EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Nothing Is Impossible! | Part. 1

Leave a comment

Image

Title : Nothing Is Impossible!

Author : Piglet

Main Cast : Park In Chan (OC), Huang Zi Tao, Kim Myung Soo (L).

Support Cast : Find it!

Genre : School Life , Romance, Friendship.

Lenght : Chaptered

Summary : Tidak ada yang mustahil di dunia ini!

Annyeong! Saya adalah author baru! Panggil aja Piglet. Kenapa Piglet? Karena author sangat menyukai BABI. Hewan favorit author itu Babi.

 Okay, tanpa BaBiBuBah lagi, author akan menjelaskan, kalau author itu SANGAT membutuhkan Comment para reader sekalian, maupun kritik, saran, atau apapun itu, author benar2 membutuhkannya. Karena, Kritik itu bersifat membangun. Jadi enggak masalah kalau author dikritik oleh kalian.

Kayaknya, Author yang satu ini cerewet banget ya? *nunjukdirisendiri*  Okay,  DON’T BASH, DON’T PLAGIARISM, DON’T COPAS.

~Nothing Is Impossible~

Author POV

Hari ini, adalah hari dimana In Chan mulai bersekolah di sekolah barunya itu. Sekolah bergengsi, yang ada di kota Seoul. Sebenarnya, In Chan hanyalah murid dari seorang petani. Orangtua Chan bekerja di desa sebagai petani. Maka dari itu, Chan mulai belajar dengan giat, dan akhirnya dapat masuk ke sekolah yang bisa dibilang mewah itu, tanpa membayar uang sepeserpun. Chan masuk ke sekolah, lalu mendapati bangunan sekolah itu yang begitu megah, dan mewah, layaknya surga yang dipenuhi oleh orang-orang ber-uang. Chan hanya bisa menghela napasnya panjang, Chan merasa tidak pantas untuk bersekolah disini, tapi apa daya Chan? Uang pun sulit didapatkannya.

Chan sudah mengisi biodatanya saat ia ke ruang guru, dan saat ini, Chan pun diantarkan menuju kelas barunya itu,  Chan mendapatkan Kelas B. Tiba-tiba, guru yang mengantarkan Chan berbicara,

“In Chan, perkenalkan, namaku adalah Son Jae Ah. Panggil saya, Soya.” ucap guru itu  “Soya?”  “Iya, karena disini, tidak ada panggilan sonsaengnim. Yang ada bahasa gaul. Dan, di setiap kelas, terdapat perbedaan kasta.”  “Kasta? Maksud Son Sonsaeng– Eh! maksud Soya apa?”  ” Maksud saya, murid-murid seperti kamu itu tidak boleh bergaul dengan anak kelas A. Karena, anak-anak kelas A membayar lebih di sekolah ini. Anak-anak C juga tidak boleh bermain dengan anak kelas B. Dan anak-anak D juga tidak boleh bermain dengan anak-anak C. Jadi intinya, kalian hanya boleh berbaur dengan teman sekelas kalian, bukan di kelas lainnya. Mengerti?”  “Me-mengerti soya.”

Perbedaan kasta itu membuat In Chan mengerutkan dahinya,   ‘Ya ampun, peraturan disini terlalu ketat.’  batin Chan.

Di Kelas..

“Perhatian semuanya!! Kalian mendapatkan teman baru,  silahkan masuk, dan perkenalkan diri anda.” ucap Soya, lalu menyuruh In Chan masuk. Chan begitu gugup menghadap teman-teman barunya itu. “A-Annyeonghaseyo, na-nama saya Park In Chan, salam kenal. Mohon bantuannya, khamsahamnida.”  ucap Chan gugup.  “Oke,  In Chan ssi, silahkan duduk di samping…… Ah!  Huang Zi Tao.” Soya pun menunjuk anak yang bernama Huang Zi Tao itu.  “Ne, Soya.”  Chan pun menaruh tasnya di kursi barunya itu, lalu menyerahkan tangannya untuk bersalaman dengan Zi Tao, seperti umumnya orang-orang berkenalan.  “Park In Chan imnida, kalau tidak salah, kau Huang Zi Tao, ya?”  ucap Chan mengawali pembicaraannya itu.  Zi Tao menengok ke arah Chan, lalu berbicara,  “Aku sudah mengenalmu, dan kau sudah mengenalku, jadi untuk apa berkenalan lagi?”  ucap Zi Tao, lalu mengalihkan mukanya.  “A-Ah! Benar juga! HeHe, mi-mian.”  Chan mengutuk dirinya sendiri karena sudah menanyakan pertanyaan yang seharusnya tidak usah dijawab, Chan juga sudah tau jawabannya.  “Hai In Chan!”  sapa seseorang di depan Chan.  Orang itu laki-laki,  “Hai In Chan, salam kenal!”  perempuan yang duduk di samping laki-laki itu menyapa Chan juga.  “Annyeong!”  jawab Chan  “Perkenalkan, namaku Ji Byul. Kwon Ji Byul, tetapi, panggil saja aku Kevin.”  ucap laki-laki itu sambil tertawa.  “Apa? Kevin?” tanya perempuan itu tak percaya.  “Maafkan kelakuan sahabatku itu, ya. Oyah, perkenalkan, namaku Mi Rae. Choi Mi Rae.”  jawab perempuan tadi,  “Ah, Mi Rae ssi, tidak apa apa kok, kalau aku memanggil Ji Byul ssi dengan panggilan Kevin, tidak masalah.” ucap Chan “Lihat! Mi Rae-ya, dia saja tidak masalah!”  ucap Ji Byul a.k.a Kevin itu membela dirinya  “Cih! Terserahlah!” ucap Mi Rae sebal.  “Mi Rae-ya, jangan marah, eoh?” ucap  Ji Byul memohon kepada Mi Rae.  “Aku tidak akan marah, kalau kau menraktirku di kantin sekolah saat istirahat nanti.” ucap Mi Rae sambil menyeringai jahat. “Aish! Arra! Aku akan traktir!” ucap Kevin dengan berat hati “Yeah! Gomapta! Kevin-a!”  ucap Mi Rae, lalu memeluk Kevin.  Chan hanya bisa tertawa melihat  kedua teman barunya itu.

“KRING”  bel berbunyi, menandakan saatnya istirahat. Pelajaran tadi dimulai dengan lancar oleh Chan. In Chan pun pergi ke kantin dengan Mi Rae, Kevin, dan Zi Tao. Zi Tao? Ya, karena Zi Tao adalah sahabat Mi Rae.  Mereka ber-empat asyik memakan makanan yang mereka beli tadi, tiba-tiba..

“TEMAN-TEMAN!! GENK INFINITE DATANG!! MEREKA DATANG!!”  teriak  salah satu laki-laki di kantin itu, tiba-tiba.. “KYAAA!!!”  segerombol gadis-gadis yang ada di kantin langsung menyerbu Genk Infinite itu, dan meneriakkan idolanya masing-masing.

“Mi Rae-ah,  Genk Infinite itu siapa?” tanya In Chan. “Itu, anak-anak kelas A yang dianugerahi wajah-wajah yang sangat tampan. Dan, mereka itu yang paling kaya di antara murid-murid di sekolah ini.” jawab Mi Rae “Jeongmal?!”  jawab Chan tak percaya.  “Tetapi sayangnya, mereka sombong, dan suka mempermainkan gadis.” tiba-tiba Tao berbicara.  “Apa? Sombong dan suka mempermainkan gadis? Maksudmu?” tanya Chan kurang mengerti. “Jadi, mereka itu sering sekali gonta ganti pacar.” jawab Tao. “Dan satu lagi…”  tiba-tiba Ji Byul berbicara,  “Setiap anak baru yang masuk sekolah ini harus diserahkan kepada Genk Infinite.”  sambung Ji Byul, Chan langsung tersedak.  Diserahkan? Maksudnya apa?  “Ji-Ji Byul-ah, maksudmu apa? Diserahkan bagaimana? Aku? Diserahkan? Maksudmu apa?”  tanya Chan bertubi-tubi   “Maksud  Ji Byul,  kau harus dijadikan sebagai budak Genk Infinite selama satu bulan,  baru bisa dinyatakan resmi sebagai penguni sekolah ini.”  jawab Tao.  Pikiran Chan sekarang blank.  Bagaimana bisa? Peraturan macam apa ini?  “Mi Rae-ah,  kenapa guru-guru tidak angkat bicara soal ini?”  tanya Chan  “Guru-guru tidak ada yang berani, In Chan. Bahkan kepala sekolah kita pun tidak berani.” jawab  Mi Rae.  In Chan tidak percaya. Budak? Chan masuk ke sekolah ini bukan untuk dijadikan sebagai budak, melainkan untuk belajar.

“Kepada murid baru yang bernama Park In Chan, mohon menghadap Genk Infinite sekarang juga!”  panggil seseorang, yang tidak lain adalah ketua Genk Infinite, Kim Sunggyu.  In Chan kaget dan tidak mau tau, dia harus berjalan menuju orang yang memanggilnya tadi.  “Kau Park In Chan?”  tanya ketua Genk itu  “N-Ne,  sa-saya Park In Chan.”  jawab Chan  “Ikut saya, dan persiapkan mentalmu.”  ucap Sunggyu lalu pergi menyuruh Chan untuk mengikutinya.  Chan menatap sahabat barunya, lalu pergi mengikuti Sunggyu.  “Semoga ini tidak berlangsung lama. Hwaiting Park In Chan!” batin Chan menyemangatkan dirinya.

TBC

Gimana? Kurang memuaskan? Inikan masih awalnya. Like for Like, Comment For Daebak!

Author: qankin

Just an ordinary girl, who loves pig so much, and a part of 'Trio Bobrok'.

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s