EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

My Enemy, My Love (Chapter 1)

Leave a comment

grzdhth

Title                 : My Enemy, My Love.

Author             : Luhana120.

Main Cast        : Park Baekhyun (Disini Byun Baekhyun marganya ganti Park ya.) EXO, Park Chanyeol EXO, Choi Raehee (OC), Choi Hyora (OC).

Other Cast        : Tjoba cari dah.

Genre               : Romance, Marriage life, AU, dll.

Poster               : Lee Sinhyo @ Fanfiction’s Blog

Rate                 : Teen.

Disclaimer       : Baekhyun sama Chanyeol punya saya, OC punya Tuhan *plak*. Cerita ini berasal dari otak saya.

Author Note     : Ini FF kesekian saya, tapi baru pertama di post. Dan ini adalah FF terpe’a buatan saya. Hohoho. Disini marganya Baek diubah sesuai cerita ya. Buat owner maaf baru bisa post, belom jadi soalnya. Aku kira aku udah di kick dari sini. Cerita ruwet, amburadul,cerita ga sesuai judul, alur kecepetan, ide super pasaran, 5000 dapet 5 (?). Masih butuh kritik dan saran. Kalo ada bias kalian saya nistakan, ikhlaskan. It’s just story. Udah omong mulu, kapan mulainya?

HEPI REDING!!

 

Hari Rabu yang indah. Untuk semua orang. Tetapi sayang, hari yang indah ini harus rusak karena pertengkaran antara 2 pasang saudara. Tepatnya mahasiswa dan mahasiswi yang sedang duduk di bangku kuliah semester 6.

“Namja macam apa kau?! Nyali kecil kalian bedua!!” seru salah satu mahasiswi.

“Kau pikir kami takut? Tidaklah!” balas sang mahasiswa.

Ya, mereka berempat sedang bertengkar. Mereka adalah Raehee, Hyora, Chanyeol, dan Baekhyun. Mereka seperti ini setiap hari.

“Cih, namja sepertimu apa ada nyalinya…” ejek Raehee.

“Kau saja yang tidak tau! Nyali kita sebesar apa apa…” balas Baekhyun.

“Buktikan kalau nyalimu besar! Kemari kau bertengkar saja denganku!!” tantang Hyora.

“Sorry, aku pantang melawan yeoja. Apalagi yeoja sepertimu, GOODBYE!!” balas Chanyeol.

“Berantem saja yuk!” tantang Hyora lagi.

Mereka sudah bermusuhan dari semester 1. Wow, bermusuhan selama hampir 3 tahun. Hebat sekali. Dan mereka bermusuhan hanya hal sepele. 4 mahasiswa itu bermusuhan karena sebuah gelar. Dulu, Hyora dan Raehee adalah mahasiswi terpintar. Hingga, Chanyeol dan Baekhyun mulai giat belajar untuk menyaingi Raehee dan Hyora. And, they did it. Mereka berhasil merebut gelar itu. Tentu saja 2 gadis bermarga Choi itu geram. Mereka mulai dengan mengerjai, mengejek, dan melakukan hal gila lain kepada Chanyeol dan Baekhyun. Tentunya 2 lelaki bermarga Park itu tak terima dan melakukan pembalasan. And finally, mereka bermusuhan. Hingga saat ini.

“Idih.. Musuh yeoja sepertimu? Kecil!!” balas Chanyeol.

Tanpa babibubebo lagi, Hyora langsung memukul pipi Chanyeol dengan keras.

“Hhh… Namja macam apa kau? Menyedihkan..” gumam Hyora.

Chanyeol hanya membersihkan darah yang keluar dari bibirnya.

“Kenapa? Balas saja kalau kau mau!!” seru Hyora. Dia memang pintar beladiri. Tepatnya, karate, judo, jujitsu, dan taekwondo. Dia pemegang sabuk hitam keempat beladiri itu.

“Kau mau menyombongkan diri kalau kau pintar beladiri?” tanya Chanyeol dengan nada mengejek.

“What? Kenapa? Kau takut?” tanya Hyora.

“Takut? Denganmu? Tentu tidak.” jawab Chanyeol.

KRIIIIIIIIIIIIIINNGGGGG KRIINGGGGGG KRINGGGG

Bel masuk terpaksa menghentikan tawuran (?) mereka.

“Kau beruntung Park Baekhyun.” Gumam Raehee sambil menatap tajam Baekhyun.

“Ayo ke kelas.” ajak Hyora ke Raehee.

Lalu Hyora dan Raehee pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

“Dasar yeoja gila.” Ucap Baekhyun.

“Kau benar, Baek. Mana dia memukulku lagi -_-.” Imbuh Chanyeol.

“Udahlah, yuk ke kelas, keburu telat!” ajak Baekhyun.

“Eh iya. Ayo!”

Lalu mereka berdua berlari ke kelas.

_=_=_=_

KRIIIIIIIIIIIIIINNGGGGG KRIINGGGGGG KRINGGGG

Dengan segera semua mahasiswa membereskan buku-bukunya.

“Hyo, ayo pulang.” Ajak Raehee.

“Ne, eonni.” Jawab Hyora.

Ya. Raehee dan Hyora adalah saudara. Raehee adalah kakak, sedangkan Hyora sebagai adik. Berbeda satu tahun, tetapi kuliah satu angkatan. Itu karena waktu SMP, Hyora mengikuti kelas Acceleration (2 tahun), sedangkan Raehee hanya Excelent (3 tahun). Dan juga, sebenarnya mereka bukan ada di universitas semester 6. Itu karena 2 gadis kelahiran 1994 dan 1995 itu hanya menempuh masa taman kanak-kanak selama 1 tahun, kemudian langsung masuk ke sekolah dasar. Ditambah lagi masa SMA mereka yang mereka tempuh selama 2 tahun alias Acceleration class program.

Lalu mereka berdua keluar dari kelas.

“Tugas kita sangat menumpuk..” gumam Hyora.

“Hmm.. Ne. Aku jadi malas…” imbuh Raehee.

“Eon, apa yang membuatmu tak malas -_-?” tanya Hyora.

“Hehehe…”

Mereka terus berjalan ke parkiran.

“Eonni, nanti yang menyetir aku atau eonni?” tanya Raehee ke Hyora.

“Aku saja.” Jawab Hyora.

“Ini kuncinya.” Ucap Raehee sambil memberikan kunci mobil ke Hyora.

DERTTT DERTTT DERTT

“Eh, sepertinya ponselku berbunyi…” gumam Raehee sambil mengambil ponselnya. Benar saja. Ada yang menelepon. Dengan cepat, Raehee mengangkat telepon itu.

“Yeobeoseyo?”

“Yeobeoseyo. Cepat pulang. Kita ada urusan. Jangan main dulu! Langsung pulang!”

“Ne.”

“Geurae. Kututup.”

Lalu telepon itu ditutup.

“Nuguya?” tanya Hyora.

“Eomma.” Jawab Raehee singkat.

“Ada apa?” tanya Hyora.

“Katanya, kita harus cepet pulang, ada urusan. Tapi… Molla.” Jawab Raehee.

“Yasudah. Ayo, pulang!”

Lalu mereka berdua masuk mobil dan pulang.

_=_=_=_

“Kami pulang!” seru Hyora dan Raehee bersamaan.

“Akhirnya kalian datang. Cepat mandi dan ganti baju!!” seru eomma.

“Yaelah eomma. Aku capek! Aku mau tidur..!” seru Hyora.

“Hyora!!! Ikuti perintah eomma. Oh iya. Dandan yang cantik!!” seru eomma.

“Idih…” gumam Hyora.

Lalu Hyora dan Raehee naik keatas untuk ke kamarnya. Ya, mereka satu kamar.

“Eomma apa-apaan sih! Udah tau capek juga…” gumam Raehee.

“Tau tuh. Udahlah menurut saja. Kau mandi duluan, ” suruh Hyora.

“Iya iya!” balas Raehee. Dia pun masuk ke kamar mandi.

“Hh…” Hyora menghela nafas berat. Kemudian dia menyambar (?) ponselnya, dan memutar musik dengan headphone miliknya.

“Fire away.. fire away..” gumam Hyora. Dia sedang mendengarkan lagu Titanium.

Tak lama kemudian, Raehee keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk.

“Sudah?” tanya Hyora.

“Sudah.” Jawab Raehee sambil menyisir rambutnya. Lalu Hyora masuk ke kamar mandi.

“Em… Pake baju apa ya enaknya…” gumam Raehee sambil memilih pakaian di lemari pakaiannya.

“Ini aja deh..” gumam Raehee ketika telah menemukan baju yang cocok untuknya. Dress 10 cm dibawah lutut berwarna pink dengan motif hati dan jaket yang berwarna pink cerah.

“Now, the shoes..” gumam Raehee sambil memilih higheels. Dia memang suka mengoleksi higheels. Tak hanya itu, bahkan dia juga mengoleksi tas, wedges, dan alat makeup yang lengkap. Jiwa yeoja yang kental.

Ia pun memutuskan untuk memakai higheels senada dengan bajunya.

“You are beauty, Raehee..” puji Raehee ke dirinya sendiri. PD sekali -_-.

Tak lama kemudian, Hyora keluar dari kamar mandi.

“Eonni, kau sedang fashion show?” tanya Hyora.

“Tentu saja tidak!” jawab Raehee kesal.

“Oh.” Hyora pun hanya membalas dengan ber’oh’ ria.

“-_-. Ya sudah, aku turun duluan.” Ucap Raehee.

“Ne.” Balas Hyora.

Lalu Raehee turun ke lantai bawah menemui eommanya.

“Now let’s change the clothes…” gumam Hyora sambil membuka lemari pakaiannya. Pemaparan yang berbeda. Jika lemari pakaian milik Raehee penuh dengan wedges, higheels, dress, rok, dan makeup, lemari pakaian milik Hyora malah sebaliknya. Lemari Hyora malah penuh dengan tas main hitam, kaus hitam dan putih, jaket, hoodie, sepatu kets, celana jeans, celana training, topi, kemeja, dan sabuk-sabuk. Lemarinya bernuansa hitam putih. Tak ada warna lain di lemarinya selain hitam dan putih. Bukan yeoja tulen -_-.

“Blouse hitam, celana jeans hitam, jaket putih…” gumam Hyora sambil mengambil barang yang disebutkannya barusan. Lalu dia memakainya.

“Kets hitam putih..” Dia memang suka sekali memakai sepatu kets. Dia bahkan bisa membeli 5 pasang sepatu kets dalam sehari.

Hingga akhirnya, dia menemukan sepatu yang cocok untuknya.

“Perfect.” Ucapnya ketika melihat dirinya di depan cermin. Kemudian, dia turun menemui eommanya yang disini kita panggil Nyonya Choi.

“Akhirnya kau datang juga. Ayo berangkat!” ajak Nyonya Choi.

“Kemana eomma?” tanya Hyora dan Raehee bersamaan.

“Taman hiburan…” gumam Nyonya Choi sambil tersenyum jail. Wah! Gawat ini emak -_-.

Dengan pasrahnya, mereka ikut eommanya masuk mobil.

“Akhirnya! Kalian lama sekali!” seru appa yang disini kita panggil Tuan Choi.

“Mianhae, tadi Hyo sama Rae lama mandinya.” Ucap Nyonya Choi.

“Oke, kumaklumi. Langsung saja!” seru Tuan Choi sambil melajukan mobilnya.

Sebelumnya, terasa biasa saja, jalan yang mereka lewati adalah jalan ke taman hiburan. Tetapi, suasana berubah ketika Tuan Choi tidak memberhentikan mobilnya di taman hiburan. Malah terus melaju.

“Appa? Katanya mau ke taman hiburan? Kok tadi ga belok?” tanya Raehee.

“Memang tidak jadi.” Jawab Tuan Choi santai.

“Terus kemana?” tanya Hyora.

“Rumah teman appa.” Jawab Nyonya Choi.

“Ngapain kesana?” tanya Raehee.

“Liat aja.” Jawab Tuan Choi.

Mobil terus melaju dengan kencang. Hingga berhenti di sebuah rumah.

“Rumah siapa ini?” tanya Raehee.

“Teman appa.” Jawab Tuan Choi. Lalu mereka turun dari mobil dan memasuki rumah yang bisa dikatakan besar.

Saat masuk, sang pemilik rumah langsung menyambut dengan hangat.

“Kalian sudah datang. Masuklah.” Ucap orang itu.

Lalu mereka memasuki rumah dan langsung ke ruang tamu.

“Duduklah.” Ucap orang itu lagi.

Kemudian, mereka juga menurut.

“Ini anakmu?” tanya orang itu ke Tuan Choi.

“Iya. Ini Si sulung Raehee, dan ini si bungsu Hyora.” Jawab Tuan Choi.

“Annyeong.” Sapa Raehee dan Hyora sambil menundukkan kepalanya.

“Anakmu cantik. Pasti cocok dengan anakku.” Ucap orang itu. Seketika Raehee dan Hyora mengernyitkan dahinya bingung.

“Raehee dan Hyora, kenalkan, ini Tuan Park.” Ucap Tuan Choi.

Raehee dan Hyora hanya tersenyum getir (?).

“Kemana mereka? Lama sekali…” gumam Tuan Park. Tak lama, datang seorang Nyonya Park, istri Tuan Park.

“Mana mereka?” tanya Tuan Park.

“Sebentar lagi mereka turun.” Jawab Nyonya Park sambil duduk disamping suaminya itu.

Tak lama kemudian, ada 2 namja yang turun dari lantai atas. Melihat namja itu, Hyora dan Raehee langsung kaget.

“Cha-Chanyeol? Baekhyun?!!” seru Hyora dan Raehee bersamaan.

“Raehee? Hyora?!!” seru Chanyeol dan Baekhyun bersamaan pula.

“Wah… Udah kenal ya? Berarti bisa langsung di atur dong…” ucap Tuan Choi.

“Chanyeol! Baekhyun! Duduk!” suruh Nyonya Park. Chanyeol dan Baekhyun pun menurut.

“Emm, maaf, diatur apanya ya?” tanya Hyora ke appanya.

“Pernikahan kalian.” Jawab Tuan Choi santai.

“PERNIKAHAN???!!!” pekik 4 anak ini tak percaya.

“Iya. Pernikahan kalian. Chanyeol dengan Hyora, dan Baekhyun dengan Raehee.” Jelas Tuan Park.

4 anak ini tepar seketika.

“Eomma, bahkan kita masih kuliah.” Ucap Raehee.

“Tak apa. Nanti waktu kalian bersama akan lebih banyak.”

Raehee, Hyora, Chanyeol dan Baekhyun pasrah.

“Emm, maaf. Bisakah aku keluar sebentar?” tanya Hyora ke eommanya.

“Ya. Kembalilah saat kami sudah menentukan harinya.” Jawab Nyonya Choi yang membuat Hyora semakin stress.

“Oh whatever.” Gumam Hyora sambil ngacir keluar.

“Eh? Aku ikut!” seru Raehee sambil mengikuti jejak Hyora.

“Emm. Appa, eomma, Tuan, nyonya, aku keluar dulu.” Ucap Baekhyun.

Tuan Park dan Nyonya Park hanya membalas dengan anggukan. Kemudian Baekhyun keluar.

“Baek! Aku ikut!” seru Chanyeol sambil mengikuti jejaknya Baekhyun keluar.

“Bagaimana? Maunya kapan? Aku tak sabar untuk punya cucu…” ucap Tuan Park.

“Yah, karena mereka sudah saling kenal, bagaimana kalau pernikahan itu dilakukan 2 minggu lagi?” usul Nyonya Choi.

“Tidak terlalu lama? Aku inginnya besok.” Jawab Tuan Choi.

“Kalau besok terlalu mendadak, kita belum mempersiapkan apapun…” ucap Nyonya Park.

Sementara para orang tua (?) merencanakan pernikahan, mari kita tengok nasib anaknya.

“Aku menikah dengan yeoja yang tak tulen itu? Yang benar saja,” dumel Chanyeol.

“Kau pikir aku mau denganmu?” tanya Hyora.

“Yeoja mana yang menolak ketampananku yang bernilai 100 ini?” balas Chanyeol dengan pedenya.

“Idih…” ucap Hyora sambil muntah-muntah.

“Haruskah aku menikah dengan yeoja rempong…” sekarang gantian Baekhyun yang mendumel.

“Kau pikir kau sendiri tidak rempong apa?” tanya Raehee.

“Idih, tentu saja tidak. Aku itu orangnya simple…” jawab Baekhyun.

“Orang simple bajunya tak simple?” tanya Raehee sambil melirik baju yang dipakai oleh Baekhyun.

“Bajuku bagaimana?” tanya Baekhyun.

“Rempel sekali.” Jawab Raehee seadanya.

“Daripada bajumu!! Sangat ketinggalan zaman!” seru Baekhyun.

Belum sempat Raehee membalas, mereka sudah dipanggil untuk masuk.

“Chanyeol! Baekhyun! Hyora! Raehee!! Kalian masuklah!!” panggil Nyonya Park.

“NE!!” kemudian 4 anak ini masuk rumah.

“Sudah mengobrolnya?” tanya Tuan Choi.

4 anak ini hanya memberi tatapan datar.

“Sudah.” Jawab Chanyeol.

“Baiklah. Kami sudah menentukan pernikahan kalian.” Ucap Tuan Park.

“Kalian akan menikah bersamaan, 2 minggu lagi.” Ucap Nyonya Choi.

“2 MINGGU???!” tanya 4 bocah ini tak percaya.

Wow, cukup sulit menghilangkan rasa benci yang mereka pelihara selama 3,5 tahun dan menumbuhkan cinta selama 2 minggu.

“Iya dua minggu. Kenapa? Terlalu lama ya?” tanya Nyonya Choi.

“Sudah ku katakan, pasti mereka tidak sabar.” Ucap Tuan Park.

“Hah? Tidak. Itu terlalu cepat malah..” ujar Hyora.

“Eh? Terlalu cepat?” tanya Tuan Choi.

“Iya appa. Itu terlalu cepat.” Ucap Raehee.

“Butuh waktu lama untuk beradaptasi, Tuan.” Ucap Chanyeol.

“Tenang saja. Kami sudah memikirkan itu. Mulai besok kalian akan tinggal bersama di apartemen.” Ucap Tuan Choi yang sukses membuat 4 orang muda ini sekarat.

“Seapartemen berempat?” tanya Baekhyun.

“Tentu.”

“Oh geurae.” Ucap 4 calon pengantin itu pasrah.

“Baiklah kalau begitu. Sudah tuntas ya. Kalau begitu, kita pulang dahulu.” Ucap Tuan Choi.

“Annyeong~” sapa Nyonya Choi dan 2 anaknya serempak. Kemudian keluarga Choi ini pulang.

_=_=_=_

“Baiklah, Raehee, Hyora, kemasi baju, buku dan semua barang kalian. Kalian akan pindah besok.” Jelas Nyonya Choi. Sedangkan Raehee dan Hyora hanya mendengus kesal.

“Geurae.” Jawab Raehee dan Hyora dengan malas. Kemudian mereka berdua naik dan mengemas barang-barang mereka.

“Eomma dan Appa menyebalkan!” seru Hyora.

“Sangat! Hidupku sudah aman dan tenteram, harus berakhir karena perjodohan sialan itu!” imbuh Raehee.

“Ish, sudahlah, cepat beres-beres.” Ucap Hyora menghentikan umpatan itu. Kemudian mereka mengemas barang dengan rapih. Dan kemudian tidur karena sudah cukup malam.

_=_=_=_

-Rumah Tuan Park-

“Park Chanyeol! Park Baekhyun!!” panggil Nyonya Park.

“Ne eomma!” balas keduanya sambil sedikit berlari menghampiri eommanya itu.

“Wae eomma?” tanya Chanyeol.

“Nanti sepulang kuliah, jemput Raehee dan Hyora. Kalian langsung saja ke apartemen. Ini kodenya.” Jelas Nyonya Park sambil memberi Chanyeol secarik kertas yang tertera kode apartemen.

“Geurae…” Baekhyun dan Chanyeol pasrah.

“Kalian cepat berangkat.” Titah Nyonya Park. Baekhyun dan Chanyeol segera menaiki mobil Lamborghini-nya, dan melesat ke universitas.

_=_=_=_

“Menjemput Raehee dan Hyora? Yang benar saja…” celetuk Baekhyun.

“Eomma sangat menyebalkan!!” seru Chanyeol.

“Kkaebsong~~ Kkaebsong~~” Baekhyun mulai menampakkan kekecewaannya.

“Sudahlah Baek, ayo kita masuk. Kelas juga mau masuk.” Ajak Chanyeol. Mereka berdua pun pergi ke kelas.

“Eh, apa kalian tau? Park Chanyeol dan Park Baekhyun akan menikah 2 minggu lagi!” ucap salah satu murid disana yang bernama E-Young. Dan sialnya, sepasang saudara itu mendengarnya.

“Sial! Kenapa cepat sekali beritanya tersebar?!” pekik Chanyeol dalam hati.

“Dan kau tau dengan siapa?” lanjut E-Young.

“Memangnya siapa?” tanya temannya, Hyuna.

“Choi Raehee dan Choi Hyora, divisi sastra.” Ya, Raehee dan Hyora divisi sastra, sedangkan Baekhyun dan Chanyeol adalah divisi hukum.

Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol semakin geram. Sebelum Baekhyun dan Chanyeol meluapkan emosinya, teman-temannya datang mengampiri–dan itu membuat mood duo Park ini semakin buruk.

“Hei, pengantin baru!!” panggil Tao dengan lantangnya.

“Hei, kau mau terus mematung disitu?” tanya Kai.

“Tidak lucu, Kai.” Ucap Baekhyun dengan kesal dan meletakkan—atau lebih tepatnya membanting tasnya di bangkunya.

“Woo, what’s happen bro?” tanya Sehun.

“Berita sialan itu cepat sekali tersebar.” Gumam Baekhyun.

“Berita pernikahanmu itu?” tanya Chen.

“Hmm.” Baekhyun hanya membalas dengan gumaman.

“Kalau kau tak mau, lebih baik untukku aja. Raehee cukup cantik.” Celetuk Kai.

“Yak!! Kim Jong In!! Apa tidak bisa sifat playboymu itu kau buang jauh-jauh?!!” tanya Chanyeol.

“Kurasa tidak.” Jawab Kai.

“Hhhh, aku bisa gila,” dumel Chanyeol.

“Bagaimana kalau nanti kita ke klub?” ajak Chen.

“Tidak. Aku tak bisa. Aku harus menjemput 2 yeoja sialan itu dan ke apartemen.” Jelas Chanyeol.

“Tunggu, kau akan seapartemen dengan 2 yeoja itu?” tanya Chen.

“Iya, aku disuruh eomma. Sial!” seru Chanyeol.

“Kau juga Baek?” tanya Chen ke Baekhyun. Baekhyun hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

“Kalian beruntung sekali,” celetuk Sehun yang mengundang jitakan dari Baekhyun dan Chanyeol.

“Yak!! Apanya yang beruntung?!!” tanya Baekhyun dengan nada kesal.

“Sudahlah, Kim saem sudah datang.” Ucap Suho yang sukses membuat gerombolan namja ketjeh ini bubar. Tentunya mereka kembali ke kelas masing-masing, karena kelas mereka berbeda. Suho dan Lay, semester 8 divisi seni teater, Tao dan D.O semester 4 divisi sastra, Kai dan Sehun divisi manajemen perusahaan.

“Annyeong haseyo anak-anak.” Sapa Kim saem ke seluruh murid yang ada di kelas ini.

_=_=_=_

KRIIIIIIIIIIIIIINNGGGGG KRIINGGGGGG KRINGGGG

Bel pulang sudah berbunyi. Kim saem segera mengakhiri pelajarannya dan keluar kelas. Semua siswa yang ada dikelas itu pun ikut keluar.

“Sial.” Gumam Baekhyun.

“Baiklah pengantin baru, kami pulang dulu. Kami akan mengunjungimu nanti.” Ucap Tao.

“Yak!! Kami belum menikah!!” pekik Baekhyun. Yang lainnya hanya tertawa kecil.

“Sudahlah Baek, kita harus pulang.” Ucap Chanyeol. Baekhyun pun menyetujuinya. Kemudian duo Park ini keluar kelas. Kemudian ke parkiran untuk mengambil (?) mobil.

“Baek, apa kita harus melakukan ini?” tanya Chanyeol ke Baekhyun.

“Aku benci mengatakannya tapi, ya. Aku tak ingin membuat eomma dan appa sakit jantung.” Jawab Baekhyun.

“Kajja.” Ajak Baekhyun. Dengan cepat, Chanyeol menyalakan mobilnya dan menyetirnya hingga gerbang universitas. Disana, Baekhyun dan Chanyeol melihat Raehee dan Hyora sedang menunggu. Chanyeol memberhentikan mobilnya tepat di depan 2 yeoja ini.

“Naik.” Ucap Baekhyun ke Raehee dan Hyora. Tanpa menjawab, Raehee dan Hyora langsung naik. Itu karena tadi pagi mereka sudah disuruh untuk pergi dengan Baekhyun dan Chanyeol. Kemudian mereka pergi ke apartemen yang sudah dibeli oleh Tuan Park. Mungkin tidak bisa disebut membeli, karena apartemen itu milik keluarga Park. Tak perlu waktu lama, mereka sudah sampai di apartemen. Kemudian mereka berempat turun dari mobil.

“Selamat datang, Tuan Park. Kamar Anda ada dilantai 2, nomor 1. Mari saya antar.” Ucap pelayan (?) menyambut 4 pemuda ini. Kemudian pelayan itu mengantar mereka ke kamarnya.

“Jika Anda memerlukan sesuatu, telepon saja kami.” Ucap pelayan itu lagi.

Pelayan itu pun pergi. 4 orang ini segera masuk ke kamar apartemen yang bisa dikatakan besar. Hampir menyerupai rumah. Raehee dan Hyora langsung menuju kasur yang berukuran king size itu, dan tidur di atasnya.

“Hhh… Lelah sekali…” lenguh Hyora.

“Kau benar. Badanku pegal sekali…” imbuh Raehee yang sedang tepar disebelahnya.

“Pijati aku..” pinta Hyora.

“YAK!! Aku sendiri pegal-pegal kau malah memintaku untuk memijatmu?!” seru Raehee.

“Tak apalah, sekali-sekali!” balas Hyora.

“TIDAK MAU!!” seru Raehee.

“Ayolah..” pinta Hyora.

“TIDAK!!” Raehee tetap pada pendiriannya.

“YA!! KALIAN!! BERHENTILAH BERTERIAK!!” bentak Baekhyun yang lelah melihat kelakuan pasangan saudara Choi ini.

“Kau sendiri berteriak,” ucap Raehee dengan sangat pelan.

“Aku mau tidur.” Ucap Hyora.

“Ya!! Kau harus mandi dulu bau!” seru Raehee.

“Ahhh geurae..” ucap Hyora sambil bangkit dari alam kubur (?). Kemudian ia membuka lemari yang ada di sana. Didalamnya sudah ada pakaian yang kemarin ia kemas. Dia pun mengambil kaus hitam dan celana panjang hitam. Tak lupa mengambil handuk yang ada disana. Lalu dia langsung masuk ke kamar mandi.

“Hhh, aku harus berada di neraka selama 2 minggu? Yang benar saja,” dumel Raehee pelan. Sementara Raehee sibuk mendumel, Baekhyun dan Chanyeol sedang meratapi nasib.

“Orang tua kejam… Kenapa kita harus satu apartemen dengan 2 yeoja yang justru musuh…” ucap Chanyeol.

“Kkaebsong.. Kkaebsong..” imbuh Baekhyun.

“Sudahlah. Ini sudah gelap. Ayo tidur.” Ajak Chanyeol. Kemudian Chanyeol dan Baekhyun pergi ke kamar. Untung saja ada 2 kasur yang disediakan. Jadi Chanyeol akan tidur dengan Baekhyun, dan Raehee tentunya dengan Hyora.

“Eh? Dua yeoja itu sudah tidur?” gumam Baekhyun heran ketika mendapati Raehee dan Hyora sudah tidur.

“Biarkan saja. Lagipula mulai besok juga kuliah libur 2 minggu.” Ucap Chanyeol yang sudah rebahan di kasur besar itu. Lalu Baekhyun menyusulnya, dan ikut tidur.

_=_=_=_

Sinar matahari mengusik mata dua orang gadis yang sedang mengatup rapat. Dan kedua yeoja itu dengan terpaksa bangun.

“Hmmm….” gumam Raehee sambil mengucek-ucek (?) matanya. Dan dia melihat saudarinya yang masih tidur dengan lelap.

“Hyora…” panggil Raehee membangunkan Hyora. Tetapi Hyora tak kunjung bangun.

“Hyora.. Yeoja pabo.. Bangunlah…” ucap Raehee semakin kencang sambil mengguncangkan tubuh Hyora.

“Ne.. Aku bangun…” gumam Hyora sambil duduk di kasur.

“Cepatlah kau mandi.” Suruh Raehee.

“Ne…” dengan malas, Hyora bangun dan mengambil baju dengan asal. Lalu pergi ke kamar mandi. Sementara menunggu Hyora mandi, Raehee pun tertidur lagi. Tak perlu waktu lama, Hyora keluar dari kamar mandi. Dan itu membuat Raehee bangun dan sedikit menahan tawa.

“Kau tak salah? Kau memakai celana sependek itu?” tanya Raehee. Ya, Hyora memakai sweater yang dipakainya kedodoran(?) dan celana jeans sependek 10 cm diatas lutut.

“Aku tak tau, aku menemukannya di lemari bersama baju-bajuku.” Jawab Hyora.

“Pasti yang membelikan eomma.” Tebak Raehee.

“Aish eomma ini…” desis Hyora sambil menghampiri Raehee.

“Eomma memang sangat perhatian.” Ucap Raehee.

“Sudahlah! Eonni mandi sana!!” suruh Hyora. Raehee pun segera mengambil baju dengan asal pula dan mandi.

Karena masih mengantuk, Hyora memutuskan untuk tidur lagi dan mengenakan bed cover. Hingga tiba-tiba dia mendengar orang membuka pintu. Sudah pasti kalau itu Raehee. Lalu dia bangun dan melihat Raehee. Raehee seperti biasanya, memakai rok, tetapi ada yang berbeda.

“Kau yakin? Sependek itu?” tanya Hyora. Ya, Raehee berpenampilan sama dengan Hyora, cuma Raehee memakai rok ketat yang 10 cm diatas lutut.

“Aku tak tau. Aku juga menemukannya bersama pakaianku.” Jawab Raehee.

“Eon, kau masih mengantuk?” tanya Hyora ke Raehee.

“Sangat.” Jawab Raehee singkat.

“Temani aku tidur…” pinta Hyora.

“Geurae…” lalu Raehee menyusul Hyora dan tidur disebelahnya. Tak lupa memakai bed cover. Lalu mereka berdua tidur. Belum lama mereka tidur, mereka harus terbangun karena Baekhyun dan Chanyeol membangunkannya.

“Ya! Yeoja malas!! Bangunlah!!” seru Baekhyun membangunkan Hyora dan Raehee. Seketika Raehee dan Hyora terbangun.

“Wae? Aku masih mengantuk bodoh!” seru Raehee dengan mata tetap mengatup.

“Ya!! Yeoja paboooo!!! Bangunlah!!!” suara melengking dari Baekhyun berhasil membangunkan 2 yeoja itu.

“Wae?” tanya Hyora. Raehee dan Hyora terpaksa terduduk (?).

“Aku lapar. Buatkan aku makanan.” Pinta Chanyeol.

“Buat saja sendiri.” Jawab Hyora.

“Cepatlah!!” Chanyeol semakin menjadi-jadi. Dengan terpaksa, Hyora dan Raehee harus bangun.

“Oke-oke, aku buatkan.” Ucap Raehee. Kemudian Raehee dan Hyora bangun dan berjalan ke dapur. Melihat dua yeoja bermarga Choi itu berjalan ke dapur, dua namja bermarga Park itu mematung dan menelan ludahnya dengan susah payah.

“Hyo, coba lihat ada apa saja?” tanya Raehee.

“Banyak sekali bahan makanan disini. Kau mau masak apa?” tanya Hyora balik sambil melihat seluruh isi kulkas.

“Omelet saja, mudah untuk sarapan.” Jawab Raehee.

“Oh, oke.” Lalu mereka berdua mulai memasak.

_=_=_=_

“Baek!! Chan!!!” panggil Hyora. Tetapi Chanyeol dan Baekhyun tak kunjung muncul. Hyora pun memutuskan untuk memanggil dua namja itu yang masih ada di kamar.

“Kalian katanya mau makan? Cepatlah, makanan kalian sudah jadi.” Ucap Hyora. Kemudian dia keluar dari kamar itu. Kemudian Baekhyun dan Chanyeol mengikutinya ke arah dapur.

“Kalian masak apa?” tanya Baekhyun.

“Omelet.” Jawab Raehee.

“Ayo makan.” Ajak Hyora sambil duduk di kursi yang ada di dapur. Didapur ada 4 kursi, jadi pas (?). Kemudian disusul dengan Raehee, Baekhyun dan Chanyeol.

“Oh iya aku lupa, aku belum menyiapkan minumnya.” Ucap Hyora. Kemudian dia bangkit dan mengambil minuman. Melihat itu, Chanyeol hampir saja kehilangan kendali. Kenapa dia?

“Tidak, Park Chanyeol, kau harus tahan… Kau tak boleh…” batin Chanyeol menjerit.

“Ini,” ucap Hyora sambil kembali duduk dan meletakkan seteko kecil air putih. Dan dia mulai memakan omeletnya.

“Aku selesai.” Ucap Raehee. Lalu dia menaruh piringnya di tempat cucian. Melihat itu, Baekhyun juga hampir saja kehilangan kendali. Kenapa juga dia?

“Tidak, Park Baekhyun. Kau harus tahan… Kau tak boleh..” batin Baekhyun ikut menjerit.

Hingga akhirnya, semuanya selesai makan, dan yang terakhir Hyora. Jadi dia bertugas untuk mencuci piring. Setelah mencuci piring, dia berniat untuk menonton televisi.

“Hah… Acara kartun apa ya hari ini??” gumam Hyora sambil memencet-mencet remote.

“Ah, Fairy Odd Parents!!” pekik Hyora.

“Hai.” Sapa seseorang yang tiba-tiba duduk disebelah Hyora.

“Eh? Wae?” tanya Hyora.

“Tak ada.” Jawab Chanyeol dengan sedikit gugup.

“Oh.” Hyora hanya ber-oh ria.

TBC

Author: Luhana120

I'm a Kpopers

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s