EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Freelance] Me? Your Wife?

8 Comments

Me? Your wife?

Author             : Jung Hyo Sun

Main cast         : Xiu Luhan, Jung Hyo Sun

Support cast    : Lee hyemi, and the other member EXO

Genre              : Angst (?), marriage life

Type                : Oneshoot

 

HAPPY READING!

 

Hyosun POV

Annyeonghaseyo hyosun imnida umurku saat ini 21 tahun dan aku sekarang sedang menuntut ilmu di Universitas Kyunghee. Status ku saat ini sudah menikah kalian kaget? Jangan kaget kalian akan tambah kaget jika kusebutkan siapa suamiku yaitu Xiu Luhan. Kalian mengenalnya? Jika kalian berkuliah di Kyunghee pasti kalian mengenalnya. Di kyunghee siapa yang tidak mengenal Xiu luhan? Anak pemilik universitas dan penerus Group J salah satu perusahaan terbesar di korea yang terkenal dingin, cuek dan jika berurusan dengan Xiu Luhan pasti akhirnya akan ada yang keluar dari universitas tidak mungkin seorang Xiu Luhan yang keluar dari universitas dia sendiri. Walaupun begitu kurasa aku mulai mencintainya.

Aku dijodohkan dengan dia karena appaku dan appanya berteman semenjak smp. Oleh karena itu, mereka membuat perjanjian yang menurutku konyol akan menjodohkan kami berdua kelak kami lahir nanti, dan perjanjian itu sudah dilakasanakan. Apakah aku menerima perjodohan ini? Tentu saja tidak tetapi aku tidak bisa melihat wajah appa yang memintaku agar menikahi anak temannya.

 

Biipp biip biip

 

“Kau sudah pulang?” tanyaku kepada luhan, kulihat dia hanya menanggukan kepalanya saja menjawab pertanyaanku dan langsung menuju kamar kami. Cihh lihat, dia bahkan tidak melihatku. Walaupun begitu dia tetap suamiku dan aku istrinya, aku tahu dia tidak pernah memandangku seperti wanita lainnya di luar sana dia hanya memnganggapku patung di apartemen sebesar ini. Dengan malas aku berdiri dari sofa dan membereskan buku-buku yang berserakan langsung menuju kamar kami. Kami hanya sekamar ingat itu!

“Yak! Xiu Luhan! Kau belum mandi! Mandi dulu, baru tidur!”

“….” Aissshh jinjja!

“Luhan-ssi!” teriakku. Kutaruh buku-bukuku di atas meja belajarku dan langsung menuju keluar kamar, aku tidak bisa tidur disamping orang yang belum mandi.

“Kau mau kemana?”

“Tidur!”

“Kamarmu disini”

“Kau tahu bukan kalau aku tidak bisa tidur jika..”

“Arra arra aku akan mandi” katanya berdiri dan langsung menuju ke kamar mandi. Mwo? Aku tidak salah dengar dia menuruti perkataanku? Kurasa ada yang salah dengan nya. ahh molla lebih baik aku tidur.

*****

“Aku akan pulang malam” katanya. Saat ini kami sedang sarapan pagi bersama.

“Aku juga mau bilang kalau aku akan menginap dirumah hyemi selama 3 hari untuk menemaninya karena orangtuanya pergi ke Jerman hari ini” dia menghentikan sarapannya dan melihatku dengan tatapan yang sulit diartikan

“Aku memberitahu karena kau pemilik rumah yang sekarang aku tinggali ini. Aku sudah selesai, aku pergi” kataku

“Selama 6 bulan ini baru kali ini kau ingin menginap dirumah temanmu? Apakah kau benar-benar menginap dirumah temanmu?” Mwo? Dia berkata padaku? Sebanyak itu, kalian tahu ini adalah kalimat terpanjang yang pernah diucapkannya. Aku memandang nya dengan tatapan kaget sekaligus bingung dengan ucapannya.

“Maksudmu? Aku hanya menemani orang yang bersahabat denganku sejak kecil. Apa kau ada masalah dengan ini? Bukankah kau pernah bilang seperti ini padaku “Walaupun kita sekarang adalah suami istri kau tahu bukan kalau kita dijodohkan? Jadi kita hanya memerankan peran itu jika di depan orangtua dan orang-orang perusahaan keluargaku dan keluargamu” Kau ingat?” kataku. Kulihat dia tersenyum tipis atau itu senyum mengejek?

“Tak kusangka kau masih ingat perkataanku yang itu” Dia tertawa “Tapi mengapa kau sepertinya selama 6 bulan ini memerankan istri dalam arti sesungguhnya huh atau pembantu rumah ini?”

“Walaupun kau menganggapku sebagai pajangan saja ani kau menganggap ku pembantu aku masih mempunyai hati. Membuat sarapan, membuat makan malam, menyiapkan perlengkapan mu dan membuat air panas untukmu mandi apakah aku salah melakukan itu semua? Dan kenapa kau baru mempeributkan hal yang menurutku tidak masuk akal ini? Bukankah memang aku ini istrimu secara hukum dan agama? Walaupun kau tidak menanggap aku istrimu aku mengahargai pernikahan ini karena keluargaku dan keluargamu. Apakah kau melakukan ini karena kau mempunyai kekasih? Tenang saja aku tidak akan menganggu hubungan kalian. Permisi”

*****

Akhirnya aku sampai di kampus. Kalian tahu selama perjalanan aku memikirkan sikap luhan setelah kami sarapan tadi. Selama ini dia tidak pernah mengusik urusanku.

Tok tok

 

“Hey Ny. Xiu! Kau tidak mau keluar dari mobil?” ternyata dia sahabatku hyemi. Akupun turun dari mobil.

“Aku memang mau turun, kau saja yang terlalu cerewet” kataku

“Cihh! alasan mu saja, aku berdiri di mobilmu semenjak 5 menit yang lalu dan kau tidak menyadari kedatanganku”

“Jinjjayo?”

“Eo! Sepertinya kau ada masalah? Apakah tentang pernikahanmu?”

“Sebaiknya kita masuk ke kelas. Kau tahu kurasa kita akan telat”

“Ahh mattta! Kajja!”

*****

“Kau hutang cerita kepadaku hyosun-ah?” kata hyemi. Semenjak keluar dari kelas Kim Sonsaengnim dan manuju ke kantin dia terus mengatakan itu.

“Arasseo! Tadi pagi luhan bersikap aneh?”

“Aneh? Aneh bagaimana?”

“Iya aneh. Aku bilang bahwa 3 hari kedepan aku akan menginap dirumahmu dan kurasa dia tidak mengizinkan nya ya walaupun dia tidak mengatakannya secara langsung. Dan dia juga mempersalahkan aku yang melakukan layaknya seorang istri kepada suami”

“Wah! Apakah sekarang ini seorang Xiu Luhan sudah menanggap ada keberadaanmu?!” teriaknya

“Yak! Kau ingin aku dibunuh sama fansnya, eo?”

“Kau tidak akan dibunuh sama fans suamimu mereka tidak akan berani melakukan itu semua. Kau ingat di universitas ini kau berada ditingkat 1 dan aku berada di tingkat ke 2”

“Hah. Aku tidak mengerti kenapa universitas ini membuat peraturan sekonyol itu! Membeda-bedakan status social!”

Kalian tahu di univeritas ada istilah Tingkat 1, Tingkat 2 dan Tingkat 3. Tingkat 1 adalah mahasiswa yang menjadi penerus perusahaan orangtua nya dan katanya perusahaan itu harus perusahaan besar dan mereka berada di tingkat 1 tingkat yang paling ditakuti seluruh mahasiswa seuniversitas ini. Tingkat 2 adalah mahasiswa yang orangtuanya memiliki sebuah perusahaan dan tidak sebagai penerus perusahaan keluarganya. Sedangkan tingkat 3 adalah mahasiswa yang tidak memiliki apa-apa menurutku mahasiswa yang berada di tingkat ini berisi orang-orang pintar karena mereka masuk ke universitas ini  karena kecerdasannya tidak seperti siswa lainnya yang berada di tingkat 1 dan 2 yang bisa masuk ke universitas ini karena kekayaan orangtuanya. Konyol bukan? Kecuali diriku!

“Omonaa! Lee Jaeshin!” teriaknya. Akupun melihat apa yang dilihatnya di pintu masuk kantin. Astaga! Kejadian ini terulang lagi, Lee jaeshin anak berkacamata itu datang ke kantin bersama Luhan dengan wajah ketakutan. Kurasa jaeshin telah melakukan sesuatu sehingga luhan akan menghukumnya. Akupun tersenyum.

“Hey anak cupu pesankan kami makanan!” Teriak Kai sahabat setia luhan. Luhan memiliki 3 orang sahabat yaitu Kai, Sehun dan  Baekhyun kurasa ketiga sahabatnya itu tidak tahu bahwa temannya itu luhan sudah menikah. Kulihat jaeshin yang kesusahan membawa makanan untuk mereka berempat, apa mereka tidak punya kaki?!

“Jangan membuat masalah hyosun-ah walaupun kau sama seperti luhan berada di tingkat 1 tapi luhan adalah anak pemilik dari universitas ini” kata hyemi pada saat aku ingin berdiri. Sepertinya ini waktu yang tepat.

“Yak! Jung hyosun!” teriaknya

Semua orang yang berada di kantin melihatku yang berdiri dengan tampang polos. Karena menurut mereka jika ada mahasiswa yang dihukum oleh luhan dikantin tidak ada satupun siswa boleh berdiri karena luhan menganggap itu menganggu kegiatannya. Cih! Konyol!

“Ahjumma, bisakah aku meminta jus jeruk satu lagi?” pintaku

“Ahh y..ye” bahkan seorang ahjumma pun takut kepada luhan. Tapi itu semua tidak berlaku lagi kepadaku mulai hari ini.

“Gomawo ahjumma” akupun membalikkan badanku kebelakang dan semua orang memandangku dengan tatapan yang berkata “Bodoh kau Jung Hyosun” aku menuju ke meja luhan dan teman-teman nya.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan?” Tanya Sehun

“Kau tahu kan perarturannya?” Tanya kai. Aku melihat luhan yang sedari tadi melihatku dengan tatapan tajamnya.

Byuuurrrrr

 

“Omooo! Yak Jung Hyosun!” teriak hyemi. Aku menyiram luhan dengan jus yang baru saja aku beli barusan. Sungguh aku muak dengan sikap angkuhnya.

“Yak! Perempuan gila apa yang kau lakukan?” Tanya seseorang wanita yang sedang menatap luhan dengan tatapan tidak percaya. Urusanku sudah selesai. Sebaiknya aku kembali ke mejaku.

“Berhenti disitu!” teriak luhan sangat kencang. Aku tersenyum kecut mendengar ucapannya.

“Ada apa SUNBAE?” tanyaku dengan menekankan kata sunbae, luhan memang 1 tahun lebih tua dariku. Kulihat kai dan sehun ingin menghampiriku.

“Jung Hyosun dia urusanku. Kalian disini saja” kata luhan

“Bisakah kau mengelap wajah dan bajuku yang sudah kau siram Jung Hyosun?” kata luhan berdiri didepan ku. Akupun mengambil saputangan di sakuku dan mengelap wajah dan bajunya setelah selesai aku ingin menuju ketempat hyemi.

“Aku belum selesai denganmu” Kata Luhan menatap ku dengan tajam.

“Luhan sunbae kumohon maafkan Hyosun dia memang radar gila sunbae” Aku membulatkan mataku pada saat Hyemi mengatakan itu tiba-tiba dan sejak kapan dia berada disampingku?

“Yak! Lee Hyemi! Apa yang kau lakukan?! Kau tahu pria ini pantas mendapatkan itu semua!!!” teriakku. Kulihat luhan tambah menatapku tajam.

“Kau sadar apa yang kau ucapkan Jung Hyosun-ssi?” tanyanya

“Aku sadar! Kau tahu aku muak dengan sikapmu yang semena-mena seperti ini. Apakah kau tidak malu hah? Kau itu anak pemilik universitas ini! Seharusnya kau bersikap sopan dan berwibawa kepada semua orang, bukan seperti ini SOMBONG DAN KEKANAKKAN!!!” teriakku tepat di wajahnya.

“Wae? Kau ingin mengeluarkanku dari universitas ini? Silahkan! Tapi tidak dengan Lee Jaeshin!”

“Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan siapapun mengeluarkanmu dari sini sampai kau lulus” Mwo? Apa kata nya?!

“Kukira aku tidak tahu dengan rencama licik mu itu? Kau menggunakan keadaan ini untuk bisa keluar dari universitas ini?” bagaimana bisa dia mengetahuinya?! Bahkan hyemi sahabatku sendiri tidak mengetahuinya jika aku ingin keluar dari universitas ini. Aku ingin keluar dari universitas karena aku ingin berkuliah di Universitas Cambridge tepat 2 hari yang lalu aku diterima di universitas itu tapi appa tidak mengizinkanku. Sebenarnya bukan itu alasannya sekarang aku ingin bercerai dengan lelaki yang tepat didepanku saat ini aku tidak tahan dengan sikap dingin nya kepadaku selama ini walaupun mulai pagi ini dia sedikit mau berbicara denganku.

“Apakah aku tidak berhasil?” tnyaku

“Tidak berhasil sama sekali” jawabnya

Hyosun PON END

 

 

Author POV

“Aku sadar! Kau tahu aku muak dengan sikapmu yang semena-mena seperti ini. Apakah kau tidak malu hah? Kau itu anak pemilik universitas ini! Seharusnya kau bersikap sopan dan berwibawa kepada semua orang, bukan seperti ini SOMBONG DAN KEKANAKKAN!!!” teriak hyosun. Semua orang yang berada di kantin universitas kaget dengan perkataan hyosun, selama ini memang tidak ada yang berani melakukan ini semua terhadap luhan bahkan sahabatnya sendiri.

“Wae? Kau ingin mengeluarkanku dari universitas ini? Silahkan! Tapi tidak dengan Lee Jaeshin!” kata hyosun. Luhan tersenyum penuh arti mendengar perkataan hyosun.

“Sampai kapanpun aku tidak akan mengelurkanmu dari sini sampai kau lulus. Kukira aku tidak tahu dengan rencama licik mu itu? Kau menggunakan keadaan ini untuk bisa keluar dari universitas ini?” luhan berkata dan tersenyum licik. Hyosun menegang dengan apa yang dikatakan luhan.

“Apakah aku tidak berhasil?” Tanya hyosun. Luhan mengerutkan keningnya? Dia tidak menyangka ini respon dari hyosun setelah dia membongkar rahasia hyosun.

“Tidak berhasil sama sekali” kata luhan dibuat-buat sesedih mungkin.

“Bisakah kau mengeluarkanku aku ingin sekali kuliah disana?”

“TIDAK! ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI NY. XIU!” teriak luhan. Kaget itu yang dirasakan seluruh mahasiswa universitan kyunghee dan hyosun tersendiri mendengar ucapan Luhan barusan. Hyosun pun tersenyum.

“Ny. Xiu? Yak luhan apa maksud dari ucapanmu?! Bukankah Xiu margamu?” Tanya baekhyun

“Ny. Xiu?!” kata sehun dan kai serentak.

“Sudah kubilang bukan, kalian duduk saja disana!” geram luhan. Hyosun yang merasa ini sudah cukup dia menuju ke kelas nya.

“kajja hyemi-ya kita ke kelas berikutnya” ajak hyosun

“Lee Hyemi?” panggil luhan. Hyemi berhenti dan menatap luhan.

“Y..yye?” jawab hyemi terbata-bata. Orang yang paling ditakuti hyemi di unuversitas ini adalah Xiu Luhan karena perusahaan appanya sedang ada ditangan perusahaan Xiu Luhan.

“Aku tidak mengizinkan mu membawa istriku untuk menginap dirumahmu untuk 3 hari kedepan” kata luhan

“ISTRI???!!!!” kaget baekhyun, sehun dan kai. Semua orang dikantin mulai berbisik-bisik dengan penuturan luhan. Hyosun pun membulatkan matanya.

“Bagaimana bisa dia membongkar ini huh? Dia ingin aku mati berdiri didepan fans-fansnya” batinku.

“Aku akan tetap menginap dirumah hyemi mulai hari ini” tolak hyosun. Sedangkan hyemi? Dia hanya bisa mamandang suami istri ini dengan tatapan bingung.

“Bisakah kalian keluar dari kantin ini sekarang juga? karena ada yang harus kubicarakan dengan wanita ini!” teriak Luhan. Serentak semua orang keluar bahkan pedagang makanan yang ada dikampus pun keluar.

“Kau berhutang penjelasan terhadap kami bung!” kata sehun dan diaminin dengan kai dan baekhyun. Luhan menganggukkan kepalanya.

“Aku tidak menyuruhmu keluar Xiu Hyo Sun!” kata luhan saat dia melihat Hyosun ingin melarikan diri saat dia sedang berbicara dengan sahabatnya. Luhan tersenyum melihat muka kesal yang ditunjukkan oleh Hyosun.

“Namaku bukan Xiu Hyosun tapi Jung Hyo Sun” kata hyosun dan duduk di salah satu meja kantin, luhan mengikutinya.

“Bukannya kau menyuruh mereke pergi?” Tanya hyosun

“Emm. Waeyo?” kata luhan. Hyosun melihat sekelilling luar kantin dan ternyata banyak pasang mata yang melihat mereka bahkan ada yang memotret mereka. Luhan yang mengerti hanya tertawa kecil.

“Tidak ada yang berani menyakitimu, bahkan sebelum aku memberitahu mereka kalau kau istriku”

“Aku bukan istrimu”

“Kemana hyosun yang pagi tadi? Yang menyatakan bahwa Jung Hyosun adalah istri seorang Xiu Luhan?” seketika wajah hyosun memerah dan dia menolehkan wajahnya kearah lain dia menyadari bahwa wajahnya saat ini pasti memerah.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya hyosun mengalihkan pembicaraan

“Mengenai pernikahan kita” kata luhan. Hyosun kaget.

“Kenapa?”

“Kau tahu kemarin aku bertemu eomma dan eomma mu di sebuah kafe. Dan mereka menanyakan tentang anak” kata luhan. Hyosun kaget bukan main? Anak?

Author POV END

 

 

Hyemi POV

“Kau tahu kemarin aku bertemu eomma dan eomma mu di sebuah kafe. Dan mereka menanyakan tentang anak” kata luhan.

“Anak?” aku tertawa kecil “Kau menginginkannya?” tanyaku. Kulihat dia berfikir sejenak dan menggelengkan kepala nya. “Sudah kuduga. Kalau kau mengatakan kau menginginkannya itu bukan seorang Xiu Luhan” kataku tersenyum kecut.

“Aku ada alasan tersendiri untuk tidak memiliki anak” katanya. Aku tahu. Kau sudah memiliki seorang kekasih. Pada saat aku ingin berbelanja di supermarket aku melihat dia dan seorang wanita sedang mendorong trolli yang berisikan banyak makanan dan kurasa itu kekasihnya.

“Aku tahu.” Jujurku. Kulihat luhan mengernyitkan dahinya? Aku tersenyum. “Dan kau tahu, dengan kau mengumunkan bahwa aku adalah istrimu kau akan membahayakan posisi kekasihmu”

“Ba.. baa..bagaimana kau tahu?”

“Sepertinya benar kalau kau sudah memiliki kekasih, kukira kemarin aku salah liat orang. Ternyata benar itu kau dengan kekasihmu.” Kataku

“Namanya Seohyun. Aku telah berpacaran dengan dia selama 2 tahun.” aku diam. Mengapa aku merasa sesak mendengar ucapannya?

“Arra. Jika kau tidak keberatan aku ingin kembali ke kelas sekarang juga” aku bangkit setenang mungkin. Dan menuju ke kelasku berikutnya.

“Aku tidak mengizinkanmu menginap di rumah sahabatmu itu” katanya.

Aku berlari menuju taman belakang kampus. Kenapa rasanya sakit? Ini lebih sakit daripada dia bersikap dingin kepadaku. Tak terasa ternyata air mataku tumpah inilah airmata selama 6 bulan ini bersama nya akhirnya tumpah. Tuhan? Mengapa hidupku seperti ini. Dan kau membiarkan ku mencintainya. Kau tahu rasanya sakit mendengar dari mulutnya sendiri bahwa dia memiliki seorang kekasih. Sepertinya aku harus bertindak duluan untuk pernikahan ini. Aku harus ke kantor appa sekarang juga.

*****

“Appa?” panggilku saat aku masuk keruangannya.

“Eo! Hyosun-ah tumben kau kesini, kemana suamimu?” aku tersenyum saat appa menyebut kata suami

“Luhan sedang ada kuliah. Aku kesini karena ada hal penting yang harus kubicarakan pada appa” kataku. Kulihat appa melihatku dengan tanda tanya besar.

“Ada apa?” Tanya appa. Aku menarik napasku dalam-dalam.

“Aku ingin bercerai”

 “Mwo? Bercerai?” kata appa

“Nde appa”

“Memang apa maslah kalian? Selesaikan lah masalah dengan kepala dingin hyosun-an. Pikirkan dengan baik sebelum memutuskan keputusan terakhirmu” kata appa aku hanya menghela kasar nafasku

“Aku sudah memikirkan ini dengan baik appa, aku mohon kami tidak saling mencintai appa, bahkan selama 6 bulan ini kami tidak bisa saling mencintai. Appa?”

“Kau yakin?” Tanya appa

“Aku sangat yakin appa”

“Baiklah appa menyetujuinya jika ini keinginanmu tapi ingat pikirkan lagi keputusan mu ini” aku hanya menanggukan kepalaku.

Drrtt drrtt

 

“Yobseyo pengacara lee?”

“….”

“Ahh. Kau bisa mengirim surat itu sekarang juga ke apartemen kami”

“….”

 “Nde. Gomawo pengacara Lee”

*****

“MWO? BERCERAI?” teriak hyemi aku hanya menganggukan kepalaku. Saat ini aku dirumah hyemi tapi tidak untuk menginap.

“Dan setelah bercerai aku akan ke Inggris, lebih baik aku kuliah di sana” kataku

“Jangan gegabah hyosun-ah”

“Aniya hyemi-ah aku sudah bulat dengan keputusanku ini”

“Aku tahu kau menyukai Luhan sunbae bukan?”

“Aku memang menyukainya ani maksudku mencintainya tapi percuma hyemi-ah dia sudah memounyai wanita yang dicintainya aku disini hanya jadi penghalang nya saja. Ahh. Kenapa air mata ini keluar begitu saja?!”

“Uljima. Arrasseo lakukan apa yang menurutmu itu baik. Kapan kau akan ke inggris?”

“Lusa aku akan inggris”

“Sebelum itu kau harus menyelesaikan dulu dengan Luhan sunbae eo?”

“Arrasseo”

Hyemi POV END

 

 

Author POV

“Aku tidak menyangka kau sudah menikah 6 bulan yang lalu luhan-ah” kata kai

“Dan tidak di sangka kau menikah dengan Jung Hyosun. Padahal baru saja aku ingin mengencaninya” kata baekhyun tanpa dosa. Luhan membulatkan mataku mendengar pengakuan Byun Baekhyun.

“Tapi sayangnya dia sudah menjadi milikku” kata luahn percaya diri

“Lalu, bagaimana dengan seohyun?” Tanya sehun. Luhan menghentikan langkahnya dan diikuti oleh sahabatnya

“Kuyakin pasti kau belum memberi tahu bahwa kau telah menikah kepada seohyun, kau tahu kau harus memilih antara mereka berdua sebelum salah satu dari mereka yang terluka” tutur sehun.

“Sehun benar. Kau harus memutuskannya bro!” sambung kai

“Dan sebenarnya kau lebih mencintai seohyun kekasihmu atau Hyosun istrimu?” Tanya sehun

“Kuharap kau memilih seohyun dan berikan Hyosun kepadaku” kata baekhyun menatap luhan serius. Sedang kan luhan sedari tadi hanya bisa diam mendengar perkataan sahabatnya itu benar, dia harus bertindak sekarang sebelum salah satu dari mereka terluka.

“Arrasseo. Aku pulang dulu.” Kata Luhan

“Kalian tahu kurasa dia sekarang sangat mencintai hyosun” kata kai

“Kau benar kai-ya lihat saja kejadian siang tadi di kantin. Dia bilang bahwa hyosun adlah istrinya sedangkan seohyun saja tidak pernah dia katakana kepada warga kamous ini bahwa seohyun adalah pacarnya” Kata sehun “Sepertinya kau harus memilih wanita lain baekhyun-ah jika kau ingin persahabatan kita tidak hancur?” sambung sehun. Sehun dan kai menatap baekhyun tajam.

“Ck! Aku hanya berpura-pura saja tadi. Aku ingin menyadarkan pria bosoh itu terhadap perasaannya sendiri” kesal baekhyun. Sehun dan kai tertawa mendengar apa yang diucapkan baekhyun.

*****

“Apakah aku harus masuk?” kata hyosun yang berada di depan apartemennya sendiri

“Aku yakin dia pasti sudah membaca sirat pemberian dari pengacara lee, aniya aniya aku harus masuk”

Hyosun masuk seperti biasanya. Dia melihat luhan masih menggunakan baju yang dipakai nya tadi berdiri di ruang tv sambil memgang sebuah amplop. Dia menelan ludahnya melihat apa yang dipegang luhan.

“Kau sudah pulang? Sudah makan belum? Biar kubuat makan malam” kata hyosun seperti tidak terjadi apa-apa.

“Berhenti disitu.” Kata luhan tanpa melihat hyosun

“Bisa kau jelskan apa maksud dari surat ini? Bercerai? Kau ingin bercerai dengan ku?!” bentak luhan. Hyosun pun terkejut luhan membentaknya.

“Nde. Aku ingin bercerai kurasa aku tidak enak dengan seohyun-ssi dengan posisiku sekarang”

“Aku tidak akan menceraikanmu!” kata luhan menatap mata hyosun tajam. Hyosun  tersenyum kecut.

“Tapi sayangnya aku ingin bercerai denganmu luhan-ah” kata hyosun

“Dan sayangnya juga aku tidak akan pernah menandatangani suarat laknat ini” kata luhan tersenyum. Hyosun geram mendengar perkataan luhan.

“Kau hanya perlu menandatangani nya dan masalah keluargamu biar aku yang mengurusnya dan kau bisa bebas dariku luhan-ssi. Aku tidak bisa hidup denganmu lagi. Aku capek” kata hyosun . luhan menatap hyosun. Dia mencelos melihat hyosun menangis.

“Aku mohon tandatangan surat itu. Aku capek dengan semua ini. Hidup dalam kepura-puraan.” Luhan diam

“Luhan—ssi?”

“Mian. Aku tidak bisa” kata luhan meninggalkan hyosun sendiri didepan ruang tv.

“Walupun kau tidak mau bercerai denganku lusa aku akan tetap ke Inggris untuk melanjutkan study ku disana” Teriak hyosun. Luhan berhenti berjalan menuju kamarnya.

“Aku juga akan pindah dari apartemen. Aku muak denganmu. Aku sudah memberekan seluruh barang-barangku. Annyeong Xiu Luhan” kata hyosun dan lari menuju pintu, luhan menyadari hyosun meninggalkan apartemen luhan langsung menyusul hyosun. Ternyata hyosun menangis di depan lift karena lift nya tidak terbuka-buka

“Cepat lift bodoh buka pintumu. Aaaaahhhhhhhh” hysun menjatuhkan badannya ke lantai. Luhan hanya bisa diam melihat.

“Apakah kau sangat tersiksa tinggal bersamaku?” Tanya luhan. Merasa ada seseorang yang berbicara dengannya hyosun melihat ke sumber suara.

“Bisa kau bayangkan selama 6 bulan aku bertahan dengan sikap dingin mu terhadapku dan pada saat aku mengetahui bahwa aku mencintaimu ternyata kau telah memiliki seorang kekasih. Menyedihkan bukan? Hahahha” tawa hyosun yang menertawakan dirinya sendiri.

“Dia mencintaiku? Oh luhan apa yang telah kau lakukan terhadap istrimu sendiri?” batin luhan

“Aku akan menceraikanmu” kata luhan. Hyosun diam mendengar perkataan luhan dan lama kelamaan dia tersenyum

“Gomawo. Gomawo buat 6 bulan ini kau mau menerimaku di sisimu walaupun aku tak dianggap semoga kau bahagia Luhan-ssi” kata hyosun sambil memberi hormat kepada luhan

Ting

 

“Annyeong Xiu Luhan” pintu lift pun tertutup

“Saranghae hyosun-ah and jeongmal mianhe” kata luhan menitikkan airmata nya.

FIN

Author: gyuskaups

99 Geng || Multifandom || Hiphop Style

8 thoughts on “[Freelance] Me? Your Wife?

  1. Aaaaaaak mau banget ada sequelnya thooooor jebal ini hrs banget di sequelin. Dabek sedihnya dpt banget omo omo.

  2. Aigoo sequel dong! Aku kira happy ending! Gimana iniiii?! Sequell dunggg

  3. WAAAH KNPA FIN ?? .-. Sequelnya harus ada ya😉 lop yu /?

  4. Kirain happy ending ternyata sad😦 akhirnya rada gantung nih kayaknya. Bikin sequel dong hehhe

  5. sequel dong thor…
    nggantung nih.. hue… hiks..hiks..

  6. squel squel thor ngegantung nih

  7. ini mah harus ada sequelnyA

  8. omonaaaa kirain happy ending trnyata enggak😦 knp gk dibuat happy ending aja sih thor…

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s