EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Chapter 1] Ice Prince

3 Comments

ICE Prince [Chapter 1]

By Blossom Girl

Casts : OC [Kim Hyena] | Oh Sehun | Ulzzang [Kim Shinyeong] | Byun Baekhyun | Other

School Life | Friendship | Romance|  Fluff | Drama | AU | Other

Chaptered | PG-15

This FanFiction is mine! All Casts are belongs to God and Their Parents. I’am Just an owner in here, so don’t Plagiat!

SAY NO MORE TO SILENT READERS!

.

Blossom Girl Present

.

“Sometimes, I Feel Something In Your Heart”

[Prologue]

 

Sering kita bertengkar

Namun sering juga kita saling membantu

Sebenarnya kita tak saling cocok satu sama lain

Aku yang hyperaktif, tak sama sepertimu yang dingin seperti es batu yang tak akan pernah leleh

Namun entahlah, kadang-kadang aku merasakan sesuatu di dalam hatimu saat aku dan kau berhadapan.

Aku hanya bisa mengatakan dalam hatiku

Aku dan kau berbeda sama sekali

..Ice Prince?

***

[Kim Hyena’s POV]

Seukir senyuman selalu melekat pada seluruh murid-murid saat mereka baru saja memasuki Ruang Kelas untuk duduk di Bangku mereka masing-masing dan mengikuti pelajaran setiap hari, terlebih Shinyeong -Gadis populer di Kelas Kita-

Gadis itu selalu tersenyum setiap saat, wajahnya seperti boneka membuat ia semakin cantik dan memengaruhi sebagian anak Lelaki itu Kelas kita. Entahlah apa yang membuat ia selalu tersenyum, apa mungkin di dalam tubuhnya terdapat baterai yang bisa terus membuatnya tersenyum? Oh, nevermind.

Namun berbeda drastis dengan seorang Lelaki yang juga populer, bahkan lebih hebat daripada Shinyeong, namanya Oh Sehun. Dia Lelaki yang sangat terkenal di Sekolah karena tentu saja dia adalah anak dari Pendiri Sekolah ini. Pasti sangat tinggi derajatnya, namun yang membuat aku ‘sedikit’ frustasi tentang dua adalah..

Dia memiliki sifat dingin, jarang berkomunikasi, bahkan jarang tersenyum.

Bukan bermaksud merendah-rendahkan, memang dalam dunia sebenarnya dia jelas anak pendiam yang selalu memegang buku lalu duduk terdiam di bangkunya sambil membaca buka tadi sampai Istirahat selesai. Jarang sekali ia keluar dari kelas, bahkan ke kamar mandi dan ke kantin pun dia jarang sekali. Apakah dia tidak lapar atau ingin ke belakang?

Oh.. sepertinya aku mulai bawel, entahlah, selalu saja jika membicarakan Lelaki itu, selalu saja aku berbicara panjang lebar, saking sebalnya.

Choi saem sudah berdiri tegak di depan kelas dengan gaya biasanya, memakai kacamata, membawa setumpuk buku yang tebal, dan juga dengan high-heels-nya, semua orang tahu bahwa Choi saem penyuka high-heels.

“Baiklah, buka buku kalian halaman 96.” Aku mengambil tasku lalu segera mencari buku Matematika yang Choi saem maksud.

Hey! Tunggu sebentar!

Di mana buku Matematikaku? Mengapa hilang? Aku rasa aku sudah memasukkannya ke dalam tasku!

Aku gemetaran, sambil menggigit bibirku sendiri aku menatap lurus ke depan, dan sialnya Choi saem menatap tajam ke arahku -lebih tepatnya menatap sinis-

“Hyena.” Aku terdiam , masih menatap lurus ke depan.

“I-I-Iya, songsaengnim.” jawabku gugup.

“Di mana Buku Matematikamu?’ Aku menatap seluruh teman-temanku yang semuanya tengah memandangku. Aku menelan ludahku lalu mulai menjawab dengan jujur,

“Aku.. Buku Matematikaku tidak ada di dalam tasku, songsaengnim.” jawabku seadanya. Masa aku harus rela berbohong demi masalah ini? Apa harus aku menjawab kalau Buka Matematikaku tidak ada padahal tadi Aku sudah memasukkannya ke dalam tas? Aku tidak akan menjawab dengan jawaban itu karena aku tau, akhir dari permasalahan ini adalah ditertawakan Teman-teman dan berdiri dengan kedua tangan memegang telinga serta kaki kanan terangkat, memalukan.

Choi saem menghela napasnya dalam-dalam lalu membenarkan kacamatanya yang mulai menuruni batang hidungnya.

“Baiklah, siapa yang bersedia untuk membagi bukunya dengan Hyena?” tanya Choi saem  dengan nada yang agak ‘malas’, alhasil membuatku berdecak kesal sambil menundukkan kepalaku.

Aku hanya bisa melihat Shinyeong saat aku menundukkan kepalaku -lebih tepatnya melirik- Gadis itu terlihat sedang berpikir, ya aku berharap dia bisa membantuku dalam masalah ini.

Akhirnya Shinyeong menaruh pulpennya lalu mengambil angan-angan untuk berdiri sambil mengangkat tangannya, namun ..

“Aku bersedia songsaengnim.” Apa? Kenapa suara Shinyeong mirip seperti seorang lelaki?!

Aku menoleh ke tempat di mana suara itu berasal, sampai akhirnya aku menghela napasku berat saat aku tahu siapa yang berbicara tadi.

Oh Sehun, pemuda dingin yang tadi aku bicarakan.

Aku kembali menatap Shinyeong, Gadis itu menghentak-hentakkan kakinya sejenak sambil menatap Sehun sebal lalu kembali duduk di bangkunya.

Choi saem kembali mengangkat kacamatanya lalu tersenyum simple -memang gaya Choi saem begitu sih-

“Baiklah, Kim Hyena. Silahkan menuju bangku Tuan Oh.” ujar Choi saem singkat. Aku menghela napasku, aku segera berjalan menuju bangku Sehun yang jaraknya antara bangkuku dengan dia sangat jauh -karena jujur bangku Sehun adalah dua dari urutan terakhir dari 40 Bangku-

“Duduklah.” kata Sehun singkat dengan nada datar. Aku segera duduk di sebelahnya, Buku Matematika yang tadinya berada pas di depan Lelaki itu, ia geser ke tengah-tengah meja.

Oh, Sungguh! Ini tidak asyik sama sekali! Tuan Oh, kau menyebalkan sepanjang masa! Kapan mulutmu berbunyi dengan lebar seperti Orang normal eoh?!

[Kim Hyena’s POV End]

***

KRRIIIINNGGGGG!!!

Bel sekolah berbunyi sangat kencang, membuat sebagian murid terkejut dengan seketika dan menghentikkan kegiatannya yaitu mengerjakan Tugas yang diberikan oleh Guru mereka masing-masing. Tapi itu tidak berlaku bagi Baekhyun, siswa kelas 12 yang ‘selalu’ tertidur -bukan tertidur, memang berniat untuk tidur- di tengah pelajaran.

“Hoaammmm..” Lelaki itu meregangkan kedua tangannya lalu membenarkan kacamata bundarnya, tersenggol sedikit Headset besar  yang ia gunakan untuk mendengarkan musik selama ia tidur. Baekhyun membenahi sedikit posisi duduknya lalu kembali meletakkan kepalanya di atas permukaan mejanya, berniat untuk tidur kembali.

Hey tunggu dulu..

Lalu kenapa Guru-Guru yang mengajar tadi tidak membangunkan bahkan memarahi anak bandel ini?

Sebab, Guru-Guru takut mereka tidak akan bisa mengajar murid-muridnya, oke singkat saja dipecat. Karena, Baekhyun adalah  kakak Sehun yang berarti juga dia adalah anak dari Pemilik Sekolah ini. Entahlah mengapa Guru-Guru ini sangat takut.

Mungkin karena peristiwa setengah bulan yang lalu, saat Goo songsaengnim sedang mengajar dan melihat Baekhyun tertidur di mejanya, Goo songsaengnim segera berjalan menuju bangku itu dan memukul meja Baekhyun dengan tongkat papan, membuat Baekhyun terbangun dengan gelagapan.

Lelaki itu menatap tajam Guru itu, ia dengan tidak sopan mengambil tongkat itu dari genggaman Gurunya lalu memukul kembali mejanya lebih keras dan mengatakan dengan lantang bahwa “Jam ini, menit ini, detik ini, angkat kaki dari Sekolah ini!”

Dan kejadian itu memang benar, Goo songsaengnim langsung di pecat seketika, mungkin Appanya benar-benar sayang kepada anaknya.

“Baekkie oppa!” Baekhyun langsung membuka matanya lebar-lebar dan langsung duduk tegak di bangkunya, melihat Shinyeong masuk ke kelasnya.

“Eoh, Shinyeong? Wae?” tanya Baekhyun.

“Kau tidak ke kantin?” tanya Shinyeong sambil menggaruk-garukkan kepalanya. Baekhyun hanya bisa tersenyum dengan kacamatanya yang kembali menuruni hidungnya.

“Tidak nafsu makan.” jawab Baekhyun berbohong. Shinyeong menatap aneh Lelaki ini.

“Tidak, aku tahu kalau oppa berbohong.” kata Shinyeong.

“Ahhh.. baiklah, aku mengaku kalau di Headsetku sedang diputar lagunya SNSD Noona makanya aku tidak nafsu makan. Aku janji setelah lagunya selesai aku akan ke kantin.” kata Baekhyun, membuat Shinyeong langsung mengambil tangan kiri Lelaki itu dan membawanya paksa ke kantin.

“Hey yaaa!! Shinyeong-ah!” jerit Baekhyun.

***

Aish paboya, sebenarnya apa yang terjadi eoh?” tanya Baekhyun sambil menatap malas apa yang ia pandang sekarang -entah apa yang ia pandang-

Shinyeong menghela napasnya lalu menatap Baekhyun. Pandangannya seperti ada kata ‘aku-ingin-membicarakan-sesuatu-kepadamu’ 

“Aku mau mengatakan sesuatu, oppa.” kata Shinyeong dengan nada rendah membuat Baekhyun mematikan musiknya dan melepaskan Headset besar berwarna putihnya sejenak.

“Apa?” tanya Baekhyun.

Dongsaengmu sudah merebut Hyena tadi.” mata Baekhyun semakin membulat saat mendengar kata ‘merebut’ dari kalimat yang barusan Shinyeong katakan kepadanya.

“Eoh? merebut?”

“Pasti berpikir yang tidak-tidak, dasar otak bermasalah!” timpal Shinyeong.

“Baiklah, lanjutkan sajaa..” kata Baekhyun.

“Padahal tadi aku mau saja meminjamkan buku Matematikaku kepada Hyena, tapi Pemuda dingin itu malah mendapatkannya lebih dulu.” Baekhyun menghela napasnya.

“Hanya itu?” tanya Baekhyun.

“Maksud oppa?” tanya Shinyeong kurang paham.

“Hanya itu yang jadi bahan pembicaraanmu sampai kau membawaku ke kantin?” tanya Baekhyun lagi memperjelas pertanyaannya.

“Lalu? Kau lebih suka dengan SNSD daripada mendengar penjelasan Sepupumu sendiri eoh?” balas Shinyeong sewot.

“Iya, aku lebih suka mendengarkan lagu SNSD Noona, kenapa memangnya?” balas Baekhyun lagi.

“Seleramu memang yang tua-tua, oppa..”

“Apa?! kau bilang SNSD Noona tua?!”

“Buktinya kau mengatakan SNSD dengan embel-embel Noona. Berarti kau sudah menganggap SNSD tua dong!”

“Kau memang tidak mengerti sopan santun! Itu kata Hormat tau!”

“Baiklah, makan dulu ini. Aku traktir oppa.” Kata Shinyeong pasrah, Baekhyun yang mendengar itu hanya tersenyum ‘evil’

“Sepupuku yang baik.”

“Sini aku pinjam sebentar Hanphone dan Headset oppa! Aku masih jenuh dengan dongsaengmu itu.” kata Shinyeong sambil mengambil Handphone serta Headset yang masih melingkar di leher Baekhyun.

Baekhyun terdiam lalu segera menatap Gadis itu,

“Ngomong-ngomong, siapa Hyena itu?”

“Eoh?”

~To Be Continued~

Hai hai^^ Thanks banget buat yang udah baca ni FF

Tapi tetep..

SAY NO MORE TO SILENT READERS! Aku enggak bakal ngelanjutin kalo postinganku ini sepi comment.

Thanks^^

-Blossom Girl

Author: jirongiie

ma last purpose: jimin

3 thoughts on “[Chapter 1] Ice Prince

  1. wahhh ni ff daebak thor… next chap x di tnggu… oiya sklian jngn lma” nee~ keep writing & fighting^^😀

  2. yaaah lanjut donk….ini keren loh
    aku suka
    sayangkan ff bagus tpi ndak di lanjutin
    aku mohon ini bagus loh menurutku

  3. daebak .. i like this ff.
    lanjut thor !!!

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s