EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Ask You (Ficlet)

13 Comments

Title
Ask You

∴ Author ∴
EunFebbyHaema or Febby Fatma

∴ Leght ∴
OneShort (Ficlet)

∴ Genre ∴
Romance, Sad, School Life

∴ Rating ∴
General

∴ Cast ∴
Baekhyun and Kim Chunhee (OC)

∴ Other Cast ∴
Kai

 

Holla, aku datang dengan FF baru lagi, ini udah aku post di WP pribadi dan beberapa blog lain.. tolong lihat nama author dulu okeh..

****

 

Aku Tanya Padamu

Bukankah ini awalmu?

Bukankah ini awal kita?

Lalu apa artinya ini?

Kau tertawa sedang aku menangis…

Apa kau menertawakan aku?

Apa kau senang aku menangis?

Dan apa kau ingin melihatnya terus menerus?

Tapi kenapa?

Aku tak pernah ingin kau menangis…

Tapi kenapa?

Kau begitu tega padaku…

Lalu apa artinya ini?

Apa arti ikatan yang kita miliki?

Apa arti tangan yang kau berikan?

Jika pada akhirnya kau buang tangan itu…

Kau ingin aku tertawa lalu menangis lagi?

Kau ingin aku terlihat gila?

Apa dengan begitu kau akan puas?

Apa dengan begitu kau akan berhenti?

Apa dengan begitu kau akan belajar?

Dan apa dengan begitu kau akan mengerti aku?

Lalu apa artinya ini?

Jika kau tak ada…

Jika kau pergi…

Dan malah menghilang begitu saja…

Lalu apa artinya ini?

Kalau aku hanya akan sendiri…

Kalau semuanya akan hilang dariku…

Lalu apa artinya ini?

Aku tanya padamu..

Lalu apa artinya ini semua??

 

 

 

****

 

“Kau mau menjadi kekasihku??”  Baekhyun, namja dengan sejuta senyum itu bertanya pada yeoja yang saat ini berjalan di sampingnya.

“Kau bercanda?” Chunhee, yeoja yang berjalan di samping Baekhyun balik bertanya.

“Tentu tidak. Apa aku terlihat sedang bercanda?” Baekhyun menghentikan langkahnya saat itu dan membuat Chunhee ikut berhenti.

“Bukannya kau butuh aku untuk terus sekolah saat ini? Kau bilang kalau tanpa aku di sisimu kau tak mungkin bisa bertahan di sekolah kita, iyakan?” Chunhee hanya diam dan tak memberikan sedikitpun reaksi yang menjawab.

“Ayolah Kim Chunhee. Kita bisakan?” Baekhyun meraih tangan Chunhee dan membuat yeoja di hadapannya itu bingung.

“Kau tidak sedang mempermainkan akukan Baekhyun? Aku tahu kau itu orang yang tidak mungkin bisa serius.”

Yah, Chunhee benar, Baekhyun bukanlah orang bisa serius dengan teman-temannya. Dia akan selalu bercanda, bercanda, dan bercanda. Bukan seseorang yang bisa dengan mudah dipercaya saat ada kata-kata serius meluncur darinya.

Memang, Chunhee baru mengenal Baekhyun tiga bulan yang lalu, tepat saat pertengahan semester ditahun pertama ia menjadi siswi SMA. Perkenalan yang membuat mereka begitu akrab dan sering terlihat bersama saat di sekolah.

Saat itu Baekhyun datang untuk menolong Chunhee yang sedang dibully siswi lain di halaman belakang sekolah. Chunhee memang bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain, sangat bertolak belakang dengan Baekhyun yang malah sangat mudah mendapatkan banyak teman juga banyak Fan Girl. Jadi banyak siswi yang tidak suka dengan sifatnya yang terkesan cuek.

Sejak hari itu Baekhyun selalu berbaik hati menemani Chunhee di taman belakang untuk membaca buku, sedangkan dia sendiri malah tidur atau kadang ikut membaca, bukan buku tapi komik anime. Hingga kini Baekhyun berdiri di hadapan Chunhee dan meminta yeoja berambut panjang dengan poni sealis itu untuk menjadi kekasihnya.

“Apa kau melihat sisi yang menunjukan kalau aku saat ini sedang bercanda?” Baekhyun balik bertanya.

Lagi, Chunhee hanya bisa diam.

Dalam hatinya dia begitu senang, karena jujur dia rasa dia sendiri menyukai sosok yang selama tiga bulan terakhir ini selalu melindunginya dari siswi lain.

“Aku ingin menjagamu lebih dari saat ini. Aku ingin mereka tak lagi menyakitimu dan kau akan selalu aman. Bukankah jika kau menjadi kekasihku keamananmu akan lebih terjamin??” perlahan Chunhee menunduk dan seiringan dengan itu dia menarik tangannya dari tangan Baekhyun.

“Aku hanya tidak ingin sakit.” Ucap Chunhee lebih seperti bergumam.

“Ayolah, aku akan menemani dan melindungimu.” Baekhyun mengulurkan tangannya dan membuat Chunhee kembali mengangkat kepalanya, menatap Baekhyun dalam perasaan yang sulit dijelaskan.

Dia ingin tapi tak ingin. Dia ingin bersama Baekhyun tapi dia tak ingin sakit karena Baekhyun yang mungkin hanya bercanda.

Melihat raut wajah Baekhyun yang memintanya, perlahan Chunhee mengangkat tanganya dan menerima uluran tangan Baekhyun. Yah, dia ingin terus bersama dengan Baekhyun dan terus dijaga oleh Baekhyun.

Menerima uluran tangan Chunhee membuat sebuah senyum manis tergores di wajah Baekhyun. Dia berhasil meyakinkan yeoja di hadapannya saat ini.

“Ayo, akan aku antar kau sampai rumah.” Masih dengan senyumnya, Baekhyun menggandeng tangan Chunhee dan membawa yeoja itu menuju rumah si yeoja. Karena dia pikir seorang kekasih itu wajib mengantar pulang kekasihnya.

 

 

****

 

 

Saat istirahat Chunhee keluar kelasnya dan berjalan menuju halaman belakang sekolah untuk meneruskan bacaanya. Sebuah novel dengan halaman yang mencapai 500 halaman lebih.

Sampai di sana ia tak melihat Baekhyun yang biasanya ada di sana sambil bersandar di tembok dan berleha-leha menyambutnya. Yang dia lihat hanya tempat kosong.

“Di mana Baekhyun?” Chunhee bertanya lebih kepada dirinya sendiri.

Walau ia penasaran di mana sosok yang baru kemarin memintanya menjadi kekasih itu, Chunhee lebih memilih untuk menunggu dan membaca. Dia berharap Baekhyun akan datang dan menemaninya lagi seperti tiga bulan terkahir ini.

Tapi sampai bel tanda istirahat selesai dibunyikan Baekhyun tak muncul. Dengan ragu Chunhee berjalan menuju kelasnya. Saat melewati kelas Baekhyun dia sempat menangkap sosok yang ia tunggu sedang tertawa kencang bersama dengan teman-temannya yang lain.

Dalam hati Chunhee kecewa tapi dia bersukur karena hari ini bisa melihat sosok itu. Dan mungkin nanti pulang sekolah Baekhyun akan mengantarnya pulang lagi.

Tapi lagi-lagi Chunhee salah. Saat pulang sekolah Baekhyun sudah hilang begitu saja, tak seperti biasanya namja itu langsung pulang bersama dengan teman-temannya.

Lagi, walau kecewa Chunhee tetap berusaha untuk berpikir positif. Mungkin Baekhyun ada tugas dan tak bisa pulang bersama dengannya. Jadi hari ini Chunhee akan pulang sendiri.

Aneh. Karena Chunhee biasa pulang bersama dengan Baekhyun, sekarang ini jadi terasa begitu aneh. Berjalan sendiri dan tak mendengar ocehan cerewet Baekhyun yang biasa bercerita padanya.

Tapi walau aneh dia hanya bisa diam. Karena itu lah kebiasaan seorang Kim Chunhee. Diam.

 

 

****

 

 

Baekhyun berhenti tertawa saat seorang temannya menyenggol dia dan memberitahu kalau ada seseorang yang kini mencarinya. Seseorang yang selama satu minggu ini dia hindari. Kim Chunhee.

“Ada apa?” tanya Baekhyun dengan nada yang berbeda jauh dengan nada yang biasa Chunhee dengar dulu. Nada yang terkesan sinis dan dingin.

“Bisa kita bicara sebentar??” Baekhyun tak mendekat sedikitpun pada Chunhee dan membuat yeoja itu menatapnya ragu.

“Bicara saja di sini.” Sahut seorang teman Baekhyun.

“Iya, di sini saja,” “Kau mengganggu saja,”

Dan masih banyak lagi sahutan yang bukan berasal dari Baekhyun untuk menjawab kata-kata Chunhee.

Dengan segenap keberanian yang dikumpulkannya Chunhe menjawab “Kau kenapa? Kenapa selalu menghindar dariku?”

Itu pertanyaan yang ia tujukan pada Baekhyun yang hanya diam ditengah teman-temannya yang malah menertawakan Chunhee dengan tawa mengejek.

“Kau pikir kau itu siapa?” seseorang yang tadi menyuruh Chunhee untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Baekhyun di tempat itu kembali bertanya. Seseorang yang biasa di panggil Kai.

“Kau marah padaku Baekhyun?” tanpa memerdulikan pertanyaan Kai, Chunhee kembali bertanya pada Baekhyun yang masih diam.

“Tch. Yeoja ini.” Kai mendekat pada Chunhee tapi belum sempat menyentuh yeoja itu Baekhyun lebih dulu bersuara.

“Kai, jangan berbuat kasar padanya.” Itu semacam peringatan dari Baekhyun tapi Kai yang mendengarnya hanya tertawa dan mengangguk seolah dia mengerti.

Baekhyun mendekat pada Kai yang berdiri di hadapan Chunhee. “Kembalilah ke kelasmu. Tak ada yang perlu kita bicarakan.” Ucap Baekhyun masih dengan nada dingin.

Sedangkan Kai yang berdiri di sampingnya hanya bisa tersenyum mengejek dan menggerakan tangan untuk mengusir Chunhee.

Tapi dasar Chunhee yang nakal. Dia tetap pada tempatnya. “Aku tanya kau kenapa?”

“Aku baik baik saja. Jadi kau pergi saja.” Sahut Baekhyun sedikit lebih lembut dari sebelumnya.

“Kau ini kenapa sih? Kau bilang kau akan menemaniku tapi kenapa malah menghindar?” Chunhee masih tak beranjak dari tempatnya dan kembali bertanya, membuat Kai semakin ingin mengusirnya.

“Kau tak dengar apa yang dia katakan? Dia munyuruhmu pergi!!” bentak Kai pada Chunhee sedang Baekhyun hanya diam.

Chunhee mendekat, meraih tangan Baekhyun.

“Ayolah Baekhyun, kau bilang kau akan menjagaku bukan? Lalu kenapa kau begini?” dengan kasar Baekhyun menghentakan tangannya, membuat tangan Chunhee terlepas dan membuat yeoja itu kini terdiam dalam bisu.

Chunhee tak percaya, Baekhyun yang biasanya lembut dan baik padanya bisa begitu tega menghentakan tangannya dengan kasar agar Chunhee melepasakan tangannya.

“Sudah sana pergi saja. Baekhyun tak suka ada kau di sini.” Sambil tersenyum senang Kai berkata dengan lebut. Dia pikir tak perlu kasar lagi karena Baekhyun sudah kasar tadi.

“Baekhyun.”

Tak ada jawaban dari orang yang berdiri di hadapannya membuat Chunhee serasa kembali lagi pada masa-masa dia sering dibully oleh siswi lain. Rasa sendirian itu datang lagi.

“Baiklah kalau kau ingin aku pergi. Maaf aku mengganggumu selama ini. Aku mengerti sekarang. Aku sangat mengerti kenapa kau mau bersikap baik padaku selama ini. Dan aku berterimakasih padamu.”

Setelah berkata seperti itu Chunhee berbalik arah dan berjalan keluar kelas Baekhyun dan bersamaan dengan itu yeoja-yeoja yang satu kelas dengan Baekhyun masuk. Salah satu dari mereka sengaja menjulurkan kakinya dan membuat Chunhee terjatuh.

Sambil menahan tangisnya Chunhee bangun dan menatap Baekhyun lagi yang malah hanya diam melihat dia terjatuh. Sedangkan orang lain yang ada di kelas itu malah tertawa puas melihat Chunhee terjatuh. Termasuk Kai yang malah tawanya terdengar lebih besar dari yang lainnya.

Setelah keluar kelas Baekhyun, Chunhee langsung berlari ke halaman belakang sekolah. Menyesali semua yang dia lakukan dan semua yang dia berikan pada Baekhyun. Yah, dia menyesal karena memberikan hati dan kepercayaannya pada Baekhyun.

Itu sebabnya sekarang dia memangis dan memilih untuk membolos kelas sekalipun sudah bukan lagi jam istirahat.

“Mianhae Chunhee,”

 

 

THE END

 

Hehe gimana? #gakgimana-gimanatuh

Bagus gak? #gakjugatuh

Hehe.. J aku buat ini dalam kondisi hati yang bener bener lagi kacau.. *abis kecewa sama seseorang dan akhirnya nulis puisi di atas.. *puisinya udah aku posting di FB-ku ( Atma Venusia )

Dan karena masih dalam rangka kecewa aku terusin dengan nulis FF ini.. semoga banyak yang suka deh.. heheh😉 B-)

Kalau banyak yang bilang bagus, aku usahain buat bikin sequel..

Bye~~~~~~~~~~

 

Author: Febby Fatma

Super Junior | SNSD | EXO | SHINee | F(x) | B1A4 | BTOB | Apink | Topp Dogg | SEVENTEEN | BTS | B.A.P | Taylor Swift | IU | Juniel | Jang Geun Suk

13 thoughts on “Ask You (Ficlet)

  1. Bagus thor tp msh rada bngung._., tp ayo dong sequil ya jebal ><

  2. Annyeong! Dini lestari imnida. Aku adalah reader baru yang nyasar ke blog ini. Menurutku, ff-mu yang ini ceritanya bagus. Bikin sequel-nya dong, aku pengen tau kenapa tiba-tiba baekhyun jadi seperti itu. Fighting!

  3. kereen thor cepetin lanjutin ya

  4. itu baekhyun kenapa? kok tiba2 kyak gitu??

    tapi FF nya bagus thor ^^

  5. sequel thor ..masih bingung hehe

  6. ceritanya menarik.
    sayang banget kalo gak di lanjutin.
    penasaran sama cerita seterusnya nanti.
    lanjutin ya thor… jebal..!

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s