EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Bestfriend

3 Comments

sehun-oh

Author: Cca Tury

Cast: Oh Sehun (EXO) | Gong Min Sae (OC) | others.

Genre: Fluff

Rating : T

Length : 1410 words

—————————————————

3 months ago…….

“Sehun ah, aku sudah punya pacar, hehehe” dia menjulurkan lidahnya padaku.

Geurae, chukhahae” jawabku santai.

Ya !! Kau kapan punya pacar?” Tanyanya.

“Entahlah”

***

A month ago…….

“Sehun ah, dia selingkuh” ucapnya menangis dipelukanku.

Ya ! Uljima…” Aku sedikit panik jika dia sudah menangis seperti ini.

“Aku melihatnya mencium temanku” dia terus menangis.

Aku menghela nafasku dan memeluknya erat, “Geurae, menangislah sepuasmu jika itu bisa membuatmu tenang” ucapku sambil mengelus rambut hitam panjangnya.

***

3 weeks ago……..

“Sehun ah, aku baikan dengannya” dia tersenyum gembira.

Geurae….” Aku hanya mengangguk-angguk.

“Dia bilang aku salah paham tentang waktu itu. Itu hanya kecelakaan katanya. Kejadian itu tidak seperti yang kupikirkan.” Lanjutnya.

“Kejadian yang mana? Ciuman dengan temanmu itu? Kecelakaan??” Tanyaku. Dia mengangguk dan senyum-senyum. Aku menggelengkan kepalaku, “Sebegitu percayanya kah kau dengan namja itu?”

Wae? Itu kecelakaan. Temanku itu tersandung dan menimpanya. Terjadilah ciuman itu”

“Cih,…… Ya Gong Min Sae !! Jangan terlalu cinta dengan namja jika kau belum siap sakit hati” nasehatku padanya. Dia hanya menaikkan bibir kanan atasnya mengejekku.

***

Today…….

TING TONG TING TONG

Eish, tak sabaran sekali orang yang memencet bel rumahku itu.

Nuguseyo?” Tanyaku.

Naya” suaranya lirih. Aku kenal suara itu sejak lahir. Maka kubuka otomatis gerbang rumahku. Lalu aku kembali keruang tengah melanjutkan bermain PS ku yang terhenti gegara bel tadi.

Klek !

Tak lama kemudian pintu rumahku dibuka, dia langsung melempar tasnya ke sofa dan duduk disofa dibelakang punggungku. Dia menangis. Eih, kenapa lagi kali ini……

Aku terus sibuk dengan PS ku membiarkannya terus menangis terisak seperti anak kecil yang permennya direbut orang. Biarkan saja sampai dia puas menangis, nanti juga kalau dia lelah menangis pasti dia berhenti dan tidur disofa itu.

“GAME OVER” suara itu terdengar dari monitor. Ishh !! Baru saja 15 menit bermain, sudah game over begini. Kutinggalkan permainanku itu lalu aku masuk kedapur mengambil air minum untuk yeoja yang sedang terisak-isak di sofa itu.

Gong Min Sae. Begitu namanya. Selain 11 teman dekatku di sekolah, dia juga termasuk kedalam hitungan teman dekatku. Aku tau semua tentangnya, rahasia-rahasianya, makanan kesukaannya, musik yang ia suka, drama yang selalu ia tonton, warna kesukaannya, warna celana dalam yang ia pakai setiap hari senin dan juga jadwal menstruasinya. Bukannya aku cabul, tapi karena kami memang selalu bersama sejak lahir, sehari saja tak melihatnya mataku kedut-kedutan. Hanya saja sekarang kami sekolah ditempat berbeda, jadi hanya bisa bertemu dirumah seperti sekarang ini.

Aku kembali keruang tengah dimana dia sedang menangis disofa. Aku memberikan segelas air dingin padanya. Dia langsung meminumnya sampai habis lalu melanjutkan tangisannya.  “Wae tto?” Tanyaku padanya. Dia tak menjawab, hanya terus saja menangis.  Akhirnya kulempar kotak tisu padanya. Dia tak menerimanya. Dia terus menangis. Sungguh, kalau sudah begini aku pasti sedikit panik. Aku sungguh benar-benar tak bisa melihat wanita ini menangis, karena melihatnya begini sama saja aku menyiksa diriku sendiri.

Aku duduk disampingnya dan kutarik bahunya agar ia menghadap kearahku. Kuambil tisu lalu kuhapus airmatanya. Mata, hidung, dan mukanya sudah merah, rambutnya pun sangat tidak rapi. Dia seperti korban kebakaran rumah di blok sebelah.

Dia masih saja terisak. “Jelek sekali kau”, aku mengejeknya, sedikit tersenyum kecil.

“Huuuuaaaa….” Aduh !! Dia malah menangis lebih kencang lagi.

Ya ! Uljima !!” Aku tambah panik melihatnya menangis tambah kencang. Tau begini tak akan aku bilang dia jelek tadi. “Ya ! Uljima !!” Bujukku lagi. Aku menariknya kedalam pelukanku.

“Sehun aahh…..” Rengeknya.

Uljima.. Jebal…” Ucapku lagi. Kumohon berhentilah, kalau begini kau menyiksaku. Sungguh.

DIa mengontrol tangisnya, sedikit demi sedikit. Aku terus memeluknya erat menyatu didadaku. Dia akhirnya menghentikan tangisannya, hanya terdengar isakannya saja. “Wae? Mal haebwa?” Ucapku padanya dan melepas pelukanku.

Naega baboingabwa…Sehun ah” ucapnya sambil terisak.

Wae geureohke?”

“Coba dulu aku mendengarkanmu. Pasti tak begini jadinya” dia kembali menangis.

Wae tto? Geu namja?” Tanyaku. Dia mengangguk.

geu namja wae?” Tanyaku lagi.

“Dia memutuskanku. Ternyata dia memang berpacaran dengan temanku yang dia cium waktu itu” ucapnya sambil menangis lagi. Sudah kuduga begitu. Dari awal aku memang tak respek dengan lelaki yang selalu dipuja-pujanya didepanku.

Nega babo, Sehun ah. Babo ! Babo !” Dia memukul kepalanya persis seperti orang bodoh. Aku menahannya. “Mwohaneungeoya?!” Bentakku.

Nega babo, Sehun ah” airmatanya menetes lagi.

“Eish !! Ya ! Sudah kukatakan jangan terlalu cinta jika tak ingin sakit hati !” Bentakku.

Mianhae…mianhaeyo Sehun ah.. Jalmothaeseoyo….mianhaeyo...” dia terus menangis seperti anak kecil. Lagi-lagi panik kembali berulah diotakku. Aku menghela nafasku. Aku kembali memeluknya. “Ya ! Uljima. Kalau kau begini terus aku bisa sakit kepala” ucapku cemas.

Masih saja dia terisak. “Uljima…. Jebal !!” Pintaku memohon. “Ne…” Jawaban lirihnya keluar, kurasakan bibirnya bergetar menyenggol dada bidangku, dipelukanku dia menahan isak tangisnya.

Sesaat kami terdiam. Sepertinya dia sudah mengontrol suasana hatinya, dia berhenti menangis. Aku masih terus memeluknya. Berusaha memberikan rasa nyaman yang kurasa sungguh dibutuhkannya saat seperti ini.

.

.

“Sehun ah,….” Ucapnya kemudian memecah keheningan dalam diam kami beberapa saat yang lalu. “Wae?” tanyaku lirih masih terus memeluknya erat.  “Apa kau akan selalu bersamaku?” Tanyanya.

Eoh,. Kita memang selalu bersama sejak lahir” jawabku sembarang. Bukannya itu benar kan? aku tidak pernah mencoba meninggalkannya sampai saat ini.

Anhi, maksudku, jika nanti semua orang menyalahkanku dan lalu meninggalkanku apa kau masih tetap mau bersamaku? Kau tak akan meninggalkanku, kan?”

Sedikit kaget. Jelas ini pertama kalinya kudengar mulutnya mengatakan hal aneh seperti  itu. Setahuku dia bukan tipe wanita yang suka mengatakan hal aneh dan diluar kelogisan seperti sekarang ini. Sungguh, aku tak mengerti maksudnya. “Ya ! Kau ini ngomong apa sih?!”

Geunyang daedaphae, Sehun ah” ucapnya.

Ne, tentu saja aku pasti selalu bersamamu. Aku akan ada untukmu. Aku tak akan meninggalkanmu” jawabku. Sedikit lantang. Biarlah, kuharap jawaban tadi bisa menenangkan hatinya. Sungguh aku jujur, ketika mengatakan aku tak akan meninggalkannya, tetap berpihak padanya apapun yang terjadi dihari esok dan hari-hari lainnya.

“Sehun ah, gomawo…” Dia memelukku semakin kencang.

***

3 hari kemudian,……

Drttt…drttt..ndrtttt…

Ponselku bergetar. Dasar tak tau aturan ! Siapa sih tengah jam pelajaran begini menelpon? Namun mulutku berhenti mengutuk ketika melihat nama yang terpampang dilayar ponselku. Gong Min Sae. Aih, kenapa dia menelpon tengah belajar gini sih? Apa sekolahnya sudah istirahat jam segini? Kuputuskan untuk menolak telpon dari teman dekatku itu, lalu kembali fokus pada Kang saem didepan kelas. Namun,

Drttt…drrrttt…drttt…

Tak sampai dua menit lagi-lagi ponsel didalam saku celana sebelah kananku bergetar memaksaku untuk merogohnya dan mengecek penelpon yang mengganggu kelasku. Kulihat lagi. Gong Min Sae. Lagi-lagi dia. Kenapa lagi kali ini?

Nugu?” Tanya Kai yang duduk disebelahku melihat ku sibuk diganggu oleh ponselku. Agaknya dia risih melihatku yang terus merogoh saku dan mengambil ponsel dari dalamnya lalu kemudian kukembalikan ke saku lagi setelah menolak telpon itu. “Gong Min Sae” jawabku pada Kai.

“Oh, MANSAE. sahabatmu itu. Wae?” Tanya Kai lagi.  Dia memperagakan gaya hurray nya orang Korea, seperti biasa ketika dia mendengar aku menyebutkan nama teman dekatku itu.

MANSAE anieyo, Minsae.. isshh !!” bentakku dengan sedikit berbisik pada Kai yang mengejek sahabatku. Dia nyengir dan mengangguk-angguk, “Geureom wae geu yeoja?”

Molla” jawabku pendek dan kembali memperhatikan Kang saem.

Drttt…drttt..drttt.

Lagi. Ya ampun, dia ini kenapa sih !!

Aku menundukkan kepalaku menyembunyikannya dibawah meja menghindari tatapan Kang saem dan menerima telpon dari sahabatku itu, “Aih, wae??!” Ucapku sedikit membentak tapi juga berbisik agar tak terdengar oleh Kang saem.

Ya Sehun ah ! Aku punya pacar baru, hehehe…” Terdengar suara bahagianya dari telpon. Aku membulatkan mataku mendengar pernyataan tak pentingnya itu. Eish, jinjja !!

Sedikit menarik nafas dan, “YA !! KAU MENELPONKU DITENGAH JAM PELAJARAN HANYA UNTUK MENGATAKAN HAL ITU?!!! KEOJYEO !!” Teriakku geram. Aku menutup telpon itu. Sungguh, apa-apaan dia. Dia pikir aku senang dengan hobinya yang bergonta-ganti lelaki dan lalu menangis dipelukanku.

Kai menatapku sambil menganga. Tao yang duduk didepanku juga sudah membalikkan muka mereka menatapku heran. Aku mengerutkan dahiku. Kulihat teman sekelasku juga menatapku semuanya. Wae?

“OH SEHUN !! KEOJYEO !!” Teriakan Kang saem memekakkan telinga. Raut mukanya benar-benar marah.

O’ow…  ”Hei, apa tadi aku berteriak ditengah jam pelajaran?” Aku berbisik pada Kai. Dia mengangguk-angguk menatapku dengan pandangan datar seolah mengejekku—“kau bodoh, Oh Sehun !”. Aku mengigit bibir bawahku lalu nyengir menatap wajah saemku yang geram tingkat dewa itu. Tak sampai 10 detik, aku langsung melangkahkan kakiku keluar kelas.

Eish, gegara sahabatku yang labil itu, aku dihukum oleh Kang saem.

***

Fin.

Author: ccatury

slacker | big eater | stalker | green freak | bathroom singer.

3 thoughts on “Bestfriend

  1. aduhh,, lawak xD

  2. kocak! kkk😀 Sehun sm sahabatnya sama2 babo… kkk😀

  3. ya ampun kocak abis😄 coba aja jadian, cocok kok😀

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s