EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Blue Spacia (Teaser)

1 Comment

Nine-_Nine_Times_Time_Travel-0030 copy

 

Title : Blue Spacia (Teaser)

Author : Jinnie

The Cast : Kim Jong-in / Kai (EXO) | Lee Jin-ah (OC) | Other

Genre : Romance

Length : Oneshot

Rating : General

 

 

Di saat matahari mulai menampakan diri dan bunga mulai bermekaran. Dan disaat burung-burung saling bercengkrama terbang kesana kemari. Serta aroma kayu yang menyebar diseluruh ruangan yang menyentuh panca indra memberikan ketenangan musim semi. Pria paruh baya itu hanya diam tertunduk, hanyut dalam ketenangannya sendiri. Sudah terlampau lelah hingga dia tak tahu dimana dia terlelap. Kertas berserakan, penuh dengan coretan  simetris yang sangat memusingkan. Alat-alat aneh pun ikut serta membaur bersama dengan kertas-kertas itu. Dan diantara mereka itu, terlihat sebuah kristal biru safir yang berkilau di terpa cahaya pagi, walaupun terlihat seperti batu biasa yang tak beraturan, tapi batu itu terlihat sangat menawan.

 

Disudut lain ruangan itu, terlihat seorang gadisyang berdiri mengenakan gaun putih satin selutut dengan rambut pirang yang dibiarkan terurai membelai bahu, leher serta wajahnya. Terlihat pula sebuah gelang yang di kaitkan dengan beberapa helai kabel yang dipasangkan di kepalanya.

Gadis itu terlihat sangat tenang, bahkan terlihat hampir tersenyum dengan matanya yang masih mengatup rapat itu. Tubuhnya melayang begitu saja didalam tabung yang berisi cairan dan gelembung yang bergerak disekitarnya. Wajahnya terlihat sangat bahagia seakan dia sedang bermimpi indah.

Tiba-tiba terdengar alarm berdering yang membuat pria itu terlonjak kaget dan langsung berdiri dengan tangan yang memegang pensil menulis sesuatu ditelapak tangannnya dengan keadaan setengah sadar dan kacamata yang tak terpasang dengan benar serta gumaman yang terus keluar dari mulutnya. Hingga akhirnya, perlahan pria itu menemukan kesadarannya  dan mendapati dirinya sendiri yang terlihat sangat lusuh terpantul pada kaca tabung didepannya.

Wajahnya tiba-tiba menegang, namun bukan tegang karna takut, melainkan karna bahagia, kebahagiaan yang meluap-luap dari dalam dirinya. Dengan sedikt gemetaran, dia mengambil kristal yang tergeletak diatas meja dan berjalan mendekat kearah tabung. Entah berapa kali dia menghela nafas hingga dirinya sekarang berdiri didepan tabung yang didalamnya masih terdapat gadis itu.

Perlahan tapi pasti, pria itu memasukan kristal itu kedalam kotak yang ada disamping tabung. Dan saat kotak itu ditutup kristal itupun seketika masuk kedalam cairan yang menimbulkan deru mesin yang mengerikan, serta cahaya yang sangat menyilaukan memenuhi ruangan itu. Dengan perlahan, cahaya itu meredup dari tabung itu namun masih tersisa di tubuh gadis itu. Sedangakan cairan yang tadinya memenuhi tabung itu, perlahan menghilang seperti menguap entah kemana. Namun, gadis itu masih tetap dengan posisinya. Berdiri melayang dengan mata yang masih terpejam.

Dengan ragu-ragu, pria itu membuka tabung itu dengan hati-hati dan detik itu pula gadis itu terjatuh.

“ Jin-ah. . .” suara pria itu  terdengar sangat lirih memanggil nama gadis itu, dan tanpa pria itu sadari, air matanya sudah bergulir di pipinya.

Kelopak mata gadis itu perlahan mulai bergerak, sedikit menerjap membiasakan diri dengan cahaya matahari yang menusuk retinanya. Kening gadis itu berkerut saat melihat pria paruh baya yang ada disampingnya, menahan berat tubuhnya.

“ nu. . guya?” ujar gadis itu yang terdengar serak merasakan tenggorokannya yang sangat sakit. Dan detik itu pula, pria itu memeluk gadis itu erat dan menangis dibahu gadis itu.

“Ahjusshi, waeyo?” walaupun masih merasakan sakit pada kerongkongannya, namun gadis itu tetap memaksakan untuk mengatakan sesuatu dan membuat pelukan pria itu makin erat.

“ Ini aku Jin-ah, Jin hwa, kakakmu. Kau hidup. Kau kembali Jin-ah. . . terimakasih tuhan.”

“Jin hwa Oppa? Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat sangat tua.?”

“ Neomu bogoshipeo. . . Jeongmal jeongmal bogoshipeoyo. . .”

83 years later

December 27, 2119

Jong-in sekarang hanya berdiri disebuah pintu kayu yang terlihat sangat rapuh setelah menelusuri labirin ini selama 2 hari.didalam labirin ini terasa sangat pengap dan sangat dingin. Dengan ragu, namja itu memegang knop pintu itu dan mendorongnya, dan detik itu pula, pintu itu langsung terlepas dari engselnya dan menghamburkan debu-debu yang tadinya melekat dipintu itu.

Namja itu hanya mendengus dan mengarahkan lampu senternya kedalam ruangan. Yang dia lihat sekarang hanyalah kertas yang berserakan dan berlubang karna rayap. Sedikit bangga pada dirinya sendirinya karna bisa melihat rayap. Sekarang ini, sangat jarang untuk menemukan makhluk ini. Makhluk ini hanya ada didaerah hutan yang masih bisa di bilang manusiawi sebagai tempat bumi.

Namja itu bangkit sambil mengusap lututnya yang penuh dengan debu dengan menghamburkan pandangan kesegalah arah.  Dahinya mengerut saat melihat pantulan cahaya biru dari lampu senternya. Dia berjalan kearah sebuah meja dan duduk di ujung meja itu dan mengambil benda yang berkilau itu. Sebuah kristal biru safir yang tertutupi oleh debu yang cukup tebal menutupi benda itu.

“ inikah harta itu? Konyol. Lalu apa maksudnya dengan ‘cahaya tidak diperlukan saat ini’?” dengus pria itu sambil menerawang benda itu dengan senter yang ada dikepalanya.

Tiba-tiba senter yang ada di kepalanya itu mulai meredup dan mati dan membuat Jong-in hanya bisa mendengus kesal.dia sedang merogoh sakunya untuk mengambil dan terperangah saat sebuah hologram muncul didepannya menampilkan seorang pria tua yang duduk di sebuah kursi. Usianya mungkin sekitar 49 tahun.

“kau bisa menebak pertanyaan sederhana itu. tak perlu orang yang pandai untuk mengetahui arti makna itu bukan? “ujar pria itu dengan senyuman yang tersungging diwajahnya.

“aku bahkan memikirkannya sampai sakit kepala. Sial, jadi aku termasuk orang bodoh?” dengus Jong-in sambil melipat kedua tangannya. Mungkin pria itu benar, tidak harus bagi manusia untuk berfikiran rumit, cukup berfikiran sederhana.

“kau menemukan sesuatu?”

“yah. . . sebuah kristal biru.”

“ jika kau belum menemukan sesuatu, mungkin kau bisa melihat kesamping kananku. Sebuah tabung besar.” Ujar pria itu.

Jong-in akhirnya bisa melihat dengan jelas karna lampu-lampu seluruhnya menyala. Terlihat sebuah tabung kaca berdebu tebal yang ada disudut ruangan. Membuat keningnya berkerut penasaran dengan isi tabung itu, dia berjalan kearah tabung itu, dan mengeluarkan sebuah bola kecil dan menjatuhnya. Seketika itu pula, bola itu berubah menjadi asap dan membersihkan tabung itu.

Namja itu terlonjak kaget hingga dirinya terjatuh saat melihat seorang gadis yang masih utuh dengan gaun putih satin yang mulai kusam berada didalam tabung itu. gadis itu seakan tertidur dengan tubuhnya yang melayang didalam tabung.

“ kau bisa melihatnya? Dia adikku, umurnya 20 tahun. Dia sudah mati, tenggelam saat menyelamatkan ku dulu.”Pria itu kembali berbicara setelahbeberapa menit terdiam gelisah dikursi yang dia duduki. Jong-in langsung mengarahkan tatapan tajam kerah pria paruh baya itu. walaupun sebenarnya percuma, pria itu hanya sebuah hologram yang berbicara.

“Aku sudah tahu, ahjusshi! Dan kau benar-benar . .”

“ mungkin kau berfikir aku sudah gila. Aku memang gila. Aku pernah menghidupkannya saat umurku 43 tahun, dan dan kembali menidurkannya karna dia diincar waktu itu. kumohon kau jaga dia.”Potong pria itu yang membuat Jong-in hanya diam dan mendengarkan pria itu. sedikit kaget saat mendengar kata ‘ menghidupkannya’ bahkan dizaman serba modern ini, belum ada yang bisa menghidupkan orang mati. Jadi dia bisa menghidupkan orang mati?

Terlihat pria paruh baya itu menghela nafas seolah sednag meyakinkan dirinya untuk mengatakan sesuatu.

kau lihat sebuah kristal diatas meja? Ambil itu dan letakan pada kotak yang ada disamping tabung. Tapi itu jika kau mau menjaga gadis itu untukku, jika tidak, kau bisa balik kanan dan anggap tak pernah tahu tentang itu.”

“ dia wanita yang kucintai. Tak kuizinkan kau menyakitinya. Walaupun aku tak bisa berbuat banyak, tapi kumohon jangan manfaatkan dia, aku sudah terlalu banyak menyakitinya.waktumu 15 menit dari sekarang, atau kau tak akan pernah bisa mengeluarkan gadis itu. tabung itu akan meledak.” Pria itu bahkan masih bisa tersenyum dengan tangan yang gemetaran.

“ Kau benar-benar. . .”

Jong-in terlihat geram dan sangat marah. Bagaimana bisa orang itu melakukan itu pada seorang gadis yang ia cintai? Apa mencintai segila itu? sekarang Jong-in sedang bergulat dengan dirinya sendiri. Menyelamat kan gadis itu dan bisa menguburnya atau meninggalkan gadis itu dan membiarkannya meledak bersama tempat itu.

“waktumu tinggal 5 menit”

“Sial!” umpat Jong-in yang langsung memasukan kristal itu kedalam kotak yang ada disamping tabung itu.

Pria tua itu tersenyum tipis dan hologram itu mulai menghilang perlahan.

“kutitipkan Jin-ah padamu, kumohon padamu untuk menjaganya baik-baik. Hati-hati dengan pemerintahan, terutama Jepang. Terima kasih, semoga tuhan memberkatimu.”

Tiba-tiba cahaya yang sangat menyilaukan memancar dari dalam tabung.

>>> apa pendapat kalian??

Author: Jinnie

I'm so careless

One thought on “Blue Spacia (Teaser)

  1. whooaa daebak. bikin penasaran. ditunggu kelanjutannya thor (:

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s