EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

{ONESHOOT} My Regret Without You

1 Comment

my regret

Nama Author : Wuu |Tittle : My Regret With Out You |Length : Oneeshoot |Main Cast : Kris Wuyifan, Kwon Yuri |Other cast : find by your self |Genre : Romance, friendship, Sad |Rating : PG 15 |Disclaimer : Terinsipasi setelah menemukan beberapa quotes yang Wuu temuin di instagram. |Quotes : If I had to choose between Loving you and breathing, I would use my last breath to say ‘ I Love You’

.

.

.

Typo bertebaran!

 

.

.

.

“ Kris, sudah berapa lama aku menjadi yeojachingumu ?”

“ Kurasa sudah satu setengah tahun kau menjadi yeojachinguku Yuri-ah”

“ Kau mengingat tanggal pertama kita jadian ?”

“ Aku lupa”

“ Apa kau menyukaiku ?”

“ mungkin”

“ Apa aku indah bagimu ?”

“ Tidak juga”

“ Apa kau ingin bersamaku selamanya?”

“ Kurasa tidak”

“ Apa kau akan menangis jika aku meninggalkanmu ?”

“ Aniyo”

 

Yuri cukup merasa sebal dengan semua jawaban Kris. Lalu untuk apa selama ini mereka menjalin hubungan jika semua pertanyaan Yuri sama sekali tidak cocok dengan harpannya. Wajah Yeoja itu sudah merah padam sekarang. Mencoba menutupi emosinya dengan beberapa kali meminum minuman kaleng didepannya. Sedangkan Kris masih saja sibuk dengan sebuah buku sketsa di tangannya.

 

Taman dimusim gugur rupanya tidak dapat menghangatkan suasana saat ini. Yuri merasa tidak dibutuhkan disisi Kris yang sibuk sendiri. Mungkin meninggalkan tempat ini adalah pilihan yang bagus. Selain untuk memendam amarah karena semua jawaban Kris, dia juga merasa bosan terus diacuhkan dengan Kris yang sedang menggambar. Entah apa yang dia gambar, Yuri tidak perduli. Yang dia tau, gambar itu cukup merebut perhatian Kris darinya.

 

Sebuah tangan menggapai pergelangan tangan Yuri. Dilihatnya Kris sudah memegang tangannya yang baru saja akan pergi meninggalkan tempat ini.

 

“ Kau mau kemana chagiya ?”

“ Mencari sesuatu yang mungkin bisa memperhatikanku!”

“ Kau marah ?”

Kedua mata ini bertemu. Yuri melihat dalam- dalam kearah mata Kris saat ini. Nampaknya pertanyaan Kris benar-benar tidak bercanda. Kris benar-benar tidak merasa bahwa dirinya sudah mengacuhkan Yuri dari tadi. Bahkan menjawab semua pertanyaan dengan jawaban tidak.

 

“ Yaa!! Tidakkah kau mengerti perasaanku ketika kau menjawab semua pertanyaanku dengan jawaban seperti itu? Dan kau juga sudah mengacuhkanku selama beberapa menit karena buku sketsa itu Kris!!!”

 

Rentetan omelan yang sudah Yuri persiapkan sedari tadi akhirnya tersampaikan. Yuri duduk kembali disisi Kris dengan tangan yang terlipat dan wajah yang sebal.

 

“ Mian-ne. Aku tak perlu mengingat awal kita berhubungan, yang kuperlu adalah mengingatmu setiap waktuku. Aku tidak menyukaimu, aku mencintaimu Yuri. Kau tidak hanya indah, tapi kau special di hatiku. Aku tidak ingin bersamamu selamanya. Tapi aku membutuhkanmu selamanya di hidupku. Dan aku tidak akan menangis jika kau meninggalkanku. Tapi aku akan mati jika kau meninggalkanku”

 

Yuri merasa tertegun mendengar rentetan ucapan dari Kris. Mungkin Kris terbilang laki-laki yang cuek, tapi dia mencintai Yuri setulus harinya.

 

“ Jika kau tak suka ini, aku akan membuangnya.”

 

Kris memberikan buku sketsanya pada Yuri. Yeoja itu merasa sangat menyesal sudah berfikiran buruk tentang Kris. Dia melihat wajahnya terlukis indah pada buku sketsa itu. Nampaknya dari tadi Kris tidak mengacuhkan Yuri. Justru Kris memperhatikan, bahkan melukis wajah indah itu. Coretan-coretan indah dari pensil itu berhasil membuat Yuri memeluk Kris dengan erat.

 

“ Mian Kris, aku sudah berfikiran buruk tentangmu tadi. Aku hanya takut kehilanganmu”

.

.

.

.

.

Berbagai hidangan makan malam kali ini sudah tertata rapi diatas meja makan. Yuri dan eommanya yang memasak untuk malam ini. Kerena memang sudah sejak kecil Yuri sangat suka membantu eommanya untuk memasak di dapur.

 

Sudah lengkap. Lauk pauk sudah tersedia. Anggota keluargapun sudah berkumpul semua. Appa, eomma, dan Yuri, serta kakaknya bersama Choi Siwon yang hanya terpaut 2 tahun dengan Yuri. Sebuah keluarga sederhana dengan 4 orang didalamnya. Tidak terlalu ramai dan tidak terlalau bising. Makan malam terasa tenang sampai appa Yuri membuka pembicaraan.

 

“ Siwon, bagaimana dengan pekerjaanmu? Tidak ada hal buruk bukan ?”

 

“ Aniyo Appa. Semua baik – baik saja.”

“ Ne, baguslah kalau begitu. Yuri, bagaimana hubunganmu dengan Kris?”

“Baik baik saja appa. Memang ada apa? Tidak biasanya appa menanyakan Kris?”

“ Oh.. aniyo. Appa hanya ingin memastika tidak terjadi apa-apa. Omong-omong, kapan kalian akan menikah?”

 

Ucapan appa itu cukup membuat Yuri berhenti menyuapkan sendok berisi makanan kemulutnya. Berhenti memainkan garpu dan sendok diatas piringnya. Berkali-kali setiap appanya membicarakan Kris dihadapannya, selalu pertanyaan ini muncul begitu saja.

 

“ Ahh.. maksud appamu. Kaukan sudah lama berhubungan dengan Kris, dan kami lihat Kris juga memiliki masa depan yang baik. Jadi kenapa harus ditunda-tunda lagi ?” Tamba Eoomma Yuri

 

“ Ne, aku belum tau masalah itu. Kris sepertinya belum begitu siap untuk menikah. Aku juga belum mengatakan hal ini pada Kris.” Jawab yuri singkat dan detik kemudian meneguk air dari gelas ditangannya.

 

“ Appa rasa semua itu harus lebih cepat. Karena kau perempuan, jadi kau dulu yang menikah dalam keluarga ini. Biarkan Siwon mengembangkan pekerjaannya lebih dulu Yuri. Appa takkan memberi banyak waktu untukmu. Cukup 3 hari kau harus memberikan jawaban pada appa.Jika kalian tidak segera menikah, kau akan appa jodohkan dengan anak sabahat appa”

.

.

.

.

.

Seorang yeoja duduk di taman kampusnya. Memikirkan bagaimana caranya mengatakan pembicaraan tadi malam pada Kris. Tidak akan mungkin menikah secepat itu, butuh banyak dana dan persiapan. Selain itu mentalnya belum mencukupi untuk menerima semua ini.

 

“ Anyyeong chagiya. Mian aku terlambat menjemputmu. Terlalu banyak even dikantor yang membuatku harus …”

 

“ Chagiya?” Ulang Kris ketika menyadari yeoja yang diajak bicara masih diam dengan fikirannya sendiri.

 

“ mwo ? Kau sudah datang Kris. Oh lihatlah kenapa kau berpakaian seperti ini? Dimana fashionmu chagiya! Aku ini seorang dosen di bidang desaign, dan kekasihku memakai baju compang-camping tak beraturan seperti ini ?”

 

Yuri berusaha merapikan baju Kris yang terlihat seadanya. Hanya menggunakan kaos neck V putih, jelana jeans berwarna golden solf, dan sepatu merah muda kesukaannya.

 

“ Mian, kau tak menyukainya ? Baiklah kau bisa menelanjangiku saat ini”

 

Gurauan Kris cukup membuat wajah Yuri memerah. Yeoja itu memilih untuk berjalan mendahului Kris agar Kris tidak melihatnya dengan muka merah seperti itu. Dari belakang Yuri merasakan Kris sudah berjalan disampingnya, tangan lembut Kris tak henti membelai-belai lembut rambut Yuri yang terurai panjang.

.

.

.

.

Seusai mengajar, Yuri memilih untuk berada di kantor Kris saat ini. Sesekali dia ingin merapihkan tempat yang mungkin tidak pantas dianggap sebagai ruang kerja oleh Kris. Buku-buku, document, segalanya tergeletak sembarangan disana- sini.

 

Kris memang sengaja tidak ingin para cleaning sevice dikantornya untuk merapikan tempat itu. KarenaYuri tidak senang ada karyawan perempuan yang memasuki kantor Kris. Yuri akan mengunjungi kantornya, membersihkan tempat itu serta memberikan rentetan celoteh khas Yuri yang sangat disukai oleh Kris.

 

“ Haaah” Yuri baru saja menghempaskan tubuhnya disamping tubuh Kris yang tengah duduk santai di sofa.

 

“ Kau lelah chagi ? Keringatmu membuatmu semakin terlihat cantik” Rayu Kris sambil membersihkan tetesan peluh yang menetes di pelipis Yuri dengan tangannya.

 

“ Yaa! Sangat melelahkan.”

“ Kau ingin soda ? Akan kuambilkan” Kris baru saja akan berdiri, tapi Yuri menahan tangan itu.

 

“ Chagiya, Appa memintamu untuk segera melamarku.” Setelah beberapa lama Yuri memendam semua ucapan itu, akhirnya dia bisa mengeluarkan semua itu.

 

“Ne” Tanpa banyak komentar Kris melanjutkan jalannya yang sempat tertunda.

.

.

.

.

Yuri sudah mengatakann pada Appanya jika Kris mengiyakan acara pernnikahan itu. Tapi sudah 2 hari sejak kejadian di kantor saat itu, Yuri sama sekali tak pernah berhubungan dengan Kris. \

 

Sempat Yuri bertanya pada oppanya tentang Kris, tapi oppanya bilang Kris sedang ada tugas diluar kota. Yuri sudah mencoba mengubungi Kris melalui sms, telfon, SNS bahkan semua akun yang Kris miliki semuanya off begitu saja. Yuri tak pernah merasakan seperti saaat ini. Tak pernah rasanya Kris menghilang begitu saja dari kehidupannya seperti ini.

 

 

Memasuki kampus Yuri melihat banyak mahasiswanya membawa seikat bunga, coklat, dan hal-hal lainnya yang berbau dengan cinta. Terpampang pada papan pengumuman akan diadakan Valentine Party malam ini. Yuri saja sampai melupakan hari yang selalu dinantikan berjuta pasangan didunia ini. Dia berjalan menunduk menuju ruang kantornya.

 

Yuri hanya memiliki jam mengajar sedikit hari ini. Bahkan matahari belum berada tepat tiatas kepalanya, tapirasanya tubuh ini tidak ingin berada diluar rumah saat ini. Yuri menatap langit gelap saat ini. Mungkin sebentar lagi hujan akan mengguyur kota Seoul dengan berjuta tetesan airnya.

 

Seorang namja tengah berdiri diujung jalan. Yuri kenal betul siapa namja itu. Dia mempercepat jalannya menghampiri namja itu dan memeluknya erat.

 

“ Ya! Kau kemana saja ? Tidakkah kau tau aku merindukanmu. Appa hampir saja akan ..”

 

“ Taddaaa.. Happy Valentine Day chagiyaaa. Ini untukmu. Mian aku pergi terlalu lama, aku terlalu canggung untuk mempersiapkan hari ini”

 

Sebuah boneka teddy sudah ada didepan Yuri. Air mata mentes demi tetes di pipinya yang lembut. Namun aneh, air wajah yeoja ini menggambarkan kekecewaan.

 

 

“ Kau tak suka dengan boneka ini ? Mian-ne chagiya.”

 

“ Tidakkah kau tau apa yang benar- benar kutungu darimu Kris?! Tiga hari aku cemas memilikirkanmu, dan appa hampir saja menjodohkanku dengan seorang namja yang aku tak pernah mengenalnya! Dan kau tiba-tiba datang membawa boneka ini ? Kau fikir kita masih muda untuk bermain boneka? Tidakkah kau ingin melamarku dan menikah denganku Kris?! Apa selama 3 hari kau hanya mempersiapkan boneka ini untukku ?!”

 

Yuri merasa begitu kesal. Bukan sebuah boneka yang dia butuhkan saat ini. Yang dibutuhkan adalah ungkapan dari Kris untuk melamarnya. Dengan begitu mereka akan menikah dan Yuri terbebas dari ancaman perjodohan ayahnya. Dengan seluruh amarahnya, Yuri membuang boneka itu ketengah jalan. Boneka yang tadi terlihat sangat menggemaskan kini sudah layu dan kusam karena tanah dijalanan yang mulai basah karena tetesan air hujan.

 

“Jaaaangaann”

Kris berlari mencoba mempertahankan boneka itu agar tidak terhempas pada aspal jalanan. Kris berlari mengambil boneka itu. Sebuah sorotan lampu mobil menyorot tepat pada tubuh Kris. Hentaman keras dari mobil itu cukup mengempaskan tubuh Kris saat ini. Tubuh tinggii itu kini sudah tergeletak di aspal jalan. Darah segar tak henti mengucur dari kepalanya.

 

Air mata kekecewaan kini berubah seketika mungkin. Derasnya semua air itu tak terbendungkan lagi. Yuri tak sanggup lagi melihat Kris yang sedang dikerumuni masa itu. Dia terperosot jatuh dengan wajah yang tak dapat terdefinisi. Hanya kesedihan dan penyesalan yang ia dapati saat ini.

 

Mobil ambulance sudah membawa Kris kerumah sakit. Kerumunan orang juga sudah tidak ada disini. Hanya Yuri yang masih berada disana. Yeoja itu menguatkan dirinya sendiri unutk bangun dan menghampiri sebuah boneka yang masih tergeletak pinggir jalan.

 

Lemas tubuh Yuri berjalan mendekati boneka teddy yang sudah terciprat sedikit dari darah Kris. Yuri mengambilnya dan memeluknya penuh penyesalan. Tiba- tiba terdengar sebuah tape recorder dari dalam boneka itu

 

“ Yuri-ah. Will you marry me ?”

 

Serasa terhempas dari langit kebumi. Mata Yuri membesar ketika mendengar suara Kris dari tape recorder didalam tubuh boneka itu. Apa yang Yuri pikirkan ternyata salah. Kris berniat untuk melamarnya saat itu, bukan hanya memberikan boneka bodoh untuknya. Sebuah cicin menggelinding ketika Yuri kembali memeluk erat boneka itu.

 

‘KY’ Itulah tulisan pada cincin itu. Sungguh, Yuri sangat menyesal saat ini. Tapi dia takkan bisa berbuat apapun saat ini. Semua sudah terjadi. Kini hanya ada Yuri dan teddy bear dengan suara Kris didalamnya.

.

.

.

.

.

.

 

Seorang yeoja masih duduk terpaku di atas ranjangnya. Memeluk sebuah boneka teddy berwarna pink dengan sebuah dasi merah di lehernya. Berhari-hari hanya itu yang dilakukan yeoja itu. Sesekali menekan –nekan perut teddy ditangannya kemudian air mata itu terjatuh lagi. Meletakkan boneka yang sekarang menjadi boneka kesayangannya itu diselasela dada dan kedua tangannya. Mendekap boneka itu dengan meneteskan air matanya.

 

“ Yuri, tidakkah kau ingin ikut bersama eomma saat ini ?”

Seorang wanita paruh baya dengan baju hitam-hitam memasuki kamar Yuri yang masih terpaku dengan bonekanya. Eommanya tau apa yang sedang dirasakan Yuri sekarang. Tanpa menunggu jawaban dari mulut putrinya itu, dia sudah menutup pintu kamar dengan wajah prihatin. Sedangkan Yuri masih terpaku. Perasaanya masih tidak karuan mengingat kejadian beberapa waktu lalu.

 

“ Yuri, Kau tak ingin pergi saat ini? Untuk terkhir kalinya Yuri. Terakhir kali kau ucapkan selamat tinggal untuknya”

Nampaknya Siwon, kakak Yuri juga tidak mengubah mood Yuri saat ini. Seluruh keluarganya akan pergi kesebuah pemakaman saat ini, tapi tidak unutk Yuri. Dia masih membutuhkan banyak waktunya untuk sendiri didalam fikirannya dan menyesali semua perbuatannya.

 

Mobil kelaurga Yuri sudah pergi dari beberapa menit lalu. Yuri masih menagis didalam kamarnya. Boneka itu masih dalam dekapannya. Terekam kembali kejadian-kejadian pada masa Yuri bersama Kris. Ketika pertama kali mereka bertemu disebuah caffe dan dikenalkan oleh oppanya. Ketika Kris mengungkapkan perasaan cinta pada Yuri hingga membuat Yuri malu dilihat oleh banyak mahasiswa.

 

Semua itu membuat sedikit senyuman terulas pada bibir Yuri dengan air mata yang masih mengalir. Namun tiba-tiba terekam detik-detik ketika Kris tertabrak sebuah mobil karena menyelamatkan boneka itu. Semua itu membuatnya Stress bukan main. Rasa bersalah sangat berputar-putar dalam pikirannya. Penyesalan yang ia dapat tidak bisa lagi dikembalikan.Kini semuanya menghilang.

 

Yuri berlari secepat apa yang dia bisa. Dia berlari menuju gereja tempat Kris berada saat ini sebelum dia dimakamkan. Yuri berlari dengan boneka teddy yang masih berada digenggamannya. Air matanya tak kunjung berhenti, kakinya yang terasa lelah masih ia paksakan untuk berlari lebih jauh lagi.

 

Pintu gereja terbuka. Sosok Yuri menjadi sorotan perhatian saat ini.Doa- doa yang tadi memenuhi gereja, seketika menghilang. Siwon yang hendak menghampiri adiknya, ditahan oleh appanya. “ Biarkan dia yang menyelesaikan masalahnya sendiri” Bisik appanya.

 

Yuri melakangkah pelan. Langkah demi langkah ia jalanani. Hatinya teriris melihat sebuah peti mati sudah berada beberappa meter didepannya. Dia benar- benar berharap bukan Kris yang berada di dalamnya.

 

Kini Yuri sudah berada tepat dipan peti itu. Yuri hanya bisa menutup mulutnya, menahan sebuah teriakan hebat karena melihat seseorang yang benar- benar dicintainya meninggal karena kebodohannya saat itu.

Tubuh Yuri hampir saja terjatuh tak kuat menopang berat badannya sendiri. Untung saja Siwon menangkapnya tepat sebelum adik satu-satunya itu terjatuh.

 

“ Berikan ucapan terakhirmu untuknya Yuri” Bisik Siwon

 

Yuri masih tak kuasa dengan apa yang dia lihat saat ini. Perlahan dia menyilakan sebuah kain transparan yang menutupi peti mati itu. Meraih wajah Kris yang sudah terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang serasi dengan sepatunya itu. Sebuah bunga Yuri letakkan pada tangan kris yang sudah Kaku. Yuri ikut meraskaan dinginnya suhu tubuh Kris saat ini.

 

“ Aku benar- benar tidak menyukaimu Kris, Tapi aku benar- benar mencintamu. Kau bukan hanya indah Chagiya, tapi kau istimewa. Dan jika kau meninggalkanku…. Jika kau meninggalkanku, aku akan mengiklaskanmu disisi Tuhan.” Yuri mendekatkan bibirnya di pipi Kris. Terasa begitu dingin suhu tubuh Kris saat ini.

 

Hampir semua orang yang berada digereja saat ini meteskan air matanya untuk Kris dan Yuri. Perlahan Siwon membawa Yuri mundur teratur meninggalkan peti Kris.

 

 

Kini Kris sudah benar- benar terkubur dalam dalam di tanah. Yuri takkan pernah bisa bertemu dengannya lagi saat ini. Hanya surgalah tempat mereka dapat bertemu kembali.

.

.

.

.

.

Setelah 5 bulan sepeninggalan Kris. Yuri sudah mulai bisa menjalani kehidupannya kembali. Kembali menjadi dosen. Kembali menjadi Yuri yang manja dan periang. Kembali dengan kehidupan lamanya.

 

Hari ini appa akan mengenalkan Yuri dengan anak sahabatnya. Sebenarnya bukan ini yang Yuri inginkan tapi bagaimanapun, ia harus membahaggiakan orang tuanya saat ini. Yuri duduk disebuah sofa didampingi oleh appa, eomma, dan oppanya saat ini.

 

Rupanya seorang namja yang sedari tadi ditunggu datang juga. Namjayang baru saja datang dari Macau itu menggunakan jas coklat dengan sweeter dan kemeja putih. Berjalan kearah Yuri untuk menjabat tangannya.

 

Mata Yuri membesar ketika melihat namja itu membuka kacamata hitam miliknya.

 

“ Anyyeong haseo, Wuyifan imnida”

.

.

.

.

.

THE END

Yayayayay! Gimana ceritanya? Gak kena ya sadnya ? huaa mina-e. Oh iya fanfict ini udah pernh Wuu publish di website pribadi Wuu di wyfnexokingdom.wordpress.com tertarik dengan fanfict buatan Wuu ? Yuk silahkan mampir dan tinggalkan komentar. ^^

 

One thought on “{ONESHOOT} My Regret Without You

  1. Ini maksudnya apa thor? Wkwk aku nangis lih wkwwk
    Itu kris blm mati?

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s