EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

The Apartement

1 Comment

wpid-IMG_20140418_181158.jpg

–    The Apartement   –

                                                                                      

by Chonamkyo14

 

|| Tittle : The Apartement || Scripwriter : Chonamkyo14 ||

|| Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol ||

|| Genre : Horror || Lenght : One Shoot || Rating : General

[Hahaha, tidak mungkin ada hantu diapartement baruku, itu hanya cerita, Chanyeol-ah. Ingat itu hanya, Cerita.]

Junganim who made this gergerous poster

High School Graphics

Happy reading ~

\\\

 

“Benarkah kau mau pindah apartement, Bacon ?”

 

Disebuah cafe mungil yang berdesain sangat simple itu terlihat Baekhyun dan sahabat baiknya Chanyeol sedang duduk dipojok cafe, menyantap pesanannya masing-masing dengan tenang. Baekhyun menyeruput cappucino icenya lalu mengangguk.

 

“Dimana ?” tanya Chanyeol lalu menyantap hamburger yang ada ditangannya. Pemuda Byun itu berpikir sejenak, mengingat-ngingat letak apartement barunya.

 

“Heum, jika tidak salah berada dipinggir daerah Gangnam.” jawab Baekhyun santai. Tapi tidak dengan Chanyeol yang kini tersedak, dengan cepat ia meletakkan kembali hamburgernya dan segera menyeruput mocacinnonya. Baekhyun mengerutkan keningnya melihat kelakuan Chanyeol yang tiba-tiba.

 

“Apartementmu lantai berapa eo ?” Chanyeol menatap pemuda yang tentunya lebih kecil darinya itu dengan serius. Pemuda Byun itu kembali berpikir sejenak.

 

“Kalau tidak salah lantai.. 3.”

 

Chanyeol merasa baru saja tubuhnya disambar petir ketika mendengar kata ‘lantai 3’ didalam ucapan Baekhyun. Matanya membulat sempurna bersama mulutnya yang mengangga. Pemuda bermarga Byun itu hanya bisa kembali mengerutkan keningnya.

 

“Chanyeol-ah, ada apa denganmu ?”

 

Suasana tiba-tiba hening. Chanyeol masih tidak percaya dengan sahabat baiknya ini yang sedang minum cappucinonya dengan santai dihadapannya. Pemuda jangkun itu memperbaiki raut wajahnya dan kembali menatao Baekhyun serius.

 

“Hei, apa kau tidak tau eo ? Diapartement itu terkenal dengan keangkerannya apalagi dilantai 3 yang akan kau tempati. Asal kau tau saja eo, dilantai 3 itu… bekas seorang wanita yang tewas karena bunuh diri tanpa sebab. Baekhyun-ah, kumohon jangan pindah. Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu, kumohon..”

 

Penyataan yang barusan keluar dari mulut Chanyeol membuat Baekhyun tertawa. Ya, menurutnya itu lucu. Tentu saja karena seorang Byun Baekhyun tidak pernah percaya akan hal seperti itu, tapi tidak dengan Chanyeol, karena saat kecil ia yang sering diganggu oleh makhluk dari alam lain. Sampai sekarang ia masih trauma karena kejadian masa lalunya yang mengerikan itu.

 

“Hahaha, tidak mungkin ada hantu diapartement baruku, itu hanya cerita Chanyeol-ah. Ingat itu hanya, Cerita.”Baekhyun menyandarkan punggungnya dikursi dan menyeruput minumannya sambil menatap Chanyeol dengan tatapan mengejek. Chanyeol tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Keputusan Byun Baekhyun tidak akan berubah jika sudah bulat, itulah yang ia ketahui. Dan sekarang ia hanya bisa menatap kasihan pada sahabatnya ini.

 

“Oh ya, Chanyeol-ah apa kau mau membantuku menyusun barang-barangku ?”

 

\\\

 

 

Baekhyun dan Chanyeol akhirnya tiba diapartement. Pemuda Byun itu tetap santai seperti biasa saat masuk kedalam apartementnya yang lumayan luas itu, tapi tidak dengan Chanyeol. Saat ia melangkahkan kakinya memasuki apartement Baekhyun, ia merasa atmosfer disekitarnya mulai berubah.

 

 

Itulah kata yang bisa dikatakan untuk saat ini. Bulu kuduknya meremang, perasaannya mulai tidak enak. Ia menatap sahabat baiknya itu yang dengan santainya berjalan menuju kardus-kardus yang berisi barang-barangnya, seakan ia tidak merasakan sensasi yang dirasakan oleh Chanyeol.

 

“Hei ! Kenapa kau berdiri saja disana huh ?! Cepat sini, bantu aku !” omel Baekhyun. Dengan ragu Chanyeol pun mulai melangkah mendekati Baekhyun dan dengan segera membantu sahabat baiknya itu membereskan barang-barang.

 

Tanpa terasa jam kini menunjukkan pukul 11 malam, keduanya terlihat sedang duduk disofa yang berwarna hijau muda dengan peluh yang ada didahi mereka. Jujur, sensasi yang dirasakan oleh Chanyeol belum juga hilang bahkan makin besar. Langit sudah berawrna hitam, gelap, apartement Baekhyun memang terang tapi Chanyeol tetap merasa kurang terang. Dan yang lebih mengerikannya, saat Chanyeol masuk kedalam kamar Baekhyun sendiri ia merasa ada yang memperhatikannya dari cela-cela lemari sahabatnya yang sedikit terbuka itu.

 

Dan saat ia menoleh, betapa terkejutnya saat ia melihat sebuah mata yang berwarna merah terang sedang menatapnya. Tepat dikedua matanya. Matanya membulat sempurna, tubuhnya mulai bergetar merasa sensasi yang lebih besar dari sebelumnya. Tapi saat ia mengedipkan matanya, kedua mata itu hilang begitu saja. Dengan tubuh yang bergetaran, diberanikannya dirinya untuk melihat apa yang ada didalam lemari itu.

 

Dan saat kedua tangannya sudah mengenggam ganggang lemari Baekhyun, tubuhnya makin bergetar yang membuatnya harus susah meneguk salivanya sendiri. Dengan gerakan cepat, pintu lemari sudah terbuka.

 

Nihil. Tidak ada apa-apa disana selain pakaian Baekhyun.

 

“Heum, Baekhyun-ah aku mau pergi pulang dulu ya. Ini sudah sangat larut.” ujar Chanyeol kepada Baekhyun yang sedang duduk disampingnya.

 

Ne, pulanglah. Hati-hati dijalan dan terima kasih sudah membantuku ya.” sahut Baekhyun memberikan senyumannya untuk Chanyeol yang kini sudah berada dipintu keluar. Pemuda Park itu hanya mengangkat jempolnya dan memberikan senyuman khasnya yang memperlihatkan deratan gigi-giginya yang rapi dan putih.

 

Chanyeol pun hilang dari balik pintu. Saat ia berada diluar, udara dingin seakan menusuk sampai kedlam tulangnya, dieratkannya jaket yang ia pakai. Sensasi yang tadi ia rasakan diapartement Baekhyun mulai berkurang, tapi tentu saja masih ada karena apartement ini sebenarnya terletak didaerah yang jarak ditempati.

 

Ia pun melangkahkan kakinya menuju mobilnya, tapi sebelum ia memasuki mobilnya ia mengedarkan pandangannya kelantai yang ditempati Baekhyun. Disana ia melihat Baekhyun yang sedang berada dibalkon kamarnya. Tangan kananya melambai kepada Chanyeol sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk memegang pagar balkon. Pemuda Park itu membalas melambai dan ikut tersenyum. Tetapi tiba-tiba saja senyumannya hilang begitu saja. Dahinya berkerut, peluh mulai bercucuran keluar dan tubuhnya bergetar dengan hebatnya. Ia menajamkan matanya. Betapa terkejutnya saat ia melihat jelas apa yang sedang dilihat oleh kedua bola matanya.

 

Baekhyun tidak sendiri.

 

Dibelakangnya yang gelap tidak terkena cahaya itu, terlihat seorang gadis berpakaian dress putih selutut, dengan rambut panjang lurus, dan sebuah senyuman yang sangat… mengerikan dibibirnya. Ia tersenyum kepada Chanyeol dengan kedua matanya yang merah terang. Tapi yang lebih parahnya Baekhyun sama sekali tidak merasa saat gadis itu mulai melangkah dengan senyum mengerikan yang senantiasa ada dibibirnya mendekati Baekhyun.

 

Chanyeol seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Gertakan-gertakan giginya terdengar. Disana Baekhyun terus melambai dan berteriak mengucapkan selamat tinggal kepada Chanyeol.

 

“Selamat tinggal ! Besok datang lagi ya !!” teriak Baekhyun, Chanyeol tersenyum kecil dan segera memasuki mobilnya menjauh dari apartement Baekhyun. Ia kembali mengintip dikaca spionnya, disana gadis itu sudah berada tepat dibelakang Baekhyun. Wajahnya yang sebelumnya cantik itu berubah penuh luka dan berdarah.

 

“Maafkan aku Baekhyun-ah. Ini semua karena sifat keras kepalamu..” ujar Chanyeol dan mobilnya hilang diperempatan jalan.

 

\\\

 

“Seoarang pemuda yang diketahui bernama Byun Baekhyun, baru saja ditemukan terbaring tidak bernyawa di apartementnya dengan luka-luka yang ada diwajahnya dan kedua tangannya memegang ganggang pisau yang tertancap diperutnya. Diketahui ia tewas akibat tindakan bunuh diri tanpa sebab. Kerabatnya kini sedang dicari untuk dimintai keterangan”

 

“Dan, ia tewas disebuah apartement yang dulunya juga ada kejadian bunuh diri oleh seorang gadis yang tidak diketahui namanya. Gadis yang juga bunuh diri tanpa sebab. Kejadian mereka sama persis tidak ada yang berbeda. Terbaringdengan tidak bernyawa, luka diwajah dan tangan yang memegang ganggang pisau yang tertancap diperutnya..”

 

“Sejak saat itulah tidak ada orang lagi yang menyewa apartement yang menjadi tempat bunuh diri pemuda bernama Byun Baekhyun dan gadis itu…”

 

“Dan rumor-rumor yang didengar oleh orang-orang yang pernah melewati apartement itu, kerap melihat dua hantu yang diketahui Byun Baekhyun dan gadis dengan kedua mata yang berwarna merah terang. Tapi sampai saat ini tidak ada yang bisa membuktikan kebenarnya karena terlalu takut dengan tempat kejadian itu…”

 

 

“Baekhyun, kau akan selalu menemaniku kan ?”

 

“Ya, tentu saja”

 

“Kita berdua akan menunggu orang yang tinggal diapartement ini kan ?”

 

“Ya, kita akan menunggu. Tunggu saja..”

 

FIN

 

                                                                                                                        9 April 2014

                                                                                                                       Regards Chonamkyo14

 

A / N : Annyeong yeorobun ! ^^ Saya kembali membawakan sebuah fanfic yang bergenre horror yang perankan oleh Bias saya sendiri, hohohoho. Oh sebelumnya, maaf jika Fanfic ini sama sekali tidak teraa horror. Jujur, ini adalah Fanfic horror pertama saya. Oh, baiklah sekian. Stay wait for my next Fanfic ! ((^o^)/

Terima kasih banyak, dan jangan lupa untuk mengunjungi blog saya ^^

Chonamkyo14 Fanfiction

One thought on “The Apartement

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s