EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Are You Happy?

2 Comments

are-you-happy

Title : Are You Happy?

Author : DkJung

Casts :

  • [EXO] Lu Han
  • [OC] Ren Jia Rui

Genre : Romance

Rated : Teen

Length : Drabble

Poster : Ettaeminho

Disclaimer : inspired from a photo on tumblr.

 

 

~*~

Aku hanya ingin tahu, apa kau bahagia, Ren Jia Rui?

~*~

Seperti biasanya, Luhan berangkat ke sekolahnya dengan berjalan kaki. Sebenarnya, jarak rumahnya dengan sekolah lumayan jauh jika harus ditempuh dengan langkah kakinya. Tetapi, ia memutuskan untuk berhenti menaiki motor sportnya. Rasanya hampa sekali jika menaiki motor itu tanpa ada yang duduk di belakangnya. Sosok yang selalu memegang erat pinggangnya. Sosok yang selalu menemani perjalanannya, hingga tidak pernah terasa bosan seperti saat ini.

“Bagaimana kabarmu sekarang?” gumamnya lirih.

Luhan menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah rumah bertingkat. Ditatapnya nanar rumah itu. Sosok yang sudah pergi meninggalkannya, berada di dalam rumah itu, bersama lelaki lain. Oh, bukan. Bukan hanya lelaki biasa, tetapi tunangan yang dipilihkan oleh orang tuanya.

Seandainya saja, Luhan bisa memutar waktu, pasti semua ini tidak akan terjadi.

 

Flashbask

“Luhan! Ayo kita beli es krim di seberang sana!” seru Jia Rui sambil mengayun-ayunkan lengan Luhan yang digenggamnya.

“Kau ini, kita kan baru saja selesai makan tadi.”

“Tapi aku masih ingin makan es krim! Kita beli, ya?”

“Ren Jia Rui, kita baru saja makan tadi. Lagi pula kendaraan yang lewat sangat kencang, akan kesulitan untukmu menyebrang.”

Jia Rui menggelengkan kepalanya. “Aku bisa, lihat saja!”

Jia Rui melepaskan genggamannya dari lengan Luhan lalu berjalan mendekati trotoar. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Ketika merasa jalanan sudah lengah, Jia Rui mulai melangkahkan kakinya untuk menyebrang. Hingga tanpa ia sadari, sebuah mobil mini bus melaju kencang hingga menghantam tubuhnya.

“REN JIA RUI!!!”

End of Flashback

 

 

Sejak kejadian itu, Luhan tidak lagi dibolehkan untuk bertemu Jia Rui. Ia merasa bersalah dan amat bodoh. Bagaimana bisa ia membiarkan Jia Rui menyebrang sendirian sementara gadis itu tidak terlalu lancar menyebrang? Sungguh, jika ia bisa meminta, ia sangat ingin memutar waktu. Waktu di mana Jia Rui masih mengenalnya, mencintainya, selalu ingin bersamanya, dan Jia Rui yang masih bisa melihatnya. Bukan Jia Rui yang sekarang, Jia Rui yang sama sekali tidak bisa tahu siapa itu Luhan.

Ingin rasanya Luhan menangis. Kalaupun kali ini ia menangis, tangisan ini bukanlah tangisan yang pertama. Sudah banyak air mata yang terbuang hanya karena sosok Ren Jia Rui.

Luhan kembali menatap rumah tingkat itu. Di balkon rumah itu, sepasang kekasih sedang menikmati udara segar. Kekasih lelaki itu, dulunya adalah kekasihnya. Kekasih yang karena kebodohannya sampai bisa terlepas darinya, Ren Jia Rui.

“Sejuk sekali, bukan?” tanya si lelaki. Percakapan keduanya dapat ditangkap oleh telinga Luhan.

“Iya.Aku suka udaranya, rasanya sejuk,” jawab Jia Rui.

“Kalau begitu, kau bisa menikmati udara di sini setiap pagi.”

“Benarkah?”

Lelaki itu mengacak pelan rambut Jia Rui lalu mengecup kening gadis itu. Luhan mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Adegan seperti itu tidak patut dilihatnya. Ia pun membalikkan tubuhnya, memutuskan untuk membelakangi pasangan kekasih yang tampak bahagia itu. Bahagia? Mungkin. Luhan tidak pernah tahu.

“Apa kau mencintainya, Jia Rui?” gumamnya. “Karena aku, masih sangat mencintaimu.”

Lamunan Luhan mendadak buyar begitu seorang gadis menepuk bahunya.

“Kenapa diam si sini? Kau bisa terlambat.” ucapnya.

“Aku, aku…”

Gadis itu mengerutkan dahi. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke segala arah hingga menemukan Jia Rui dan kekasihnya, Tao, sedang berdua di balkon rumah itu.

“Kau melihat mereka? Kenapa kau justru melihat yang seharusnya tidak kau lihat?”

“Tiao Ning, kau duluan saja.”

“Kenapa kita tidak berangkat bersama saja? Ayo!”

“Aku masih–“

“Untuk apa terus menerus di sini? Kau ingin berlama-lama menyakiti mata dan hatimu? Aku tahu kau cemburu melihat mereka! Tidak ada gunanya kau terus di sini!”

Luhan mencoba untuk memahami perkataan sahabatnya itu. Memang ada benarnya, untuk apa ia terus ada di sini jika hanya akan menyakiti hatinya?

“Baiklah, ayo kita pergi.”

Akhirnya, Luhan pun memilih untuk pergi ke sekolah bersama Tiao Ning. Meninggalkan Jia Rui bersama kekasih barunya.

“Tao, suara siapa itu?” tanya Jia Rui yang tak sengaja mendengar percakapan Luhan dan Tiao Ning.

“Bukan siapa-siapa, hanya anak sekolahan yang melintasi rumah kita.”

“Apa dia Luhan? Aku seperti hafal suaranya.”

“Kenapa kau terus membicarakan Luhan? Sekarang, akulah tunanganmu. Luhan hanya orang yang mencelakaimu hingga amnesia dan buta seperti ini! Bagaimana bisa kau mengingatnya?”

“Tao! Jangan bicara seperti itu!”

~*~

Sementara itu, selama perjalanan ke sekolah bersama Tiao Ning, Luhan terus menoleh ke belakang, seolah tidak sanggup meninggalkan Jia Rui bersama Tao.

Aku hanya ingin tahu, apa kau bahagia, Ren Jia Rui?

 

END

 

Leave your comment juseyo~^^

 

 

Author: DkJung

cheerful

2 thoughts on “Are You Happy?

  1. keren ..
    kasian Luhan ..
    keep writing yah^^

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s