EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

When the time already Decided

2 Comments

req ff

Tittle: When the time Already Decided
Length: Oneshoot
Genre: Romance, sad
Main cast: Xi Luhan and Choi Sooyoung
Suport Cast: Snsd and EXO member, other find by your self!
Disclaimer: Here’s coming new FF from me… cast ini direquest dari sahabtanya temenku (temenku dah kuanggap keluarga tapi) yaa moga ajasuka.. ini kuganti cast nya awalnya taeyeon sama baekhyun di all the story is taeyeon… trus kuganti castnya dan post disini.
DON’T BE SILENT READERS
ENJOY THE STORY
LETS GO


.
.
.
.
.
.

Author POV
“Yak! Kau bisa mengajar tidak sih! Gak becus banget ngajarinnya!” Seorang namja yang tengah diajari oleh teman yeojanya memarahi sang yeoja habis-habisan.
“Heh! Syukur syukur aku masih mau mengajarimu namja tidak tau diri! Kalau tidak disuruh seonsaeng untuk menjadi pendamping belajarmu aku juga tidak mau dasar!” Siyeoja yang berdiri didepannya tak mau kalah memarahi namja yang sangat tidak tau diri menurutnya.
“Kalau begitu ajari aku dengan benar! Kau tidak niat sekali sih mengajariku! Mau kubilangin seonsaeng eoh?”
“Kau menyebalkan Mr Xi!!!!”
“Kau kira kau tidak menyebalkan CHOI!!”
Kedua murid SM High school itu tengah bertengkar hebat didalam kelas. Ya! Sebuah kutukan bagi musuh bebuyutan seperti mereka untuk dipasangkan menjadi kelompok belajar. Itulah kiamat bagi mereka berdua, manusia yang katanya tidak akan pernah bersatu sampai akhir hayat.
Tring…. Tring…
Bel itulah yang menyelamatkan mereka. Keduanya menghela nafas, “Pffft..” Akhirnya aku terlepas dari nenek sihir tak punya pendirian itu! Ucap Luhan didalam hati.
Terlepas juga aku dari namja idiot tak punya otak dan hati itu.. Terimakasih bel, I love you somach… (Kok ngomong sama bel eon? O_o)
Di Kantin…
Luhan duduk dikursi kantin tempat V.I.P para namja terkeren di SM High School, ya! Itu adalah EXO, kumpulan namja terkeren, tertampan, dan terpopuler di sini, tapi tidak pintar.
“Yeay! Kau tau aku sangat beruntung mendapat Lee Sunkyu sebagai teman sekelompok belajar ku.. Dia pintar menyenangkan dan menggemaskan” Ucap Kai yang berada tepat didepan Luhan.
“Waa… Kau beruntug Kai! Tapi aku juga tak kalah beruntung dari dirimu, aku dipasangkan dengan Kwon Yuri yang cantik itu..” Ucap Lay di samping Luhan yang tak mau kalah dengan sahabatnya kai.
“Ne! Aku juga beruntung, dipasangkan dengan Im Yoona!” Lontar Sehun ikut-ikutan.
Member EXO lainnya asyik membicarakan pasangan kelompok belajar yang mereka idam-idamkan, kecuali Luhan.
“Bagaimana dengan Sooyoung Lu?” Tanya Xiumin.
“Ahh.. Dia menyebalkan, tidak pintar, jelek! Kalian taukan aku musuh terberatnya yang setia. Dan yang tidak akan pernah bersatu dengannya hingga akhir hayatku!” Ucap Luhan sambil bersungut-sungut.
“Jangan berlebihan Luge!” Lay menonjok lengan Luhan pelan.
“Ya benar kata Lay, asal kau tau saja kebencian itu sering sekali malah tumbuh menjadi cinta sejati!” Tambah Suho.
“Aaahh.. Kalian berisik, pokoknya aku permanen menjadi musuhnya, benci ya benci, suka ya suka! Tidak bisa berubah begitu.” Ucap Luhan tetap pada pendiriannya.
Di tempat Sooyoung….
“Kyaa aku sangat senang bisa dipasangkan dengan Kim Jongin! Dia sangat maco…” Ucap Sunny memuji teman sekelompok belajarnya.
“Aku juga sangat beruntung sun! Aku dipasangkan dengan Huag Zi Tao!! Dia sangat cool!!” Ucap Tiffany ikut mengomentari teman sekelompok belajarnya.
“Kalian sangat beruntung!! Aku sangat tidak beruntung! Aku dipasangkan dengan Xi Luhan yang menyebalkan, babo!, Pabo dan segalanya yang buruk didalam dirinya itu!!!” Sooyoung bersungut-sungut, kemudian mempoutkan mulutnya.
“Luhan!?Ahahah kau dipasangkan dengan musuh terberatmu itu!! Ahahaha bersabarlah Soo sampai kelulusan nanti!!” Tawa Hyoyeon meledak-ledak.
“Kau menyebalkan!” Sooyoung mencubit lengan Hyoyeon pelan.
Tring.. Tring.. Bel masuk kembali berdering, tanda waktunya masuk kelas.
“Arghh… Dasar bel aku tidak mencintaimu lagi!” Sooyoung berteriak kearah speaker di dinding kantin.
“Kau gila Sooyoungie! hahaha” Jessica tertawa melihat tingkah sahabatnya.
Sooyoung POV
Sudah satu kelompok belajar dengannya hingga kelulusan nanti, dan kini aku harus duduk disebelahnya sampai kelulusan nanti juga! Kapan kiamat ini berheti god!? Hiks hik hiks…
“Ya! Selamat siang anak-anak..” Wanita paruh baya didepan mengucapkan salam kepada kami dengan lembut layaknya seorang malaikat, tidak seperti iblis disebelahku ini yang sedari tadi sibuk mengigit pensilnya.
“Selamat siang seonsaeng..” Serempak kami sekelas menjawab salamnya.
“Hari ini kalian hanya diberi tugas mengerjakan matematika halaman 45 sampai dengan 50… Dengan kelompok belajar kalian.” Kalimat itu membuat seonsaeng yang kubilang malaikat menjadi turun derajatnya. Kenapa harus dengan kelompok belajar seonsaeng!? Huaa ini sungguh menyiksa sikis dan fisikku!
“Sooyoung kerjakanlah! cepetan.. Aku hanya tinggal mencontekmu saja!” Ucap namja gila disebelahku santai.
“Tidak akan kau juga harus ikut mengerjakan! Jika kau tidak mengerjakannya juga aku akan laporkan kepada seonsaeng agar kau dihukum gantung hingga kau mati! Mau???” Aku dengan sewot menjawab dengan penuh dengki dan amarah.
“Terserah!” Ucapnya santai.
Kami mulai mengerjakan dengan serius, baru 3 soal kuselesaikan, Luhan sudah terlebih dahulu menutup bukunya dan bermain lagi dengan pensilnya.
“Hah! Kau sudah selelsai!”
“Ya…”
“Coba kulihat!” Aku menarik buku matematikanya dengan kasar, dan melihat hasil pekerjaannya.
Setelah melihat hasil pekerjaanya aku memukul kepalanya kencang dengan buku matematika miliknya.
“Hitung yang benar! Dari 35 soal jawabanmu semuanya hanya kau urutkan saja 1 hingga nomor 35! Dasar namja bodoh!” Aku memarahinya habis-habisan.
“Ada apa ini sooyoung?” Seonsaeng mendatangi mejaku dan Luhan.
“Seonsaeng, Luhan tidak mau mengerjakan soal matematikanya, dari nomor 1 sampai 35 ia jawab sesuai nomor soal itu!!”
“Ajarilah dia dengan tenang dan halus Soo pasti dia akan menurut dan mengerti.” Seonsaeng pun segera meninggalkan mejaku. Kyaa seonsaeng tidak mengerti posisiku.. Aku benar-benar tersiksa.
“Luhan! kerjakan dengan benar!” Ucapku sambil melempar dead glare paling menyeramkan yang aku miliki.
“Heh! Ingat kata seonsaeng! ajari aku dengan tenang dan halus, baru aku menurut dan mengerti.” Senyum nakal itulah yang tersungging diwajahnya. Arghhh namja tak tau diri! Dasar!
Dengan Kesabaran yang tersisa aku mengajarinya dengan tenang dan halus. Ya tidak buruk hasilnya, Luhan memang jadi agak sedikit bisa diatur, tapi aku tetap sebal dengannya! Selamanya!
Luhan POV
Ya jika dia terus melakukan seperti itu, mungkin aku bisa lah untuk luluh sedikit untuk bisa mengerjakan soal dan menyimak ajarannya. Tapi bagaiman pun juga aku dan dia itu musuh abadi! Tidak akan pernah bersatu.

When the time Already Decided

Aku sedang asyik memainkan playstationku dikamar, tiba-tiba hpku berbunyi tanda pesan masuk. Hmm dari siapa ya? Mungkin dari Kai ingin mengajakku main futsal seperti hari-hari biasanya.
Saat kulihat ternyata itu pesan dari seseorang yang tak kukenal, hanya tertera nomornya saja.
From: ************
Luhan ini aku Sooyoung, aku mendapat nomormu dari Chen. Aku hanya ingin mengingatkanmu PR sains halaman 70 sampai 80 besok dikumpulkan jangan sampai kau tidak mengerjakan. Jika kau tidak mengerjakan, bukan hanya kau yang kena hukuman, melainkan aku juga, karena aku sekelompok belajar denganmu.

Oooh ternyata Sooyoung, ya lebih baik kusimpan nomor teleponnya. Setelah menyimpan nomor teleponnya aku segera membalas pesannya itu.

To: Sooyoung
Ne! dasar bawel!

Send! Beberapa menit kemudian Sooyoung membalas kembali pesanku.
From: sooyoung
Kau Menyebalkan!
Aku malas membalasnya lagi kubiarkan sajalah kalau begitu. Aku kembali asyik bermain dengan playsationku dikama.
Malamnya….
Aku mengerjakan PR sains yang seonsaeng berikan. Ya sebenernya aku malas, tapi aku tidak ingin dihukum oleh seonsaeng. Dan aku juga tidak ingin mendapat omelan dari Sooyoung karena membuatnya ikut-ikutan dihukum. Maka itu lebih baik kukerjakan sajalah PR nya.
Ternyata mengerjakan PR tidak seburuk yang kupikirkan. Kukira mengerjakan PR adalah kegiatan yang membosankan maka itu dulu aku lebih memilih dihukum daripada mengerjakan PR. Ternyata lebih mudah mengerjakan PR dari pada berjemur 2 jam di bawah teriknya matahari.

When the time Already Decided

“Mana PR mu!?” Sooyoung mempergokiku saat masuk kedalam kelas.
“Ne! ada di tas, biarkan aku masuk terlebih dahulu dong..”
“Tidak! Berikan dulu PR mu!” Pfft.. Aku menghela nafas, kemudian aku segera mengambil PR yang ia minta dan segera memberikannnya.
“Baguslah kalau kau sudah mengerjakaannya, sekarang kau baru boleh masuk kedalam kelas.” Ucap Sooyoung mengembalikan PR ku dan mempersilahkanku masuk kekelas.

Author POV
2 bulan berlalu….
Nilai Luhan tak lagi mengecewakan seperti dulu, yang Do Re Mi Fa alias, 1,2,3 paling tinggi saja nilainya 4. Kini Luhan adalah namja idaman selain tampan, imut dan keren, kini ia juga pintar, ini semua berkat Sooyoung. Sooyoung pun kini bukan lagi dianggap musuh oleh Luhan, begitu juga dengan Sooyoung ia tak menganggap Luhan sebagai musuhnya lagi.
“Kubilang apa Lu.. Sekarang kebencian itu berubah jadi cinta kan..” Ucap Suho nyengir.
“Jangan begitu suho, nanti lu malu ahahahah” Tawa kris ketika melihat wajah Luhan yang kini memerah.
“Kalau suka tembak saja Lu, seperti aku, akukan sudah menembak Sunny dan dia sekarang sudah resmi menjadi yeoja chinguku.” Ucap Kai menyombongkan diri.
“Wah.. Kalau begitu aku juga ingin menembak Hyoyeon, ah..” Ucap Lay ikut-ikutan.
“Dasar plagiat!” Kai menonjok lengan Lay keras, hingga keduanya saling pukul-pukulan.
Hmmm beranikah aku menembak Sooyoung? Ucap Luhan dalam hati.
Ditempat lain Sooyoung dan teman-temannya sedang berkumpul juga.
“Syukurlah nilai Lu membaik, tidak seperti dulu.”Ucap Taeyeon membuka pembicaraan.
“Ne! Begitu juga dengan Kai! Oh ne, soo musuh bebuyantanmu yang katanya tidak akan pernah bersatu sampai akhir hayat itu sekarang malah jadi namja chingumu ya.. hahahah” Ledek sunny.
“Tidak dia bukan namja chinguku..” Ucap Sooyoung, mukanya memerah ketika Sunny mengatakan hal itu.
“Ahh.. masak sih???” Goda Taeyeon.
“Tidak kok…” Ucap Sooyoung malu-malu.
“Kalau dia tembak, terima saja! Kalian cocok kok! Seperti aku!” Ucap Sunny lagi.
“Maksudmu seperti aku! Apa Sun?” Tanya Jessica bingung.
“Hehehe aku ditembak Kai, lalu kuterima saja deh..” Jawab Sunny lalu nyengir.
“Waahh… Chukkae!” Ucap semuanya serempak.
“Ne gomawoyo..” Ucap Sunny malu.
“Ya Soo terima saja kalau dia tembak ne…” Semangat Yoona.
Sooyoung dan Luhan mendapat support yang besar dari teman-temannya. Luhan memiliki keinginan sebenarnya menembak Sooyoung, karena berbulan-bulan ia dekat dengan Taeyeon munculah rasa cinta yang menggantikan permusuhan di hati Luhan. Namun Luhan terlalu takut untuk di tolak, dan Luhan juga terlalu malu untuk mengungkapkannya kepada Sooyoung.

When the time Already Decided

Luhan POV
Aku sedang terduduk di bangku kamarku memandangi cermin didepanku. Pulang sekolah hari ini aku sungguh kelelahan. Aku sedang sangat bimbang memikirkan Sooyoung, apa kutembak saja ya? Tapi aku terlalu malu untuk melakukan hal itu. Bagaimana jika aku ditolak olehnya? Lagi pula dulu kan kami sudah mengucapkan janji akan menjadi musuh abadi dan setia sampai akhir hayat nanti. Tapi perasaan cinta ini malah tumbuh ketika aku dekat dengannya.
Luhan Dream start
Kepala Luhan terasa pusing, sepertinya Luhan terjatuh dan membentur sesuatu yang sangat keras. Mata Luhan berkunang-kunang, sebersit cahaya mulai masuk kedalam matanya.
“Aishhh.. Dimana aku? Kepalaku sakit..” Ringis Luhan, kemudian segera bangkit dari posisi jatuhnya itu.
“Eh? Sooyoung? “ Luhan memandang dari kejauhan seorang yeoja sedang memilih-milih gaun pengantin. Apakah itu Soo? Ucap Luhan dalam hati. Untuk apa Sooyoung memilih-milih gaun pengantin? Dengan siapa dia akan menikah? Pikir Luhan bertubi-tubi.
Tiba-tiba seorang namja datang, namja itu bertubuh cukup tinggi, berambut cokelat kepirang-pirangan dan terlihat sangat menggemaskan.
“Eh!? Itu aku!” Luhan kaget melihat namja yang tengah berada disamping Sooyoung.
“Sudah menentukan gaunya soo??”
“Ne.. Aku yang putih ini saja Lu.. Kamu yang mana??”
Luhan memperhatikan kedua pasangan didepannya. Kemudian Luhan berjalan kearah Luhan yang ia lihat , dan menyentuh pundaknya.
“OMONA!? TEMBUS! AKU TRANSPARAN!”Ucap Luhan kaget dan terus mencoba menyentuh berbagai barang disekitarnya.
“Keren…Mungkin ini adalah masa depanku..” Ucap Luhan takjub.
Menikah dengan Sooyoung adalah suatu masa depan yang indah bagi Luhan, seorang namja yang jatuh cinta kepada musuh bebuyatannya. Luhan terus mengikuti alur cerita itu, hingga ia sampai kegereja megah bernuansa hijau. Itu adalah tempat dimana pelaksanaan pesta pernikahan seorang pasangan, yaitu xi luhan dan choi sooyoung.
“Itu aku!” Tunjuk Luhan ke sebuah altar putih didepannya, yang disana tengah berdiri dirinya sendiri, dengan balutan jas putih. Kemudian seorang yeoja datang dengan gaun putih yang megah. Ya! Itu adalah SOOYOUNG!
“Aisshh.. neomu yeppoda!” Ucap Luhan takjub melihat Sooyoung yang tengah berjalan menuju altar yang terdapat digereja tersebut.
“Apakah anda, Choi sooyoung, bersedia menjadi pendamping xi luhan seumur hidup mu?.” Tanya sang pendeta.
“Ne! Saya bersedia!” Jawaban singkat yang sooyoung ucapkan itu membuat seluruh tamu undangan di gereja itu bangkit kemudian bertepuk tangan dengan meriah.
Begitu juga dengan Luhan yang kini tengah menyaksikan pernikahannya bersama Sooyoung dimasa depan itu, ia terus bertepuk tangan sambil terus menyugingkan senyumnya.
Luhan Dream End
“Aw!!” Ringis Luhan kesakitan karena kursi yang ia tiduri tadi terjatuh bersama tubuhnya.
“Apakah itu masa depanku! Mungkinkah tadi itu mesin waktu!!!” Ucap Luhan bersemangat, namun masih agak bingung dan masih bertanya-tanya dengan apa yang ia alami tadi.
Mimpi kah itu? Atau Mesin waktu kah barusan? Pertanyaan itu terus terngiang di benak xi luhan, namja yang sedang dilanda asmara.
“Aigo! Ngomong-ngomong jam berapa ini!!!” Kaget Luhan, yang dengan sergap mengambil jam beker di mejanya.
“Hah!? Kukira sudah jam 7 lewat.. Ternyata masih jam 4 pagi.” Ucapnya nyengir-nyegir sendiri.
Luhan memutuskan untuk bermain PSP saja, ia takut jika ia tidur nanti pasti telat pergi kesekolah.
000
Pagi ini Luhan tengah bersiap-siap kesekolah, ia sedang membetulkan dasinya didepan kaca. Hari ini Luhan berniat menjemput Sooyoung kerumahnya. Niatnya diperjalanan nanti Luhan ingin mencoba untuk memberanikan diri menembak Sooyoung.
Karena takut Sooyoung telah berangkat lebih dulu, Luhan pun menelfon yeoja yang tengah ia idam-idamkan itu.
Tuutt…. Tuuutt….. Tuutt…

“Aissh.. kenapa tidak diangkat soo??” Ucap BLuhan kesal sambil mempoutkan mulutnya.
Tuttt… Tuuutt… Tuut…
Kedua kalinya ia menelfon, tapi nihil tidak diangkat juga oleh Sooyoung. Akhirnya Luhan memutuskan untuk langsung berangkat saja, dan berharap Sooyoung belum berangkat sekolah.
Di mobil ia masih mebayang-bayangkan hal yang terjadi tadi malam, masih agak bingung itu mimpi atau ia telah tertarik kemasa depan untuk menyaksikan masa depannya. Tapi Luhan lebih meyakini kalau itu adalah masa depannya kelak. Sambil membayangkan hal menakjubkan itu, ia bersenandung ria mengikuti irama lagu yang ia putar dari tape mobil.
“Deo dangdanghage neon… Mr Mr Nal Bwa! Mr. Mr. Geurae baro neo neo neo, Nal gaseum ttwigae han Mr Mr choegoui namja Mr. Mr. geuge baro neo” Luhan menyanyikan lagu itu sepanjang perjalanan sambil terus tersenyum bahagia.
000
Kini Luhan sampai didepan rumah Sooyoung yang mewah. Gerbang rumah Sooyoung kini tengha terbuka lebar, banyak mobil didalam. Luhan rasa ada acara dirumah Sooyoung. Luhan pun dengan cepat masuk kedalam dan memarkirkan mobilnya. Bukannya lancang, tapi mana mungkin Luhan meninggalkan mobilnya didepan rumah Sooyoung, pasti menghalangi tamu-tamu lain yang ingin masuk.
Dengan gugup ia mengetuk pintu rumah Sooyoung.
“Anyyeong~” Ucap seorang yeoja paruh baya, berbalut pakaian serba hitam dan mata sembab.
“Ne.. Anyyeong ahjumma.. Saya sahabat Soo, LUhan imnida.. saya ingin menjemput Sooyoung untuk berangkata kesekolah bersama.” Ucap Luhan sopan.
Wanita didepannya, yang ia panggil ahjumma itu menangis, menangis hingga ia sesenggukan.
“Ahjumma kenapa?” Ucap Luhan bingung melihat raut wajah wanita didepannya.
“Saya eommanya Soo… Kini ia….. ia….. ia.. telah tiada..” Ucap wanita didepan Luhan yang mengaku ia adalah eomma Sooyoung. Wanita itu kembali menangis dengan kencang.
“Maksud ahjumma? Ia…? Ia siapa??” Tanya Luhan, raut wajah namja imut itu berubah drastis, ia mulai meneteskan air mata pertamanya.
Jangan menangis xi luhan, jangan menangis, mungkin yang ia maksud bukanlah Sooyoung… Ucap Luhan didalam hati untuk menenagkan dirinya sendiri.
“Ia… choi sooyoung, ia pergi untuk selamanya pagi tadi.” Ucap eomma sooyoung lagi sambil mencoba menenangkan dirinya dari tangisannya itu.
“APA!?” Luhan kaget dengan peenyataan eomma sooyoung tentang yeoja yang tengah ia kagumi itu.
Eomma Sooyoung mempersilahkan Luhan masuk untuk melihat jasad sooyoung. Didalam rumah keadaan duka sungguhlah terasa, tangisan dimana-mana. Luhan tercengang melihat seorang yeoja dengan wajah pucat terkapar lemah disebuah peti mati berwarna putih, yang dipenuhi bunga-bunga.
Kenapa kau harus pergi terlalu cepat meninggalkan kami semua
Kenapa aku harus terlambat mencitaimu
KENAPA? Semua ini harus terjadi
Sesal luhan bertubi-tubi di benaknya. Kini air matanya sudah tak bisa dibendung lagi. Tetesan liquid bening itu membasahi seluruh pipinya.
“soo…. Kenapa kau terlalu cepat meninggalkanku..? “ Isak Luhan terus menurus.

When the time Already Decided

“Baiklah ahjumma saya pamit pulang..” Ucap Luhan pamit dengan mata sembab karena terlalu banyak menangis.
“Ne.. Terimakasih atas kedatanganmu Luhan..” Balas eommaa sooyoung.
Dengan lemas Luhan berjalan menuju mobilnya. Ia berniat untuk pulang saja, lagipula dia yakin ia sudah terlambat sekolah sekitar 2 jam yang lalu.
Seperti tidak ada lagi cahaya dihidupnya, setelah sepeninggalnya sooyoung. Pandangannya buyar, ia terlalu sedih untuk menyentir mobil, hingga ia tak sadar jika mobilnya tengah berhadapan dengan pohon beringin tua dipinggir jalan.
Dan…….
JEDAR!!!!!!!!
Tabrakan itu terjadi, tabrakan tunggal xi luhan. Liquid merah kental mengucur deras dari dahinya, hingga liquid itu mengguyur wajahnya. Orang-orang didekat kejadian tabrakan tunggal itu pontang-panting menyelematkan Luhan. Orang-orang itu membawa Luhan kerumah sakit terdekat.
“Apakah aku akan menyusulmu Choi sooyoung????” Ucap Luhan lemas, sambil memegangi kepalanya yang terus bercucuran darah.
sooyoung..
Semua orang terkejut, seketika jari sooyoung bergerak. Eomma sooyoung langsung mengucapkan puji syukur sebesar-besarnya.
“Terimakasih tuhan engkau telah memberikan kesempatan sooyoung untuk hidup kembali.” Tangis emma sooyoung.
Luhan..
Kurasa aku sudah tak kuat lagi darah ini terus mengucur, kepalaku bahkan terasa hilang. Kurasa ini terakhir kali aku melihat dunia ini…
sooyoung dan juga luhan diantar kerumah sakit yang sama, dan seketika ranjang yang Luhan tempati dan kursi roda yang sooyoung duduki kini berpapasan.
“c..c.. Choi sooyoung…” Ucap Luhan lemah ketika berpapasan dengan yeoja yang ia sayangi, pandangan nya buram, tapi Luhan yakin itu Sooyoung, hanya ada satu yeoja didunia ini yang memiliki wajah malaikat seperti Sooyoung menurutnya.
Sooyoung yang masih cukup lemas menengok kearah sumber suara yang memanggilnya. Walau suara panggilan dari Sooyoung sangat lemah namun suaranya masih dapat terdengar sampai di gendang telinga Sooyoung.
“xi.. xi Luhan..” Nama itu yang terucap dimulut sooyoung, panggilan terakhir dihidup Luhan yang ia dapat dengar.
Terimakasih tuhan engkau telah membangkitkan Sooyoung dari hidupnya, meskipun aku yang harus menggantikannya untuk pergi ke surga selamanya…. Terimakasih telah menjadi cahaya dalam hidupku choi sooyoung.. Jika waktu sudah menentukan kita tidak dapat menolak, sampai jumpa lagi suatu saat…
-WHEN THE TIME ALREADY DECIDED.
.
.
.
.
.
.
.
.
Fin
Yeay tamat nih FF gak jelas! Mohon comment dan likenya chingu.. gomawo.. semoga fauziyahazahra suka ff ini, semoga kalian juga suka, mian jelek dan gak karuan…… banyak typo dan segalanya yang buat nih ff jelek..

Author: leesinhyo

02 line here. writing and editing is my soul.

2 thoughts on “When the time already Decided

  1. Annyeong new reader:) inetta imnida 01 line
    Huaaaaa kenapa luhan harus pergi sih…. hiks
    nice story🙂 ceritanya sesek banget ternyata😦
    ceritanya sekilas kayak mimi drama.

    • Mini drama!? Jinja gomawooo wkwkwkw ahh nee anyyeong salam kenal smoga betah dsini ocehh nae imnida line 02 bangapta unnieee

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s