EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Oneshot] Return

Leave a comment

Return

 

Title : Return

Author : Oh Chunji

The Cast : Kim Minseok | OC | Other

Genre : Angst | Sad | Romance | Drama | AU | Other
Length : Oneshot
Rating : Teen

Disclaimer : This Fanfiction is freshly mine. Don’t Be Plagiator, Don’t Bashing, and Don’t be Silent Readers

Previous : Teaser

I Am, The Person Who Can Eternal Waiting

***

Featuring Lee Seung Gi Song ‘Return’

***

Hampa. Hampa berkepanjangan terjadi di Rumah Minseok. Hanya terdengar suara tangisan dan barang-barang yang jatuh dari tempatnya. Seluruh Rumahnya berantakan, Rumahnya diibaratkan seperti Kapal Pecah yang belum ditemukan oleh Warga sekitarnya.

Piring-Piring yang berada di dapur Rumah itu sudah hancur berkeping-keping dan berserakan di mana-mana, membuat Minseok yang kadang masuk ke dapur Rumahnya tertusuk oleh serpihan piring itu. Sudah banyak luka di sekitar kakinya dan itu disebabkan oleh hal yang sama. Entah mengapa piring itu jatuh, mungkin Piring itu jatuh sendiri atau mungkin Minseoklah yang tidak meletakkannya dengan benar.

Suara tangisan hampir terdengar setiap saat. Suara itu berasal dari bibir memutih milik seorang lelaki berparas tampan bernama lengkap Kim Minseok. Wajahnya yang semula warnanya seperti kulit orang pada umumnya kini memutih pucat, Pipinya basah karena air matanya membasahinya, matanya membengkak dan berwarna merah karena seringnya dia menangis, tubuhnya melemah karena tak sempat makan satu suap nasi sekalipun.

Sungguh, keadaannya saat ini sungguh mengkhawatirkan.

Namun, keadaan itu akan berakhir sebentar lagi ..

***

Minseok membuka matanya perlahan. Lelaki itu berusaha membangunkan tubuhnya dari tidurnya. Untunglah kali ini dia bisa tidur lelap, Jangan sampai Lelaki itu harus begadang lagi.

“Eungh ..” Minseok memegang kaki kanannya yang diperban sambil meringis kesakitan. Ya, kakinya diperban oleh karena tusukan dari serpihan piring yang tadi diperbicarakan.

Minseok berusaha mengabaikan rasa sakit itu. Lelaki itu mulai berjalan terpincang-pincang keluar dari kamarnya.

***

“Hhhhh..” Tiba-tiba, saat Minseok menutup pintu kamarnya, dia mendengar suara deruhan napas. Minseok menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada orang di sekitarnya. Namun Minseok masih curiga, Minseok kembali berjalan ke pinggir tangga untuk melihat Meja Makannya dari atas. Matanya membulat ketika melihat seorang lelaki yang sedang menatap malas roti yang berada di depannya. Wajahnya mirip sekali seperti Minseok, bahkan mungkin tidak bisa dikatakan sebagai ‘mirip’. Wajahnya Seratus Persen mirip dengannya.

Minseok segera menuruni satu per satu tangga Rumahnya lalu berjalan pelan menghampiri Lelaki itu. Minseok terdiam, Pikiran Minseok serasa seperti deja vu saat ini. Minseok ingat betul kapan ini terjadi.

Hari itu adalah Hari Rabu, Tahun 2008, Tahun yang paling buruk menurutnya.

Minseok terus menerus memandang lelaki ‘duplikat’nya itu, Gerak-Geriknya sama seperti yang ia lakukan dulu.

Sebenarnya sekarang, apa yang terjadi?

***

“Sebenarnya sekarang apa yang terjadi? Apakah waktu kembali mundur?”

Pertanyaan itu masih terngiang-ngiang di kepala Minseok. Sambil terus mengikuti jalan cerita waktu itu, Minseok terus bertanya-tanya dalam hatinya. Berkali-kali dia mencoba memanggil Lelaki tadi. Namun lelaki itu masih saja terus berjalan, bahkan sampai di gerbang Sekolahnya.

“Hai, Xiu.” Panggil seorang lelaki kepada lelaki tadi. Minseok kembali tercengang sambil terus menatap lelaki itu.

“Hai.”

“Bagaimana?”

“Bagaimana apanya?” tanya lelaki itu sambil menepuk punggung temannya.

“Kau jadi mengusili Gadis lemah yang bernama Shin Hyera itu?” Napas Minseok terhenti, dadanya serasa sesak. Minseok segera menghampiri Lelaki yang tadi terus ia ikuti.

“Jangan! Jangan kau katakan itu!” kata Minseok. Ingin sekali ia menutup mulut Lelaki itu. Ya, sebut saja saat ini lelaki yang terus Minseok ikuti tadi bernama Xiumin karena sifatnya yang selalu keras kepala dan dingin.

“Yah.. kau pikir aku tidak mau? Aku sudah menantinya jauh-jauh hari.” Minseok menelan ludahnya sambil menunduk, Meninggalkan Xiumin dan temannya yang sudah berjalan lebih dulu.

***

Minseok menatap sekitarnya, sudah lama dia menunduk, akhirnya dia berjalan masuk ke Sekolah itu.

BRAK

AHAHAHAHAHA

Minseok kembali terkejut, Lelaki itu segera menoleh ke kanan. Tepat sasaran, Xiumin memang melakukan itu kepada seorang Gadis lemah yang bernama Shin Hyera.

Yah! Apakah itu nyaman?” ejek Xiumin sambil berkacak pinggang di depan Hyera yang sudah basah kuyup terkena siraman air darinya serta teman-temannya. Hyera terdiam, dia selalu menunduk dan diam saat Xiumin dan teman-temannya mem-bullynya. Dia takut jika dia melawan akan di-bully lebih parah lagi.

Minseok menatap miris itu, kembali, napasnya sesak, apalagi saat dia melihat sang Gadis yang sudah menitihkan air matanya satu per satu.

“Baiklah, kita pergi!” ajak Xiumin.

“Dan jangan lupa kembali ember ini ke kamar mandi, culun!” lanjut Xiumin sambil meletakkan embernya di kepala Hyera.

***

“Baiklah, kelas akan dimulai. Jadi dimohon untuk duduk di bangku kalian masing-masing.” ujar Cho songsaengnim tegas saat tepat dia masuk ke dalam kelasnya. Semua murid yang tadi seperti mengerjakan Tugas Kelompok – karena mereka berbincang-bincang di dalam satu bangku – kembali ke Bangku mereka masing-masing.

“Jadi- Siapa yang tidak masuk?” tanya Cho songsaengnim sambil menatap heran satu bangku kosong. Xiumin tersenyum sinis mendengar itu.

“Yeah siapa lagi songsaengnim kalau bukan Shin Hyera, Gadis culun itu. Ah.. bahkan aku ingin muntah saat mengucapkan namanya, Ups ..”

“KIM MINSEOK! JAGA MULUT-”

“Songsaengnim, aku di sini.” Ujar Hyera di depan pintu kelasnya. Seragamnya masih basah kuyup, membuat seluruh murid yang melihat itu tertawa terbahak-bahak.

“Kumohon, jangan memarahinya. Dia tidak salah, akulah yang seharusnya salah.” Ujar Hyera sambil menunduk.

“Baiklah, silahkan duduk di bangkumu. Dan Minseok, satu peringatan untukmu.” Ujar Cho songsaengnim sambil menatap tajam Xiumin.

“Baiklah songsaengnim..” ujar Xiumin dengan nada malas.

Dan lagi, Minseok yang sempat masuk ke dalam kelas itu merasa menyesal dan ingin cepat ini berakhir. Dia tidak ingin melihat kejadian ini lagi, sungguh.

***

Bel Sekolah sudah berbunyi, kebanyakan para murid yang tadinya duduk manis di kelasnya masing-masing keluar untuk membeli makanan di kantin Sekolah. Namun tidak untuk Hyera, dia malah asyik-asyik sendiri menulis sesuatu di kertasnya, membuat Xiumin yang masih belum keluar dari kelasnya menatap aneh Gadis itu.

“Xiu, ayo ke kantin! Aku lapar, traktir aku ya?” ajak Temannya.

“Ya, aku menyusul. Pergilah dulu! Nanti aku menyusul.” Ujar Xiumin.

“Baiklah.” Kata Temannya sambil keluar dari kelasnya. Mata Xiumin kembali berdalih ke arah Hyera yang masih tersenyum sendiri menatap secarik kertas yang ia mainkan itu. Xiumin menghampiri Hyera, Tumben sekali Lelaki itu ingin mencari tahu kegiatan orang lain.

Yah! Kau sedang apa?” tanya Xiumin sambil menatap setengah sinis dan setengah bersalah karena tadi ia sudah berbuat yang ‘berlebihan’ kepada Gadis itu. Hyera menatap Xiumin lalu tersenyum simpul.

“Aku .. bermain kode.” Jawab Hyera membuat ekspresi Xiumin berubah. Minseok yang melihat itu hanya bisa senyum-senyum saja.

“K..o..de?” tanya Xiumin. Xiumin segera mengambil – atau mungkin dikatakan merampas – kertas yang tadi dipegang oleh Hyera. Ada tulisan huruf serta angka yang sungguh tidak mudah dimengerti, apalagi Xiumin. Xiumin menghembuskan napasnya berat sambil menaruh kembali kertas itu di atas meja Hyera.

“Apa maksudmu? Ajari aku!” ujar Xiumin.

“K..au.. serius?” tanya Hyera tidak percaya.

“Kalau aku tidak serius bagaimana aku bisa menghampirimu, bodoh!” ujar Xiumin.

“Baik..lah..”

***

“Huruf Alfabet jumlahnya kan ada 25 kan? Jadi Huruf itu disembunyikan melalui angka. Dan akhirnya jadilah Kode Angka.” Jelas Hyera. Xiumin hanya manggut-manggut mengerti. Beberapa saat kemudian air mukanya yang awalnya tenang kembali was-was.

“Eummm .. Bolehkah aku berkata sesuatu?” tanya Xiumin.

“Apa?” tanya Hyera.

“Aku minta maaf soal tadi pagi.” Kata Xiumin dengan nada menyesal. Hyera hanya tersenyum mendengar itu.

“Aku sudah memaafkanmu, Seok.” Xiumin membesarkan matanya lalu menatap Hyera.

“Kau memanggilku apa?” tanya Xiumin.

“Aku panggil kamu .. Minseok? tidak apa-apa kan?” tanya Hyera dengan nada yang sedikit panik sedangkan Xiumin tersenyum.

“Ahahahaha.. tenang saja..” balas Xiumin membuat Hyera bernapas lega. Xiumin mengambil pulpen dan kertas itu lalu bersiap-siap untuk menuliskan sesuatu.

“Ijinkan aku menulis satu kalimat.” Kata Xiumin.

61412022

Yap itu benar. Sebuah Kode Angka yang berhasil dibuat Xiumin yang berbunyi ..

Gomawo..

***

Hari demi hari berlalu, Xiumin terus menerus merahasiakan kata-katanya dengan Kode Angka yang diajarkan oleh Hyera. Entah ada berapa kalimat yang dirahasiakannya, sampai-sampai Seluruh Temannya hampir saja mengejeknya karena dikira orang gila yang menulis beribu-ribu Angka di secarik kertas.

Minseok yang setiap hari selalu mengikuti Xiumin hanya bisa menghela napasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sampai pada akhirnya ..

Xiumin terkena demam tinggi dan inilah yang membuat hati Minseok kembali was-was. Di ingatannya, pasti sebentar lagi ada kejadian yang tidak mengenakan menimpanya.

***

Xiumin menyandarkan tubuhnya sambil membaca secarik kertas. Bibirnya membentuk seukir senyuman, Lelaki itu akhirnya meletakkan kertas itu di dadanya lalu menutup matanya sejenak. Minseok terdiam sesaat, berusaha untuk berpikir. Dia tahu pasti ada suata kejadian yang bisa membuatnya depresi berat.

Dan..

Minseok membesarkan matanya, Dia langsung berlari keluar dari Rumah itu cepat.

Jalan Hangang

***

Napas Minseok terengah-engah, Dia segera menoleh ke kanan dan ke kiri. Namun kepalanya tidak bisa berpaling ketika dia menoleh ke arah kiri,  Minseok kembali berlari sampai akhirnya dia menemukan seorang Gadis yang sedang berjalan sangat pelan di zebra cross jalanan. Tatapan Gadis itu lurus tanpa abal-abal sekalipun. Dan tanpa disadari oleh Gadis itu sendiri, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi yang sebentar lagi akan menabrak sang Gadis.

“SHIN HYERA!!!” Teriak Minseok. dan anehnya Hyera menoleh ke arahnya sambil menghentikan langkahnya.

“Minseok?”

“CEPAT MINGGIR!!”

BRAK

Napas Minseok tercekat, dadanya sesak saat melihat kejadian itu langsung. Perlahan-lahan, Minseok kehilangan keseimbangannya untuk berdiri dan mulai terdengar isakan-isakan dari mulutnya. Dan pada saat itu juga ada banyak orang yang bergerombolan untuk menolong korban tabrakan sedangkan sang pelaku telah melakukan tabrak lari.

***

KRRINGG KRRINGG

Xiumin yang tadinya sedang beristirahat di kasurnya langsung berdiri lalu mengambil handphonenya.

“Yeoboseyo?”

“Xiu, besok kau ada waktu?”

“Untuk apa?”

“Hadiri pemakaman besok, ne.. hiks ..”

“Maksudmu? Pemakaman apa?” tanya Xiumin kurang mengerti.

“Hyera-” kata-kata Temannya terputus oleh karena Xiumin menimpalnya terlebih dahulu.

“Hyera kenapa?!” tanya Xiumin panik.

“Dia .. sudah tidak ada ..”

TUT TUT TUT

PRANG

Xiumin terdiam, mendengar apa yang dikatakan oleh temannya tadi, sungguh dia tidak percaya sama sekali dengan hal itu. Tidak mungkin orang yang baru saja ia ‘cintai’ itu sudah meninggalkan dia untuk selamanya. Hanphone-nya yang barusan ia pegang sudah hancur berkeping-keping karena pegangan lelaki itu mulai bergetar dan akhirnya jatuh.

Xiumin perlahan menjatuhkan dirinya bersama beberapa barang yang berada di meja kamarnya. Lelaki itu menangis sesenggukan dan tanpa sengaja ia melihat secarik kertas. Xiumin mengambilnya lalu mulai membaca itu.

180170136704 1211131841410

Yang terbaca : “Saranghae, Minseok.”

Tangisan Minseok semakin menjadi. Dia ingat betul tulisan milik siapa ini. Ini milik Hyera yang tak sengaja ia ambil dari bangku Gadis itu. Tak disangka Hyera menulis itu. dan dengan menyesal, Minseok yang sudah kembali hanya bisa menunduk sambil menghapus air matanya yang menetes terus menerus.

“Maafkan aku .. Xiuminnie ..” ujar Minseok pelan sambil menatap Xiumin naas.

“Mungkin aku kembali hanya untuk membetulkan masa laluku, tapi.. ini gagal. Lalu apa yang harus aku lakukan! Apa yang harus aku lakukan Xiuminnie! Jawab aku!” Kata Minseok sambil menggoyang-goyangkan tubuh Xiumin tapi Tubuh Xiumin sama sekali tidak berguncang.

“Sungguh! Apa yang terjadi kepadaku! Jawab aku!!” Teriak Minseok. Minseok mulai berpikir lagi.

“Apa mungkin.. aku sudah.. tiada..?” tanya Minseok dengan penuh tanda tanya.

“KENAPA PADA SAAT AKU INGIN MENGUNGKAPKANNYA DIA SUDAH TIADA!?” Teriak Xiumin sambil mengacak-ngacakkan rambutnya. Minseok yang melihat itu hanya bisa menunduk, tidak tau apa yang harus ia lakukan.

“Maafkan aku, Xiuminnie .. Aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan karena Kau sebenarnya adalah aku.” Jawab Minseok namun percuma tidak dapat didengar oleh Xiumin.

128013704 ..” Ujar Minseok lirih yang terbaca …

Mianhae ..

~The End~

Ahh~ Akhirnya bisa buat lanjutannya langsung, mumpung ide tentang FF-nya mimin ini keluar. Tehehe..

Mohon komentarnya, jangan jadi Silent Readers yahhh…

 

Author: jirongiie

ma last purpose: jimin

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s