EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

{AnnivEvent} Sunday14monday – Say, Hi

7 Comments

tumblr_mqaireNR8W1s7lc3ho1_500

Say, Hi

Sunday14monday

Cast : Kim Jongin (Kai), Jung Soojung (Krystal)

Genre : Fluff, Romance

Rating : PG-14

Oneshoot

Summary : ketika Jongin kesulitan merangkai kata, selain kata ’ hai’

LOVE HER STORY? LIKE HER POST AND HELP HER WIN THE PRIZE!

….

Cinta itu sulit dikendalikan.

Kau tidak bisa berharap dengan sengaja untuk mencintai orang lain. Kau tidak bisa membuat pilihan menarik dengan siapa kau jatuh cinta—tidak bisa!

Cinta terjadi begitu saja—tanpa pemberitahuan, tanpa bisa memilih dan yang paling parah, tanpa alasan yang jelas.

Satu, dua, tiga.. dan Voilaa.. Jongin jatuh cinta begitu saja pada Jung Soojung—gadis yang memiliki julukan krystal Princess itu.

 

Kejadiannya berlangsung secara tiba-tiba ketika Jongin menuruni tangga dan Soojung berada di bawahnya. tapi kejadian itu sama sekali tidak seperti film-film romantis yang menampilkan kedua pemain sentralnya terjatuh bersamaan sambil berpelukan. Untuk kali ini hanya Jongin yang jatuh sendirian, terjerembab di bawah tangga—sementara Soojung hanya mematung selama beberapa detik tanpa melakukan usaha apapun untuk menolongnya.

Tapi cinta tidak memerlukan alasan yang logis’kan?

Jadi Jongin jatuh cinta begitu saja—tanpa pemberitahuan dan tanpa alasan yang jelas. Dia jatuh cinta pada Soojung karna gadis itu terus saja memandanginya tanpa melakukan apapun. Soojung memiliki iris mata coklat yang memukau—dan demi tuhan, jongin berani bersumpah jika ia akan meleleh saat memandang matanya.

 

“Ehm.. Jong, kau tidak apa?” Sehun sedikit bingung saat menemukan sahabatnya itu tergeletak di bawah tangga bersama Soojung yang masih berdiri di sana.

 

“ak-ku baik-baik saja, hun. aku hanya terjatuh, tapi kurasa tidak ada tulang yang retak” Jongin mencoba berdiri dari posisinya saat ini. tapi setelah beberapa kali mencoba—sepertinya Jongin salah tentang prediksinya ‘tidak ada tulang yang retak’ itu.

 

“Kau butuh bantuan, Jong! Tunggu sebentar disini”

Sehun berlari entah kemana—tapi Jongin tidak benar-benar peduli tentang sahabat cadelnya itu. matanya bahkan tidak beralih pada Soojung yang saat ini masih menatapnya.

“Ha..i”

Soojung mengerutkan keningnya bersamaan. Pria itu terluka parah dan ia hanya mengatakan kata ‘hai’ dan bukannya kata ‘tolong aku’ padanya? Oh, god!

 

Tapi walaupun begitu, Soojung tetap memapah Jongin menuju ruang kesehatan tanpa menunggu Sehun kembali. Soojung tetap bertanya pada Jongin tentang bagaimana keadaan tulang-tulangnya, juga tentang Sehun yang tidak juga kembali setelah sepuluh menit. Tapi nyatanya, Jongin si pria yang sedang jatuh cinta itu membiarkan Soojung berbicara sendiri seperti orang idiot.

 

“Jongin, kau baik-baik saja? Oh astaga.. mungkin kau terluka parah” Jongin tersenyum untuk mengatakan jika keadaannya baik-baik saja. Tapi, hal itu tidak membuat Soojung menghentikan langkahnya menuju ruang kesehatan.

 

Dan walaupun pada kenyataannya tulang jongin benar-benar retak—tapi ia tidak benar-benar peduli dengan semua itu, asalkan Soojung berada di sampingnya.

 

 

Mereka bertemu lagi..

 

Tapi kali ini keadaan Jongin tidak sedang terjerembab atau jatuh di bawah tangga seperti beberapa waktu lalu. Dia terlihat tampan dengan seragam olahraga yang melekat di tubuhnya—sementara, Soojung berjalan di koridor dengan tangan yang dipenuhi buku-buku perpustakaan.

 

“Hai” tiba-tiba Jongin muncul di depannya dan mengangkat sebagian besar buku-buku itu untuk Soojung.

Jongin tidak mengatakan ‘biarkan aku yang membantumu’ atau ‘buku ini kelihatan berat untukmu’—tidak, Jongin tidak melakukannya. Dia hanya begitu saja mengikuti Soojung untuk berjalan ke perpustakaan dan meletakkan buku-buku itu di rak yang seharusnya tanpa mengatakan apapun.

Jongin membiarkan dirinya tampak seperti pria idiot di hadapan Soojung—tapi, siapa peduli?

Duduk bersama Soojung di sebuah meja panjang dan dapat sesekali melirik ke arahnya telah melampaui batas kesadaran Jongin. Dia tidak perlu mengatakan apapun untuk membuat Soojung mengerti tentang perasaannya.

 

Karna nyatanya Jongin tetap mencintai Soojung walaupun dia tidak pernah mengatakannya.

 

 

Satu minggu sebelum prom night adalah bencana untuk Kim Jongin.

Semua orang telah memiliki pasangan kencan mereka masing-masing termasuk Sehun—boy-who-forever-single itu. dan hal itu membuat Jongin resah selama beberapa hari terakhir. dia sedang mencoba menemukan satu atau dua kata, atau mungkin lebih dari itu untuk membuat Soojung menari bersamanya di pesta dansa sekolah.

 

Dan masalah sebenarnya adalah Soojung gadis yang terlalu sulit untuk didekati.

Soojung sangat cantik, itu benar.

Soojung sempurna dengan rambut panjangnya, itu juga benar.

Tapi kenyataannya Soojung adalah wanita yang selalu bersikap dingin pada semua pria. Dia selalu menolak semua ajakan nonton film, makan es krim, pergi ke taman hiburan dan termasuk pergi ke pesta dansa. Soojung menolak semuanya! Dan hal itu membuat Jongin menjadi lebih frustasi dari sebelumnya.

 

“Katakan saja, bodoh! Apa susahnya sih bilang pada gadis itu jika kau ingin mengajaknya ke pesta dansa?” kata Sehun sambil mengunyah hot dognya dengan tidak beraturan.

 

Tapi Jongin tahu jika ia tidak bisa bicara apapun saat kedua matanya menatap wajah Soojung yang cantik dan seakan menari-nari di dalam otaknya. Lagipula apa Sehun pikir jika Soojung akan menerima ajakannya begitu saja? Oh, ayolah Oh sehun gadis itu Jung Soojung!! Bukan Yeolra yang akan selalu menerima ajakan pesta dansa Park Chanyeol, walaupun pria itu mengatakannya sambil tersedak susu atau semacamnya.

Dia—Jung Soojung!! Gadis paling dingin dan paling menakjubkan di sekolah ini. Jadi, Jongin tidak bisa datang menghampirinya begitu saja dengan cengiran bodoh dan kalimat kaku seperti ‘Soojung, apa kau bersedia menjadi pasanganku di pesta dansa nanti?’—benar-benar tidak bisa karna ia tahu jika Soojung akan langsung meninggalkannya dalam waktu kurang dari sepuluh detik.

 

“Jika kau kesulitan mengatakannya, kenapa tidak pasang sebuah poster besar di mading dan tulis dengan sedikit kata-kata Cheesy jika kau ingin mengajaknya berkencan?” Baekhyun tiba-tiba berada di sana untuk memberikan saran yang bagus untuknya.

Poster di mading—? Dan itu berarti semua orang akan membaca tulisannya dan melihat dirinya kehilangan muka saat Soojung menolaknya.

Ohh tidak, Jongin tidak bisa membiarkan hal itu terjadi!

 

‘tuk’

Sebuah pesawat kertas tiba-tiba mengenai kepala Jongin. Dan hal itu semakin membuatnya kesulitan berpikir.

 

“Hei maafkan aku!” ternyata Jongdae yang kali ini memainkan pesawat kertas di kantin—mungkin saja Chanyeol sudah bosan dengan mainan itu dan membiarkan si trolling satu ini yang memainkannya. “Ada apa dengan wajahnya? apa pesawatku mendarat terlalu keras dan membuat kotak tertawamu rusak?”

Yeah, kotak tertawa. Tapi sayang sekali, jika Jongin tidak termasuk dalam bagian keluarga squidward atau spongebob atau penduduk bikini bottom manapun yang pernah memiliki kotak tertawa. Dia hanya Kim Jongin yang saat ini merasa putus asa karna tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk mengajak Soojung ke pesta dansa.

 

“kau sudah dapat pasangan untuk pergi ke pesta dansa? Sepertinya Jongin sedikit kesulitan tentang hal itu”

“Oh ya? Wow” nyatanya reaksi Jongdae memang selalu berlebihan seperti itu “Aku pikir kau bisa dengan mudah mengajak seorang gadis—maksudku, kau tampan Kim Jongin! Apalagi saat kau menari dan bermain basket. Semua gadis menggilaimu!”

Semua gadis menggilainya—tunggu dulu, jika semua gadis menggilai Jongin ketika ia menari dan Jung Soojung adalah seorang gadis. Apa itu berarti Soojung juga menggilainya?

 

Jongin tersenyum dengan cengiran bodohnya yang khas—dan mengambil seribu langkah tercepatnya untuk berlari menuju lapangan basket. Di sana ada Kris—instruktur basket dari kanada yang sedang mengarahkan beberapa pemain cadangan untuk men-dribble bola. Sebenarnya ia tidak terlalu menyukai basket karna olahraga itu hanya akan membuat baju olahraganya dipenuhi keringat dimana-mana. Tapi Jongin tidak memiliki pilihan lain, selain bertanya pada Kris apa masih ada posisi kosong dalam tim yang bisa menjadi miliknya.

Dan coba tebak apa yang dilakukan Kris saat Jongin memilih untuk bergabung? Pria kanada itu hampir melonjak kegirangan dan langsung menjabat tangan Jongin sebagai simbol kesepakatan mereka.

 

“Oh aku tidak percaya kau mau bergabung dengan tim kami—maksudku baru saja seminggu lalu kau menolaknya, dan hari ini kau berubah pikiran begitu saja” Jongin tersenyum ragu sambil memainkan sepatunya di atas lapangan.

“ehm, yeah begitulah pelatih. Kau tahu’kan remaja sepertiku sangat labil dalam beberapa waktu“ Keduanya tersenyum sesaat setelah Kris menepuk pelan pundaknya.

“Jadi, kapan kau bisa ikut latihan bersama kami?”

 

“Oh ya, Latihan!! Aku bisa kapan saja” Kris meniup peluitnya panjang-panjang sebelum ia meneruskan kalimatnya.

 

“Akan ada latihan untuk tim inti besok pagi. Kau mau ikut?”

 

Jongin tersenyum lebar-lebar sebelum ia menyetujuinya. Besok adalah waktu yang tepat untuk membuat Soojung terpesona sebelum pesta dansa tahunan.

 

“Baiklah pelatih Wu, aku akan datang”

 

Nyatanya Jongin memang benar-benar digilai banyak gadis saat ia menari dan bermain basket. Lihat saja berapa banyak gadis yang berbaris di pinggir lapangan untuknya hari ini! mereka semua membawa-bawa banner berwarna merah bertuliskan Kim Jongin besar-besar. Juga sesekali meneriakkan namanya saat ia berhasil membuat tembakan yang bagus.

 

“Kim Jongin!!”

“Kyaa.. Jongin!!”

Sesekali ia memutar arah pandangnya menuju bangku penonton untuk memeriksa apakah Soojung berada disana atau tidak. Tapi selama dua jam pertandingan latihan ini Jongin tidak menemukan Soojung dimanapun—tidak bahkan saat ia menyusuri sisi lapangan itu dengan kedua matanya.

 

“Istirahat” Kris meneriakkan kata itu keras-keras sebelum ia meniup panjang peluitnya.

Sub tim Jongin mengalami kekalahan dari sub tim luhan dengan selisih skor yang cukup banyak. Tapi sepertinya Jongin tidak perduli dengan semua pertandingan bodoh itu. Untuk apa dia bermain bagus dan mencetak banyak skor jika Soojung tidak ada disini untuk melihatnya?

 

“Ada apa denganmu, Jong? Apa kau sengaja mengalah untukku?” Luhan terkekeh sambil melemparkan botol minumannya ke arah Jongin. “Kau sedang mencari seseorang?”

“Ehm—yeah, aku..”

 

Jongin terdiam di tempatnya tanpa bisa mengeluarkan satu kata pun di dalam tenggorokannya. Demi tuhan, dia sedang melihat Soojung berjalan ke arahnya dengan sebuah senyuman—Soojung tersenyum! oh ayolah, tidak ada satu orang pun di sekolah ini yang pernah melihat senyuman Soojung sebelumnya.

“Ini handuk kalian” Soojung meletakkan sekeranjang penuh handuk putih dibawah kaki Jongin begitu saja.

Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba Soojung muncul disana dan memberi handuk-handuk itu untuk mereka?

 

Jongin gelagapan seperti orang yang baru saja kehilangan akalnya. Dia menatap Luhan untuk meminta bantuan. Tapi pria manis itu hanya mengangguk dan membisikkan sesuatu tentang Soojung padanya “Manager klub? Kenapa aku tidak pernah tahu tentang itu?”

Luhan mengangkat bahunya dan memilih tidak peduli pada masalah internal Jongin.

 

“setidaknya kau punya kesempatan untuk mengatakan sesuatu padanya dari jarak dekat”

“kau gila, Lu! Bagaimana mungkin aku berbicara padanya dan—Oh, dia berjalan kearah kita!!” Jongin terlalu sibuk untuk memperhatikan penampilannya yang kacau sebelum Soojung benar-benar datang menghampirinya.

“Luhan, pelatih Wu bilang dia ingin berbicara denganmu” Luhan mengangguk dan mulai bergerak pergi dari sana. Tapi sebelum ia benar-benar menghilang, Luhan berbalik kearah Soojung untuk memberikan kejutan kecil.

 

“Oh ya, Soojung.. apa kau sudah punya pasangan untuk pergi ke pesta dansa nanti?”Luhan sedikit tersenyum mengejek saat melihat ekspresi Jongin yang menatap tajam kearahnya

 

“Tidak. Aku tidak punya satu pun”

 

“ bagus sekali! Jongin sangat ingin pergi ke pesta dansa itu bersamamu—jadi kuharap kau menerima ajakannya. Iya’kan Jongin?” seketika itu Jongin bangkit dari tempat duduknya dengan tingkah yang aneh. Apa-apaan itu! menggaruk rambutnya yang super lengket di depan gadis yang kau sukai? Stupid boy.

Tapi Jongin tetap memberikan cengiran terbaiknya pada Soojung Sebelum Luhan pergi menuju Kris dan gadis itu membuang nafasnya perlahan-lahan.

“Ha..i” Oh man! Apa yang kau katakan Kim Jongin? Gadis itu mengharapkan sebuah kalimat utuh yang menggambarkan romantisme!! Bukan hanya sekedar sapaan basa-basi konyol seperti itu.

 

“Kau tahu toko bunga ‘florist’ yang ada di kawasan cheondamdong?” Jongin tidak mengerti kenapa Soojung tiba-tiba bertanya tentang toko bunga padanya. tapi, Jongin tetap mengangguk karna toko bunga itu memang hanya beberapa blok dari rumahnya.

“Toko bunga itu rumahku—jemput aku minggu malam nanti jam delapan”

Jongin membeku di tempatnya saat ini—jemput? Minggu malam? Apa itu berarti Soojung—?

“Aku tidak suka menunggu terlalu lama. jadi aku harap kau tidak datang terlambat”

 

Nyatanya Jongin tidak perlu mencetak tembakan banyak-banyak, tidak perlu sepuluh tangkai bunga mawar berwarna merah, juga tidak perlu sekotak coklat yang di lapisi krim di atasnya—Jongin hanya perlu mengatakan ‘Hai’ dan Soojung telah mengerti segala hal tentangnya.

 

Walaupun Jongin hanya bisa mengatakan kata ‘hai’ terus menerus seperti robot rusak. Tapi tarian angsa terbangnya sungguh luar biasa! Jongin benar-benar menjadi bintang malam itu. Sementara Soojung yang datang bersamanya mau tak mau juga mendapatkan banyak perhatian dari orang lain.

 

Mereka berdua tidak berhenti berdansa selama semalaman—kedua saling menggenggam tangan dan mengunci pikiran mereka di dalam tatapan mata yang saling berkilat. Jongin merasa jika ia menjadi cinderella malam ini—walaupun semua orang tahu jika cinderella adalah tokoh putri dan bukannya pangeran yang bisa berdansa. Tapi siapa peduli dengan dongeng bodoh itu? ia hanya merasa sangat senang dapat berdansa dengan Soojung semalaman.

 

Satu jam..

Dua jam..

Dan akhirnya acara pesta dansa itu selesai. tapi Jongin sama sekali belum mengatakan apapun semenjak pesta dimulai.

Hanya Soojung yang menatapnya dalam-dalam seakan mencari tahu sesuatu pada mata pria itu. tapi Jongin buru-buru mengenggam tangannya dan membawanya keluar dari aula itu dengan cepat. Jongin sedang gugup—Lihat saja bagaimana caranya menggengam tanga Soojung? Seluruh jarinya gemetar dan basah karna keringat. Tapi Soojung tidak peduli seberapa basah tangan Jongin atau seberapa sering jari-jarinya bergetar. Yang ia butuhkan saat ini hanya Jongin yang berbicara!! Tapi pria itu tetap diam seperti boneka manequin bodoh.

 

“Soojung..” Jongin mengakhiri kebisuan mereka dengan sebuah panggilan yang sengaja ia buat tidak bergetar.

 

“Ya?” Soojung menengok kearahnya—dan sebelum iamelanjutkan kalimatnya Jongin telah bergerak lebih dulu untuk menempelkan bibirnya ke arah bibir Soojung.

 

Mereka berciuman—saling berpelukan sepanjang malam di depan rumah Soojung. sampai-sampai kakak perempuan Soojung yang bernama Jessica harus membawa adiknya pulang bersamanya.

 

Tapi Soojung tetap tersenyum dan melambaikan tangannya pada Jongin sebagai tanda perpisahan. Dan Jongin juga membalasnya dengan lambaian tangan juga cengiran bodoh miliknya.

Mereka baru jadian—menjadi sepasang kekasih walaupun tanpa kata-kata ‘aku mencintaimu’ atau ‘aku sangat mencintaimu’ yang bisa Jongin ucapkan. Hanya ada sebuah ciuman, pelukan dan tarian menyenangkan yang mengiringi mereka sepanjang malam ini.

 

Dan untuk Soojung, ia tidak perlu mendengar banyak kata cheesy milik Jongin untuk bisa mengerti tentang perasaan cinta pria itu. cukup dengan sebuah ciuman—dan Soojung telah mengetahui semuanya.

….

 

Tapi nyatanya fakta mereka ‘berpacaran’ tidak membuat Jongin menghentikan kebiasaannya untuk mengatakan kata ‘hai’ berulang kali. Nyatanya fakta mereka berpacaran tidak pernah merubah segalanya.

 

“ehem.. selamat ulang tahun Soojung—akh tidak, Hei soojung!! selamat ulang tahun, ahh itu juga tidak bagus. Sayang, aku ingin mengatakan selamat ulang tahun ya!..” Jongin bermonolog sendiri seperti bocah idiot yang kehabisan obat.

Baekhyun, Sehun dan si tukang ribut Jongdae yang baru saja bergabung, melihat Jongin dengan tatapan aneh.

 

“Apa yang dia lakukan?” Jongdae bertanya—sambil berusaha merebut satu gigitan hamburger milik Baekhyun.

 

“jangan tanya padaku. Dia sudah begitu sejak satu jam lalu”

 

“Aku rasa otaknya mulai sakit. Kasihan Jongin—harusnya kita tidak membiarkan dia berpacaran dan kehilangan kendali atas diri sendirinya” Sehun memulai membuat kesimpulan bodohnya lagi. “Wanita itu mahluk menyebalkan. pasti Jongin stress karna harus menghadapi Soojung beberapa minggu ini” Baekhyun menyemburkan daging ham-nya selagi Sehun membicarakan hal-hal mengerikan itu di depan Jongin. Hei, sadarlah Oh sehun!! kau baru saja membicarakan pacar-sahabatmu!! Dan apasih yang bocah cadel itu inginkan?Mendapat luka lebam dari tonjokan super kuat Jongin?

 

“Diamlah Oh sehun!! Soojung bukan mahluk menyebalkan. satu-satunya orang paling menyebalkan yang pernah ku kenal di dunia ini adalah kau!” Jongin berhenti bermonolog dan menatap tajam kearahnya. “bilang saja kau cemburu padaku, karna sekarang aku sudah punya pacar sementara kau tidak pernah punya satupun”

 

Baekhyun dan Jongdae terkikik untuk menyetujui kenyataan itu.

 

“Kau menyebalkan Kim Jongin”

 

“Tapi kau lebih menyebalkan lagi karna baru saja bergosip tentang pacarku dan—Oh astaga, kenapa tidak ada satu pun dari kalian yang ingin membantuku mengatakan kata-kata selamat ulang tahun untuk Soojung?” Dengan kesal Jongin merebut hamburger milik Baekhyun—dan memakan semua roti isi miliknya sebagai bayarannya. “bantu aku mengatakan hal-hal yang bagus untuk merayunya, Mr. Byun. Kau’kan perayu ulung! Nanti aku akan membelikanmu lima roti burger rasa keju yang kau gilai itu”

Baekhyun tertawa renyah—walaupun Jondae dan Sehun tidak merespon apapun. yah siapa peduli dengan wajah Jongdae si trolling itu atau bagaimana Sehun menatap aneh Jongin saat ini? Ia hanya menginginkan burger keju!! Jadi mau tak mau Baekhyun juga harus membantu Jongin untuk menyelesaikan masalahnya.

 

“kenapa kau harus pusing sih? Bilang saja ‘ baby Jungjung!! selamat ulang tahun’ dan masalah selesai”

“Kau gila! Tidak semudah itu mengatakan selamat ulang tahun untuknya. aku butuh kata-kata yang bagus untuk membuatnya menangis dan langsung memelukku”

Baekhyun berpikir lagi—tapi kali ini tanpa Jondae yang lebih memilih pergi bersama Sehun karna ia tidak pernah mengerti tentang hal-hal cheesy atau rayuan apapun jenisnya.

 

“I love you, and happy birthday sunshine”

“jangan bahasa inggris. Kau ingat’kan jika aku selalu mendapat nilai F di pelajaran itu?”

 

“bunga matahariku.. aku ingin mengucapkan sesu—“

“Jangan terlalu panjang. Soojung benci kata-kata panjang”

 

“selamat ulang tahun, sayang!”

“itu terlalu simple Baek. Aku butuh sesuatu yang lebih romantis”

 

Baekhyun menggeram kesalkarna Jongin hampir selalu protes di akhir kalimatnya. Apasih yang benar-benar Jongin harapkan? Mereka telah berpacaran’kan? kenapa sangat sulit hanya untuk mengucapkan kalimat selamat ulang tahun yang begitu sederhana?

 

“Hai Soojung—“ Seketika itu Baekhyun menghentikan kalimatnya karna Jongin telah lebih dulu mendahuluinya.

“Ha..hai” Seketika itu ekspressi jongin menegang bagai seorang penyanyi yang sedang demam panggung. Baekhyun menengok kearah belakang dan mendapati Soojung telah berada di sana dengan senyumannya yang menawan.

 

“Hai, Jongin. Hai, Baekhyun” Soojung tersenyum lagi. dan kali ini dia mengambil tempat duduk di sebelah Jongin. “kau tidak lupa’kan jika hari ini ulang tahunku?”

 

“Oh—oh ya..” Jongin gelagapan seperti orang gila sambil buru-buru mengeluarkan sebuah kado berwarna pink dan menyerahkannya pada Soojung. “yeah, ehmm ak-aku.. ehmm”

 

“Aku tahu. Terimakasih Jongin.. aku mencintaimu” Baekhyun tersenyum melihat kebersamaan mereka sebelum ia melangkah pergi menyusul Jongdae dan Sehun.

 

Karna nyatanya Jongin tidak pernah membutuhkan seorang perayu ulung seperti Byun Baekhyun untuk memenangkan hati Soojung. Jongin tidak pernah membutuhkan seribu kata-kata cheesy untuk membuat Soojung mencintainya. Jongin tidak pernah membutuhkan buku ‘1001 kalimat gombal lelaki’ yang biasanya banyak di jual di toko buku.

 

Karna Jongin hanya membutuhkan kata ‘Hai’ dan satu kata itu selalu cukup untuk membuat Soojung mengerti tentang perasaan cintanya.

 FIN

 

LOVE HER STORY? LIKE HER POST AND HELP HER WIN THE PRIZE!

Author: autumngirl2309

♥ Musim gugur ♥ anime ♥ manga| Tahun 99| Seorang pelajar yang senang berimajinasi, menulis, mendengarkan musik| ♡ EXO ♡ BTS ♡ SJ ♡ K.WIll ♡ MARGINAL#4 ♡ Aoi Shouta

7 thoughts on “{AnnivEvent} Sunday14monday – Say, Hi

  1. Oke tor ini bener” ff romantisnya gak ketulugan, jong in kyak orang idiot kalo udah di depan. Soojung. Ntah kenapa gue ngakak mulu hahaha banyak”inf kaistal yg romantis ya tor.🙂

  2. HUWALAAAA INI FF KOK HWABRKABRBQNWNMERJAGHA BANGET SEEHHH MEMANG ADA SEBAGIAN TYPO GITY SAYANG BANGET LHOH PADAHAL FF NYA BAGUSSSS /teriak pake toa/

    Jongin aneh betul dah, kalau ketemu Soojung selaluuu aja grogi gitu. Gak lah pas orang itu belum pacaran, gak lah pas org itu udah pacaran, giituu aja terus. Emang ya kekuatan cewek itu bisa nyihir gitu😄

    SEKALI LAGI, NICE FF TAPI PERBAIKI HURUF KAPITALNYA YAAA.

  3. dan WOWWWW!!!
    kereeeen critanyaa.. lagi2 mengulas ke-simple-an cinta yaak. cinta yg simple seperti soojung yg tak pernah membutuhkan ungkapan dari jongin dan jongin hanya cukup mengatakan kata simple untuk mengungkapkan perasaannya ke soojung. sumpah kereeen!!^^
    suka sama kata2 nya, alur nya dan yg pasti ide critanya.
    good luck dan ditunggu karya2 selanjutnyaa🙂

  4. JONGIN LUCUK BANGET AAK FOOLISH GITU HAHAHA MANIS BANGET SUMPAH.
    dan maaf aku baru liat reply kamu hari ini (penulis cerita ini) jadi aku baru bisa cek sekarang>< nice one! berhasil bikin senyam senyum sendiri xD ((walaupun lagi2 jongin kayak cowok ogeb))

  5. Halo, pertama-tama maaf ya baru berkunjung ;;; semoga aku gak telat hehehe
    Well, ini kaistal, yehey favoritku.Dari judulnya, aku suka. Soalnya simple gitu dan setelah aku baca fanficnya dari awal sampe akhir, judulnya mewakili keseluruhan ceritanya jadi GOOD JOB! Sangat baik hehehe
    aku suka gaya bahasanya yang sederhana, diksi tidak terlalu tinggi tapi justru itu sih memang yang diperlukan kalo nulis fluff. Romance-nya dapet banget, karakterisasi si jongin dan soojung oke banget.
    walaupun mungkin kebanyakan orang suka bikin si jongin ini jadi anak sekolahan yang brandalan dan gambarannya dia tuh seksi gitu, tapi di sini dia jadi orang yang kikuk sembrono dan clumsy banget. dan yeah, si soojung tetap menjadi princess ya, tapi kali ini dia princess yang manis hihi suka deh🙂
    untuk penulisan mungkin ada beberapa typo dan aku boleh ya kasih masukan?

    “Dia jatuh cinta pada Soojung karna gadis itu terus saja memandanginya tanpa melakukan apapun” <— penulisan 'karna' itu yang baku adalah 'karena'

    “ak-ku baik-baik saja, hun. aku hanya terjatuh," <— biasakan untuk selalu menuliskan kata kapital di awal percakapan ya.

    "Tunggu sebentar disini” <— kata 'disini' merujuk pada tempat, jadi penulisannya harus 'di sini'

    Jongin mencoba berdiri dari posisinya saat ini. tapi setelah beberapa kali mencoba <— aku melihat beberapa kata tapi setelah tanda titik dan nggak pake huruf kapital.

    Oh, god! <— kata 'god' di sini berarti 'Tuhan', harus ditulis dengan awalan huruf kapital, jadinya: 'God'

    “Jongin, kau baik-baik saja? Oh astaga.. mungkin kau terluka parah” <— ada beberapa kalimat percakapan yang tidak punya tanda baca di akhir kalimat. seharusnya kalimat ini dituliskan begini: "Jongin, kau baik-baik saja? Oh astaga.. mungkin kau terluka parah,” ada tanda koma [,] setelah kata parah.

    Satu minggu sebelum prom night adalah bencana untuk Kim Jongin. <— kata berbahasa asing jangan lupa ya di-italic.

    satu-satunya orang paling menyebalkan yang pernah ku kenal <— kata 'ku kenal' seharusnya digabung menjadi 'kukenal'. Sama seperti: kuketahui, kutunggu, kulamar, kutahu, kubisikkan.

    ya kira-kira begitulah masukan dari aku hehehe kalo soal alur ceritanya, menurutku pribadi sih aku memang suka fanfic tipe begini. Selipan-selipan komedinya bikin ketawa kayak waktu Baekhyun kasih saran itu, juga berantem sama Sehun. Ya, bagian-bagian seperti itulah yang sekiranya jadi warna di fanfic ini.
    Tapi yang paling aku suka romantisme di fanfic ini dapet banget, menunjukkan bahwa cinta itu sebenernya sederhana kok, malahan berawal dari kata hai. sederhana kan? hehehe

    Yap! itulah review-ku. Semoga menang ya. Btw, ini kompetisi apa?

    Good luck and keep writing!🙂

    • ya ammppuuuuuuunnnn kakak diraaaa… kirain kakak gak akan baca ff saya yang super duper aneh ini. oke-pertama reviewnya panjang banget. makasiiiiiiihhhhh atas saran2nya. kalo boleh jujur saya emg gak pernah ngerti sama tanda baca yang begituan :3 dan kakak ngejelasinnya dengan sangat jelas. yang kedua.. saya excited banget kakak bisa nyasar ke ff ini. padahal saya tau banget kakak sibuk. dannn ahh pokoknya makasih kak!! saya akan tetap berjuang buat jadi penulis yang keyen kaya kakak. keep writing kak dira!!! ps : kak kok saya gagal terus ya komen di wp kakak?

  6. Baru baca…
    Huhu keren bangettttt
    Kaista shipper here^^

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s