EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Two Shoort] Always,Waiting You Chapter 1/2

1 Comment

5109639260_0a1ba5dee4_z_large1

 

Tiltle : Always,waiting you

Author : Cloversart (@Vira_natasyah)

Cast : Kim Jong in

Lee Minyoung

And cast other

Genre : School Life,Romance

Duration : Two shoort

Rating : PG-15

Disclaimer : cast hanya milik orang tua,tuhan dan menejemennya bukan miliku dan jika ada kesamaan cast,alur cerita dan lain sebagainya bukan unsur plagiat. Tetapi,ketidak sengajaan ini asli atas pemikiran sendiri.

Summary : aku menunggumu selalu

Warning : typo bertebaran

 

A/N : Annyeong aku Author baru disini ^^. O iya ff ini udah aku post diblog pribadi aku dan beberapa blog lainnya^^

jangan lupa tinggalkan jejak ya chingu ^^

Happy Reading^^

2 orang yeoja yang sedang menonton pertandingan yang diselengarakan oleh sekolah mereka. Salah satu yeoja itu hanya terduduk sambil membaca novel yang ia baca. Sedangkan temanya yang satunya tengah asik dengan pertandingan itu. Sampai akhirnya temanya mengalihkan pandangnya kearah yeoja satunya yang tengah asik membaca novelnya.

“yak!Lee Minyoung”kesal Min ah yeoja itu

Merasa dipanggil,Min young pun mengalihkan tatapannya dari novel kearah temannya “wae?”sahutnya

“disini bukan perpustakaan,young-a”ucap min ah kesal. Min young hanya tersenyum geli melihat tingkah min ah seperti anak kecil yang tidak dapat sesuatu yang diinginkannya.

Untuk meredahkan kekesalan min ah,min young pun mengajak min ah pergi kekantin sekolah

“Min ah-ya,ayok kita kekantin saja”ajak minyoung

Min ah hanya diam tidak bergeming masih dengan wajah kesalnya yang lucu membuat minyoung gemas sekali dengan pipi tembamnya itu.

“aku yang teraktir”sahut minyoung mencubit pipi min ah dengan gemas membuat min ah berteriak kesakitan.

“yak!appo”minyoung hanya terkekek lalu,menarik lengan min ah yang masih mengelus pipinya yang merah karena cubitan minyoung tadi.

 

-always,waiting you-

 

Ditempat lain,tepatnya disebuah lapangan bola seorang pelatih sedang memberikan pengarahan kepada pemain. Semua pemain tapak serius mendengarkan kecuali,seorang namja yang memakai headset,mempunyai kulit tan itu tampak acuh dengan penjelasan itu. Sampai akhirnya ia dipanggil oleh pelatihnya itu

“Kim Jongin,apa kau mendengarkan penjelasanku”ucap pelatih Shin

Jongin tampak acuh dan tak menanggapi ucapan pelatihnya itu. Ia malah berjalan keluar lapangan dengan santai tampah menghiraukan panggilan dari teman satu timnya maupun pelatihnya.

 

-always,waiting you-

@Kantin sekolah

Min ah dan minyoung memasuki kawasan kantin yang sangat sepi saat itu. Kenapa?karena semua siswa berada dilapangan untuk menyaksikan pertandingan bola basket antara sekolah mereka dan sekolah dikorea lainnya.

Tampak min ah dan minyoung mecari tempat untuk mereka. Merasa lebih pas minyoung memilih duduk didekat jendela yang berdekatan dengan lapangan basket.

“Min a-ya,kau mau makan apa?”tawar minyoung

“hmmm,aku mau pesan kue abon dan satu kotak susu saja”ucap min ah. Minyoung mengangguk pertanda setuju, lalu ia pun berjalan untuk memesan pesanan min ah.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya minyoung pun mendatang dengan membawak makanan yang min ah pesan dan meletakan makanan itu dihadapan min ah.

“ini pesanan mu”ucap minyoung. Min ah mengangguk lalu menyantap makanan itu dengan lahap seperti anak kecil,membuat minyoung tersenyum geli melihat tingkah temanya itu.

 

3 Menit kemudian

Min ah POV

Setelah cukup untuk menghabiskan makanan yang diberikan minyoung kepada ku, aku melihat minyoung sedang melamu entah ia melamukan apa tetapi, aku tau pasti ia melamunkan kisah cinta pertamanya yang tak akan ia lupakan.

“lee minyoung”panggilku

Ia tak bergeming masih dengan lamunannya sampai akhirnya aku pun menggoyangkan tangannya untuk mengembalikan kesadarannya.

“ne?”ucapnya terkejut

“kau masih mengharapkanya?”tanyaku. minyoung hanya diam tak merespon pertanyaanku sama sekali.”apa ia menjanjikan sesuatu kepada mu?”

Minyoung menangguk sedih. Aku tak bisa membiarkan minyoung terus sedih. Aku pun bertanya apa yang dijanjikan namja itu kepada minyoung.

“apa yang ia janjikan?”

“ia akan menemuiku”kata minyoung sedih

setelah berdiam tidak ada percakapan aku dan minyoung. Akhirnya ia membuka percakapan dengan permisi ingin ketoilet

“min ah-a, aku pergi ketoiled dulu. Apa kau mau ikut?”

Aku mengeleng menolak ajakannya. Setelah merasah ia telah meghilang aku hanya bisa menghelang nafas panjang.

Minyoung POV

Aku berjalan menujuh toilet yang ada diujung koridor sekolah dengan sedikit melamu. Entah apa yang aku melamukan. Membuatku menabrak seseorang yang membuat ku tersadar dari lamunanku. Dengan cepat aku membukuk minta maaf kepada seseorang yang aku tabrak

“Mianeyo”

“yak!kalo kau jalan liat-liat. Kau telah merusak handphoneku”teriak kesal namja itu.

“mianeyo. Sekali lagi mianeyo”ucapku lagi

“apa maaf? Kau hanya berkata maaf yang telah merusak handphoneku, kau harus menggantinya 5jt won”sahut kesal laki-laki itu

Apa ‘5jt won?apa aku tak salah dengar? Sebanyak itu kah aku harus menggantinya?’batinku. aku pun menatap lawan bicaraku. Wow,ia sangat tampan. Memiliki kulit tan,bibir yang seksi membuatku seketika terpana tetapi aku menepis pikiran itu untuk memujinya.

“apakah sebanyak itu?”Tanyaku. ia mengagguk

“kau hanya mempunyai waktu 3 hari untuk mengembalikannya”sahutnya tersenyum sinis

“apa tiga hari?”teriakku terkejut seketika membuat semua orang memerhatikanku dan namja itu.

“bagaimana aku bisa mendaptkan uang sebanyak itu dalam 3 hari?”batinku

“hai,apa kau mendengarkanku?”ucapnya membuyarkan lamunanku

“ne,apa tidak ada cara lain untuk bisa membayar kerusakan handphonemu?”tanyaku memelas

Ia sibuk berfikir lalu berkata”kau bisa menjadi pembantuku selama 1 bulan,bagaimana?”

“apa pembantu dia bilan? Ah,jinjja manusia macam apa dia itu”batinku kesal

“kalo tidak mau tidak apa-apa,akan kutunggu 3 hari lagi,lee minyoung-ssi”sahutnya berjalan meninggalkan dihadapanku(?)

“chakamallyo”tahanku.”aku menerima tawaranmu”

“baiklah,kau besok harus datang ketempat ini pada jam 9 pagi. Jika kau terlambat akan kutamba waktu 1 bulan menjadi 2 bulan,kau mengerti?”sahutnya dengan menyodorkan kartu namanya kearahku

“ah jinjja,1 bulan saja aku tidak tahan apa lagi 2 bulan bisa gila aku”batinku. “ne aku mengerti,kim jongin-ssi”

Setelah berkata seperti itu ia pun pergi dari hadapanku. Aku hanya bisa menghelang nafas kesal terhadapnya. Aku putuskan tidak jadi pergi ketoilet dan berjalan gontai tanpa semangat kearah kelas pasti min ah telah menungguku cukup lama.

 

Kim Jongin POV

Aku berjalan meninggalkan yeoja itu. Aku merasah nyama saat berbicara dengannya entah kenapa aku teringat dengan teman masa kecilku itu. Apa dia tumbu menjadi yeoja dewasa yang sangat cantik? Entahlah aku bingung ingin mencarinya dimana lagi. Aku sangat merindukannya.

Sampai akhirnya aku melihat gerombolan genk ya siapa lagi kalau bukan genk kristal yang suka membully itu. Aku menatap malas saat ia telah berada dihadapanku.

“hai,Jongin”panggilnya dengan suara yang diimut-imutkan yang membuatku err…jijik

“wae?”ucapku ketus

“apa kau punya waktu malam ini?”tanyanya

Aku hanya menatapnya malas. Lalu berucap”aku banyak urusan”aku berjalan melawatinya begitu saja

 

Kim Jongin POV end

-always,waiting you-

 

Normal Pov

@Keesokan Harinya

Disebuah rumah mewah tampak seorang wanita paru baya sedang menyiapkan saparan pagi untuk keluarganya. Setelah, selesai ia memanggil anaknya pertama dan anak bungsunya untuk sarapan pagi.

“Minyoung…..Donghae,ayok turun makan dulu,nak”

“ne,omma”ucap mereka serempak

Donghae dan minyoung pun turun bersamaan. Donghae menatap adiknya bengong yang sudah rapi pagi-pagi begini biasanya minyoung lah yang paling telat bangun yang membuat ia harus dibangunkan terlebih dahulu.

“tumbe kau telah rapi pagi ini,hari inikan hari minggu. Biasanya kau akan tidur sampai siang seperti kebo”cerocos donghae seperti ejekan untuk minyoung. Minyoung hanya berdesis pelan melihat oppanya itu. Tampa pikir panjang ia mengambil satu lembar roti dan memakannya. Lalu berjalan keluar rumah belum sempat ia keluar, appanya meneggurnya

“Young-a,kau mau kemana?”tanya Tuan Lee

Minyoung berbalik menatap appanya. Lalu tersenyum dan berucap”aku pergi sebentar appa,annyeong”

Minyoung melangkah keluar rumah menujuh halte. Kenapa ia tidak memakai supir pribadi? Karena,minyoung tidak mau menyusakan kedua orang tuanya ia hanya ingin mandiri.

 

@KimCrop

Terlihat semua pegawai menunduk hormat pada seorang yang berjalan dihadapan mereka. Siapa lagi kalau buka pewaris tunggal Kim crop Kim Jongin. Jongin berjalan menujuh ruangannya sebelumnya,ia menghampiri meja informasion dan memberika sebuah amplop.
“berikan amplop ini kepada seorang yeoja bernama Lee Minyoung dan katakan padanya untuk keruanganku”setelah mengatakan itu jongin pun melangkah menujuh ruangannya.

Minyoung keuar dari bus yang mengantarkannya kegangnam tempat Kim Crop berada. Ia menatap sebentar gedung itu lalu melihat alojinya yang menunjukan pukul jam 8.55 berarti ia hanya mempunyai 5 menit untuk masuk kegedung itu. Tanpa pikir panjang ia pun berlari menujuh pintuh utama gedung itu.

 

“ah,jinjja kalau saja aku punya uang untuk menggantikan handphonenya, aku tak akan mengikuti permintaannya”desis kesal minyoung setelah sampai didepan pintu masuk dengan nafas tersegal-segal. Ia pun masuk dan menghampiri meja informasion.

“permisi,apa ada tuan kim jonginnya?”tanya minyoung kepada salah yeoja tersebut

“apakah anda lee minyoung-ssi?”tanya yeoja itu

“ne”
yeoja itu tersenyum lalu memberika sebuah amplop dan berkata”kau bisa menemuinya di ruangannya sekarang”

“ne gamsamnida. Ruanganya dimana ya?”tanya minyoung

“mari saya antar”yeoja itu berjalan duluan yang diikuti oleh minyoung dibelakangnya

 

-always,waiting you-

 

Ditempat lain Jongin sedang duduk diruangnya termenung sambil memegang setengah dari kalung pasangan itu. Ia memandang  sedih kalung itu lama.

“sakura,kau dimana saja?aku terus mencarimu?”gumang jongin sedih.

Jongin mengingat masa kecilnya sama yeoja yang bernama sakura itu.

 

Flashback

Seorang anak yeoja sedang temenung diblangkon kamarnya. Sampai akhirnya wanita paru menghampirinya dan mengajaknya untuk turun kebawah. Mereka pun turun kebawah dan melihat appanya sedang mengobrol dengan seorang namja paru baya juga.

Wanita paru baya itu dan yeoja kecil itu duduk disofa yang ada diruang tamu.
“wah,sakura sudah besar sekarang”ucap wanita paru baya satunya yang tak lain nyonya kim

“ah ne,ini anak mu? Sudah besar sekali”tanya Nyonya lee sambil menunjuk laki-laki yang sedang terduduk diam

“Ne,namanya kai”sahut nyonya kim tersenyum sambil mengelus kepala anak laki-laki itu

Semua orang disana tertawa melihat raut wajah anak-anak mereka. Sampai akhirnya tuan lee berucap

“sakura dan kai boleh main ditaman belakang”

Sakura dan kai hanya diam tetapi mereka pun pergi ketaman belakang rumah sakura.

Keadaan taman sangat sunyi. Kenapa,karena diantara kedua anak kecil itu tidak ada yang berbicara. Sampai akhirnya kai pun membuka pembicara diantara mereka.

“hai..namaku kai”ucap kai

“namaku sakura”balas sakura

“ayok,kita main”ajak kai

“ayok”sahut sakura senang

Meraka pun bermain bersama,tertawa bersama. Semakin lama meraka tampak dekat dimana pun. Pada saat ditaman kanak-kanak dulu sampai kai dan sakura memasuki sekolah dasar. Tetapi,suatu hal yang membuat kai dan sakura harus berpisah pada saat mereka duduk dibangku sekolah dasar kelas 3. Kai harus pindah kelondon untuk mengikuti appanya pindah tugas. Sehari sebelum kai pindah, kai menemui sakura dan memberikan sesuatu untuknya

“sakura”panggil kai

“ne,kai”jawab sakura sambil tersenyum

“sakura ada yang ingin aku katakan?”

“apa itu kai ?”

“aku akan pindah kelondon sakura”ucapan kai membuat sakura sedih karena harus kehilangan teman yang ia sayang

“sakura ini untuk mu”ucap kai sambil memberikannya kepada sakura.”sakura harus memakainya setiap hari ya. Kai juga memakainya,ini”kai memperlihatkan kalung yang ia pakai mirip dengan yang sakura.

Kai pun memakaikan kalung itu keleher sakura. Setelah terpasang kai pun berkata”kai janji kalau kita sudah besar nanti kai akan menemui sakura dan melamar sakura”perkataan kai membuat sakura malu  Lalu,kai memeluk sakura untuk terakhir kalinya sebelum kai pergi. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang telah melihat tingkah mereka dengan tersenyum penuh arti kearah mereka.

-skip-

FlashEnd

Lamunan Jongin buyar saat seseorang mengetok ruangannya. Ia pun mempersilakan orang itu masuk tampak. Seorang yeoja masuk lalu berkata”tuan muda,orang yang ada tunggu sudah datang”

“suruh masuk dan menghadap saya”ucap Jongin tanpa mengalihkan wajahnya kearah dokumen yang sedang ia priksa dan ditanda tangani. Minyoung pun masuk keruangan jongin lalu duduk dihadapan jongin.

“sekarang apa yang harus aku lakukan?”tanya minyoung to the poin.

“kau belum lihat isi amplop yang aku berikan?”tanya balik

Minyoung pun membuka amplop itu lalu mengambil isinya. Ia terperanga saat melihat isi amplop itu.

“yak!kok semuanya isinya adalah ini?”sahut kesal minyoung

Jongin pun menatap minyoung dan tersenyum penuh arti. Membuat minyoung mendelik melihat Jongin seperti itu.

“itu adalah tugas mu selama 1 bulan”jawab Jongin membereskan berkas yang akan dibawak kepertemuan”sekarang aku ada pertemuan jadi kau harus ikut”ucapnya lagi berjalan mendahului minyoung.

“apa dia sudah gila?”desis kesal minyoung mengikuti jongin dari belakang

 

-alaways,waiting you-

 

“jam berapa kau selesai pertemuan ini?”tanya minyoung setelah mereka sampai didepan pintu masuk pertemuan

“nanti ku hubungi”ucap Jongin sambil merapikan jasnya. Minyoung yang mendengar kata’hubungi’ merasah curiga ‘bukannya handphonenya rusak’batinya. Minyoung menatap jongin dengan menyipitkan mata membuat jongin gugup.

“kenapa kau menatapku seperti itu?”tanya jongin terbata-bata

“bukanya handphonemu rusak?”tanya balik minyoung membuat jongin seketika tersentak kaget”apakah kau membohongiku?”

“tidak,aku akan meminjam handphone sekertaris kang. Benarkan sekertaris kang?”tanya jongin kepada sekertaris kang yang tidak tau apa-apa. Jongin memberi kode kepada sekertaris kang untuk menjawab

“ah,ne”jawab sekertaris kang bingung

“baiklah,kalau begitu aku pergi ketoko buku seberang sana”ucap minyoung meninggalkan jongin dan sekertaris kang yang masih bingung dengan kode yang diberi jongin

“tuan muda,bicara apa tadi?”tanyanya

“tidak ada,ayok masuk bentar acarannya akan dimulai”ucap jongin berjalan mendahului sekertaris kang yang masih bingung ditempat.

 

-always,waiting you-

 

Pagi yang cerah menjadi malam yang dingin yang membuat semua pejalan kaki merapatkan jaket yang mereka pakai. Minyoung yang berdiri didepan gedung pertemuan yang jongin datangi. Ia menunggu terus menunggu didepan gedung yang sudah sepi. Sampai akhirnya seseorang pria memanggilnya

“minyoung-ssi”panggil namja itu

“ne?”minyoung berbalik dan terkejut melihat keadaan jongin yang mabuk berat. Minyoung menghampiri sekertaris kang

“ada apa dengan jongin?”tanya minyoung

“saya kurang tau. Saya tadi kembali kekantor untuk mengambil berkas yang tertinggal pada saat saya kembali pertemuan itu sudah selesai dan saya tidak menemukannya didalam”jelasnya. Minyoung hanya mengangguk lalu ia mengambil alih tubuh jongin yang linglung lalu berkata “tuan biar  saya saja yang mengantarnya. Kirimkan saya alamatnya ”sekertaris kang mengangguk. minyoung pun berjalan menujuh mobil jongin.

Dalam perjalanan menujuh apartemen jongin. Minyoung mendengar jongin yang mengigaukan nama seseorang.

Minyoung melihat jongin yang kedinginan, ia memberhentikan mobil ditepi jalan lalu menyelimuti jaketnya kepada jongin. Minyoung menatap wajah jongin sebentar lalu tersenyum melihat wajah tenangnya saat tidur.

-always,i waiting you-

Setelah 20 menit menempuh perjalanan akhirnya minyoung sampai digedung apartemen jongin. Ia merangkul jongin yang tertidur pulas yang membuatnya susah untuk berjalan.

Ia mencari nomor apartemen yang dikirimkan sekertaris kang. Sesaat setelah sampai disebuah pintu minyoung menaruk jongin menyender dinding lalu membangunkanya

“jongin-a”

Jongin membukak mata sedikit.

“berapakah,password apartemenmu?”tanya minyoung

“140193”ucapnya. Seketika saat ia mendengar angkah itu mengingatkan ulang tahun seseorang yang sangat ia rindukan. Minyoung tersadar saat mendengar gumangan kecil dari jongin yang kedinginan. Minyoung pun membawak jongin kedalam lalu menidurkannya ditempat tidur sambil melepaskan sepatu jongin setelah selesai ia pun menyelimuti jongin. Minyoung menatap jongin yang tertidur tenang membuat minyoung tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Ia pun memberanikan diri mengelus rambut hitam jongin.

“apakah aku mulai menyukaimu?”gumang minyoung menatap lekat jongin yang masih tertidur. Tanpa minyoung tau bahwa sebenarnya jongin telah bangun tetapi, ia membiarkan minyoung.

-Always,Waiting you-

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

*Jangan lupa Commen chingu^^*

 

Author: cloversart

only an imagination that developed and written into a story

One thought on “[Two Shoort] Always,Waiting You Chapter 1/2

  1. bagus thor, aku tunggu lanjutannya…😀

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s