EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Two Shoort] Always,Waiting You Chapter 2/2

1 Comment

5109639260_0a1ba5dee4_z_large1

 

Tilte : Always,Waiting you

Author : cloversart

Cast : Lee Minyoung

Kim Jongin

And other cast

Genre : School life,Romance

Duration : Two shoort

Rating : PG-14

Disclaimer : cast hanya milik tuhan,orang tua,menejemen. FF ini miliku, jika ada kesamaan cast,alur dan lain sebagainya itu bukan unsur plagiat. Tetapi,ketidak sengajaan ini asli pemikiranku sendiri.

 

A/N : Annyeong ini ff pertamaku. Maaf jika banyak typo dan alurnya absurd dan kecepetan 😀. Pada saat flashback aku memakain nama kecil jong in yaitu kai tetapi,saat sudah flashend aku pakai nama jongin. No,Silent Readers:)

 

Happy Reading”

Sinar matahari menerobos masuk melalui cela-cela jendela membuat seseorang didalam sana harus menyesuaikan sinarnya. Setelah mengumpulkan kesadaran penuh, yeoja itu melihat jam yang terletak dimeja naskannya.

“Omo,Aku terlambat”ucap minyoung-yeojaitu- yang langsung berlari kekamar mandi. Setelah cukup untuk bersiap-siap, ia keluar dari kamarnya lalu menghampiri keluarganya yang telah berada dimeja makan.
“pagi appa,eoma,oppa jelek”ucap minyoung mengejek donghae yang sedang minum membuatnya tersendat.

“yak!”teriak donghae, minyoung hanya mengabaikan teriakan oppanya

Setelah sarapan selesai, ia melihat alojinya dan terkejut bahwa sekolah akan dimulai 30 menit lagi. Kalau ia naik bis, ia akan telat. Terpaksa ia harus memintak donghae untuk mengantarnya.

“oppa, jebal antarkan aku dong. Aku telat nih”melas minyoung. Tetapi,donghae tak mengubris perkataan minyoung ia malah menghabiskan rotinya yang masih setengah

“oppaku yang ganteng,jebal”melas minyoung, tetapi donghae masih terdiam

“donghae-ya”tegur nyonya lee

“ne,aku akan mengantarmu sebelum mengantarmu aku ada satu permintaan?”ucap donghae mengeluarkan seringan misterius

Minyoung mengenyit dahi melihatnya

“apa itu?”

“kau harus memanggilku oppa yang paling ganteng sedunia keras-keras saat kita berjalan kesekolahmu,bagaimana?”tawar donghae

“yak”kesal minyoung

“kalau kau tak mau juga tak apa-apa”

“ah,baiklah. Kajja kita pergi aku bisa telat nantinya”

Donghae dan minyoung pun menaiki motor sport donghae. Minyoung menjakankan perintah donghae yang harus berteriak seperti orang gila.

“lee donghae adalah oppaku yang terganteng sedunia”teriak minyoung, donghae yang mendengarnya hanya tersenyum geli bisa mengerjai adiknya itu.

Beberapa menit dalam perjalanan akhirnya minyoung dan donghae sampai disekolah. Mereka menjadi pusat perhatian sekarang yang membuat minyoung mengenyit dahi melihatnya.

“minyoung-a”panggil min ah mendengkati minyoung dan donghae

“eoh,donghae oppa annyeong”sapa min ah

“annyeong,min ah-ya. Kalau begitu oppa pergi dulu”sahut donghae memasangkan kembali helemnya lalu menjalankan motor sportnya

Tanpa mereka ketahui,kalau Jongin melihat itu hanya bisa tersenyum miris.

 

*Always,Waiting you*

 

Minyoung berjalan berdua dengan min ah menujuh kelas. Saat akan masuk kedalam seseorang menghentikan mereka.

“minyoung-a”ujar orang itu adalah jongin

“aku duluan young-ya”ucap min ah memasuki kelas

Minyoung mengangguk lalu menatap jongin

“ini aku mengembalikan jaketmu yang tertinggal kemarin,gomawo”sahutnya menyerahkannya

“ne”ucap minyoung tersenyum

“hmm…minyoung-a,apa yang tadi mengantarmu adalah pacarmu?”tanya jongin terbata-bata

Minyoung melihat jongin lalu,mengeluarkan senyum jahilnya

“memang kenapa?”tanya minyoung

Minyoung melihat perubahan wajah jongin

“kau cemburu ya?”goda minyoung.

“andwea”elak jongin gugup

“kalau tidak,kenapa wajahmu memerah?”

Seketika jongin terkejut lalu memalingkan wajahnya, minyoung tak bisa menyembunyikan senyum gelinya

“yak! Jongin-ya, mana mungkin aku pacaran dengan oppaku sendiri. Hahaha”ucap minyoung tertawa melihat jongin seperti itu. Mendengar perkataan minyoung membuat jongin tenang lalu menatap minyoung yang masih tertawa

“yak! Berhenti tertawa”teriak kesal jongin.

“ne,ne”ucap minyoung berhentikan tawanya

“nantiku tunggu diparkiran”ucap jongin

Minyoung menangguk,jongin pun berbalik untuk pergi kekelasnya

Disaat itu kristal menatap benci minyoung.

“awas kau,lee minyoung”desis kristal

 

*always,waiting you*

 

Jam istirahat

“akhirnya,pelajaran guru killer itu seselai juga”ucap min ah berjalan menghampiri minyoung yang masih membereskan bukunya

“min ah,kajja kita kekantin”minyoung pun menarik min ah menujuhkan kantin sekolah yang telah ramai. Minyoung mencoba mencari tempat kosong untuk meraka. Minyoung dan min ah pun berjalan kearah bangku tersebut.

“young-a,mau pesan apa?”tawar min ah

“hmmm,kue abon sama jus jeruk saja”min ah pun tersenyum lalu berjalan memesan makan

Sesaat min ah sedang memesan makanan,tiba – tiba seseorang menyiram minyoung yang membuat bajunya basah, minyoung pun berbalik untuk melihat pelakunya.

“yak,kenapa kau menyiramku”bentak minyoung

“itu akibatnya mendekati jongin”ucap kristal sinis

Min ah yang telah selesai memesan makan,terkejut dengan keadaan minyoung yang basah kuyup

“yak,apa yang kau lakukan,huh?”ucap min ah ke kristal

“bukan urusanmu”sahut dingin kristal lalu menghampiri minyoung

“sekali lagi kau mendekati jongin kau akan tau akibatnya nanti”

“apa urusanmu melarangku,huh?”ucap minyoung sinis”dia saja tak suka denganmu”

Kristal yang tak tahan lagi mendorong minyoung hingga punggungnya mengenai gelas yang diatas meja lalu pecah mengenai tangan dan kakinya,membuat semua orang terkejut termasuk seseorang yang baru memasuki kantin pun terkejut lalu menghampiri mereka.

“yak!apa yang kau lakukan,huh?”bentak seseorang itu adalah jongin

“aku hanya memberikan pelajaran kepada yeoja ini yang telah berani mendekatimu”

“apa urusan mu melakukannya,huh?”ucap kesal jongin lalu menghampiri minyoung yang masih terduduk memegangi kakinya yang berlumuran darah.

“gweancana?”sahut jongin,Minyoung hanya mengangguk menjawab pertanyaan jongin. Jongin pun mengendong minyoung menujuh ruang kesehatan sebelum meninggalkan kantin,ia menatap kristal dengan dingin lalu mengalihkan pandangannya kearah sehun

“sehun-ya”panggil jongin

“ne,hyung”

“katakan pada pelatih kalau aku akan telat datang”sahut jongin berjalan keluar kantin

“ne,hyung”

Ruang kesehatan

Setelah sampai diruang kesehatan,jongin membaringkan minyoung diatas tempat tidur lalu mengambil kotak P3K

Jongin pun membersihkan luka tersebut lalu mengoleskan obat luka yang membuat minyoung meringis pedih

“miane”ucap jongin setelah selesai memasang perban pada kaki dan tangan minyoung

“untuk apa?”sahut minyoung bingung

“karena aku kau jadi seperti ini”sesal jongin

Minyoung yang melihatnya hanya tersenyum,lalu berucap”aniyo,ini bukan salahmu kok,gomawo sudah menologku”

Jongin pun membalas senyum minyoung

“ne,kalau begitu aku pergi dulu. Setelah pulang sekolah nanti aku antar kau pulang”sahut jongin dibalas anggukan minyoung

 

*always,waiting you*

Jam pulang pun tiba,seluruh siswa menghambur keluar kelas termasuk jongin yang langsung menujuh ruang kesehatan dan menghampiri minyoung yang masih memejamkan mata.

Jongin yang melihatnya tidak tega membangunkannya ia hanya menatap lama minyoung yang terlelap. Setelah menatap cukup lama akhirnya jongin membangunkan minyoung karena waktu sudah sore

“young-a”panggilnya lembut

Minyoung pun mengerjapkan mata mengumpulkan nyawa,setelah merasah sadar ia pun menatap jongin

“weayo?”

“ayo,pulang”

Minyoung mengangguk saat akan berjalan ia tampak kesusahan,jongin yang melihatnya berjongkok didepan minyoung

“naiklah”ucapnya

Minyoung yang masih bingung hanya diam tanpa melakukan apapun yang membuat jongin menatap kebelakang.

“minyoung-a,ayok”sahut jongin lembut

Minyoung pun mengangguk lalu  mengalungkan tangannya keleher jongin,minyoung bisa mencium bau khas jongin.

 

Jongin POV

Saat akan berjalan keparkiran,aku melihatnya berjalan dengan susah payah,aku merasah kasih akhirnya aku putus kan untuk mendukungnya. Aku bisa merasahkan deru nafasnya dengan jarak sedekat ini yang membuat jantungku berdetak tak karuan. Saat setalah sampai diparkiran aku mendudukinya karena saat  ini ia tertidur,tanpa sengaja aku menyenggol jaket yang ia pegang jatuh. Aku mengambil jaket itu yang ternyata terdapat sebuah kalung yang sangat aku kenal,aku menatapnya kalung itu lama.

“apa kau sakura?”ucapku tak bisa menyembunyikan senyumku. Aku menatapnya, entah mengapa perasaanku saat ini campur aduk. Akhirnya aku pun mengantarkannya pulang.

Setelah 20 menit untuk mengantarkannya, aku pun membangunkannya

“minyoung-a”panggilku

ia mengerjapkan mata lalu menatapku

“kita sudah sampai,sini aku bantu”ucapku lembut sambil memapahnya keluar dari mobil lalu menujuh rumahnya.

Aku memencet bell,saat pintu terbukak keluar lah kakaknya yang terkejut melihat kaki dan tangan adiknya yang diperban

“omo,ada apan denganmu,young-a?”ucapnya terkejut

“aku terjatuh”bohongnya. Aku yang melihatnya tak percaya bahwa ia berbohong

“jongin-a,gomawo”aku pun mengangguk,aku pun pamit untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang, aku pun memikirkan minyoung yang membuat konsentrasiku hilang. Aku pun meminggirkan mobil lalu mengeluarkan kalung pasangan dan menatap lama kalung itu

“kau selama ini yang aku cari tetapi aku tak menyadarinya. Sakura maafkan aku yang tak bisa menepati  janjiku padamu”sahutku tanpa terasah air mataku jatuh”maafkan aku yang membuatmu sakit karenaku”

Normal POV*

Hari demi hari pun berlalu,minyoung merasah ada sesuatu yang membuatnya bingung. Jongin yang selama ini sering tersenyum padanya menjadi dingin kepadanya. Pada seseuatu ketika saat dikantin ia menyapa jongin yang hanya ditanggapi jongin tatapan dingin.

Minyoung pun memutuskan ingin menanyakan sesuatu pada jongin,ia pun menunggu jongin diparkiran sampai akhirnya seseorang yang ditunggu pun keluar. Sesaat jongin akan menujuh mobilnya ia melihat minyoung menunggunya diparkiran, ia menguatkan hatinya agar tak tersenyum lalu berjalan menujuh mobilnya

“jongin-a”

“wae?”sahut jongin dingin

“kenapa kau menjahuiku?”

“bukannya urusan kita sudah selesai?”jongin tersenyum sinis walaupun hatinya sakit saat mengucapkan itu

“ah,begitu. Terima kasih,atas semua bantuanmu.kalau begitu aku permisi”minyoung berjalan kehalte depan sekolah dengan perasaan sakit

Berbeda dengan jongin, ia memandang kepergian minyoung dengan sedih hingga air matanya yang ia tahan pun turun.

Minyoung yang telah sampai dirumah, saat akan menaiki tangga ia dipanggil oleh kedua orangtuannya

“young-a,kesini sebentar appa ingin mengatakan seseuatu”ucap tuan lee

“ne,appa”minyoung pun duduk berhadapan dengan kedua orang tuannya,ia meringis ngeri melihat tatapan tajam dari ayahnya itu. Sebelum mengatakan sesuatu tuan lee menarik nafas panjang lalu membuangnya pelan

“kapan ujian kelulusanmu?”tanya tuan lee

“minggu depan”

“baiklah. Young-a,appa menjodohkanmu sesudah kelulusan itu”perkataan itu seperti sebuah petir yang saat ini menimpa minyoung

“maksud appa?”ucapnya bergetar

“sesudah kelulusanmu appa akan menjodohkanmu dengan seseorang teman lama appa”ucap tuan lee “sepertinya tidak ada lagi yang harus appa katakan,istirahatlah”tuan lee beranjak dari duduknya menujuh kamarnya,tinggal lah nyonya lee dan minyoung, ia menatap ibunya meminta bantuan untuk membantalkan perjodohan ini, tetapi yang ia dapat kan hanya tatapan pasrah. Minyoung pun berjalan kearah kamarnya dengan air mata yang tak bisa dibendung lagi.

Minyoung POV

Setelah mendengar perkataan appa yang sangat membuat perasaanku tamba tempuruk yang aku lakukan hanyalah menangis melihat kejadian hari yang membuat hatiku sakit. Sampai akhirnya aku tertidur dengan kepiluan ini.

Minyoung POV End

*always,waiting you”

 

2 minggu kemudian

Setelah kejadian 2 minggu itu, minyoung dan jongin jarang bertemu. Yang minyoung tau dari teman jongin, kalau jongin selama ini tidak sekolah, ia sedang mengurusi perusahaan ayahnya dijeju dan akan pulang pada saat pesta perpisahan ini. Seperti hari ini tepatnya perpisahan, minyoung mengunakan dress putih bermotif bunga dibagian bawahnya,rambut yang bergelombang digerai bebas,sepatu flat warna putih dan make up yang natural yang membuat semua orang terkejut dengan penampilan itu.

“omo,young-a”ucap min ah yang terkejut dengan penampilan temannya itu

“waeyo?”tanya minyoung

“aniyo,kau tampak cantik hari ini. Young-a,bogoshipoyo”sahut min ah memeluk minyoung, yang dipeluk tampak bingung dengan kelakuan sahabatnya itu.

“seperti tak bertemu lama saja. Bukan kah kita sering bertemu”minyoung terkekek geli melihat sahabatnya itu. Min ah hanya mengembungkan pipiya lalu berucap”aku akan pergi ke inggris. Apa kau tak akan merindukan ku?”

Minyoung terkejut dengan ucapan itu

”inggris?”

“hmmm,aku dapat baesiswa pergi kesana untuk belajar desainer”minyoung tak bisa menyembunyikan rasa senangnya, akhirnya temannya bisa mencapai cita-citanya

“chukae,min ah ayo kita kesana sepertinya acarannya akan dimulai”ajak minyoung menarik min ah kesana.

Tampak semua orang sudah berkumpul. suara teriakan yeoja yang membuat minyoung melihat arah itu, ia terpaku melihat kedatangan seseorang yang sangat ia rindukan selama ini, ia lah seseorang itu kim jongin dan temannya.

Jongin dan teman- temannya menghampiri min ah dan minyoung yang masih menatap mereka, sampai akhirnya sebuah suara ketua osis menyadarkan mereka.

“selamat malam,semua”ucap park chanyeol-ketua osis-

“malam”ucap semuanya

“sepertinya semuanya sudah berkumpul. Acara perpisahan ini kita didatangi oleh seseorang Presdir muda yang akan dijodohkan dengan seseorang diantara kalian”ucapan chanyeol membuat semua orang berbisik-bisik mencari siapa seseorang itu. Minyoung menatap jongin.

“apakah kalian tau siapa seseorang itu?”sahut park chanyeol,semua orang sibuk mencari siapa seseorang itu, kecuali minyoung dia terus menatap jongin sampai akhirnya ia mengatakatan sesuatu

“apakah kau dijodohkan dan kau juga presdir itu?”entah mengapa minyoung mengatakannya bergetar sampai air matanya turun. sebelum jongin mengatakannya minyoung sudah berlari keluar yang membuat semua orang melihatnya bingung. Min ah yang ada disamping minyoung tadinya berusaha memanggil temannya itu.

“minyoung-ah”

“biar aku saja yang mengejarnya”ucap jongin lalu mengejar minyoung yang entah berlari kemana

Jongin POV

Akhirnya yang aku takutkan terjadi juga,aku berusaha mencarinya. Sampai akhirnya langkaku terhenti saat melihat seseorang yeoja yang terduduk dibangku taman, aku pun menghampirinya

“boleh aku duduk disini?”ucapku. ia hanya membalasnya dengan anggukan kepala. Beberapa menit berlalu dengan keheningan ini yang membuatku akhirnya berucap untuk memecahkan keheningan

“aku pernah bertemu dengan seseorang yeoja kecil yang manis dan cantik, aku melihatnya menangis karena tak mempunyai teman. Sampai akhirnya aku bermain dengannya. Selama beberapa hari bermain dengannya membuatku menyukainya…”aku menghentikan ucapan itu lalu menatap minyoung yang sedang menatapku”tetapi,aku harus pergi karena perkejaan ayah yang harus mengurus perusahan  dilondon. Sebelum meninggalkannya aku memberikan sesuatu untuknya,tetapi ia tak bisa menjaga pemberianku”aku mengeluarkan kalung itu. Ia tampak terkejut melihat aku mengeluarkan kalung itu.

“kalung itu?”ucapnya tak percaya

“ini kalung yang aku berikan kepadamu 9 tahun lalu,sakura”ucapku. Ia tertunduk terisak,aku mengangkat kepalanya lalu menatap manik matanya aku pun menghapus air matanya

“akhirnya yang selama ini seseorang yang aku adalah kau”aku pun memeluknya menengkannya dengan mengelus rambutnya.

Jongin POV End

Selama beberapa menit dengan posis seperti itu,akhirnya jongin melepaskan pelukan itu

“jangan mengangis lagi”ucap jongin. Minyoung mengangguk lalu menatap jongin

“kai-ya,apakah kau akan dijodohi?”tanya minyoung.  Jongin hanya tersenyum misterius

“kau akan tau siapa nantinya. Ayo kita masuk,pasti min ah akan khawatir denganmu”jongin pun mengandeng tangan minyoung masuk kedalam.

Saat masuk kedalam aula,semua orang menatap mereka berdua dengan tatapan tanda tanya. Jongin membawak minyoung keatas panggung yang membuat minyoung bingung.

“kita mau kemana?”bisik minyoung,tetapi tak digubris jongin.

“hyung”panggil jongin pada chanyeol,lalu membisikan sesuatu. Setelah mengerti chanyeol pun tersenyum lalu berkata

“semuanya dengarkan baik-baik, ada yang akan disampaikan oleh tuan kim jongin”setelah berkata seperti itu, chanyeol memberikan Mc pada jongin.

“aku ingin memberikan berita kepada kalian semua”ucap jongin yang membuat semua bertatapan penasaran semua orang “aku akan dijodohkan dengan….”ucapnya terhenti lalu menatap minyoung yang ada disampingnya”lee minyoung”

Perkataan itu membuat semua orang diaula itu hebo,semua fans jongin berteriak histeris melihat idola mereka akan bertunangan dengan lee minyoung murit prestasi itu.

Minyoung yang mendengar terkejut, ia senang namja yang akan dijodohkannya adalah kim jongin.

“kau tau dari mana kalau aku dijodohi?”ucap minyoung

Jongin pun tersenyum lalu menceritakan ia tau dari mana calon tunangannya adalah minyoung.

Flashback

Beberapa minggu sebelum perpisahan kelulusan,tampak seseorang namja yang berpakaian kasualnya yang hanya menggunakan sweeter hitam dan celana jeans itu berjalan kearah ruang tamu yang sedang ramai karena ada tamu kedua orang tuanya yang baru pulang dari landon.

“jongin-a”panggil wanita paru baya kepada anaknya

“ne,eomma”jawab jongin. Jongin menghampiri eomma dan appanya

“apakah kau masih ingat dengan mereka?”tanya appa jongin

Jongin menggeleng kepada tanda tak mengingat apapun. Seseorang wanita disamping nyonya kim tersenyum melihat jongin

“wah,kai kecil sudah didewasa,bukan?”ucap wanita itu. Semua orang tersenyum melihatnya. Jongin yang diam terpaku berusaha mengingat,akhirnya ingat pada sesuatu.

“apakah anda orangtuannya sakura?”tanya jongin memastikan,Keduannya mengangguk.

“akhirnya kau menginggatnya juga”ucap tuan kim

“jadi,perempuan yang akan dijodohkan denganku adalah sakura?”tanya jongin kepada appanya, Semua orang mengangguk.

Jongin yang mendengarnya sangat senang,bahwa perempuan yang ia sukai yang akan menjadi jodohnya.

Flashend

“jadi dari sanalah aku tau bahwa kau adalah perempuan itu. Minyoung-ya,saranghae, terima kasih telah menungguku”ucap jongin tersenyum kearah minyoung yang disampingnya

Minyoung tak bisa menyembunyikan senyum senangnya”Nado,terima kasih juga telah mencintaiku”

Jongin mendekat kearah minyoung lalu mencium kening minyoung dan setelah itu mereka pun tersenyum bersama.

 

 

THE END

Annyeong ^^

Akhirnya selesai juga ff ini #hapuskeringet:D

Terima kasih banget sama readers yang telah baca dan komen ff ini. Aku seneng liat respon kalian tentang ff absurd ini membuatku bersemangat untuk lanjutkannya, terima kasih semuanya. maaf atas keterlambatan ngepostnya😀

 

©Cloversart

Author: cloversart

only an imagination that developed and written into a story

One thought on “[Two Shoort] Always,Waiting You Chapter 2/2

  1. nicccccccccceeeeeeeeee…….

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s