Tidak akan pernah melupakan tatapan itu. Tidak akan pernah selama sisa hidupnya. Yuri menghampiri dan memeluknya. Bercerita banyak hal tapi tidak satu pun singgah ke telinga Sooyoung. Tatapan Sooyoung hanya terpaku kepada sosok yang berdiri di belakang eonninya. Sosok itu juga menatapnya dengan tajam. Yuri memperhatikan arah tatapan mata dongsaengnya lalu senyum di bibir merekahnya.

 

“Aku tahu kamu pasti akan sangat kaget ketika mengetahui Suho lah tunanganku. Kamu tidak percaya kan?”

Sooyoung menelan ludahnya dan menggelengkan kepalanya.

 

“Aku tahu suatu saat dia pasti akan kembali, Tapi jelas sekali tidak sebagai tunangan eonni”gumamnya kaget.

“Yukk sini hampiri kakak iparmu”Yuri tertawa geli mendengar omongannya sendiri.

Dengan kaku Sooyoung melangkahkan kakinya mendekati Suho. Lalu Sooyoung mengulurkan tangannya. Dengan perasaan hancur Sooyoung menjabat tangannya dengan tersenyum paksa.

 

“Apa kabar?”tanyanya.

 

Sooyoung hanya diam. Apakah perasaan Suho kepadanya telah pupus? Apakah begitu besar bencinya kepada Sooyoung hingga bisa melupakan Sooyoung secepat itu? Tidak satupun jawaban terbesit dibenak Sooyoung. Satu hal yang dia tahu, hatinya kembali hancur. Sangat hancur ketika mengetahui orang yang dicintainya akan menikahi eonni nya.

 

Setelah menghabiskan waktunya berbasa-basi dengan orang tua Suho dan diceramahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya akhirnya Sooyoung dapat beristirahat dengan tenang. Sebenarnya dia tidak ingin beristirahat dia hanya butuh sendiri untuk mencerna semua hal yang telah terjadi. Suho kembali dan di jodohkan dengan eonni nya. Suho tidak menolaknya. Bahkan Suho tidak mengajaknya ngobrol, hanya menatapnya tajam. Sekali-kali Suho hanya tersenyum simpul ketika namanya dan Yuri disebut-sebut. Semua ini benar-benar membuatnya pusing.

 

TBC

a/n : anyyeong ^^ saya author baru .  Ini ff yang pertama kali saya publish di sini. Tapi jangan heran jika kalian pernah membaca ff ini di blog lain. Tenang aja ff ini bukan plagiat, melainkan saya yang mempost nya. ^^
diharapkan kritik dan sarannya yah. Gamsha🙂

Author: SAMEMO

Karya yang dilahirkan ibarat air yang bergulir bebas melalui perasaan dan pikiran. Rangkaian kata demi kata datang berbisik kala titik inspirasi mengusik kesegaran. Ia hanya akan mengalir....sebisanya. Meluaskan energinya agar dapat tumbuh dan meleburkan diri dalam samudera luas.

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s