EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Freelance] Because Of You

1 Comment

image001

Tittle: Because Of You…

Author: Lingga Rahma (@abcdefgsuho)

Cast: Kim Hyelim (Hello Venus Lime), Do Kyungsoo (EXO D.O)

Genre: Romance, School

Rating: PG-13

Length: Oneshot

Poster: Pinkeucho [http://wyfnexokingdom.wordpress.com]

Allhamdulillah segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya pengerjaan Fanfic ini❤. Dan perlu anda – anda/? Semua ketahui bahwa fanfic ini murni buatan saya atas kerja keras otak kanan dan kiri saya yang sangat saya hormati dan banggakan/? ^^

Mohon maaf bila tidak adanya kecocokan yang lebih gaul disebut ‘sreg’ dengan castnya. Kalian boleh membayangkan jika itu orang lain atau diri kalian sendiri atau mungkin diriku/ga. Haha.. Yasudah ayo kita mulai petualangan di Afrika bersama Big Co***la ini.

*Author POV

Gemerlap kota Seoul dimalam hari memang menjadi kesenangan para remaja yang ada di kota ini. Setiap malam mereka bebas berkeliaran kemanapun sesuka mereka menikmati kehidupan dunia malam kota ini.

Begitu pula remaja wanita bernama Kim Hyelim. Ia siswi kelas 11 Seoul Performing Art School jurusan Seni Tari. Kemampuan tarinya mungkin tak usah diragukan lagi. Dia mempunyai julukan ‘Dancing Queen’ disekolahnya. Impiannya tentu menjadi seorang dancer. Tidak peduli dapat dikenal masyarakat atau tidak yang jelas aku senang bisa melakukan apa yang kusuka, itu menurutnya.

Ya… siapa sih yang tak ingin sekolah di Seoul Performing Art School. Semua remaja Korea Selatan yang memiliki mimpi menjadi superstar pasti sangat berharap dapat lulus dari ujian seleksi masuk Seoul Performing Art School. Tapi ternyata sekolah itu hanya menyebarkan dampak buruk bagi gadis ini, Kim Hyelim.

***

Sebuah musik disko terdengar dari sebuah bar di tengah kota Seoul. Bar yang mungkin bisa disebut diskotik itu terletak dibawah tanah dengan toko roti sebagai penyamar keberadaan bar tersebut. Mungkin jika hanya bar biasa, tak akan ada petugas kepolisian yang akan berani menggeledah tempat itu. Tapi bar itu bukan hanya sekedar bar. Bar ini juga digunakan untuk bermain judi, dan transaksi jual beli narkoba. Uhh, sangat menyeramkan bukan.

“Hyelim-ah, ini tempatnya” ucap seorang gadis dengan pakaian minimnya. Ehhmm, mungkin kelewatan minim.

“Toko roti?” tanya gadis yang tadi dipanggil dengan sebutan Hyelim itu keheranan.

“Tenang barnya ada didalam. Ayo kita masuk” ucap gadis itu menarik seseorang yang dipanggilnya Hyelim.

Oke ini mungkin mengerikan. Siapa sangka dua siswi terpopuler di Seoul Performing Art School ini masuk kedalam ‘sarang laba – laba’ yang sangat mengerikan. Ya, mereka adalah Kim Hyelim dan Song Joohee.

“Tenang saja Hyelim-ah, tempat ini tempat yang biasa untuk murid Seoul Performing Art School” ucap Joohee setengah berteriak kepada Hyelim karna suaranya terendam oleh musik disko dari speaker.

Dan akan kuberi fakta lagi. Bahwa, bar ini sangat – sangat biasa untuk murid Seoul Performing Art School. Hampir seluruh murid sekolah itu sudah pernah merasakan gemerlapnya dunia malam di bar ini. Walau tidak semua murid, tapi itukan sangat berbahaya bukan?

“Ya, Hyelim-ah, Joohee-ah” sebuah suara memanggil kedua gadis tersebut, membuat siempunya kepala memutarnya.

“Ya!! Oh Sehun!!” teriak Hyelim girang.

“Bergabunglah. Aku sudah membeli banyak sekali ‘minuman’ untuk kalian. Kita berpesta disini” ucap Sehun saat Hyelim dan Joohee sudah duduk pada kursi yang sudah disediakan namja bernama Sehun ini.

Ya, disinilah mereka berkumpul. Kedelapan murid – murid populer dengan prestasi yang segudang. Tapi seberbakat apapun mereka dalam bidang seni tetap saja toh mereka hanyalah ‘anak – anak nakal’ dengan perilaku tidak baik.

Kedelapan dari mereka sudah mabuk berat saat ini. Apalagi dua namja yang diketahui bernama Yongguk dan Kris kini sudah tak sadarkan diri karna telah menelan pil yang mungkin bisa digolongkan ‘narkoba’. Huh, mengerikan bukan? Mungkin kedua orang tua mereka akan kecewa berat jika melihat hal ini. Dan mungkin beberapa dari mereka tak akan menganggap mereka ini anaknya.

‘nguingg… nguing…’

 

Oh tunggu!!! Suara apa itu?

‘nguingg….. nguingg…..’

Suaranya semakin mendekat

Sirine polisi!!

Iya, itu sirine polisi. Sepertinya mereka akan menggeledah letak bar ini. Oh tidak, ini bahaya. Semua pengunjung bar panik berusaha menyelamatkan diri lewat pintu rahasia. Tapi tidak dengan kedelapan siswa yang tengah tidak sadar karna berkerja dibawah kendali alkohol.

“Polisiii!!!” teriak Joohee sadar. Gadis itu tidak meminum banyak alkohol tadi. Baguslah ia bisa menyadarkan teman – temannya.

“Ya!! Sehun-ah, Hyelim-ah, bangunlah ada polisi. Ya, kalian semua sadarlah ada polisi” ucap Joohee panik. Ia berusaha membangunkan teman – temannya yang tidak sadarkan diri karna alkohol.

Suasana bar itu semakin ricuh. Semua berdesakan menuju pintu keluar darurat. Sepertinya polisi sudah berada dihalaman toko. Dan tersisa delapan remaja yang tertinggal di bar itu. Karna ketakutan gadis bernama Joohee itupun meninggalkan teman – temannya. Ia pergi begitu saja tanpa menyadarkan teman – temannya.

“Keselamatanku lebih utama” katanya.

Dan hari inipun berakhir dengan penangkapan ketujuh siswa Seoul Performing Art School.

***

*Hyelim POV

Aku terbangun pagi ini. Kulihat jam sudah udah pukul 6.15. Setelah dua hari tidak masuk sekolah aku siap kembali ke sekolah lagi. Tapi tunggu, maksudku sekolah baruku. Ya, kejadian itu semua membuatku benar – benar menyesal. Diajak masuk kedalam bar, meminum – minuman keras, tertangkap polisi, dan terperangkap didalam jeruji besi selama 3 jam, dikeluarkan dari sekolah, masuk kesekolah baru dengan persyaratan harus mengikuti apapun perintah appa-ku, dan yang paling berat harus melepas cita – citaku. Menyedihkan bukan?

“Hyelim-ah” panggil eomma saat aku turun melewati tangga.

“Aku tak ingin diceramahi hari ini. Aku masih lelah” ucapku datar sambil menduduki salah satu kursi di meja makan.

 “Apakah semua orang yang bercita – cita menjadi dancer seperti itu? Berkeliaran di malam hari dengan menggunakan pakaian yang sangat tidak sopan dan masuk kedalam bar lalu meminum minuman keras? Jika semua dancer seperti itu, lupakan impianmu itu. Lebih baik kau menjadi ibu rumah tangga atau mengurus perusahaan Appa” ucap appa-ku tiba – tiba datang.

Ini akan sangat menyebalkan, aku lelah jika terus bertengkar dengan appa-ku setiap hari hanya karna masalah masa depanku. Oh ayolah… Maksudku, setiap anak bebas menggenggam mimpi dan cita – citanya kan? Mengapa hidupku seperti ini.

“Kau sudah terlalu sering membolos Hyelim-ah. Appa malu jika teman – teman investor Appa tau kau seperti ini. Setelah menjadi siswi sekolah itu kau menjadi remaja nakal. Appa dan Eomma selalu ditelepon oleh saem-mu setiap hari karna kau selalu mengganggu murid lain. Kemarin Eomma-mu menemukan sebatang rokok di tas sekolahmu. Dan tadi malam Appa diminta datang kekantor polisi untuk menebusmu. Akan jadi apa masa depanmu jika kau terus seperti itu” ucap Appa panjang lebar. Sungguh aku tak tahan.

“Mulai hari ini kau jangan lupakan janjimu untuk mengikuti apapun kata Appa-mu” ucap appa sambil menatapku intens.

“Ne Appa” ucapku malas.

“Kau sudah resmi menjadi siswa Byunghee High School hari ini. Appa memasukanmu pada jurusan ekonomi. Kau juga Appa daftarkan pada klub tata boga” ucap appa tenang. Sedangkan aku hanya bisa terdiam.

‘ekonomi? tata boga? mati saja kau Kim Hyelim’

 

***

Klub Tata Boga. Ya Tuhan, aku ingin menangis saat ini juga. Aku? Seorang Kim Hyelim? Yang benar saja mengikuti klub Tata Boga. Ini tak lucu. Otak-ku belum beristirahat dari pertempuran dengan pelajaran ekonomi dan kini tata boga? Lebih baik aku tersesat di Gurun Sahara saat ini juga.

“Ketua klub datang”ucap gadis yang tiba – tiba datang dari pintu ruang tata boga dan mengambil satu tempat di barisan paling depan.

Tunggu, ketua klub? Apakah ia yang akan memimpin kami memasak? Yang muncul dalam pikiranku, ketua klub tata boga hanya gadis berambut panjang dengan make-up tebal pada mukanya dan lipstik merah mencolok pada bibirnya. Dan jangan lupakan juga dirinya yang akan berteriak geli ketika melihat kecoa melewati kakinya. Oke ini lucu.

“Annyeong haseyo, maaf terlambat” ucap seseorang yang kurasa ketua klub.

‘tunggu. ketua klub?’

 

‘ketua klub apanya? dia namja!! mustahil bisa menjadi ketua klub tata boga. ya Tuhan apa dunia sudah berhenti berputar?’

 

“Hari ini ada anggota baru dari Seoul Performing Art School. Eh tunggu, bukankah itu sekolah seni? Mengapa kau bisa berada disini?” ucapnya keheranan.

“Bukan urusanmu” ucapku dingin. Dan kini aku dibicarakan oleh seluruh penghuni ruangan ini.

“Baiklah, namaku Do Kyungsoo ketua Klub Tata Boga. Selamat datang di klub kami. Jika kau kesulitan kau bisa panggil aku, aku akan membantumu” ucapnya sambil tersenyum. Dan senyumannya itu….. Oh, lupakan.

“Hari ini kita akan belajar memasak spagethi” ucap namja itu memimpin.

Oke kurasa aku akan mati saat ini juga. Aku tak pernah sekalipun masuk ke dalam dapur untuk memasak. Aku tak menjamin ruangan ini akan baik – baik saja saat aku pergi. Aku bahkan tak bisa menyalakan kompor. Memalukan.

“Pertama – tama kalian rebus saja mie-nya”

Seluruh anggota klub mulai mengikuti langkah yang ia tunjukkan. Hanya aku yang masih diam termangu dengan wajah panik. Aku ingin meminta bantuan pada namja ketua klub itu, tapi aku gengsi. Aku harus apa.

“Kim Hyelim” aku terpanggil

“Kau benarkan Kim Hyelim?” tanya namja itu. Oh, apa yang akan dia lakukan padaku.

“Iya” jawabku singkat. Aku gugup.

“Mengapa tak menyalakan kompormu?” tanya namja itu kebingungan.

“Akuuu… Aku..” aku bingung. Apa aku harus jujur? Wajah namja itu berharap jawaban dariku. Kulihat semua anggota klub-pun begitu. Tolong aku!!

“Aku tak bisa menyalakan kompor”

‘akhirnya kau jujur Kim Hyelim’

 

*Author POV

Gelak tawa riuh terdengar dari ruang tata boga Byunghee High School. Ayolah, siapa yang tak tertawa mendengar seseorang tak bisa menyalakan kompor. Lucu bukan? Sedangkan pemuda yang bernama Do Kyungsoo itu hanya membulatkan matanya yang memang sudah bulat.

“Kau tau? Ah, maksudku aku ini siswa Seoul Performing Art School sebelumnya. Disana hanya mempelajari seni. Jadi aku betul – betul tidak pernah mempelajari hal – hal seperti ini” ucap yeoja bernama Hyelim itu mencoba membela dirinya.

“Kalau begitu kenapa kau masuk sekolah ini? Yang jelas – jelas tak ada klub seni sama sekali” ucap seorang yeoja berbadan tambun yang berada dibelakang Hyelim. Hyelim-pun menatapnya seakan berkata kau-diam-saja-bocah-gendut.

 

Oh ayolah, tak mungkinkan jika Hyelim memulai dongengnya dengan menceritakan apa yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu. Kau masih ingat kan? Kejadian yang menimpa nona ini. Hyelim tak ingin dipandang buruk oleh namja bernama Do Kyungsoo ini.

“Sudah. Lanjutkan perkerjaan kalian. Kau perhatikan aku, bagaimana cara menyalakan kompor” ucap Kyungsoo lalu berjalan kearah meja Hyelim.

“Tinggal menekannya dan menggesernya. Mengertikan?” ucap Kyungsoo lembut sambil mempraktikannya.

Sepertinya Hyelim sudah jatuh kedalam pesona Kyungsoo. Kyungsoo begitu lembut, bahkan terlalu lembut sebagai seorang laki – laki. Hyelim menyukainya. Ya, Hyelim mengaku dalam hatinya jika ia menyukainya. Hanya sekedar suka.

***

Sudah beberapa hari ini Hyelim semangat masuk sekolah. Saat ia dikeluarkan dari Seoul Performing Art School, ia merasa dunia sudah menelannya masuk kedalam Segitiga Bermuda. Tapi setelah bertemu dengan Do Kyungsoo sang ketua tata boga, ia merasakan debaran aneh pada dirinya.

Klub Tata Boga hanya berkumpul di hari senin dan rabu. Dan sekarang adalah hari kamis. Hyelim bersungut kesal karna harus bertempur dengan pelajaran yang tak pernah ia pelajari sebelumnya selama seharian. Akhirnya ia memutuskan pergi ke ‘bekas’ ruang seni Byunghee High School yang tampak tak terurus (sekedar informasi bahwa klub seni Byunghee High School dibubarkan karna tak berprestasi). Ruangannya sangat berantakan. Hyelim tak mengerti kenapa OSIS sekolah ini tak memperhatikan ruangan ini.

“Apa sebaiknya kubersihkan aja?” ucap Hyelim menimbang ragu.

Karna ingin berlatih dengan nyaman, Hyelim pun memutuskan untuk membersihkan ruangannya terlebih dahulu. Menyapunya juga mengelap cermin yang bisa digunakan untuk berlatih dance.

“Sudah selesai. Baiklah aku bisa berlatih dengan nyaman hari ini” ucap Hyelim girang.

Tak ada yang bisa membuatnya segirang ini.  Melihat wajah Kyungsoo sekalipun, walau ia menyukai namja itu. Ia sudah lama tak melakukan hal yang ia sukai ini. Tubuhnya terasa kaku sebenarnya. Ia pun berusaha membuat tubuhnya seringan dulu.

“Sungguh tak ada yang lebih baik dari pada ini” ucapnya senang.

Walau hanya dengan musik dub-step pelan yang berasal dari handphonenya tapi Hyelim senang. Ia sudah lama tak melakukan hal ini. Tapi tubuhnya tetap lincah menari mengikuti irama. Setelah beberapa lama menari, diapun berhenti. Bukan karena lelah, tapi karna sekelebat impian lamanya muncul memasuki otaknya. Ia menjatuhkan lututnya dan menangis tersendu. Ini sungguh sulit baginya.

“Kenapa berhenti?” sebuah suara menghentikan tangisan Hyelim.

*Kyungsoo POV

“Pak, apa tak bisa kita membangkitkan klub seni kembali?” tanyaku kepada Kepala Sekolah.

Ya, tugasku sebagai Ketua OSIS memaksaku untuk melakukan ini. Banyak siswa yang menginginkan klub seni didirikan kembali. Awalnya aku tak peduli karna klub seni tak pernah memberikan prestasi kepada sekolah. Tapi setelah melihat gadis bernama Kim Hyelim yang berasal dari Seoul Performing Art School. Kurasa ia bisa membangkitkan klub seni.

“Klub di sekolah ini sudah terlalu banyak mengeluarkan dana Kyungsoo-ya. Kau tau bukan jika klub seni bukan klub yang berkembang dengan cepat. Akan sangat bahaya dampaknya jika klub seni dibiayai tetapi tidak membuahkan hasil. Itu hanya akan membuat klub lainnya kehilangan dana” ucap Kepala Sekolah tampak memikirkan sesuatu.

“Kita memiliki satu murid berbakat pak. Siswa pindahan dari Seoul Performing Art School itu, kurasa ia bisa memimpinnya” ucapku yakin.

“Kita tak bisa mengandalkan satu orang Kyungsoo-ya”

“Baiklah pak. Kuharap anda bisa memikirkannya lagi. Maaf telah menggangu” ucapku sambil membungkuk, lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

Cukup sulit memang membujuknya. Ia orang yang keras kepala. Padahal aku sangat yakin jika ada siswi baru itu klub seni akan berkembang. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku harus melihat ruang seni yang tak terurus? Ah, aku bahkan sudah lupa kapan terakhir ruang klub seni itu digunakan.

Tunggu!!

Pintu ruang klub seni terbuka. Terdapat celah disana. Siapa yang ada didalam sana? Kupikir sudah tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan. Apakah para anggota klub seni melakukan latihan secara diam – diam? Ini bahaya jika sampai diketahui Kepala Sekolah mereka bisa kena hukuman.

“Sungguh tak ada yang lebih baik dari pada ini” kudengar ucapan seorang… hmmm.. mungkin yeoja dari dalam ruangan ini. Akupun memberanikan diri untuk mengintipnya melalui celah kecil yang ada pada pintu.

‘mengapa ruangannya bersih’

 

‘Kim Hyelim’

Dan yang kulihat sekarang adalah Kim Hyelim yang sedang menari lincah. Aku tak dapat mendengar lagunya secara jelas. Yang jelas ia tiba – tiba berhenti ditengah tariannya.

‘mungkin lagunya sudah selesai’

 

Tapi dia tidak terdiam begitu saja. Lututnya jatuh dan bahunya bergetar. Apa ia menangis? Apa yang harus kulakukan sekarang? Menemuinya dan menenangkannya atau meninggalkannya sendiri?

“Kenapa berhenti?” huffttt.. suara siapa lagi itu selain suaraku. Karna nyatanya aku memutuskan untuk menemuinya. Sedangkan Hyelim hanya mendongakan kepalanya.

“Ini aku Kyungsoo” ucapku tenang. Ia seperti tergesa – gesa mengusap matanya.

“Maaf. Aku menggunakan ruangan tanpa izin” ucapnya sambil mengambil tas dan handphone yang tergeletak lalu bergegas pergi.

“Ikut aku” ucapku sambil menarik tangannya saat ia akan melewatiku. Sedangkan ia hanya pasrah dibawa olehku kemana saja.

“Untuk apa kita kesini. Hari ini tidak ada pertemuankan?” ucap Hyelim keheranan saat aku membawanya ke ruang tata boga.

“Kita akan memasak” ucapku singkat lalu masuk ke dalam ruang klub.

“Kau tak bermaksud memberiku kursus private kan? Ya maksudku setelah kejadian saus spagethy yang gosong dan eumm… api yang naik karna aku lupa mematikan kompornya” ucapnya dengan nada bersalah. Sejujurnya aku ingin tertawa lepas saat itu juga karna ekspresinya benar – benar lucu. Tapi aku harus menjaga wibawaku sedikit dihadapan gadis ini.

“Saat aku sedih aku akan memasak” jawabku singkat sambil mengambil bahan – bahan dari dapur umum sekolah yang terhubung dengan ruang tata boga.

“Aku tau kau sedang bersedih” ucapku spontan saat melihat ia mengernyitkan dahinya.

“Kau akan memasak apa?” tanyanya saat aku tengah mengambil minyak zaitun.

Ratatouille

“Hah? Jenis masakan apa itu?” tanyanya heran. Aku hanya terekekeh.

“Masakan Italia. Kau tak tau?” tanyaku balik. Ia hanya menggeleng singkat.

“Bantu aku” ucapku.

“Aku harus apa? Kau mau masakanmu gagal?” tanyanya ketus sambil menuju kearahku.

“Kau bisa menumis? Tumis bawang bombai dan bawang putih itu”

“Kau ingin aku membakar ruangan ini?” tanyanya kesal.

“Hanya mengaduk – aduknya hingga harum” ucapku singkat.

“Kyungsoo-ah, mengapa kau tertarik pada bidang memasak?” tanyanya sambil mengaduk – aduk tumisan bawang. Tunggu, ia tadi memanggilku Kyungsoo-ah.

“Mengapa? Apakah itu aneh?” tanyaku sambil membakar terung ungu.

“Oh iya, tambahkan paprika merah dan kuning. Kau bisa memotongnya kan?” tanyaku. Ia hanya menunjukan aegyo-nya sambil menggeleng. Harus kuakui ia sangat lucu jika tersenyum seperti itu.

“Baiklah akan kupotongkan” ucapku lalu memotong dua buah paprika dengan sangat cepat. Kulihat Hyelim tercengang. Yaa, setidaknya ia mulai terpukau denganku. Haha..

“Kyungsoo-ah, bukannya aneh. Hanya saja, apa kau tak berminat kepada bidang yang lebih menunjukan sisi kejantananmu seperti bidang olahraga. Ehhm, maksudku bidang memasakkan lebih banyak  dipilih oleh para wanita-kan?” ucapnya hati – hati setelah aku memasukan potongan dadu paprika kedalam wajan.

“Aku ingin memasak untuk kekasihku. Aku tak ingin kekasihku terluka karna terciprat minyak panas atau melepuh karna menyegol wajan yang panas. Alasan itu yang biasanya ada dalam pikiranku. Tapi aku rasa alasan utama mengapa aku mencintai hal ini, sampai sekarang pun aku tak tahu” ucapku jujur.

“Oh Kyungsoo-ah, itu manis sekali. Aku rasa siapapun yang menjadi kekasihmu akan sangat beruntung nantinya” ucapnya sambil menatapku dengan mata berbinar.

“Ya, Kim Hyelim!! Jangan dibiarkan seperti itu! Nanti bisa gosong!”ucapku setengah berteriak.

“Ah, mianhae. Ini bagaimana? Maafkan aku” katanya panik. Akupun segera mengambil alih perkerjaannya. Hampir saja dapur ini akan terbakar untuk kedua kalinya karena anak ini.

Setelah beberapa puluh menit memfokuskan diri pada masakan kami, akhirnya Ratatouille yang kami masak pun selesai. Kini kami tinggal mencicipinya.

“Bagaimana?” tanyaku saat ia memasukan satu suap kedalam mulutnya.

“Woahhh.. Ini enak. Bagaimana bisa? Wah kau hebat Kyungsoo-ah. Aku akan belajar memasak ini dirumah. Kurasa Eomma dan Appa-ku akan senang jika aku bisa memasakan ini untuk mereka” ucapnya girang.

“Aku tidak bertanggung jawab jika rumahmu kebakaran” ucapku membuatnya cemberut.

*Hyelim POV

Hari ini, entah mengapa aku rasa ini hari tebaik yang pernah aku lewati. Kyungsoo mengajariku memasak satu masakan Italia ‘Ratatouille’. Bukan mengajarkan mungkin lebih aku hanya membantunya menumis. Ehmm, tapi aku senang sekali berada di samping pria itu. Pria itu berbeda. Dia sangat manis, dan aku rasa siapapun yang menjadi kekasihnya dimasa depan akan sangat beruntung.

 

‘careless.. careless.. shoot anonymous.. anonymous..’

 

Saat sedang mengingat kembali kejadian hari ini yang kulewati bersama Kyungsoo, handphoneku berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Tanpa melihat ID pemanggil aku langsung mengangkatnya.

 

“Yoboseyo” ucapku.

 

“Yoboseyo Hyelim-ah. Apakah aku mengganggu dirimu?” tanya suara dari seberang telepon ku.

‘Ya Tuhan, suara ini’

Akupun segera melihat ID sang pemanggil ‘Kyungsoo’. Ya, seorang Do Kyungsoo menelponku. Ah, aku sempat lupa jika sebelum berpisah diperempatan jalan tadi kami sempat bertukar nomor handphone.

“Tidak Kyungsoo-ah. Aku sedang bersantai” ucapku sambil tersenyum.

“Ah bagus kalau begitu. Oh iya Hyelim-ah, untuk kursus private memasak tersebut.. ehm, aku tak keberatan jika kau menginginkan itu” ucap Kyungsoo menawariku.

‘ah tentu aku mau Kyungsoo-ah’

“Ah benarkah? Aku sejujurnya sangat menginginkan itu Kyungsoo-ah” ucapku. Tetapi lama aku tak mendengar jawaban dari Kyungsoo.

‘ah, aku salah berbicara tadi’

 

“Maaf Kyungsoo-ah, maksudku aku sangat membutuhkan bimbinganmu dalam memasak. Aku ingin memasak untuk.. orang tua ku. Ya, orang tuaku”ucapku gelagapan.

Oh ya Tuhan, sejujurnya saat ini aku sangat bersyukur hanya mengobrol melalui sambungan telephone dengannya. Karna jika aku berbicara langsung padanya saat ini, aku bingung ingin menaruh wajahku dimana. Aku yakin wajahku merah padam saat ini.

“Ah ya baguslah jika kau ingin tumbuh menjadi wanita yang lebih baik. Tenang saja aku tidak menarik bayaran untukmu” ucapnya sambil emm.. mungkin tertawa.

“Benarkah? Baguslah. Aku bisa menyimpan uang kursus memasak dari ayahku. Haha” ucapku berusaha mencairkan suasana yang cukup canggung sebelumnya.

“Jangan membodohi orang tua mu. Itu tidak baik. Sudah kau tidur sana” ucapnya lalu mematikan sambungan telephone secara tiba – tiba. Huh, dasar tidak sopan.

Tapi sejujurnya aku senang hari ini. Bisa berdua saja bersama Kyungsoo tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Apalagi dia yang menelponku dimalam hari. Hahaha, oh tidak. Kurasa aku sudah gila.

*Author POV

Yeoja bernama Kim Hyelim itu berlari dengan tergesa – gesa melalui koridor sekolah. Tampak senyum cerah terpaut diwajahnya. Dan kini ia berhenti didepan ruangan dengan tulisan rapih didepannya ‘Ruang Tata Boga’.

“Annyeong Kyungsoo-ah” ucap yeoja itu saat menemukan pria bernama Kyungsoo sedang memainkan handphone-nya.

“Oh annyeong Hyelim-ah. Kau terlambat pada kursus pertamamu” ucap Kyungsoo lalu menaruh handphone-nya.

“Maaf hari ini hari jumat, aku mendapat giliran tugas piket kelas” ucap Hyelim dengan nada menyesal.

“Pertama – tama aku ingin mengatur jadwal kita. Karna kita sama – sama anggota klub tata boga maka kita harus pintar – pintar membagi waktu. Karna hari senin dan rabu kita berkumpul dengan anggota klub, maka kursus hanya akan ada hari selasa, kamis dan jumat” ucap Kyungsoo dan Hyelim hanya menganggukan kepalanya.

“Lalu hari sabtu?” tanya Hyelim membuat Kyungsoo memutar bola matanya.

“Kau tidak lelah? Aku sih lelah. Jadi aku ingin libur” ucap Kyungsoo tegas.

“Baiklah kapan kita mulai masaknya?” tanya Hyelim.

***

Sudah tiga minggu ini yeoja bernama Kim Hyelim ini rajin memasuki dapur dirumahnya dan itu membuat kedua orang tuanya tersenyum senang.Ya, kini Kim Hyelim sudah pandai memasak beberapa masakan. Dan kedua orang tuanya tau jika Do Kyungsoo-lah yang mengajari putri mereka hingga jadi seperti ini.

Kim Hyelim yang tadinya galak, dingin, dan seenaknya juga ‘nakal’ dengan setelan rambut pendeknya berubah jadi gadis paling manis sedunia jika sudah memasuki dapur. Tangannya mulai terampil mengolah beberapa hidangan yang bisa dibilang lezat. Seperti saat ini ia sedang memasak Ratatouille, masakan pertama yang ia kuasai.

Bukan tanpa alasan sebenarnya ia memasak ini. Karna hari ini Do Kyungsoo mengajaknya pergi ke taman kota untuk jalan – jalan bersama. Dan Hyelim membuatkan Ratatouille untuk orang yang kini bisa dibilang ia cintai. Tidak disuruh Kyungsoo sih sebenarnya, hanya ia ingin membuatkannya saja

“Aigoo, anak eomma sedang memasak apa?” tanya seorang wanita yang cukup cantik sebenarnya tapi nyatanya ia sudah tidak muda lagi.

“Eomma tidak tau masakan ini? Ini masakan dari Italia. Namanya Ratatouille” ucap Hyelim mengikuti cara bicara Kyungsoo saat mengucapkan Ratatouille.

“Kau memasakan ini untuk Eomma dan Appa?”

“Aniya, aku akan pergi makan siang dengan temanku hari ini. Jadi aku akan membawakannya ini. Lain kali aku berjanji akan memasakan ini untuk Eomma dan Appa secara khusus” ucap Hyelim girang.

“Baiklah. Apakah teman yang kau maksud itu Kyungsoo?”

“Ne” ucap gadis itu tersipu malu

“Titip salam untuknya, ne. Dia namja yang sangat baik untukmu” wanita tua itupun meninggalkan anaknya yang sedang memasak seorang diri dengan senyuman.

Cha!! Semua sudah siap sekarang. Hyelim sudah berubah menjadi gadis manis dan cantik dengan setelan dress lucu berwarna biru muda pada tubuhnya. Tak lupa ia membawa kotak makanan yang ia masak dan susun seorang diri tadi. Ia pun melangkahkan diri ke taman kota yang tak cukup jauh dari rumahnya.

Setelah 10 menit perjalanan akhirnya Hyelim sampai juga. Ia segera berkeliling mencari Kyungsoo. Dan dilihatnya Kyungsoo sedang duduk di kursi yang berada tepat dibawah pohon rindang. Gadis manis itupun segera mendatanginya.

“Kyungsoo-ah” panggil Hyelim ceria. Kyungsoo hanya tersenyum tipis. Oh, ia sangat tampan hari ini. Siapapun pasti akan sangat menyetujuinya jika a benar – benar tampan dan dewasa dengan setelan kemeja lengan pendek berwarna putih dan celana levis panjang berwarna hitamnya.

“Sudah menunggu lama?” tanya Hyelim sambil mendudukan pantatnya pada kursi.

“Ani, aku juga baru sampai” jawab Kyungsoo tenang.

“Oh iya, aku membawakanmu ini. Anggap saja sebagai bahan evaluasi selama tiga minggu” ucap Hyelim sambil menyerahkan kotak makannya kepada Kyungsoo. Kyungsoo-pun mulai membuka kotak makan tersebut dan mengambil sumpit yang Hyelim sediakan. Ia pun mulai mencicipinya.

“Enak” ucap Kyungsoo singkat.

“Ah, benarkah? Kau tidak sedang mencoba membuatku senang kan?” tanya Hyelim antusias.

“Tidak, aku sungguh – sungguh. Kau sangat cepat dalam belajar dan memahaminya” ucap Kyungsoo sambil tersenyum tulus.

“Ah, syukurlah kalau begitu” ucap Hyelim riang.

Keheningan terjadi diantara kedua anak manusia itu. Tak ada yang berani memulai percakapan.

‘Aku tak mengerti, jika Kyungsoo mengajakku ke taman kota dengan tujuan saling berdiam diri seperti ini untuk apa aku datang yah. Hah, bodoh’ batin Hyelim berseru.

“Mau membeli es krim?” tanya Kyungsoo mencoba mencairkan suasana.

“Boleh” ucap Hyelim mencoba tersenyum.

“Tunggulah disini” ucap Kyungsoo lalu meninggalkan Hyelim sendirian dikursi yang panjang ini.

Sampai saat ini Hyelim masih bingung apa yang Kyungsoo dan dirinya lakukan disini sekarang. Hyelim berharap hal – hal manis akan terjadi dengan dirinya dan Kyungsoo saat ini. Tapi yang didapatkannya hanya Kyungsoo yang diam saja seperti patung.

*Hyelim POV

Kukira Kyungsoo akan melakukan hal – hal manis untukku. Tapi ternyata dia hanya berdiam diri sambil menatap langit. Membosankan. Apa ia sedang ada masalah? Jika berdiam diri seperti ini saja kan hanya membuang waktuku.

“Ini es krim milikmu” ucap Kyungsoo sambil membawa dua corong es krim. Akupun mengambilnya satu.

“Kyungsoo-ah, sebenarnya untuk apa kita kesini?” tanyaku memberanikan diri setelah es krim-ku habis.

“Ah, untuk apa ya? Aku juga bingung untuk apa kita kesini” jawabnya sambil tersenyum. Huh, menyebalkan. Aku hanya mendenguskan nafasku.

“Baiklah.. baiklah ada hal perlu kubicarakan denganmu” ucapnya tiba – tiba merubah mimik wajahnya menjadi lebih serius kali ini.

“Apa itu?” tanyaku. Oh entah mengapa jantungku berdegup kencang saat ini.

“Aku pernah bilangkan kalau aku masih tak tau alasanku yang sebenarnya. Alasan mengapa aku tertarik pada bidang memasak” ucapnya membuatku bertanya – tanya.

“Ya, lalu?” tanyaku. Ah, jantungku betul – betul tak bisa berkerja normal.

“Kurasa, kini aku tahu alasanku” ucapnya menatapku intens.

“Apa itu?” dan kini aku gugup setengah mati.

“Karena mu”

“Hah?”

Tunggu tadi dia bilang apa? Otak-ku masih perlu mencerna kalimatnya. Jantungku betul – betul tak bisa berkerja kali ini. Aku rasa jantungku sudah berhenti berdetak.

“Karena mu Kim Hyelim. Aku suka memasak karena dengan cara memasak akhirnya aku dapat bertemu dan berkenalan denganmu” ucapnya tersenyum sangat sangat manis dari sebelumnya.

‘oh cukup Do Kyungsoo. kau membuatku ingin mengasingkan diri ke Zimbabwe’

 

“Kau lama sekali sih berpikir. Yasudah aku langsung ke intinya saja” ucapnya kesal. Karna aku hanya merespon perkataannya tadi dengan mata yang membulat.

“Jadi intinya aku mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku. Itu sudah jelaskan?” ucap Kyungsoo cepat.

“Kau berbicara terlalu cepat. Ayo ulangi” ucapku memberanikan diri menggodanya.

“A-ku men-cin-ta-i mu Kim Hye-Lim. Ma-u-kah kau men-ja-di ke-ka-sih-ku” ulangnya dengan ejaan. Itu sangat lucu. Haha..

“Tentu saja Do Kyungsoo. Aku juga mencintaimu”ucapku spontan memeluknya. Ia pun terkejut namun tetap membalas pelukanku.

Ehmm… mulai hari ini, kurasa aku juga kan menjadikan memasak sebagai hobby-ku. Itu karena mu Do Kyungsoo. Karena dengan cara memasak akhirnya aku dapat bertemu dan berkenalan denganmu.

“Tapi kau tetap menjadi guru kursus memasakku-kan?” tanyaku disela pelukan kami.

“Tentu saja Mrs.Do” ucapnya membuatku tersipu.

Ia pun mengecup bibirku singkat. Walau singkat tapi manis dan mampu membuat sistem saraf tubuhku berhenti berkerja. Jika aku boleh meminta, aku tak ingin waktu ini berlalu begitu saja.

Do Kyungsoo… Kau membuat perubahan terbesar pada hidupku… Gomapta..

*******

WAHHH… AKHIRNYA SELESAI JUGA INI FF  YA!! ANEH GAK? MASIH RADA ANEH YA? MAAF YA AKU JUGA MASIH PROSES BELAJAR NIH ^^

JUJUR SEBENARNYA AKU ITU GAK NGE-SHIPPER EXO SAMA SIAPA SIAPA. AKU HANYA SEKEDAR SUKA DAN BERANGGAP MEREKA LUCU ‘OKE KALIAN COCOK’ SEMACEM GITU DEHHH… ‘-‘

OH IYAA!!! MINTA KRITIK DAN SARAN YA BUAT FF INI… KALAU HASILNYA KURANG MEMUASKAN, AKU MINTA MAAF DAN AKAN BERUSAHA LEBIH BAIK LAGI ^^

MAKASIH YA UDAH BACA HASIL YANG DIKERJAKAN OLEH KERJA KERAS(?) OTAK-KU INI. AKU TIDAK AKAN MELUPAKAN JASA OTAK KANAN DAN KIRIKU INI/?

JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN… SALAM KETJUP DARI KAISOO COUPLE (KAI SOOMAN COUPLE) :* LOVE YESHHH❤

DI POST JUGA DISINI>> http://bawangdauncantik.blogspot.com/

Author: gyuskaups

99 Geng || Multifandom || Hiphop Style

One thought on “[Freelance] Because Of You

  1. bagus kok ceritanya chingu….malah pengen sequelnya nih chingu…soalnya kan hye lim itu suka ngedance kn? Mana tau kyungsoo malah belajar ngedance bareng gitu..hehehe *pengennya* keep writing chingu

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s