EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Freelance] The Game

2 Comments

poster (2)

Titte : The Game | Author : Yulvika | Cover : Yulvika | Twitter : @Sulll_Sull |

Length : One Shoot | Rating : General | Genre : sad, angst, tragedy| Cast : Oh Sehun,

Park Chaerin | Desclaimer : Semua cast milik Allah SWT dan SM Ent, Author cuman minjem. Jika ada kesamaan cerita itu merupakan ketidaksengajaan. Warning ! typo bertebaran. Plagiator? dosa tanggung sendiri. Silent riders? segeralah bertobat.

Chaerin sedang berada di rumah Sehun, Ia sedang menunggu Sehun menyelesaikan game kesayangannya. Rencananya mereka akan berjalan-jalan di taman tempat mereka biasa bertemu. Tapi Sehun Mengulur waktu hingga lebih dari setengah jam. Walaupun sebenarnya Chaerin tidak begitu menyukai game, tapi ia burusaha menikmati kebersamaan dengan Sehun, namjachingunya.

 

Oh Sehun, anak paling populer di sekolahnya. Seorang yang dingin, cuek, tidak mau tahu urusan orang, dan sering mengacuhkan orang. Tapi itu dulu, Sebelum Park Chaerin masuk ke kehidupan Sehun.

Park Chaerin adalah siswa pindahan dari Anyang Art High School. Seorang gadis pintar, periang dan terkenal ramah di sekolahnya. Tidak disangka, ia berhasil mencairkan hati Sehun.

Sehun yang sudah jatuh hati padanya itupun langsung menyatakan perasaannya pada Chaerin. Awalnya Chaerin masih tidak percaya saat Sehun menembaknya, mengingat sifat Sehun yang dingin dan tertutup. Tapi entah kenapa hati Chaerin tidak bisa menolak perasaan Sehun. Ia akhirnya berpacaran dengan Sehun.

Awal masa pacaran Sehun dan Chaerin sangat menyenangkan. Terkadang Sehun mengantar Chaerin pulang sekolah. Terkadang juga, Chaerin mengajari Sehun pelajaran matematika / fisika dimana Sehun payah dalam pelajaran itu.

FLASHBACK

Saat itu Chaerin sedang bersiap-siap untuk pulang. Seperti biasa, ia sedang menunggu Sehun di depan kelas Chaerin, kelas 2-B. Kelas Chaerin berada di lantai 2. Suatu kesenangan tersendiri bagi Chaerin mendapat kelas di lantai atas. Chaerin menyukai angin. Ia akan menutup matanya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Itu membuatnya tenang.

Drrrrttt Ddrrttt

Chaerin merasakan benda di saku jasnya kini bergetar. Pertanda ada pesan masuk.

From : Oh Sehun

Chaerin-ah, lihatlah ke lapangan!

 

Chaerin mengernyitkan dahinya. Sehun menyuruhnya melihat ke lapangan. Apa maksudnya? Chaerin yang penasaran pun langsung melihat ke lapangan.

Disana, ia melihat banyak orang berkumpul di tengah lapangan, termasuk Sehun yang sedang memegang puluhan balon berisi helium. Mereka memegang sebuah kain besar berwarna merah muda. Tampak Sehun yang tengah tersenyum manis di lapangan itu. Chaerin masih bingung. Sebenarnya apa maksud semua ini?

“SEKARANG!” ucap Sehun dangan lantang.

Semua orang disana tampak sibuk membuka lembaran kain raksasa berwarna merah muda tadi. Dan terpampanglah tulisan berwarna merah di kain raksasa itu.

SAEGIL CHUKKAE HAMNIDA,

PARK CHAERIN

Chaerin melebarkan matanya saat membaca tulisan itu.

Selang beberapa waktu kemudian, Sehun melepaskan balon-balon yang sedari tadi dibawanya. Balon tersebut diikatkan dengan kain yang dipotong dengan pola memanjang. Kain itu berisi kata-kata yang menyentuh hati Chaerin.

S

A

R

A

N

G

H

A

E

By : Sehun

Chaerin tersenyum membaca tulisan itu.

Suara riuh tepuk tangan memenuhi telinga Chaerin.

Kini Chaerin benar-benar yakin, bahwa ia mencintai Oh Sehun.

END OF FLASHBACK

 

Chaerin tersenyum mengingat kejadian beberapa bulan lalu, saat Sehun memberinya kejutan ulang tahun yang sangat istimewa untuk Chaerin.

Akhir-akhir ini Sehun senang bermain game. Menurut Sehun, bermain game itu bisa membunuh stres dan dapat menyegarkan pikiran. Tapi terkadang, Sehun suka lupa waktu saat ia bermain game. Terkadang Sehun lupa makan, dimana Chaerin selalu sabar untuk mengingatkan Sehun untuk makan teratur, agar Sehun tidak jatuh sakit.

Terkadang Sehun juga lupa mengerjakan tugas-tugas sekolah. Itu semua membuat nilainya turun akhir-akhir ini.

“Sehuna, jangan lupa makan. Aku tidak mau kau sakit.” Ucap Chaerin menasihati Sehun.

“Arraseo.”

Sehun masih fokus dengan game kesayangannya.

“Jangan lupa mengerjakan tugas sekolahmu.” Ujar Chaerin lembut.

“Arraseo..” Sehun menoleh kearah Chaerin sekilas dan tersenyum simpul, lalu kembali fokus ke game-nya itu.

Dari tadi Sehun hanya mengiyakan setiap kalimat yang diucapkan Chaerin.

Bahkan Sehun sudah lupa dangan rencana awal mereka, yaitu pergi bersama ke taman tempat mereka bertemu.

Sebenarnya Chaerin ingin marah, kecewa terhadap sikap Sehun yang sering mengacuhkannya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana lagi? Chaerin tidak mau memancing emosi Sehun yang mungkin akan berakhir pada pertengkaran nantinya.

Chaerin masih berusaha sabar menghadapi Sehun.

“Sehuna, ayo kita pergi. Hari sudah semakin larut. Kapan kita perginya?” Tanya Chaerin dengan aegyo miliknya.

“Iya, nanti ya sebentar lagi. Lagi tanggung ini.” Ujar Sehun sambil terus fokus pada gamenya.

Chaerin pun akhirnya menyerah dan menunda acara yang sudah ia persiapkan.

“Ya sudah, kita janjian di tempat biasa jam 7 malam nanti. Oke?” Tanya Chaerin dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajahnya.

“Oke. Hati-hati, Chaerin-ah”

Akhirnya Chaerin pun pergi meninggalkan Sehun menuju tempat janjian mereka berdua.

Namun sekitar 1 jam setelah kepergian Chaerin, teman-teman Sehun mulai berdatangan dan bergabung untuk bermain game bersama Sehun, hingga akhirnya Sehun lupa akan janjinya bersama Chaerin.

Di sebelahnya, ponsel Sehun terus berdering. Menandakan ada seseorang yang menghubunginya. Tapi Sehun malah mematikan ponselnya karena dianggap mengganggu kegiatannya.

Lalu, dengan asyik, ia melanjutkan gamenya.

Jam demi jam berlalu. Hari sudah semakin larut. Sehun baru menyelesaikan gamenya pukul 11 malam, sementara teman-temannya sudah pulang.

Sehun sama sekali tidak mengingat janjinya dengan Chaerin.

———————

Keesokan paginya, adik Sehun, Oh Jae Kwon menghampiri Sehun dengan wajah yang sedih.

“Hyung, Chaerin noona.. dia sudah meninggal.” Ujar Jae Kwon dengan kepala menunduk. Sehun yang mendengar ucapan adiknya itu melebarkan matanya. Wajahnya berubah pucat. Sehun kaget dan tidak percaya. “Tidak mungkin, ini tidak mungkin.” Pikir Sehun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jangan bohong! Tidak mungkin Chaerin meninggal. Tidak mungkin! Katakan kalau ini hanya lelucon!!” Sehun bersikeras meyakinkan dirinya sendiri bahwa Chaerin tidak meninggal seperti apa yang dikatakan adiknya.

“Ini serius hyung, tadi eomma Chaerin noona menelpon memberi kabar tentang Chaerin noona..” Ujar Jae Kwon lirih.

Dengan cepat, Sehun menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi ke rumah Chaerin.

Sehun mengemudi dengan kecepatan tinggi. Membelah jalanan kota Seoul yang masih sepi mengingat hari masih pagi. Ia ingin segera tiba di tempat Chaerin.

Memastikan bahwa ucapan Jae Kwon tidak benar.

Memastikan bahwa Chaerin tidak meninggal.

Memastikan bahwa Chaerin baik-baik saja.

Sesampainya di rumah Chaerin, Sehun terkejut dengan apa yang dilihatnya. Beberapa karangan bunga tampak memenuhi halaman rumah Chaerin. Karangan bunga yang diantaranya terdapat doa-doa yang ditujukan untuk Chaerin.

Sehun berjalan ke dalam rumah Chaerin dan melihat peti besar yang di dalamnya terdapat tubuh Chaerin. Wajah Chaerin terlihat sangat pucat dan bibirnya mulai membiru.

Saat Sehun ingin berjalan menghampiri tempat Chaerin berbaring, kakak Chaerin menghentikan langkah Sehun.

“Kemana saja kau!!? Penjahat itu sudah menusuk adikku. Dia menunggumu Sehun-ah! Bukan menunggu kematiannya!!! Berkali-kali aku menyuruhnya pulang, tapi dia tetap bersikeras menunggumu!” ucap kakak Chaerin dengan nada agak tinggi.

“Kalau begini jadinya siapa yang kehilangan Chaerin?? Bukan hanya KAU, tapi KITA SEMUA..” lanjut kakak Chaerin seraya meneteskan air mata.

Sehun pun hanya diam sambil mencerna kata-kata kakak Chaerin tadi.

Diaktifkannya ponsel yang semalam ia matikan. Lalu muncul pemberitahuan, 5 SMS dan 17 misscall.

Sehun menangis membaca tiap SMS yang diterimanya. Ia sangat menyesal dengan kebodohannya.

Andai saja ia mau mendengarkan Chaerin..

Andai saja ia datang ke taman itu..

Chaerin tadak akan pergi secepat ini..

SMS 1

8. 35 pm

Sehuna, kenapa kau mematikan ponselmu?

 

SMS 2

8. 55 pm

Sehuna, belum selesai ya?

 

SMS 3

9.10 pm

Sehuna, ada yang memperhatikan aku terus..

 

SMS 4

9.18 pm

Aku takut.. Sehuna, kau dimana??😥

 

SMS 5

9.25 pm

Ya sudah, aku pulang sendiri.. Sebenarnya aku hanya ingin mengucapkan happy anniversary untuk kita.. Sehuna, trimakasih untuk waktu 2 tahun nya.. :’)

 

 

-FIN-

 

Huaaahh, akhirnya FFnya jadi juga ^o^

Pertama author mau ngucapin makasih buat admin yang udah neposting FF abal ini >,<

Maap banget kalo alurnya berantakan, typo bertebaran, atau feelnya yang kurang dapet ><

Soalnya author nulis ini cuman makan waktu kira-kira 3 jam😀 author terinspirasi sama video yang ditunjukin kakak author yang diambil dari youtube. Jadi kepikiran buat versi FFnya hoho :v

Mohon RCLnya para readers sekalian😀

Kritik dan saran sangat dibutuhkan😀 1 komentar dari kalian sangat berharga buat author..

Makasih buat yang udah baca FF gaje ini, dan makasih juga buat yang udah ninggalin jejak (?) berupa komentar =D

Anyong!😀

Author: gyuskaups

99 Geng || Multifandom || Hiphop Style

2 thoughts on “[Freelance] The Game

  1. ceritanya nggak nyangka yg tadi nya aku mulai ngantuk eh pas baca ttg kematian chaerin langsung bulat nih mata…udah bagus kok crtanya…cmn kurang panjang aja dkit…hehehe…annyeong

  2. Pas baca chaerinnya tiba” meninggal reaksi ku “kok gini ?”
    Mnrt ku feel nya krg dpt thor
    Tp nice job🙂

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s