EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

[Freelance] Beautiful Accident in Seoul – Chapter 1

1 Comment

Tittle/judul fanfic: Beautiful accident in Seoul ! part 1

Author: Rizkya rL

Length: Chapther

Genre: Romance, Fluff, Life

Rating: PG

Main cast :

  • Yura (OC/You)
  • Luhan EXO

 

  • Sakura
  • Kyungsoo
  • Baekhyun

 

Ide cerita FF ini muncul sendiri dari khayalan saya, FF ini masih jauh dari sempurna, silahkan mengkritik, memuji, atau memberi saran!  karena saya masih dalam tahap belajar hehe, untuk nama, tempat maupun kejadian itu hanya fiksi belaka!!! Nama-nama disini bukan kepunyaan saya  Saya hanya meminjam nama EXO dan para membernya untuk cerita ini, sesungguhnya EXO adalah kepunyaan SM Entertainment dan para membernya adalah kepunyaan Tuhan dan orang tuanya masing-masing hehehe  last but not least semoga para pembaca suka.… DONT BE A SILENT READER ^^

Kalau mau lihat FF ku yang lain just visit

http://www.asianfanfics.com/profile/view_author_stories/759971/L maaf promosi, xoxo^^

Summary : In this beautiful city, I meet my Idol but with accident…

 

Incheon, 29 Juli 2014

Yura PoV

Hari ini pertama kalinya aku dapat menghirup udara musim panas Korea Selatan, tidak sia-sia aku berusaha hemat selama satu tahun ini untuk menabung. Akhirnya aku dapat menginjakan kaki di negara ini. Aku terdiam sejenak melihat keadaan sekeliling terminal bandara Incheon ini, berharap ada beberapa orang yang aku inginkan ada di tempat yang sama denganku. Siapa sih orangnya? Siapa lagi kalau bukan member EXO, boyband yang sedang boomingnya seantero Korea Selatan bahkan di beberapa negara di dunia. Aku mengeleng-gelengkan kepalaku membuyarkan harapanku barusan, tidak mungkin mereka ada disini. Setelah itu aku bergegas membawa koper dan menuju seorang petugas bandara untuk menanyakan beberapa hal “ Excuse me sir, where can I buy T-money and Wifi ?” sang petugas bandara itu menunjukan sebuah tempat seperti mini market dan dia menyuruhku untuk pergi kesana.

Perlu kalian ketahui, setahuku di Korea selatan ini kita dapat menyewa sebuah perangkat wifi untuk digunakan sekedar untuk mengkoneksikan internet melalui handphone dan laptop, aku rasa aku sangat membutuhkan barang ini untuk berkomunikasi lewat skype atau line, tidak mungkin membeli sim card untuk handphoneku karena belum tentu bisa dipakai. Setelah aku mengaktifkan perangkat wifi, handphoneku bergetar beberapa kali,

“wah, ada beberapa line message dari sakura”

Sakura : Hey sudah sampai?

Kalau sudah sampai cepat hubungi aku!

aku sudah di Riviera Hotel di daerah Chongdam-dong

Aku membalas pesan sakura:

Aku sudah sampai, aku harus menggunakan apa untuk sampai ke hotel?

sebenarnya aku tidak sendiri berlibur ke Korea ini, aku akan berlibur bersama sakura ,kakak tingkatku di universitas, dia sudah sejak kemarin berada di Seoul, karena sesuatu hal jadwal penerbangannya lebih awal sehari makanya dia tiba duluan di Seoul. Ponselku bergetar:

Eomma: nak, sudah sampai?

Ternyata pesan dari Ibu, sudah lebih dari setengah jam sakura belum membalas pesanku. Aku memutuskan untuk mendownload aplikasi petunjuk subway untuk daerah Seoul, akhirnya tanpa petunjuk dari sakura kuputuskan untuk menuju hotel dengan menggunakan subway.

Sekitar jam 5 sore waktu Seoul aku sampai di hotel, dan sakura bisa dihubungi, Sakura menjemputku di lobby hotel.

“ Raaaa, akhirnya sampai juga” sakura memelukku.

“Iya tanpa petunjuk darimu aku bisa kan sampai dengan selamat di hotel” ujarku, sambil melepaskan pelukan sakura.

“Ah iya, maaf ya tadi aku mandi, hehe, sini aku yang bawa kopermu “ kata sakura, sambil mengangkat koperku.

Sesampainya di kamar Hotel aku langsung menghampiri jendela kamar, kuamati pemandangan kota Seoul yang terlihat dari kamar  yang berada di lantai 16 ini. Aku menghembuskan nafas ku dalam-dalam dan tersenyum.

“Yuraaaaaaa” Tiba-tiba Sakura menepuk pundakku.

“eoh”

“sedang apa? mandi dulu sana! biar bau asap knalpot Jakarta nya hilang. hehe” ujarnya terkekeh.

“Sial ! maksudnya aku bau ? eoh?”

“ Iya bau, sudah sana! setelah itu istirahat dulu sejenak, pasti kau capek! nanti malam kita keluar  cari makanan, sekalian cari oppa-oppa tampan seoul, syukur-syukur aku bisa bertemu dengan Minho oppa, ah atau onew oppa, ah jongyun atau semua member Shinee boleh kok! kyaaaaa kau harus tau SM building itu masih satu area dengan Hotel kita ini, nanti malam kita kesana yuk. siapa tahu kita bertemu mereka, kyaaaaa” tiba-tiba Sakura berteriak kegirangan setelah membayangkan hal-hal tersebut , kemudian mendorongku ke arah pintu kamar mandi.

Sakura dan aku memang penggila berat boyband korea, volume bicara kita memang sudah tidak dapat dikontrol ketika menyebutkan Idola masing-masing, ya aku suka sekali dengan EXO, sedangkan sakura dengan SHINEE.

Keesokan harinya aku dan Sakura memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan di dongdaemun, setelah semalam kita kecewa karena sesampainya di SM building ternyata para artisnya sudah berada di Dormnya masing-masing, batal deh kita bertemu SHINEE dan EXO.

Malam harinya sakura terlihat lelah sekali setelah seharian kita berkeliling kota Seoul.

“Aku mau tidur duluan, kaki rasanya mau copot! pegal sekali ini” ujar sakura  sambil memijit kakinya.

“hmm..” aku mengangguk. “Makanya sudah aku bilang kalau jalan-jalan seharian jangan pakai heels, sneakers lebih nyaman, oh iya aku lapar, setelah mandi aku akan keluar, kau mau nitip apa?”

“Beli roti dan susu saja di mini market untuk sarapan besok pagi”.

“oke” aku mengangguk.

 

……………

Setelah selesai makan di café terdekat dari hotel, layar ponsel masih menunjukan pukul 8 malam, kuputuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman di dekat sungai Han, “Ah nanti saja kemini marketnya sekalian kembali ke Hotel” pikirku.

Aku melangkahkan kaki perlahan mengamati suasana taman dekat sungai han, menikmati polusi cahaya kota seoul, berbaur dengan lalu lalang penduduk kota seoul yang menikmati waktu malamnya di taman ini. Banyak sekali yang bersepeda di malam hari, ada juga beberapa dua seoli yang sedang asik kencan.

“Tidak jauh beda dengan apa yang aku lihat di drama-drama, kerlap-kerlip lampu gedung pencakar langit, sungai han…….” tiba-tiba bukkkkk… aku terjatuh terselungkup ke samping kanan jalan setelah sesuatu menghantam tubuhku dari belakang. Aku merasakan sakit sekali di kaki, lututku dan kepalaku. Ah ternyata kepalaku menghantam batu jalanan, pantas saja sakit, sedangkan kakiku tertindih oleh seseorang. “Gwaenchana? aigoo Agashi gwaenchana?” seseorang sepertinya berbicara denganku menggunakan bahasa korea. Kemudian orang itu mengangkat tubuhku dan membantuku untuk duduk.

“Agashi gwanchana ? gwanchana? Mianhamnida agashi mianhamnida” Ujarnya, terdengar getir.

“Ne, gwanchana” aku menjawab dengan kemampuan bahasa koreaku yang seadanya agar orang itu mengerti, kebetulan aku sudah satu tahun mengambil kursus bahasa korea di negara asalku. aku masih berkutat membersihkan kaos yang kotor terkena tanah, aku tidak memperhatikan orang itu berbicara.

Setelah ku pastikan kaosku bersih, aku mengangkat wajahku dan melihat wajah orang tersebut. Tubuhku membeku, namun jantung berdetak lebih cepat, mata ini tidak bisa berkedip, rasa sakit dikakiku mendadak lenyap, bahkan aliran darahku berdesir hebat. Aku menepuk pipiku, yakin ini bukan ilusi? Aku tidak sedang pingsan kan akibat terjatuh tadi? aku bukan berada di alam bawah sadar kan? Dia? Luhan… benarkah yang ada dihadapanku ini luhan? benda yang menghantamku dari belakang adalah Luhan? Aku berusaha bangkit berdiri meyakinkan bahwa aku tidak tertidur dan bermimpi tapi.. “Aaaaw, kaki ku” Aku kembali jatuh. Wah, aku merasakan sakit, berarti ini sama sekali bukan mimpi.

“Sepertinya, aku & sepedaku terlalu kencang menabrakmu Agashi, kau tidak terlihat baik-baik saja, ah ini lututmu berdarah agashi,  kening mu juga memar”  Luhan memperhatikan sekujur tubuhku, raut wajah Luhan terlihat menyesal.

“neo? neo? Luhan? aku tidak apa-apa maaf, maaf, bagaimana denganmu, kau juga terjatuh kan?“ aku sama sekali tidak melepaskan pandanganku terhadap luhan. Ya tuhan apakah ini mimpi? ditabrak oleh salah seorang member EXO, Idolaku, apakah ini mimpi? Akal sehatku masih tidak percaya.

“Aku tidak apa-apa, tubuhku menindih kakimu sepertinya, kenapa kau yang minta maaf, aku yang minta maaf, tunggu sebentar!” luhan menundukan kepala memoho maaf, kemudian mengambil ponselnya dan berdiri. Dari yang kudengar dia sedang menelpon seseorang.

“Agashi mari kita cari bangku terdekat agar kau tidak duduk ditanah seperti ini, lalu aku akan mengobati luka mu itu, ayo kugendong ” ucap luhan, mengulurkan tangannya.

“Ah tidak usah, aku takut ada fans mu yang melihat kita, aku takut kau terlibat skandal macam-macam, aku pulang saja sendiri, tidak apa-apa kok?”  bicara apa aku ini? skandal? duh pikiranku kok sudah macam-macam begini sih, skandal? kenapa barusan aku berbicara tentang skandal? Luhan hanya menawarkanku mengobati luka yang di sebabkan oleh dirinya, itu wajar! itu wajar! kenapa aku harus berpikir itu akan menjadi skandal? Ya Tuhan, sepertinya aku salah tingkah, aku harus bagaimana? barusan dia juga menawarkan menggendongku? aku mau, tapi… aku malu dengan wajah berantakan seperti ini berhadapan dengan seorang Luhan, aduh pikiranku kenapa jadi kacau begini? Tiba-tiba “aw” keningku nyeri berdenyut, aku merabanya, huaaa ternyata keningku benjol.

Tanpa izin, luhan yang melihatku kesakitan membopong tubuhku “Maaf agashi, kau tidak perlu menghawatirkan apapun” luhan membawaku ke bangku di tempat yang jauh dari keramaian. Aku menggantungkan lenganku ke lehernya, dalam gendongannya jantung ini kembali berdetak lebih kencang, darah yang mengalir berdesir hebat akibat sentuhan tangannya, bau harum tubuhnya kuhirup dalam-dalam, tak pernah sebelumnya aku membayangkan bisa sedekat ini dengan idolaku, hanya melihatnya pada saat konser di Indonesia kemarin pun sudah cukup bahagia, rasanya ingin kuhentikan waktu saat ini juga. Ingin kucium pipinya, bibirnya…. hmmm. stop! ini kenapa? khayalan ini sudah terlalu jauh! hentikan ! Tidak sengaja bertemu lalu berada dalam gendongannya pun sudah merupakan The best moment i’ve ever have in my life! Dan mungkin akan menjadi pengalaman pertama dan terakhir dalam hidupku, tapi tak apa, aku bersyukur pada Tuhan yang bersedia mempertemukan aku dengan idolaku dengan kejadian yang tak terduga, Beautiful accident !! Ia mendudukanku di bangku di salah satu bangku yang tidak ada seorangpun akan memperhatikan kami, karena jauh dari keramaian, lalu dia duduk disampingku.

“ Sebentar ya agashi, aku sudah menyuruh kyungsoo kesini untuk membelikan obat luka, oh iya namamu siapa?” tanyanya .

“Yura Imnida” jawabku.

“aku luhan” senyumnya.

” Tak perlu kau beri tahu aku sudah tau” aku memperhatikan dirinya yang tersenyum, entah mengapa mataku panas. Air mataku ku kira akan mengalir.

“Ah, iya” ucapnya, terdengar kikuk.

“Baru kemarin rasanya aku melihatmu dari kejauhan, tapi sekarang kau tepat di depanku” suasana antara kami terasa canggung.

“Kau fans EXO?” tanyanya sumringah.

” I-iya” ucapku terbata.

“kau dari Jepang? Thailand? bahasamu terdengar seperti bukan orang korea?”

“ah maaf kalau bahasa koreaku buruk, a-a ku dari Indonesia, disini hanya berlibur.” ucapku pelan hampir tak terdengar, ini karena jantungku makin berdetak cepat.

“aaah Indonesia, tidak begitu buruk kok, hanya saja logatnya berbeda, jadi kemarin kau menonton konserku eh maksudku konser kami?”

“I-iya aku menonton mu kemarin, dan tidak menyangka kalau aku akan dipertemukan dengan mu lagi dalam kondisi seperti ini…. hiks” jawabku,tanpa terasa air mataku menetes , aku terisak, bukan, ini bukan tangis sedih  atau tangis karena merasakan sakit pada kaki atau kepalaku, ini tangis bahagia. Bahagia bisa bertemu dan berbicara hanya berdua dengan seorang Luhan.

“ kenapa menangis? sakit ya? ya tuhan, sebelah mana yang sakit? tahan sebentar ya, aduh maaf sekali telah mengganggu suasana liburanmu” luhan mengangkat alisnya menggaruk-garuk kepala kebingungan.

hatiku berkata ‘iya sakit, but beautiful pain… kakiku sakit tapi aku bahagia bertemu denganmu luhan, bahkan aku ingin menghentikan waktu ku malam hari ini’ .

“Tidak apa-apa luhan, iya kaki dan keningku agak sakit, hanya saja bukan itu penyebabnya, aku terharu, I just cannot explain what i’ve feel, sepertinya baru kemarin aku melihatmu dari kejauhan saat konser, but i’ve never imagine before, now you’re standing here, and exactly im doing conversation with you, benar-benar hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya ” aku mengusap air mataku dan tersenyum.

“eoh? aku juga tak pernah membayangkan akan mencelakai seorang fansku,  Apa yang harus aku lakukan dengan seorang fan yang telah kutabrak sendiri, apa kau mau berfoto bersamaku? atau hmmm..” belum selesai luhan berbicara aku memotong nya “mauuuuu, sayang aku tidak membawa kamera, tapi sebentar…” aku merogoh kantong celana mengambil handphoneku. Tapi ternyata handphoneku mati.

“Tidak usah luhan, handphoneku mati, bisa menobrol denganmu saja sudah cukup rasanya bagi seorang fans hehe” Aku tersenyum kecut.

“pakai handphoneku saja, biar kukirimkan lewat email, aku minta emailmu”  kemudian luhan mengarahkan kamera handphonenya ke arah kita berdua, dan klik shutter kamera dalam sekejap mengabadikan gambar kita berdua.

“Bagaimana?” Luhan menunjukan hasil fotonya. Suasana diantara kami mulai mencair.

“Oh my face, terlihat seperti korban tinju seseorang, jelek”

“Ini semua karena aku, mianhamnida Yura” wajah menyesalnya terlihat lucu sekali, seperti anak kecil yang merayu ibunya untuk membelikan sebuah balon.

“ehehe, gwaenchana, hmm.. anyway kalau kau mengirim email kan pasti ada alamat emailmu yang tercantum di inboxku, Apa boleh aku tahu alamat emailmu ? kau tidak takut aku sebagai fans mu akan…”

“Boleh saja asal kau tidak berbuat macam-macam dengan emailku dan tidak menyebar luaskannya! aku mohon, okay!” Luhan dengan tegas memotong pembicaraanku.

Tidak lama kemudian dua orang yang sering kulihat dilayar laptopku berjalan menghampiri aku dan Luhan, Bekhyun dan Kyung Soo, “ luheeen Hyung” teriak salah seorang dari mereka yang memakai topi berwarna merah.Itu Baekhyun.

“Luhan Hyung apa yang telah kau lakukan dengan Agashi ini?” Tanya salah seorang yang memakai topi hitam, Kyung Soo.  “aku menabraknya, tadi saat bersepeda” Luhan mengambil bungkusan yang berada ditangan Baekhyun lalu membukanya dan menggunakannya untuk mengobati luka di lututku.

” Biar aku sendiri saja” usulku.

” Tidak apa-apa agashi, duduklah! biar aku saja” Ucapnya.

Setelah itu dia membalut lukanya dengan kain kasa. Tidak lupa juga luhan mengoleskan salp ke keningku yang memar akibat terbentur batu jalanan. Sepertinya pulang dari Korea aku harus memeriksakan kesehatan Jantungku,  karena dari tadi selalu berdebar kencang.

“Agashi dimana tempat tinggalmu biar kita antar?” ujar baekhyun sambil tersenyum. Aku menoleh kepada wajahnya, tidak menjawab, mataku tidak berkedip. Ah mereka bertiga sangat tampan sekali. Ya Tuhan  inikah yang dinmakan kejatuhan pulung? kenapa malam ini aku beruntung sekali dapat bertemu tiga makhluk tampan seantero kota Seoul  oh.. seantero Korea selatan lebih tepatnya. Aku sama sekali tidak menyangka, pernah sesekali membayangkan bertemu dengan mereka dari jarak satu meter. Namun untuk bisa berbicara dan bertatapan muka langsung, ditambah baru saja luhan menggendongku, aku rasa itu hanya ada di dalam angan. Tapi malam ini adalah nyata, bukan angan, bukan ilusi, mereka benar-benar hadir di kehidupanku.

“Namanya Yura, dia tinggal di Indonesia dia sedang berlibur disini “ menyadari aku yang tidak bergeming, luhan menjawab.

“Aigoo, hyung kau merusak liburan orang dengan menabraknya!” gumam kyungsoo sambil menyenggol badan Luhan. aku mengelengkan kepalaku, tersadar,  mencoba mencerna apa yang mereka katakan “ Ah ani, oppadeul aku tidak apa-apa kok, berkat kejadian itu aku bisa bertemu kalian semua disini, nae haengbokhae, aku salah satu fans kalian semua”.

“woa, benarkah? kau sangat beruntung bertemu kami malam ini dari sekitar milyaran fans hanya kau yang pernah di tabrak luhan hyung, apakah aku terlihat tampan ketika di tv atau ketika kau melihat ku secara langsung?” cetus Baekhyun. pletak ! Luhan menjitak kepala baekhyun. “Orang ditabrak kok beruntung! Tidak usah di jawab raaa!” ujarnya. Aku terkekeh melihat Baekhyun mengusap-ngusap kepalanya yang di jitak oleh Luhan.

“Aku pulang sendiri saja, hotelku tidak jauh dari taman ini kok, kalian pasti sedang menikmati free time disaat sela-sela kesibukan, aku tidak ingin merepotkan kalian“ Aku berdiri, tapi ketika mulai melangkahkan kaki kenapa sakit sekali, ah iya, sejak tadi aku memang merasakan kalau kaki sebelah kanan ini terkilir. Aku menjerit “Aww, kakiku sakit sepertinya terkilir”.

“Hyung sepertinya kita harus membawa Yura kerumah sakit, pergelangan kakinya bengkakaku takut dia terkena luka dalam, sepertiku dulu akibat terjatuh dari kursi sewaktu perform” kyungsoo terlihat khawatir. “Baiklah, ayo kita bawa dia kemobil! kau kesini bawa mobilkan? ” Luhan menggendongku kembali, sedangkan Baekhyun kulihat membawa sepeda lipat Luhan tadi dan membawanya ke dalam bagasi mobil. Luhan berlari sambil menggendongku, sekhawatir ini kah dia terhadap seseorang yang baru ia kenal, dan tidak sengaja ia celakakan? Untung saja taman ini tidak begitu ramai, kupastikan tidak ada orang yang memperhatikan kami. Aku takut jika ada yang melihat, apalagi katanya netizen korea itu handal dalam mencari berita, bisa-bisa kalau ketahuan, halaman depan majalah pasti memuat kabar ‘Luhan sedang menggendong seorang gadis di taman’.

………..

Luhan Pov

“Aku pulang sendiri saja, hotelku tidak jauh dari taman ini kok, kalian pasti sedang menikmati free time disaat sela-sela kesibukan, aku tidak ingin merepotkan kalian“ Ucap Yura, aku bingung kenapa dari tadi dia selalu menolak bantuanku “Aww, kakiku sakit sepertinya terkilir” dia kesakitan. Kyungsoo mendudukan Yura kembali, dia membuka kedua sneakers yang Yura pakai, melihat kondisi pergelangan kakinya.

“Hyung sepertinya kita harus membawa Yura kerumah sakit, pergelangan kakinya bengkak, aku takut dia terkena luka dalam sepertiku dulu saat terjatuh dari kursi sewaktu perform” kyungsoo terlihat khawatir. “Baiklah, ayo kita bawa dia kemobil! kau kesini bawa mobilkan? ” tanpa arahan dari siapapun aku menggendongnya kembali, tidak peduli jika ada fans atau paparazi yang melihat, tidak peduli jika nantinya ada artikel tentangku yang menggendong seorang gadis, Aku merasa bersalah telah melukai gadis ini, apalagi dia disini status nya adalah turis dalam rangka liburan, aku harus bertanggung jawab telah mencelakakannya dan merusak suasana liburannya.

…………

Yura Pov

Setibanya dirumah sakit aku dibawa keruang Rontgen, setelah itu dokter bilang kalau kakiku hanya terkilir, tidak ada tulang yang retak. Setelah diberikan terapi, dalam beberapa hari pun akan sembuh kembali. Saat ini aku masih berada di ruang Emergency, namun dokter membolehkan untuk pulang.

“Bagaimana? ada apa dengan kakimu?” Luhan menghampiri aku yang terbaring di kasur pesakitan ini. Dia menutupi wajahnya dengan masker, wajar saja dia harus menyembunyikan wajahnya agar orang lain tidak tahu kalau dia itu seorang artis, jika paparazzi tau luhan menabrakku dan membawaku kerumah sakit, bisa menjadi skandal.

“Aku tidak apa-apa lu, hanya terkilir hehe” aku dengar luhan menghembuskan nafasnya dalam-dalam “syukurlah, kalau ada apa-apa denganmu aku akan sangat merasa bersalah”.

“Aku mau kembali ke Hotel, kasian temanku, sakura, sudah malam tapi aku belum juga kembali ,dia pasti khawatir”

“Baiklah aku, D.o dan baekhyun akan mengantarkanmu, jangan menolak kami lagi ya !” Aku hanya bisa mengangguk.

Di mobil Baekhyun dengan lawakannya  sangat memecahkan keheningan, aku yang belum begitu menguasai bahasa korea sesekali mengerutkan kening, pertanda tidak mengerti apa yang dibicarakannya. Tidak terasa mobil sudah berada di parkiran Hotel, ini momen terakhirku bertatap muka secara langsung dari dekat bersama para idolaku.

“Oppadeul terimakasih telah mengantarkan aku, maaf merepotkan”

“Ayo kita antar, Jalanmu masih menghawatirkan” usul kyung soo.

“oh ya tadi kau belum sempat memberikan alamat email mu, hmm aku juga minta kontakmu, agar aku memastikan kau tidak kenapa-kenapa setelah kejadian ini” Aku memberikan Id line ku kepada Luhan, Aku bahagia sangat bahagia, walaupun Luhan meminta kontakku hanya karena dia merasa bersalah telah menabrak, setidaknya aku bisa sesekali dihubungi olehnya. Aku tau diri aku tidak akan menghubunginya kecuali dia yang menghubungiku, aku mau menjadi fans yang baik, bukan fans yang meneror idolanya, yang sering sekali dilakukan oleh sasaeng fans Korea.

Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo menggunakan maskernya, kemudian turun dari mobil dan baekhyun membukakan pintu mobil untukku, tapi Luhanlah yang memapah ku untuk berjalan, walaupun sebenarnya mereka telah membelikanku tongkat di rumah sakit. Ketika aku berjalan banyak mata memperhatikan ku, mungkin mereka aneh melihatku yg memakai tongkat dan dikelilingi tiga lelaki bermasker, aku harap mereka tidak menyadari bahwa ketiga orang ini adalah member EXO.

Ting!! Pintu lift terbuka kami telah sampai di lantai 16, dan di depan kamarku. “ oppadeul terima kasih telah mengantar akww..” aku merasakan kepalaku berdenyut hebat. Aku hampir tumbang, tetapi tangan kyungsoo dan baekhyun menahannya. “Gwaenchana?”  kedua tangan Luhan memegang pipiku dia menatap khawatir, aku mengangguk “Gwaenchana, hehe, sekarang aku selamat sampai disini, tugas oppadeul sudah selesai”.

Luhan melepaskan tangannya dari pipiku, dan meninggalkan bekas merona di keduanya. “Kami pulang dulu ya, istirahatlah! Jika kau kenapa-kenapa, tolong hubungi aku!” ucap Luhan. “ Anyeong Yura” ujar baekhyun, dan melambaikan tangannya. Berbeda Kyungsoo setelah menyerahkan bungkus obat dan foto Rontgen, ia  membungkukan badannya dan berkata “Goodnight, sampai berjumpa kembali.. semoga cepat sembuh”, aku tersenyum dan menjawab “Anyeong oppadel, neomu kamsahamnida”. Mereka berjalan menuju pintu lift. Tidak sampai dua menit mereka sudah tenggelam di dalam pintu lift. Aku membuka pintu Kamar hotel, aku berjalan tertatih, sakura sudah tertidur lelap ‘mungkin dia lelah’.

Aku membaringkan tubuhku ke kasur, keningku masih berdenyut. Rasa sakit di kaki sudah tidak terlalu dirasa. Anganku kembali melayang mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Apa ini masih mimpi? aku memegang pipiku  dan mengusapnya, ku pejamkan mata, membayangkan tangan luhan yang tadi sempat menempel tepat disini. Hingga aku terlelap.

Luhan Pov

Di dalam mobil perjalan menu dorm, Kyungsoo bertanya, “Hyung, kok bisa sampai menabrak gadis itu?”.

“Tadi remnya tiba-tiba tidak bisa digunakan diturunan, akhirnya aku mencoba untuk mengeremnya menggunakan kakiku, aku melihat kebawah, tanpa sadar di depan ada dia”

“ada-ada saja, untung dia tidak kenapa-kenapa” ucap kyungsoo.

“Tapi aku heran hyung, dia kan fans kita, kenapa hyung memberikan id line kepadanya? apa hyung tidak takut kalau nanti dia seperti fans-fans yang waktu itu tahu nomormu lalu menelpon hyung berkali-kali, dan mengirim ribuan spam ” ujar baekhyun.

“hmmm” Aku terdiam, sejenak berpikir, apa aku tidak terlalu gegabah ya? bertukar id dengan seorang fans. Kenapa aku tidak memberikan nomor manager saja, kalau pun toh dia kenapa-kenapa juga aku bisa tahu dari hyung manager. ku tepiskan pemikiranku, ku ambil ponselku, aku mengirim foto ditaman yang kujanjikan tadi kepada gadis itu.

“Hyung, sepatu gadis itu tertinggal disini” Baekhyun yang duduk dibelakang menemukan sepatu gadis itu.

………….

Yura PoV

Hari ini sakura terbangun lebih awal dan terkejut melihat memar dikening ku, Ia mengguncangkan tubuhku, membangunkanku. “Yuraaa, keningmu kenapa ini kok biru-biru?”

“Oh, semalem ditabrak Luhan, sampai jatuh tersungkur, hasilya kening terbentur batu, lutut berdarah dan kaki kanan terkilir” jawabku datar.

“hah Luhan? ahaha, duh, gara-gara benturan dikepala kali ya? jawabnya kok menghayal gitu, sakit tidak? apa perlu kita klinik? ” Sakura menggeleng geleng tidak percaya.

“Tidak percaya ? tidak usah ke klinik, semalam baekhyun, Kyungsoo, dan Luhan sudah bertanggung jawab, tuh lihat sudah ada obat untukku di meja” Aku menunjuk bungkusan obat.

“ah yasudahlah, iya saja. Mungkin efek benturan di kepala itu, pikiranmu jadi ngalor ngidul! tapi luka-luka ini bukan karena ehm.. pelecehan seksual di korea? atau pencurian eh pencopetan?” Tanya sakura.

“Bukan, sudahku bilang ini gara-gara Luhan!” bentak ku. aku berjalan tertatih menuju pintu kamar mandi, namun aku teringat handphoneku yang mati dari semalam kehabisan battery, aku bebalik mengisi battery nya dahulu sebelum mandi.

Selesai mandi kulihat sakura merapihkan tempat tidur kami “Hari ini kita di hotel aja ya tidak usah kemana-mana, aku khawatir dengan kakimu!” suruhnya.

“Aku tidak apa-apa, sayang sekali jauh-jauh ke seoul untuk diam dihotel, Cuma pincang sedikit kok! kalau untuk jalan-jalan masih bisa, kan dibantu tongkat, tuh!” aku menunjuk tongkat lalu membuka lemari dan memilih pakaian untuk hari ini dan mencari sneakers, lho? sneakersku yg satu lagi dimana?

“sakura, sneakersku sepertinya tertinggal di rumah sakit. Aku tak sadar semalam pulang dari rumah sakit hanya memakai sepatu sebelah.” aku mengerucutkan bibirku.

“hmm.. kaki mu kan terkilir masa mau pakai sneakers? sudahlah ikhlaskan. masih ada sandal kan/ pakai sandal saja’ usul sakura. Aku hanya mengangguk.

setelah mengganti pakaian aku menoleh ke layar ponselku ada satu message, ‘kurasa itu ibu’ pikirku. Tapi aku melihat tulisan china “Luhan!”

PESAN DARI LUHAN…………

-TBC-

Author: autumngirl2309

♥ Musim gugur ♥ anime ♥ manga| Tahun 99| Seorang pelajar yang senang berimajinasi, menulis, mendengarkan musik| ♡ EXO ♡ BTS ♡ SJ ♡ K.WIll ♡ MARGINAL#4 ♡ Aoi Shouta

One thought on “[Freelance] Beautiful Accident in Seoul – Chapter 1

  1. wahhhhhhhh yura bnar2 fans yg bruntung yah
    jadi iri heheheh!!!
    dtunggu next’ny
    kepp writing😀

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s