EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Untitled-15

My Lovely Sunbaenim

Leave a comment

Titlle| My Lovely Sunbaenim | Author|Babyrosse|

Cast | Lee Sunny | Park Chanyeol | Jung Jessica

Length | Oneshoot | Rated | Teens | Genre | School romance

Disclaimer

Ini adalah FF pertama yang Baby publish disini sebagai Author baru dan rookie dalam dunia FF (?) ehehe..bisa dibilang ini FF debut ? dan miann klo misalnya posternya abal-abal abis Baby gak bisa bikin poster khekhe#plak!… Oh ya salam kenal Baby imminda semoga kalian suka ^0^/ jangan lupa untuk RCL yaa gomawoo..

Happy reading~

Chanyeol tengah merapikan buku-bukunya di loker saat seseorang menepuk pundaknya.

Sunbae..! mau makan siang bersama ? “ tanya yoeja berambut pirang yang mengagetkannya. Lee Sunny. Chanyeol hanya mengangguk tersenyum pada Sasaengnya.

“ tadi kau bilang kau lapar..kenapa tidak kau makan ? “ tanya Chanyeol menyadarkan Sunny dari lamunannya.

“ ah ! ehehe aku akan makan dengan baik.. “ sahut Sunny cepat-cepat menyuap telur ke mulutnya, tadi dia terlalu sibuk memandangi wajah sunbae yang sudah lama dia kagumi di depannya.

“ aku ada janji bertemu dengan seseorang sebenarnya hari ini_tapi dia bilang dia akan segera datang kesini..akan kukenalkan padamu nanti , “ ujar Chanyeol

“ eh..siapa ? “ tanya Sunny bersamaan dengan perhatiannya yang teralihkan ke jendela kaca kantin kampus.

“ ah itu dia …Sicca~ah ! “ panggil Chanyeol pada yoeja yang Sunny lihat lewat jendela kaca berjalan mendekat kearah mereka.

Sunny mengernyitkan dahinya saat yoeja cantik itu memeluk Chanyeol dengan akrab dan Chanyeol balik membalasnya.

“ aku sangat rindu padamu Oppa ! “ serunya terdengar manja

“ iya aku juga..senang sekali kau pulang, “ sahut Chanyeol, “ oh ya..kenalkan ini Yuniorku, “ Chanyeol mengerling kearah Sunny. “ Sunny..dia adalah temanku dia baru pulang dari California kemarin, “ jelas Chanyeol ke Sunny.

Sunny segera berdiri dari duduknya, dan mengulurkan tangannya. “ Lee Sunny imminda..”

“ Jung Jessica.. “ balas Jessica datar, dia memandang Sunny seolah menilainya. Kemudian dia beralih ke Chanyeol lagi. “ Oppa kau mau mengantarku jalan-jalan ? “

“ ngg..baiklah kebetulan aku tidak ada kelas lagi, “ ujar Chanyeol tersenyum, “ kau mau ikut Sunny ? “

“ ehh.. ? “ Sunny berpikir sebentar. Nanti dia ada presentasi untuk kelas selanjutnya tapi… “ baiklah ! aku juga kebetulan kosong.. “ sahut Sunny ceria. Atau matanya yang mengelabuinya saat itu Jessica mencibir di balik bahu Chanyeol.

Mereka berjalan-jalan di sepanjang pertokoan Myeong-dong . Yang menyebalkan bagi Sunny adalah bagian Jessica yang terus menggayut manja dilengan Chanyeol sementara Sunny membuntuti dibelakang mereka. Tas gitar dipunggung Sunny terasa berat lebih melihat itu.

“ ah..oppa ! ayo kita beli gula kapas.. “ ajak Jessica menunjuk penjual gula kapas.

“ baiklah. Sunn kau mau juga ? “ tawar Chanyeol menoleh kebelakang. Sunny senang Chanyeol masih mengingatnya dan dia mengganguk bersamangat. Chanyeol tertawa pelan melihat tingkah Sunny. Dan Sunny berani bertaruh bahwa Jessica tadi meliriknya dengan sinis.

Sunny mengunyah gula kapasnya dengan bahagia. Jessica mendengus melihat Sunny yang seperti anak kecil.

“ dia yuniormu ? kekanakan sekali.. “ komentar Jessica yang untungnya tak didengar Sunny karna dia sendiri sibuk memilih gula kapas lagi.

“ ahahahha..dia sudah seperti adikku. Lucu bukan ? “ tanyanya pada Jessica dan Jessica hanya mengucapkan ‘hmm’ pelan.

sunbae kau tidak mau ? “ Sunny menyodorkan gula kapasnya.

Sebelum Chanyeol sempat menjawab Jessia sudah memotong terlebih dahulu.“ Chanyeol tidak suka manis. Tak tahukah kau ? “ . Sunny tahu itu tapi dia lupa lagipula bukannya dia yang mengajak membeli gula kapas ? Sunny hanya merengut sekarang dia benar-benar tak menyukai yoeja bernama Jessica ini.

“ kau saja yang makan. “ kata Chanyeol tersenyum. Senyumnya mampu membuat Sunny merasa di bela.

oppa aku ingin makan jajangmyun sudah lama sekali rasanya “ rajuk Jessica lagi. Sunny bengong dia merasa seperti orang bodoh bagaimana mungkin secepat itu dia berubah keinginan. “ ini..kau suka kan ? untukmu. “ Jessica memberikan gula kapasnya pada Sunny dengan senyum seorang Ibu pada Anaknya.

“ hmm..aku tahu restaurant yang enak dekat sini. “ Chanyeol nampak berpikir.

“ ayo aku sudah lapar.. “

Uhh~ dia baru habis makan siang tadi. Sunny menyusul Chanyeol dan Jessica dia mensejajari langkah Chanyeol dengan berjalan disebelah kirinya beberapa kali Sunny harus menaikkan tali tas gitarnya yang melorot.

“ pasti itu berat. Biar aku yang bawa.. “ tagih Chanyeol melihat Sunny tampak kesulitan.

“ ahh..gwenchanayeo, “ ujar Sunny tersipu malu.

Jessica mendengus. “ kecil-kecil kau kuat juga ya ? “ mungkin ditelinga Chanyeol itu terdengar seperti pujian tapi bagi Sunny itu seperti sindiran.

Sunny ingat restaurant ini. Restaurant yang sering dia kunjungi bersama Chanyeol dia selalu senang jika diajak kesini oleh Chanyeol tapi kali ini dia tak senang karna ada Jessica ikut.

Jessica duduk disamping Chanyeol dan Sunny didepan mereka. Sunny tak suka pembagian tempat ini. Mereka mengobrol sembari menunggu pesanan datang Jessica yang lebih banyak mendominasi obrolan dan dia juga seperti menganggap Sunny tak ada. Sunny hanya sesekali menanggapi pembicaraan mereka itupun karna Chanyeol menanyainya.

Sunny merasakan i-phonenya bergetar di saku roknya. sms dari oemmanya, menyuruhnya untuk pulang. Sunny tak mengindahkannya tapi begitu oemmanya menelpon dia terpaksa mengatakan pergi ke toilet pada Chanyeol dan sialnya Jessica malah mengikutinya.

Sunny berhenti di depan wastafel begitu juga Jessica dia pura-pura mencuci tangannya.

nee oemma..aku sedang diluar bersama temanku. “ jawab Sunny, “ huwee.. ? ahh ! benar aku lupa ! “ Sunny menepuk jidatnya dia lupa hari ini adalah hari ulang tahun Ayahnya, “ hmm..baiklah aku akan pulang sekarang..nee sampai nanti ! “ Sunny menutup telponnya dan beralih ke Jessica yang menguping pembicaraannya telponnya. Sunny menatap Jessica seolah bertanya kenapa Jessica melihatnya terus.

Jessica hanya tersenyum kecut, “ sejak kapan kau mengenal Chanyeol ? “ tanyannya

“ huwee ? kami sudah kenal sejak lama.. “ jawab Sunny ada nada bangga disana padahal dia baru setahun mengenal Chanyeol sejak mulai kuliah kemarin.

“ benarkah ? “ kata Jessica tak yakin, dia membetulkan tatanan rambutnya dicermin dan melirik Sunny sekilas. “ Chanyeol dan aku dulu berpacaran.. Kau menyukainya kan ? “

Sunny kagok ditanyai tiba-tiba begitu terlebih setelah tahu bahwa mereka sempat berpacaran. “ kalau iya memangnya kenapa ? “ tantang Sunny.

Jessica tertawa merendahkan membuat Sunny mengerutkan keningnya.

“ ada apa ? kalian kan sudah putus tak ada hubungannya, “ sahut Sunny.

“ oh ya ? tak lama lagi kami akan kembali. Lagipula dia tak akan mengganggapmu sebagai seorang gadis.. “ Jessica mengibaskan rambutnya dan menatap Sunny dari atas kebawah dan berhenti didadanya.

“ a..apa maksudmu ? “ Sunny menutupi bagian yang dilihat terus oleh Jessica memang tak besar seperti punya Jessica.

“ kau tak tahu ? sekeras apapun kau berusaha Chanyeol hanya mengganggapmu sebagai adiknya, “ ujar Jessica membuat Sunny terdiam, “ kau tak bisa dibandingkan dengan gadis sepertiku. “ Jessica meninggalkan Sunny yang masih terdiam dengan senyum diwajahnya.

Haah..Sunny harusnya tahu itu dari awal tapi mengetahui hal itu dari Jessica rasanya sangat sakit. Sunny keluar dari toilet dengan wajah tertunduk lesu dia tak tahu harus berekspresi seperti apa nanti.

“ klontangg…! “ seorang pelayan tak sengaja menabarak Sunny dan menjatuhkan mie dibadan Sunny.

“ uuugyaaaa ! panass ! “ jerit Sunny membuat seisi pengunjung menoleh padanya.

“ maafkan aku ! maafkan aku ! “ pelayan wanita itu mengelap tubuh Sunny yang terkena kuah mie.

“ yaa ! kau baik-baik saja ? “ tanya Chanyeol terlihat panik menghampiri Sunny.

gwenchana… “ jawab Sunny menyambar tissue dimeja sebelah mengelap tangannya yang terasa kebas. “ sudahlah aku tak apa. “ Sunny mencegah pelayan itu untuk mencoba membersihkan bajunya.

“ tapi Nona.. “

“ kuah itu sangat panas. Kau serius baik-baik saja ? “ Chanyeol meyakinkan.

Pelayan itu lalu membersihkan kekacauan yang dia buat sambil terus minta maaf pada Sunny. Merasa tak enak juga Sunny kembali ketempatnya didampingi Chanyeol.

Jessica memberikan tatapan betapa cerobohnya Sunny. Sunny mengambil tas gitarnya.

sunbae. Sepertinya aku pulang duluan..oemma ku terus menelpon menyuruh pulang. “ ujar Sunny pada Chanyeol

“ eh benarkah ? kau sudah mau pulang ? tapi kau baik-baik saja kan ? “ tanya Chanyeol lagi.

Sunny mengangguk dan membungkuk pelan meyakinkan bahwa dia baik-baik saja padahal bajunya kotor dan panas terutama tangan kanan yang sempat dia gunakan untuk mengusapnya terasa kebas.

“ baiklah kalau begitu. Hati-hati dijalan ya kita ketemu lagi besok, “ ujar Chanyeol. Sunny berusaha tersenyum pada Jessica sebelum pergi dan hanya dibalas anggukan oleh Jessica.

“ haahh maaf ya dia memang terkenal ceroboh_dia bahkan pernah tercebur di kolam ikan kampus, “ cerita Chanyeol setelah Sunny pergi.

“ aku tak heran, “ gumam Jessica

“ ya ? apa kau bilang ? “ tanya Chanyeol yang tak mendengar dengan jelas karna sibuk melihat Sunny keluar.

“ ah bukan apa-apa, “ sahut Jessica cepat

“ oh ya..kau bilang ada yang ingin kau bicarakan padaku apa itu ? “ tanya Chanyeol.

Setengah berlari Sunny menuju apotek terdekat begitu sampai disana dia mengibaskan-ngibaskan tangannya yang memerah.

“ ahh ! sakiiit.. “ rintihnya saat tangannya diolesi sesuatu oleh apoteker disana.

“ ini tidak parah Nona..tenang saja, “

“ uhuhuhu..apa tanganku melepuh ? apa akan ada bekasnya ? kapan aku akan sembuh ? uhuhu.. “ Sunny bertanya dengan cepatnya. Petugas apotek itu hanya tertawa.

“ nona hanya iritasi tidak akan meninggalkan bekas, tapi untuk sementara tangan nona akan dibalut dan memang terasa sakit. Aku sarankan untuk tidak menggunakannya dulu paling hanya sampai 2-3 hari saja.. “ jelas petugas itu tersenyum. Sunny menarik nafas lega, tapi masalahnya yang luka adalah tangan kanan dan dia tidak kidal. Bagaimana di akan dapat bermain gitar besok dengan tangan dibalut terluka seperti ini ?

“ hiks..hiks.. “ Sunny terisak sepanjang jalan. Bukan karna tangannya atau lupa membelikan Ayahnya hadiah tapi karna Chanyeol.

Dia sangat menyukai Chanyeol, dia tak menyangka perlakuan manis Chanyeol padanya ternyata karna dia adalah adiknya bukan sebagai yoeja padahal Sunny sangat bangga melihat tatapan iri yoeja lain saat Chanyeol bersamanya. Ini hari yang buruk pikir Sunny.

.

.

“ apa kalian melihat Sunny ? “ tanya Chanyeol pada gerombolan yuniornya dan yuniornya hanya menggeleng sama seperti reaksi teman-teman Sunny yang lainnya. Ini aneh Chanyeol sama sekali tak melihat Sunny biasanya pagi-pagi Sunny akan menyapanya atau sekedar melambai melewati kelasnya. Dan anehnya handphonenya tak aktif.

“ apa dia tidak datang ? “ pikir Chanyeol tapi itu tidak mungkin karna Chanyeol masih menemukan sekotak susu dan roti yang Sunny selalu berikan padanya diloker.

“ kau lihat Sunny tidak ? “ tanya Chanyeol sekali lagi pada salah satu teman dekat Sunny

“ Sunny ? dia ada di kelas sejarah sekarang sunbae.. “ jawab gadis itu dan berlalu pergi.

Chanyeol naik kelantai enam tempat kelas Sejarah dari jendela kelas dia bisa melihat kelas sudah mau bubar. Chanyeol menunggu Sunny didepan pintu dan dia senang melihat Sunny keluar dari kelas.

“ ohh..sunbae, “ Sunny tampak terkejut melihat Chanyeol, “ ..sedang apa disini ? kau ada kelas disini juga ? “ tanya Sunny memasukkan tangan kanannya ke saku roknya.

“ aku pikir kau tidak datang kuliah, “ kata Chanyeol, “ habis aku tidak melihatmu daritadi.. “ Sunny hanya tersenyum tipis sambil menuruni anak tangga. Dia sedang dalam usaha untuk menjauh dari Chanyeol tapi rasanya tetap tak bisa buktinya dia masih menaruh susu di loker Chanyeol.

“ oh ya..bagaimana apa kau ada luka ? “ tanya Chanyeol entah kenapa dia merasa canggung dengan Sunny yang tak seperti biasanya ini.

“ hmmm.. “ Sunny menggangguk pelan , “ ngg..aku mau minta maaf karna kemarin langsung pulang. Ayahku kemarin ulang tahun dan aku lupa.. “ jelas Sunny tentang kejadian kemarin. Chanyeol tersenyum senang setidaknya Sunny masih mau bercerita padanya.

“ kau makan siang atau ke ruang musik ? aku punya lagu baru.. “ tanya Chanyeol semangat. Sunny berpikir sebentar ini ajakan yang menyenangkan dia paling senang jika Chanyeol mengijinkannya mendengarkan lagu yang dia buat. Sulit untuk menolaknya.

“ maaf sunbae. Hari ini aku sudah ada janji.. “ ucap Sunny bohong. Ini pertamakalinya Sunny menolak ajakannya ada yang aneh dengannya pikir Chanyeol.

“ hmm..tapi kau mau kan menemaniku mengambil gitarku yang tertinggal di ruang musik sebentar ? “ pinta Chanyeol

“ yaak..sunbae kau sudah besar masa minta diantar ? “ Sunny memasang wajah pura-pura marahnya tapi dia mengiyakannya karna pada dasarnya Sunny ingin terus bersama Chanyeol.

“ mana gitarmu sunbae ? tak ada disini.. “ sahut Sunny setelah sadar tak menemukan gitar coklat milik Chanyeol di ruang musik.

“ miann.. “ ucapnya mengelus-ngelus tengkuknya, “ ku bohong padamu karna hari ini kau sepertinya aneh. Apa kemarin terjadi sesuatu ? “ tanyanya to the point. “ a..aneh apanya ? aku tadi sangat sibuk sehingga akupun juga tidak bisa melihatmu sunbae padahal aku sangat ingin.. “ sahut Sunny tanpa pikir panjang tapi sedetik kemudian dia mendekap mulutnya dengan tangan.

“ hee ? jinjjayeo ? “ Chanyeol memicingkan matanya. Sunny mengangguk berulang-ulang seperti boneka anjing didasbor mobil.

“ ahaha..syukurlah kupikir kau kenapa-napa, “

Sunny terkekeh pelan, setelah dipikirkan menjadi adik pun tak masalah bagi Sunny asalkan dia masih bisa bersama Chanyeol.

chukkae.. “ gumam Sunny airmuka terlihat mendung

“ eh ? untuk apa ? “ Chanyeol terlihat bingung

“ ngg karna sudah kembali bersama Jessica noona.. “ mau tak mau Sunny pasti akan segera diberitahu jadi sebelum dia diberitahu lebih baik dia yang mengatakan duluan. Anehnya Chanyeol malah tertawa keras.

“ hahahahaha..apa Jessica bilang sesuatu padamu ? “ tanyanya tertawa, Sunny mengangguk pelan, kemudian dia mengangkat wajahnya memberanikan diri menatap tajam Chanyeol.

sunbae..tahukah kau kalau aku menyukaimu ? aku sangat menyukaimu sunbae ! “ akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Sunny, dia tahu ini bukan saat yang tepat. Chanyeol terlihat kaget dia seperti tak dapat berkata-kata, “ ..aku tahu sunbae sudah punya Jessica noona tapi aku… “

naddo.. “ potong Chanyeol, “ aku juga menyukaimu.. “ katanya cukup jelas ditelinga Sunny. Sunny membelalakkan matanya tak percaya. Mencoba mencerna perkataan Chanyeol.

“ tapi..kau dan Jessica ? “

Chanyeol meremas pundak Sunny lembut, “ dia memang mengajakku kembali tapi aku menolakknya. Karna ada seorang gadis di tempatku les gitar yang menarik perhatianku sejak dulu dan ternyata dia menjadi yuniorku disini.. “ dia menatap lembut Sunny.

Kini giliran Sunny yang tak dapat berkata-kata. Chanyeol sudah mengenalnya sejak lama ? sejak dia les gitar ? Sunny tak tahu harus bicara apa. dan dia tak bisa menyumbunyikan senyumannya.

“ hmmm .. “ wajah Chanyeol tampak memerah, “ jadi maukah kau menjadi yoejachinguku ? “ tanyanya.

Sunny terkekeh, “ yaa ! aku sudah les disana sejak aku SMP dan aku baru melihatmu disana sebulan lalu itupun jika kau tak memanggilku ! “ protes Sunny

“ itu karna kau tidak pernah menoleh kebelakangmu. Pabbo ! “ rutuk Chanyeol, “ ngg..jadi bagaimana ? “ tanyanya lagi masih dengan wajah merah.

“ uhh..kenapa kau masih harus bertanya lagi sunbae ! “ geram Sunny lucu wajahnya semerah wajah Chanyeol. Senyum merekah diwajah Chanyeol dia meraih kedua tangan Sunny.

“ auww.. “ rintih Sunny dan Chanyeol tersadar tangan kanan Sunny diperban.

“ yaa ! kenapa ini ?! “ tanyanya panik

“ bukan apa-apa.. “ Sunny berusaha melepaskan tangannya dari tangan Chanyeol.

“ ayo kita ke dokter ! “ seru Chanyeol mengingatkan Sunny pada kebiasaan Chanyeol yang kadang terlalu over itu.

“ yaa ! sunbae ini hanya luka kecil kata dokter akan cepat sembuh ! “ cegah Sunny sebelum Chanyeol benar-benar menyeretnya ke dokter seperti saat Sunny terjatuh ketika lomba lari di festival olahraga kemarin.

“ oh benarkah ? “

“ ehehehhee..aku kan bukan adikmu lagi ! “ canda Sunny

“ tapi tetap saja..kau itu ceroboh ! “ Chanyeol mengacak rambut Sunny, “ bagaimana nanti kalau kau menikah he ? “

“ tak apa suaminya kan sunbae.. “ kekeh Sunny

“ mau jajangmyun nyonya Park ? “ goda Chanyeol mengulurkan tangannya pada Sunny.

“ oh tentu tuan Park ! “ balas Sunny memberikan tangannya pada Chanyeol.

“ ckk..memang siapa sih yang mau menikah denganmu ? “

“ yaak ! sunbae..! “

Sunny sepertinya harus berterimakasih pada Jessica. Jika dia tak datang atau tak mengatakan hal itu kemarin padanya hari ini dia pasti belum menyatakan cintanya pada Chanyeol. Ahh ini hari yang indah gumam Sunny dalam hati tak henti-hentinya tersenyum dengan Chanyeol yang menggandeng tangannya erat.

The End~!

Kyaaa akhirnya selesai juga ! miann klo gaje khekhekhe

Terimakasih buat yang udah mau mampir dan paling lengkap lagi klo kalian mw comment untuk menyemangati Baby yang pemulah ini ehehe ^0^/

See You, Salam sayang

 

Baby

 

Author: ohclaren

Don't worry I am slow driving type but please stop copying meh

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s