EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Oppa You’r My Everything

4 Comments

oppa your my everything

 Tittle: Oppa you’re my everything
Author: @leesinhyo
Main cast : Sunkyu , Luhan
Suport cast: Sehun ,All EXO member, other find by your self
Length: Oneshoot
Genre: Family,Sad,romance
Rating: T
Disclaimer: Annyeonghaseyo… author kembali dengan FF abstrak author. Oh ya yang belum baca three heart for you yang ke hapus nanti author buat lagi pokoknta intinya kayak yang waktu itu.Sekarang author buat yang ini dulu. Sorry for TYPO yang banyak mungkin…Anggap aja member exo lebih tua ya….. okeh cekidot!


.
.
.
.
.

Author pov

Namanya Lee Sunkyu gadis berparas manis yang tidak suka namanya. Dia mengubah namanya menjadi Sunny sejak umur 7 hingga kembali menjadi Sunkyu saat ia berumur 11 tahun. Saat itu ia mulai menghargai nama yang orangtuannya berikan. Karena ada sebuah tragedi yang terjadi saat itu. Ia memiliki seorang oppa, namanya Xi Luhan, saudara kadung satu-satunya Sunkyu. Xi Luhan semata wayang menjaga serta melindungi Sunkyu sejak umur 11 tahun , sendirian! Luhan tak pernah lelah bekerja, bersekolah, menjadi eomma, appa dan oppa sekaligus. Seorang oppa yang menakjubkan bagi Sunkyu. Mereka berdua harus hidup sendiri, saling membantu,dan harus kuat mengahadapi apapun yang terjadi. Sekalipun mereka sering sekali beradu mulut, namun mereka tetap saling menyayangi.

FLASH BACK – SUNKYU POV

Hari itu sangat menegangkan, aku di antar Luhan oppa ke sekolahku. Ya! Aku masih duduk di sekolah dasar. Hari ini adalah hari kelulusan, hari yang menegangkan, menyedihkan dan menggembirakan. Mengapa oppa yang mengantarku, itu karena eomma dan appa sedang pergi ke Kuwait, dan akan pulang sore ini. Oppa sudah berjanji kepadaku, jika aku masuk ke peringkat tiga besar aku akan ditraktir makan dan dibelikan benda apapun yang aku mau. Oppa keluar dari SMP dengan nilai yang luar biasa memuaskan, aku akan malu jika nilai ku tak imbang dengannya.
Aku sudah memegang rapot kelulusanku dengan erat, ku buka perlahan.Dan……. Sungguh mengejutkan aku dapat peringkat kedua. Aku meloncat girang sambil membentuk kata Yeay di mulutku, namun tak bersuara, karena aku masih berada di dalam kelas. Dengan bangga aku keluar dari kelas. Aku mencari seseorang, dan akupun menemukannya di taman sekolah, ya itu Luhan oppa!
“Luhan oppa…….”Aku berteriak agak kencang agar dia dapat mendengar teriakkanku.
“Ne! kemarilah… kau pasti ingin memberitahukan hasilnya”
Aku berjalan menuju ke arahnya sambil bersenandung ria. Aku sudah membayang-bayangkan, malam nanti makan malam di restaurant mewah berhias lilin cantik bersama eomma, appa dan oppa. Akupun duduk di sebelahnya.
“Oppa janjimu harus kau tepati Ne! Aku mendapat peringkat DUA! YEAY!! Makan malam…..I’m coming…”Aku meloncat gembira.
“Ya… aku tau, tapi kau harus bersikap layaknya perempuan di restaurant nanti. Jangan sampai kau membuat sekeluarga malu…”Ucapnya agak judes, kemudian tertawa.
“Sekacau kah itu diri ku oppa! Kalau aku begitu, apalagi dirimu tukang ngupil yang bisa tidur dimana-mana… “Aku tak mau kalah dengannya, meskipun dia oppaku tapi aku merasa biasa saja memperlakukannya seperti itu , toh! Dia juga memperlakukan adiknya seperti ini.

000

Aku sedang berada di rumah, menunggu oppa. Katanya oppa ingin menjemput eomma dan appa di bandara. Aku tak boleh ikut, katanya hanya membuat repot. Aku selalu saja menyusahkan baginya, tapi menurutku sih! Tidak sampai segitunya….
Waktu sudah mulai dimakan oleh detik, kemudian ke menit lama kelamaan menjadi jam. Pukul 4 sore seseorang mengebel rumahku. Aku sudah menebak siapa itu, aku yakin itu oppa, eomma dan appa. Aku beranjak dari posisi dudukku dan segera berlari menuju pintu. Saat aku membuka pintu yang kulihat bukanlah eomma dan appa, melainkan oppa Luhan bersama 11 teman sejatinya yang biasa disebut geng EXO itu.
“Dimana eomma dan appa…?”Aku menanyakan pertanyaan itu. Aku bingung mengapa tidak ada mereka bersama oppa Luhan. Tapi oppa Luhan tidak menjawab juga, mukanya gelisah dan sangat murung.
“Baiklah silahkan masuk dulu… biar lebih nyaman bukan..”Aku tetap berkata dengan santai, seceria biasanya. Aku menunjukan bahwa aku tidak ingin tau apa yang sedang terjadi, walaupun penasaran telah memenuhi seluruh otakku.
“Jadi….. mana eomma dan appa? Kenapa ada oppa-oppa exo disini? Apa kalian membuatkan kejutan untukku huh!?”Pertanyaan yang kulontarkan tak ada hentinya.
Tiba-tiba oppa Luhan memelukku, aku baru merasakan pelukkan yang begitu hangat seperti ini selain pelukkan eomma.
“Eomma dan appa……”Luhan oppa mulai berbicara, tapi terputus. Suaranya seperti menahan isak tangis yang begitu mendalam. Suaranya pun bergetar hebatnya.
“Ada apa dengan mereka ber-dua oppa…?”Aku mulai ikut gelisah. Raut mukaku berubah drastis. Rasa penasaran mulai membunuhku.
“Eomma dan appa mu Sunnyssi…. Telah…”Sehun oppa mulai menuturkan penjelasan dan lagi-lagi tersendat. Wajahnya menunduk, bisaku lihat rasa sedih juga menghantui dirinya.
“Ada apa sebenarnya….!?”Aku melepas pelukkan oppa Luhan. Aku agak Gerang karena ucapan mereka selalu terpotong.
“Sunnyssi.. appa dan eomma mu sudah ti…tiada…”Ucapan Xiumin oppa membuat mataku membulat. Air mata mulai jatuh di pipi halusku. Beberapa menit keadaan hening, aku memandangi foto keluarga yang terpampang di ruang tamu itu. Kuperhatikan detail wajah satu persatu kedua orangtuaku.
“Jangan bercanda ya…Itu sungguh becandaan yang tidak lucu! Jangan membohongi ku!”Aku agak kasar membentak. Tapi air mata tak hentinya mebasahi kedua pipi chubby ku.
“Sabar Sunnyssi…”Kris oppa mencoba menenangkanku, tapi tak berbuah hasil apapun.
“Luhan oppa… kau bercanda bukan? mana mungkin appa dan eomma meninggal! Kalian benar-benar pintar bersandiwara ” Aku tersnyum kecut, sambil menahan air mataku yang terus meronta keluar
“Sunny… itu benar besok mereka akan dimakamkan.. Kita harus tabah”Luhan oppa menjawab dengan lesu sambil mengelus rambutku pelan.
Kepalaku menunduk, aku mengerti sekarang itu benar-benar terjadi. Para oppa-oppa EXO menyemangatiku, mereka menunjukan kasih sayang yang besar untukku. Aku masih sangat kecil untuk ditinggal mereka. Aku masih sangat banyak memerlukan kasih sayang dan perhatian mereka. Hidup ini tidak adil! Mengapa aku yang masih renta dan rapuh ini harus ditinggal oleh kedua orang tuaku ,mengapa? Hal it terus masuk kedalam otakku.

000

Aku berada tepat disebelah tempat peristirahatan terakhir orangtuaku. Aku menatapnya, kemudian memaksakan diriku untuk mulai tersenyum. Para pelayat yang datang mulai pergi dari tempat itu. Tapi aku tak merasa bosan di tempat itu. Aku duduk di sebelah kedua nisan itu. Oppa Luhan dan oppa Exo masih setia menemaniku. Aku memulai mengucapkan kata – kata yang memang terdengar sesenggukan dan sangat parau.
“Annyeong appa.. eomma… aku merindukan kalian…. Sangat merindukan kalian… benar-benar bukan candaan kalau aku sangat merindukan kalian.”Senyum mulai tersungging kembali di wajahku. Para ke-12 oppa ikut duduk melingkari tempat peristirahatan terakhir itu.
“Padahal tadi malam oppa Luhan ingin mengajak kita makan malam di restaurant..Sayang tidak jadi, aku yakin eomma dan appa pasti marah karena dia belum menepati janjinya….. Ya! Itu karena aku mendapat peringkat dua! Hebat bukan…?!”Mereka(oppa-oppa exo + Luhan oppa) melihatku lalu tersenyum. Oppa Luhan merangkul bahuku.
“Tenang… appa dan eomma tak perlu khawatir, aku janji akan mentraktirnya. Aku juga berjanji akan menjaga Sunny hingga besar nanti..”Ucapnya ikut tersenyum.
“Appa,eomma aku akan mengganti namaku.. boleh kan! Jadi namaku adalah Sunkyu!”Aku tersenyum bahagia Sehun oppa ikut merangkul pundaku. Ya! Dia oppa EXO yang paling dekat denganku.
“Ahjussi dan ahjumma tak perlu khawatir, aku juga akan membantu Luhanhyung untuk melindungi, SUNKYU!”Nama baruku tertekan keras dalam ucapannya. Aku memandangnya lalu tersenyum, senyum manis yang memang biasa terpajang di wajahku.
“Ne! kami juga akan menjaganya!”Serempak ke 10 oppa lainnya mengiyakn perkataan Luhan oppa dan Sehun oppa.
“Kamsahamnida…..Oppa! Saranghae..”Aku mulai menatap satu per satu wajah tampan mereka yang sekarang sedang tersenyum memandangku. Akupun meninggalkan eomma dan appaku yang sudah bahagia disana. Berjalan pulang beriringan bersama ke-12 oppaku.
Sekarang aku sudah tak merasa sedih lagi. Jika aku sedih kedua orangtuaku juga tak akan tenang disana.I LOVE THEM,I MISS THEM,AND I WILL NEVER EVER AFTER FORGOT THEM.

FLASH BACK END-AUTHOR POV

Pagi itu seperti biasa, Sunkyu membangunkan oppanya yang Sunkyu sebut si sleppy master itu.
“~OPPA~…………….”Suara nyaring Sunkyu keluar dengan lancarnya, itu memang ia jadikan cara ampuh untuk membangunkan oppanya. Oppanya malah menutup kedua telinganya memakai bantal, namun oppanya memang sudah bangun dan sadar akan teriakkan Sunkyu itu. Sunkyu tak menyerah ia mendorong oppanya hingga jatuh tersungkur di laintai kamar.
“Yak…! Kau ini aku masih sangat mengantuk…”Ucap Luhan sambil mengucek-ngucek matanya yang terlihat berkantung itu.
“Ne! aku tau oppa.. Tapi ini waktunya kau untuk pergi ke kampus. Jangan sampai hasil kerja kerasmu terbuang percuma!”Sunkyu berceloteh. Itu yang ia lakukan hampir setiap pagi. Dan endingnya pasti dialah yang menang. Karena memang hal yang dia ucapkan itu benar! Luhan memang memiliki banyak pekerjaan ia menjadi pelayan restoran,pengantar surat dan juga penjaga toko buku. Ia selalu saja berkata kepada Sunkyu.”Jangan lakukan pekerjaan apapun!Itu semua tugasku!”Sunkyu mengerti kalau oppanya sangat menyayanginya maka itu Sunkyu benar-benar menghargai oppanya. Jarang sekali ia meminta sesuatu kepada oppanya kecuali kebutuhan yang memang sangat penting, seperti kebutuhan sekolahnya.

SUNKYU POV

Aku keluar dari kamar oppa Luhan, yang luas tapi sepi. Begitu juga dengan rumahku , luas tapi sepi. Mengapa!? bukan hanya karena tidak ada lagi eomma dan appa, tapi juga karena beberapa benda dirumah ini sudah dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti membayar kuliah, itukan tidak murah. Aku kadang sedih melihat oppa pulang dengan keadaan yang sangat lelah, letih, lemas dan lesu. Aku sudah memberikan promosi bantuan kepadanya, tapi dia menolaknya dengan sergap,cepat dan tanpa berpikir lama.
“OPPA…palli palli… (Cepat) kau bisa terlambat. Kalau begitu aku berangkat duluan ne?”
“Ne! berangkatlah lebih dulu daripada kau di wushu oleh seonsaengnim mu.”
Memang seonsaengnim ku sangat sanggar, galak, dan killer.Namanya Eunhyuk ,ia benar-benar senang membuat muridnya sengsara.

000

Ini sudah waktunya pulang, beberapa temanku juga sudah tak ada lagi. Aku tak menunggu siapapun sebenarnya, walupun memang kadang-kadang salah satu dari oppa di geng EXO, yang memang gengnya masih bertahan sampai sekarang, salah satu dari mereka kadang akan menjumputku tiba-tiba. Aku sedang duduk di bangku taman. Aku menatap langit, seketika wajah eomma dan appa muncul , tersirat indah dilangit.
“Eomma.. Appa…”Suara lembutku keluar dari mulutku. Aku kemudian langusung menundukan kepalaku, mengucapkan kalimat – kalimat doa untuk mereka.
“Yo… Sunkyu….”Suara yang tak asing lagi kudengar. Aku segera menghapus beberapa tetes air mata yang jatuh di pipiku.
“Ne…. Ada apa Sehun oppa datang kemari? Ingin menjemputku?”Aku menghadapkan wajahku ke arah sumber suara.
“Ne….. Kajja…”Ucapnya. Aku berlari ke arahnya,kemudian iya menggenggam tanganku.
“Mau pergi kemana kau? Apa ingin ke café oppamu dulu..?” Tanyanya ramah sambil menghadap ke wajahku yang tengah sibuk berpikir. Dengan cepat aku kemudian mengangguk. Segera aku menaiki motornya, kemudian berpeganggan erat pada pinggulnya.

Café ………………….

“Anyyeong oppa, bagaimana pekerjaanmu?” Aku datang dengan ceria, saat melihat Luhan oppa yang membukakan pintu café .
“Apa yang kau lakukan?! Pasti tiang listrik itu yang membawamu kesini…”Tatapan oppa Luhan sinis menghadap kearah Sehun oppa.
“NE! Memang kenapa? Sehun oppa kan baik……” Aku menjulurkan lidahku kearahnya. Tanpa berbasa-basi panjang lagi aku dan Sehun oppa masuk ke dalam café . Kulihat sekeliling, banyak sekali mahasiswi yeoja disini, cantik semua lagi. Apakah oppa Luhan tidak tertarik dengan salah satu yeoja disini. Kulihat sih, gerak-gerik oppa Luhan tidak menunjukan ada ketertarikan sama sekali. ‘Dasar lelaki penakut!’

000

Aku sudah berada dirumah, begitu juga dengan Luhan oppa. Aku mulai menanyakan hal tentang ketertarikannya dengan seorang yeoja. Dia kan sudah cukup umur untuk memiliki yeoja chingu.
“Oppa…?” Luhan oppa tak menengok. “Oppa….!”Ucapku agak sedikit keras, dan akhirnya ia menengokkan kepalanya ke arahku.
“Waeyo..? berisik sekali sih kau! Aku sedang sibuk tau…”
“Aku hanya ingin bertanya, apa kau tak ingin memiliki yeoja chingu? Kau kan banyak penggemarnya di kampus…”
“Sudahlah… aku tak ingin memikirkan masalah itu..”
“Ini soal masa depanmu oppa… apa tidak ada ketertarikan kepada…. Yoona atau mungkin Seohyun atau unnie Taeyeon..?”
“Kau tau tidak aku ini namja setia… Kalau sudah punya yeoja chingu aku akan memperhatikannya terus, dan kau akan KU-TE-LAN-TAR-KAN! Mau?!”
“Baiklah… kalau begitu aku melarangmu memiliki yeoja chingu…”Aku mendengus kesal. Bagaimana bisa kali ini dia yang menang.Kemudian dia menjelaskannya lebih rinci lagi , tapi dengan penuh kasih sayang.
“Hanya bercanda kok, tapi ada alasan lain,karena… Aku akan menunggu mu menikah terlebih dahulu Sunkyu.. kau tau aku tak ingin terjadi apa-apa dengan mu. Aku akan menjagamu terus, hingga ada orang lain yang akan bertanggung jawab menjagamu lagi.” Ia tersenyum halus mengahadap ke wajahku. Aku kemudian memeluknya.
“Saranghae oppa…. Kamsahamnida…”
“Ne nado saranghae”

Di Kamar….
Aku merenung di kamar, keadaan malam ini sungguh sunyi . Luhan oppa masih sibuk dengan tugas kuliahnya. Apa dia tidak lelah ya? Aku benar-benar ingin membantunya… Tapi bagaiman caranya? Dan jika dia sampai tau aku bisa kena marah olehnya. Aku benar-benar di jaga ketat agar tidak bekerja. AHA! Seketika ide muncul di kepalaku. Aku segera berlari ke meja belajar dan meraih dompet kecil yang tersimpan rapih disana. Itulah bank ku. Aku tersenyum melihat hal yang ada di dalam sana. Baiklah oppa.. aku akan membantumu…!
Apa yang kulakukan sebenarnya? Aku membuat cakes dan aku akan menjualnya di sekolah. Aku adalah seorang yeoja yang cukup terampil membuat cakes. Oppa Luhan juga bilang begitu, dia bilang ‘Kau bisa menggemparkan dunia dengan cake seenak ini!’ Aku jadi semakin percaya diri membuatnya. Tapi aku memang harus bangun sangat pagi untuk menyiapkan semuanya. Pukul 2 aku sudah harus bangun dari tidurku. Cake yang kujual bukanlah kue jajanan biasa yang ada, tapi kue cake mahal seperti tiramisu yang biasa di sajikan di restaurant-restaurant. Sejak kecil eomma sudah melatihku memasak, hingga kini aku masih menguasai banyak teknik dan cara memasak. Jadi aku mahir membuat cake, maka itu aku yakin cake buatanku layak dijual mahal. Itu adalah hal yang bukan main membuat diriku senang.
Aku sudah melakukan ini dalam waktu 1 bulan lebih, tanpa sepengetahuan oppa. Semua modal ada di tabunganku, itu benar-benar mempurdah diriku.

Pada suatu hari….
“Sunkyu…..” Suara oppa Luhan melengking dari kejauhan. Aku panik sekali hari itu seperti biasa aku sedang membuka café cake ku. Oppa tak pernah datang saat jam-jam segini. Hingga aku teringat hari ini ia tak memiliki jam kerja maupun jam kuliah.
“Apa yang kau lakukan!?” Luhan oppa kaget melihatku. Karena keadaan cafe sedang sepi dan memang jualan ku juga tinggal sedikit. Aku memutuskan menutupnya, sebelumnya aku menggambil salah satu cake dari keranjang.
“Mari kita ke taman….” Aku menarik tangan oppa.
“Mengapa kau…?” omongan oppa terputus. “Ssssst.. diam saja.”
Sesampainya di taman, kami duduk di bawah pohon yang rindang.
“Jadi mengapa kau berjulan huh!? Aku sudah penah bilangkan kepadamu!”Ucapnya judes.
“Ne aku tau mianhae oppa…. Tapi aku sudah melakukan hal ini lebih dari 1 bulan!”Muka oppa Luhan melongo kaget.
“Aku sudah belajar sangat banyak lho.. tentang membuat cake.. Ini aku bawakan cake untukmu..”Ia malah membuang mukanya.
“Aku tidak ingin mencicipi cake yang di buat oleh yeoja pembohong..”Ucapnya jutek.
“Mianhae aku tau aku salah.. aku hanya tidak ingin selalu membuat mu susah oppa.. “ Aku menundukan kepalaku.
“Baiklah mana cakemu ? Jika enak akan kuperbolehkan kau melakukan hal itu”Aku kemudian menyodorkan cake itu ke arahnya. Ia mulai mencicipi ,aku berharap- harap cemas. Matanya mebulat.
“Bagaimana rasanya…..?”
“MENAKJUBKAN!!!!!!!”Aku tersnyum senang, sangat senang.
Setelah itu oppa memperbolehkan ku berjualan dengan catatan jangan sampai aku melupakan pelajaran dan kewajiban utamaku. Café kecil-kecilanku sekarang sudah terkenal tidak hanya di sekolahku di kampus oppa, di beberapa café lain juga sudah ada. Banyak orang yang memesan cake buatanku.
“Kau gadis pintar Sunkyu..”Luhan oppa berucap lembut kemudia mengecup keningku. Para oppa EXO membantuku berjualan. Mereka mempromosikan cake ku di internet. Hingga pesanan melonjak tinggi. Mereka tak berhenti mensupportku. Aku terus bekerja keras, terus dan terus.

6 tahun kemudian…..

Kembali kupandangi sebuah tempat peristirahtan terakhir seseorang. Air mataku mengalir deras, kembali seperti 13 tahun yang lalu. Kini aku sudah menjadi yeoja, yeoja berumur 24 tahun yang sukses. Beratus-ratus cabang café kumiliki di Korea. Hidup sudah berkecukupan, semua bisa kudapatkan dengan mudah. Tapi hari ini aku kembali bersedih. Sehun oppa mendampingiku, memeluk erat diriku. Aku menangis dengan lancar di dekapan hangatnya itu. Perlahan dia mengelus rambut indahku.
“Oppa….” Suara parauku keluar bergetar. Sangat bergetar, mukaku memerah, mataku membengkak.
“Sunkyu bersabarlah…”Sehun oppa, mengecup keningku perlahan. Banyak orang yang berada ditempat itu. Dengan baju hitam dilengkapi dengan payung. Hari itu hujan mengguyur kami di tempat peristirahatan terkhir 3 orang terspesial dalam hidupku. Oppa Luhan baru saja pergi tadi pagi pukul 3, menit ke 15, dan detik ke 36. Aku hafal dan ku cantumkan besar besar di sebuah kertas dengan tulisan dibawahnya, selamat tinggal malaikatku…. Isak tangis di tempat itu tak terdengar , karena berbenturan dengan suara hujan. Wajah oppa EXO yang biasa kulihat ceria juga tidak menampakan wajah biasa mereka. Semua larut dalam kesedihan
Tadi malam sekitar pukul 10, oppa Luhan tiba-tiba saja pingsan di rumah saat aku dan dia asik menonton sebuah film. aku kemudian menelfon seluruh oppa EXO. Mereka membawanya ke rumah sakit. Aku tak tau penyebabnya apa, aku menangis di sepanjang perjalanan. Masih sama seperti sekarang, tadi malam juga aku berada di dekap Sehun oppa. Hingga dokter berkata “Maafkan kami…. Kami sudah berusaha” dan saat itu aku berlari menerobos pintu ICU dan menemukan tubuh Luhan oppa tergulai lemas diatas ranjang. Berpuluh-puluh kali aku memanggil namanya. Tapi nihil tak ada tanggapan. Ya itu yang terjadi, hingga sekarang ia sudah ada di alam lain yang berbeda denganku. Aku menatap nisannya, kemudian mengusap dan mengecupnya.
Aku pulang setelah berdiam di sana sekitar 2 jam, bersama dengan oppa EXO yang sangat, sangat setia menemaniku. Hingga aku memutuskan pulang karena merasa tidak enak dengan oppa-oppa yang sudah letih menemaniku di tempat peristirahatan itu sedari tadi.
“Sunkyu aku ingin meberika sesuatu….” Ucap Sehun oppa. Aku sedang duduk di teras rumah berdua bersamanya. Oppa yang lain sudah pulang, tapi tidak dengannya.
“Apa itu…?”Suaraku masih terdengar lemas.
“Surat dari oppamu. Saat dia berumur 18 tahun ia menitipkan ini kepadaku dia bilang, jika aku mati lebih dulu berjanjilah untuk memberikan ini kepada kau. Dan jangan pernah buka surat ini. Tetapi kau juga boleh tau isinya nanti saat aku sudah meninggal dan kau membacanya bersama Sunkyu…. Begitu katanya..” jelasnya panjang lebar. Aku menggambil surat yang digenggamnya, membuka perlahan kemudian membacanya agak kencang agar Sehun oppa dapat mendengarnya.
“Anyyeong Sunkkyu my little sunshine, mungkin saat kau membaca ini aku sudah tiada. Aku sangat menyayangimu… SANGAT. Kau adalah yeoja yang paling kusayangi di dunia ini. Senyuman hangat mu itulah yang membuatku tak pernah lelah bekerja keras demi dirimu. Jangan pernah bersedih saat diriku sudah tak ada disampingmu. Jangan buatku tak nyaman di surga nanti. Aku ingin memandangi wajahmu dari surga , wajah malaikat! Ya! Kau malaikatku…. Aku akan menemui eomma dan appa… Saat kau membaca ini janganlah menangis… Walau jasad ku tak ada lagi disebelah mu, jiwa ku akan selalu melindungimu. Aku janjikan itu! Untuk Sehun yang membaca suratku ini….. Kumohon jaga Sunkyu baik-baik kupercayakan dia untukmu. Itu impianmu dan sekarang menjadi kenyataan Sehun. Jika kau melukainya, aku akan mengatakan kepada malaikat tolong siksa dia… gomawo untuk mu Sehun.. kau kupercayakan dapat menjaga Sunkyu dengan baik! Sunkyu saranghae you’re my beautiful angel… mian oppa harus meninggalkanmu HWAITING ne jalani hidupmu dengan baik ,selamat tinggal. Kita pasti bertemu lagi…”Kututup surat itu . Tanpa tangis, aku malah langsung tersenyum mengingat kalimat yang ada di surat itu. ` Jangan pernah bersedih saat diriku sudah tak ada disampingmu. Jangan buatku tak nyaman di surga nanti’ Kalau begitu aku akan membuatmu nyaman di surga.
“Kau tau Sehun oppa aku juga menyayangimu.. saranghae…”Kemudian aku melanjutkan kalimatku lagi.
“Kamsahamnida Luhan oppa kau sudah memberiku sesosok pasangan yang baik dan tampan. Aku tak kan melupakan jasamu Luhan oppa. Jasa yang kau lakukan begitu besar. Kau bisa menjadi oppa ku saja sudah sangat cukup tak perlu kau bilang aku akan jadi oppa,appa dan eommamu. Cukup jadi dirimu! Dirimu yang sangat berjasa untukku…. Oppa…” Kata-kata ku terputus,menahan isak tangis.Tapi aku memaksa tersenyum.Sehun oppa menggengam tanganku.
“lanjutkan…” Ucapnya lembut.

“OPPA….. THANK YOU ! YOUR MY EVERYTHING”
THE END………………..
Akhirnya FF ini selesai juga maaf gaje. Hahahahaha aneh gak sih readers. Mian yaaa FF nya abstrak begini. Jangan lupa tinggalkan comment. Saran dan kritik kuterima lapang dada . gomawo yang udah mau baca dan udah mau jadi readears yang baik (yang abis baca FF ku comment itu readers yang baik…)OKE GOMAWO!!!!

 

Author: leesinhyo

02 line here. writing and editing is my soul.

4 thoughts on “Oppa You’r My Everything

  1. huwaaaaaaa sad and T.T
    sedih banget baca luhan oppa telah tiada (?)
    gamungkinn! kasian sunkkyu… eh tapi luhan kenapa bisa meninggal? masih kepo ni..
    bagus thor ff nya
    keep writing ya..

  2. ceritanya loncat-loncat, kurang panjang😦
    but i love it very much!! daebak miiinnn!! ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya yang lebih menarik!!!!!^^

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s