EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

(?) – (Chapter 2)

7 Comments

FF (?)

‘Warna merah akan memeriahkan acara kelulusan‘

Title : (?)

Author : AutumnGirl2309 (@AND3_Aninda)

Cast : Member EXO

Support Cast : (Main cast juga akan menjadi support cast di setiap POV tertentu🙂 )

Genre : Friendship, school life, brothership, gore, sad, pshyco

Rating : PG-17 (Kekerasan) (Mohon dipilah yang baik-baik aja🙂 )

Length : Chaptered

PS : Semua cast milik Sang Pencipta. Aku hanya pinjam nama mereka ^^ Dan aku ingatkan lagi, ini hanya fiksi😀

Halo semua😀 Aku balik lagi. Semoga kalian suka dengan FFku^^ Tolong hargai karyaku dengan tidak plagiat dan tidak copy-paste. Aku harap kalian tidak menjadi silent readers🙂 Dengan komentar ‘keep writing’, ‘lanjut’, atau apapun, itu sudah membuatku senang🙂 Selamat membaca~

*Fanfiction ini terinspirasi dari fanfiction yang bergenre suspense, thriller, gore, dan angst. Jadi, aku mencoba belajar membuat fanfiction dengan genre tersebut^^ Jadi, mohon maaf bila terdapat kekurangan😀

Bila ingin melihat chapter sebelumnya, klik link ini (?) – Part 1

—- (?) Part 2 : Code —-

Author POV

Jadi, ini adalah ‘rencana’?” Batin Baekhyun.

“810?” Ucap Sehun dan D.O bersamaan penuh rasa takut dan penasaran. Kris mengangguk dan tersenyum smirk. Kris selesai menghiasi kertasnya. Simple, namun sarat makna.

Plus 6 di depan dan tulisan Permen Gulali Kapital Berisi (-3) di belakang. Menarik bukan?” Kris memperlihatkan hasil karyanya pada keempat saksi. Semua tersenyum senang dan memberi applause pada Kris, kecuali Sehun.

“1-5?” Sehun mencoba menebak apa yang Kris pikirkan untuk hasil karya Kris. Kris memberi ibu jari ke atas pada Sehun. Entah apa yang Sehun rasakan, antara sedih dan juga bahagia. Sehun tak tahu harus bagaimana. Ia benar-benar bingung.

“Sehun-ah, jangan sampaikan hal ini pada siapapun. Biarkan hal ini terjadi seperti air mengalir tanpa halangan. Jika tidak, kau yang akan menjadi seperti dia nantinya.” Kris menepuk punggung Sehun lantas menyeringai. Sehun mengangguk mengerti penuh kebimbangan. Suasana menjadi hening setelahnya. Tiba-tiba D.O angkat bicara.

“Kapan kau akan melaksanakannya?” D.O menunjuk kertas horor Kris. Kris membungkam. Ia ingin rencananya hanya dia yang tahu. Kris memanggil tim O hanya untuk menjadi saksi. Aneh kedengarannya. Namun itulah yang dipikirkan Kris. Ia telah menyiapkan semuanya secara matang serta keputusannya telah bulat.

Kajja kita kembali. Aku takut nanti Xiumin hyung curiga.” Kris beranjak pergi seraya memasukkan kertas sarat makna tersebut ke dalam tasnya. Ia akan memberikan benda tersebut kepada Xiumin untuk bahan perundingan. Perundingan untuk menentukan siapa yang akan tetap bertahan di akhir, pikir Kris.

***

—- Flashback Off —-

Suho POV

Lima belas menit aku masih betah dengan posisiku. Tak bergeming, hanya mata yang menyelidik pada kertas dari tim O. Lembaran putih bernoda merah membentuk ukiran rapih tercetak jelas di sana. Tanda plus, angka 6 ditengahnya, serta kalimat tak masuk akal membuatku harus ekstra memutar otak. Beruntungnya aku telah selesai sekolah, hanya tinggal pelepasan resmi saja.

Aku menggeledah berkas-berkas baru hasil perundingan tim XOXO. Terdapat 5 lembar notulensi rapat. Setiap lembarnya berisi opini dari setiap tim untuk acara kelulusan satu minggu mendatang. Waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan itu semua. Namun, tim kami takkan khawatir. Karena kami telah merancang untuk mendekorasi dan menata dua hari sebelum acara diadakan.

“Ini tema yang rumit.” Gumamku. Perlahan aku memahami kalimat yang terasa menggelikan. Permen gulali kapital berisi (-3). Apa maksudnya? Aku menghela nafas panjang. Minus tiga. Aku berpikir keras memecahkan arti minus tiga. Kalimat tersebut aku otak-atik untuk mencari maknanya. Minus tiga. Minus berarti kurang. Jadi, minus tiga artinya berkurang tiga. Sebuah bohlam lampu menyala di otakku. Sekarang aku tahu apa maksud dari minus tiga. ‘Permen’, terdapat 6 huruf lalu dikurangi 3 hasilnya 3. Huruf ketiga! R! ‘Gulali’, terdapat enam huruf juga, lalu dikurangi 3. Hasilnya 3, huruf L! ‘Kapital’, terdapat 7 huruf lalu dikurangi 3 hasilnya 4. Huruf keempat! I! Dan terakhir kata ‘berisi’. Jumlahnya 6 dikurangi 3, hasilnya 3. Huruf ketiga! R! Aku susun jawabanku tadi. RLIR? Apa itu? Tak mungkin Kris hyung membuat kata yang isinya RLIR. Sungguh, ini lebih sukar dari yang aku bayangkan.

Someone call the doctor Nal butjabgo malhaejwo Sarangeun byeong, jungdok Overdose. ”

Yeoboseyo.”

“…..”

Ah, ne ne. Silakan, Chen-ah. Aku tunggu kehadiranmu.” Panggilan terputus. Aku berharap dengan kedatangan Chen kemari, dapat membantuku memecahkan kode ini.

***

Setelah cukup lama kedatangan Chen kemari, kode ini belum terpecahkan sama sekali. Sebenarnya tujuan Chen kemari karena ingin izin tak mengikuti acara tim besok. Sebab orang tuanya meminta agar Chen ikut pembukaan perusahaan milik appanya.

Hyung, aku mengerti apa maksud kode ini.” Chen menatapku dengan tatapan serius. Ku pasang pendengaran sebaik mungkin.

“Tapi hyung… Ini sangat mengerikan.” Aku terdiam. Bukan karena aku takut dengan apa yang akan diucapkan Chen. Namun berfikir sejenak untuk mencerna maksud Chen.

“Kita harus mengundang tim X, hyung. Ini tentang tim X.” Ku tatap air muka Chen. Aku mengangguk ringan padanya. Dengan sekejap, Chen mengetikkan rangkaian kalimat di ponselnya.

“Kejam!” Chen menggebrak meja. Aku hanya dapat mendesah. Karena Chen belum memberitahukannya padaku. Apakah aku juga harus mengikutinya menggebrak meja padahal aku tak tahu alasannya? Tidak mungkin. Nantinya aku dikira orang bodoh.

“Suho hyung! Buka pintunya. Ini Kai.” Sebelum aku bangkit, Chen mendahuluiku untuk membukakan pintu. Dengan penampilan acak-acakan, Kai memasuki ruanganku.

“Ada apa hyung? Hosh hosh hosh.” Dengan sikap tanpa dosa, ia langsung tidur di ranjangku sementara tubuhnya penuh dengan keringat. Bocah ini.

Heh, Kai-ah! Turun dari ranjangku!” Ku seret kaki Kai untuk menjauh dari ranjangku. Aku tak peduli jika ia akan membentur lantai. Toh, itu salahnya sendiri.

DUG!

Aw! Appo hyung!” Kai mengelus bagian belakang kepalanya yang terbentur lantai. Aku terkekeh. Apa aku jahat?

“Chen hyung! Apa yang ingin kau sampaikan pada kami, huh? Aku langsung berlari dari rumah kemari tanpa izin eommaku! Padahal aku sedang membereskan kamarku.” Kai berganti posisi untuk duduk senyaman mungkin. Walapun tetap mengelus bagian yang sakit karena terbentur lantai.

Eo, Suho hyung! Kalau aku sampai gegar otak, aku akan menyeretmu ke kantor polisi karena tindakan ini!” Chen dan aku hanya menyeringai mendengar aksi protes Kai. Kai lantas mendecak dan kembali merebahkan diri. Namun di atas karpet tempat aku dan Chen duduki.

“Suho hyung! Bolehkah kami masuk?” Aku berdiri dan melangkah menuju pintu. Saat aku membuka pintu, hanya ada dua orang di sana, Chanyeol dan Tao.

Kajja!” Ajakku pada mereka. Chen menatapku, Chanyeol, dan Tao bergantian. Apa yang ia pikirkan?

“Luhan hyung tak dapat hadir. Ia sibuk.” Ucap Tao lantas melangkah masuk dan duduk tepat di samping Chen. Aku mendesah. Kenapa di saat seperti ini, leader tak dapat hadir. Chanyeol menepuk bahuku ringan dan mendekati Kai. Kai seketika bangun dan Chanyeol langsung bermain dengan Kai.

“Chen-ah, utarakan sekarang juga.” Aku tutup pintu kamarku dan duduk di samping Chen dan Kai. Aku harus siap dengan apa yang Chen katakan. Chen mendesah dan menatapku dengan tatapan ‘hyung, ini sungguh mengerikan’ Aku hanya mengangguk, memastikan agar ia berani mengatakannya.

“Kalian harus diam sampai aku selesai menjelaskan.” Tegas Chen. Semua langsung diam dan fokus pada Chen.

“Tanda plus dan angka 6 di tengahnya, itu mempunyai maksud… tim X yang beranggotakan enam orang. Ini diartikan sebagai ‘Untuk tim X’.” Chen memiringkan kertas tersebut di atas meja kecil hingga membentuk huruf X. Kini aku mengerti. Namun yang masih membuatku pusing adalah kalimat aneh di balik kertas itu.

“Dan yang ini…” Chen membalik kertas dan menunjuk kalimat yang aku maksud. Chen menatapku lagi. Aku tetap mengangguk padanya. Sebenarnya apa yang Chen pikirkan hingga ia ketakutan dan gelisah seperti itu?

“Permen Gulali Kapital Berisi (-3). Ini diartikan huruf ketiga dari belakang kata. Aku telah mengotak-atik kalimat ini dan aku menemukan maksudnya.” Chen menggigit bibir bawahnya sementara yang lain tetap memerhatikan Chen. Menunggu apa yang akan ia katakan selanjutnya.

“Aku harap kalian dapat membaca kode itu tanpa aku.” Chen berdiri dan menuju pintu. Aku mengernyit, sementara yang lain bingung dengan Chen.

“Aku akan mencari tempat yang aman dan damai. Oh! Atau mungkin mereka yang akan mengantarku? Haha. Bye… Hyung. Semoga kau paham.” Chen pergi begitu saja sebelum menyelesaikan penjelasannya. Ucapannya sungguh membuatku curiga.

“Suho hyung. Kita menjadi sasaran.” Ucap Chanyeol tiba-tiba penuh rasa takut. Aku mencoba membaca kalimat itu sesuai perintah Chen. Setiap kata diambil huruf ketiga dari belakang.

Oh My God! Tim X seperti semut yang terkepung oleh genangan air yang sewaktu-waktu dapat menenggelamkan mereka. Aku tak percaya!” Batinku. Chanyeol, Kai, dan Tao terlihat tak tenang dengan keadaan ini. Apa yang harus aku lakukan? Apa perlu aku menghubungi Luhan hyung?

 

 

TBC

PS : Gimana?🙂 Apa ada yang udah tau kalimat yang dibuat Kris untuk tim X dengan bantuan Chen? Kira-kira apa yang akan tim X lakukan? Tunggu chapter berikutnya jika ingin mengetahui lebih lanjut ^^

Author: autumngirl2309

♥ Musim gugur ♥ anime ♥ manga| Tahun 99| Seorang pelajar yang senang berimajinasi, menulis, mendengarkan musik| ♡ EXO ♡ BTS ♡ SJ ♡ K.WIll ♡ MARGINAL#4 ♡ Aoi Shouta

7 thoughts on “(?) – (Chapter 2)

  1. Itu yg permen gulali kapital berisi kalimatnya jd ‘mati’ dong? :O kok serem…next ya tor ditunggu!

  2. baru baca *pasang muka bersalah* dan ternyata ini temanya keren! jujur aku suka sama tema2 yg kaya gini, jarang nemunya T.T terusin ya chinguuu aku tunggu :3

  3. masih ga ngerti apa maksudnya ‘-‘ tapi ffnya keren thor.. daebakk!! ditunggu kelanjutannya😉

  4. Bagus thor gak sabar tunggu chap selanjutnya. Jangan lama-lama ya thor…

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s