EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Tragic

1 Comment

arin yessy @ HSG

Tragic
Author: Shin Sung Ri | Cast: Luhan and Tiffany | Genre: Romance, Marriage Life, Sad, Hurt, Angst | Rating: Teen | Length: One Shoot | Poster: Arin Yessy @ HSG *Gomawo!^^ | Disclaimer: Murni pemikiran saya, kalo ada yang sama mungkin pikiran kita sama😀 dan juga, maaf kalo sad or angst nya gagal..(?) aku juga masih belajar untuk menjadi author yang lebih baik lagi. Maka kritik dan saran saya terima dan justru saya butuhkan..🙂 Don’t be sider and plagiat!! FF ini juga post disini , disini dan disini juga disini  Happy Reading! ^_^
‘Beautiful Goodbye..’

#

Kaki kakinya terus menerus menggapai langkah demi langkah menuju sang kekasih. Lebih tepatnya, calon suaminya. Dengan dibalut gaun putih suci dan rangkaian bunga yang ia genggam, Tiffany tersenyum bahagia dan membuat mata sipitnya semakin tak terlihat. Tak kalah dengan calon istrinya, namja tampan yang dibalut dengan setelan kemeja putih dan jas hitam itu pun memamerkan senyumnya dan menatap lekat sosok yeoja cantik yang kelak menjadi pendamping hidupnya sampai akhir hayat nanti.
“Saya Xiao Lu Han bersedia menjadi pendamping hidup Tiffany Hwang, menjaganya dengan sepenuh hati sampai akhir hayat nanti dan selalu berada disisinya baik suka maupun duka hingga ajal memisahkan kami..”
“Saya Tiffany Hwang bersedia menjadi pendamping hidup Xiao Lu Han, menjadi istri yang baik dengan sepenuh hati sampai akhir hayat nanti dan selalu berada disisinya baik suka maupun duka hingga ajal memisahkan kami..”
Keduanya saling menatap manik mata satu sama lain dengan lekat, seolah mereka saling berbicara dalam diam. Senyuman mereka terus menerus terukir hingga simbolis pengikat cinta mereka pun melingkari jari manis mereka. Luhan mengecup lembut puncak kepala Tiffany, yang kini telah resmi menjadi istrinya. Kebahagiaan pun menyelimuti kedua insan yang akhirnya dipersatukan dengan janji suci mereka. Tak hanya mereka, para keluarga, kerabat, dan para undangan yang hadir pun turut serta merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.
Sepanjang hari mereka terus menerus mengukir senyum terindah di wajah berseri mereka. Entah mimpi apa yang sebelumnya mereka alami, hingga mengalami hari terindah dalam hidup mereka. Mengucapkan janji suci bersama orang dicintai, dan menjadikan dua insan menyatukan cinta mereka merupakan suatu keajaiban tersediri bagi mereka dan kenangan sekali seumur hidup yang paling indah yang pernah mereka lalui.

#

Tak terasa hari pun semakin gelap, tubuh emas sang surya pun telah menenggelamkan tubuhnya dan sinar malam dari sang bulan juga ditemani dengan gemerlap bintang-bintang yang seolah-olah menyombongkan diri dan saling berlomba untuk menjadi yang terbaik pun menjadi kilauan cahaya malam yang sangat indah di langit Seoul.
Luhan pun memfokuskan pandangan ke buku yang tengah digenggamnya. Kata demi kata, kalimat demi kalimat ia pandang dan diresapi melalui khayalan ia lakukan ketika membaca sesuatu. Meski hal itu hanyalah fiksi, namun apa salahnya bermimpi atau pun berkhayal dengan tinggi?
“Mwohaneun goya?”
Suara nyaring itu pun menyapa namja tampan itu disela-sela aktivitas membacanya. Tak perlu menunggu jawaban Luhan pun gadis itu tentunya tau kebiasaan suaminya ini “Berimajinasi lagi?”, namja tampan yang ditanya itu pun tersenyum “Kau ini, seperti baru mengenalku saja..”
“Kau bukan Luhan-ku jika kau tidak melepaskan imajinasimu dan membebaskan mimpimu sebebas hembusan angin diluar sana..” ucap gadis yang tengah menyandarkan dirinya ke dada bidang Luhan. “Arraseo..”
“Luhan-ah? Besok kau cuti kan?”
“Uh-huh begitulah, wae?”
“Mari kita pergi ke suatu tempat, aggap saja waktu kita untuk honey moon.. bagaimana?”
“Memangnya kau ingin kemana?” sebuah senyuman mulai merekah diwajah Tiffany saat Luhan melontarkan pertanyaannya. “Bagaimana kalo ke Namsan Tower? Makan malam disana pasti sangat indah. Mengingat nuansa langit malam dengan bintang yang bertaburan dan mengunci gembok dengan nama kita untuk selamanya..” Luhan tersenyum sendiri menatap ekspresi Tiffany yang mengungkapkan imajinasi yang tengah ia bayangkan. “Bukankah kita sudah sering pergi ke sana?” suara berat itu rupanya memecahkan imajinasi yang gadis cantik itu bayangkan. “Mwoya?? Adakah tempat yang lebih indah selain Namsan Tower huh?”
“Pulau Jeju?” Yeoja itu langsung menutup mulutnya ketika Luhan melontarkan perkataannya. Mengingat Pulau Jeju merupakan pulau idaman bagi para pasangan terutama bagi seorang yeoja. Bagaimana tidak? Pulau yang sangat indah itu merupakan tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu hanya bersama orang kita cintai. Dan jujur saja, Tiffany pun setuju dengan hal itu. “Mmm.. arraseo,”
“Jadi apa keputusanmu?”
“Pulau Jeju..” ucap Tiffany dengan perlahan, namun namja disampingnya dapat mendengar ucapannya. Luhan pun meletakkan buku yang sedari tadi ia baca dan memeluk erat istrinya dengan hangat. Tiffany yang mendapat perlakuan seperti itu pun hanya bisa diam seribu bahasa dan tak tau harus apa. “Tidurlah yang lelap, bermimpilah yang indah, persiapkan dirimu untuk hari esok, Jeju menunggu kita..” diakhiri dengan kecupan hangat yang Luhan berikan tepat di puncak kepala Tiffany, meski matanya terpejam namun terlihat seulas senyum yang merekah di wajahnya, ‘Luhan-nie.. Saranghae..’

#

Keesokan harinya..
Jalanan yang cukup lengang membuat Luhan menambah kecepatan mobil yang ia kendarai. “Santai saja.. waktu kita masih panjang..” Luhan yang mendengar ucapan sang istri pun hanya tersenyum dan menatap manik mata milik Tiffany. “Tak apa, lebih cepat lebih baik..” ucapan Luhan setidaknya membuat Tiffany merasa lebih baik. Diselingi dengan canda tawa membuat perjalanan mereka menjadi lebih santai dan berwarna. “Aku ingin kita jalan bersama, dinner dengan menu special, menghabiskan malam bersama, dan begitulah seterusnya. Aku ingin kita melakukan semua itu bersama-sama, hanya aku dan kau, Tiffany and Luhan just together..” Luhan tersenyum mengelus puncak kepala gadis itu dengan lembut, “Arraseo.. nan jeongmal saranghaeyo..” Tiffany hanya menatap Luhan lekat dan tertawa geli.
Terdengar suara yang tak asing disela-sela perbincangan mereka. Nada dering ponsel Luhan! Luhan berusaha meraihnya di saku jaketnya, tepatnya di jok belakang mobil. Namun lengannya tak sampai untuk meraihnya, tanpa ia sadari setir mobil yang ia kendarai perlahan mulai ia abaikan. Mobil yang ia kendarai pun mulai berpindah ke jalur yang berlawanan arus. Tiffany yang ikut membantu Luhan pun tak menyadari apa yang terjadi pada mobil yang sedang mereka kendarai.
Tiba-tiba terdengar suara yang begitu melengking dan menghentikan aktivitas mereka. Tiffany yang menyadari hal itu pun berujar dengan panik “Luhan-ah! Setirnya! Setir itu! AWASS!!!” dengan refleks Luhan membanting setir ke arah yang entah kemana, berusaha menghindari benda dengan 10 roda yang besar memang sulit jika gagal nyawa mereka lah taruhannya.
Mereka berhasil menyelamatkan diri dari truk yang hampir memakan nyawa mereka. Namun kini Luhan tak bisa mengendalikan mobil yang ia kendarai. Tiffany yang sadar akan hal itu pun mulai panik. Dengan tiba-tiba mobil itu pun menabral mobil lain yang tengah melintas. Alhasil benda beroda 4 itu pun terpental jauh dan akhirnya mendarat dengan keadaan terbalik.
Asap yang mulai mengepul disekitar mobil itu menandakan mobil itu akan segera meledak dan terbakar. Luhan yang masih dalam keadaan sadar itu pun memastikan keadaan sang istri. Tiffany yang mampu tersenyum meski cairan pekat itu terus mengalir dari kepalanya. Posisi mobil yang terbalik pun membuat mereka sulit bergerak. Dengan segera Luhan berusaha menyelamatkan sang istri. Sit belt yang mengelilingi tubuh yeoja itu pun membuatnya terjebak dan sulit menyelamatkan diri. Luhan yang bingung entah harus apa mulai menangis disela-sela aktifitasnya yang tengah berusaha dengan keras agar tetap bisa bersama dengan sang istri. Ruang dalam mobil itu yang sempit, dan waktu yang semakin sedikit membuat Tiffany sadar bahwa ia takkan bisa selamat. Lengan lemasnya menyeka aktifitas yang Luhan lakukan untuk menyelamatkannya. “Dengarkan aku..” Luhan menatap lekat manik mata yang masih mampu bersinar disela-sela kesakitan yang dialaminya. “Pergilah.. cari seseorang.. hubungi 911..”
“Tapi..” Luhan yang berada di ambang keraguan pun hanya bisa menuruti ucapan Tiffany ketika gadis itu tersenyum dan memancarkan hasrat penuh keyakinan. Tanpa fikir panjang namja itu pun mendobrka paksa pintu mobil yang sudah rusak, “Halo.. 911? Tolong kami.. kami mengalami kecelakaan, istriku terjebak.. cepatlah..”
Tiffany yang masih terjebak di dalam mobil itu pun tak berharap banyak, ia hanya berharap Luhan selamat dan dapat melanjutkan hidupnya.
Luhan pun memasukkan tubuhnya ke dalam mobil itu dengan keadaan berbaring, mengingat ruang mobil yang berbalik itu benar-benar sempit. Ia tak peduli dengan serpihan kaca yang mulai menusuk bagian tubuhnya. Wajahnya pun berhadapan dengan wajah cantik sang istri “Bertahanlah.. bantuan akan segera datang..” Disertai dengan senyumannya, gadis cantik itu membiarkan air matanya meluncur dengan bebas. Keduanya saling terdiam, saling menatap dengan lekat seolah mereka berbicara melalui tatapan mereka. Disela-sela keadaan darurat seperti ini, kedua insan yang baru saja dipersatukan dengan janji suci mereka merasakan sesuatu yang sangat tidak ingin terjadi bagi setiap insan, suatu kejadian yang disebut ‘perpisahan’ itu rasanya sudah di depan mata.
Secara refleks, dengan perlahan mereka saling memejamkan mata dan menyatukan benda mungil itu dengan segera. Ciuman yang mungkin terakhir kalinya mereka lakukan. Ciuman yang mungkin membawa mereka ke sebuah kejadian yang disebut ‘perpisahan’. Tak lama kemudian, sebuah suara sirine ambulance terdengar dan mulai mendekat ke arah mereka. Mereka yang menyadari hal itu mulai melepaskan benda mungil yang bertautan itu secara perlahan. Sebuah senyuman merekah diwajah Luhan, menyadari bahwa mereka masih dapat melalui hari-hari dengan bersama. “Bertahanlah..” ucapan Luhan itu membuat Tiffany kembali menitikkan air matanya.

‘Luhan-nie, 16 tahun adalah masa-masa terindah dalam hidupku.. terimakasih karna telah menjadi sahabat yang baik untukku.. terimakasih telah menjadi namja chinguku.. terimakasih karna telah mengucapkan janji suci itu untukku.. terimakasih telah menjadi pendamping yang setia.. karnamu hidupku lebih berwarna, tawamu, senyummu, suaramu, setiap moment yang kita lewati bersama selalu terekam jelas dan menjadi kenangan yang takkan kulupakan.. meski nafasku tak lagi berhembus.. meski jantungku tak lagi berdetak.. dan jiwaku tak lagi ada dalam ragaku.. aku akan selalu mencintaimu.. Saranghae..’
Melihat punggung Luhan yang mulai menjauh bersama dengan paramedis yang membantunya Tiffany tersenyum “Jalanilah hidupmu tanpaku..” Luhan yang merasakan sesuatu pun berbalik dan melihat wajah Tiffany yang tersenyum hangat padanya. Kepulan asap yang semakin menjadi hingga akhirnya sebuah ledakan besar pun terjadi. Mobil itu pun terbakar dilahap api yang berkobar.
Kakinya pun melemas. Berusaha berlari menuju mobil yang terbakar itu. Namun apa daya, paramedis dengan sigap menahannya. Ia menatap mobil itu dengan penuh penyesalan, setiap moment setiap senyuman setiap tawa yang Tiffany lakukan seperti trailer yang terus menerus berputar di otaknya tanpa henti.
Ingin rasanya ia memutar kembali waktu, agar ia bisa pergi ke Namsan Tower seperti yang Tiffany inginkan. Makan malam bersama dan menautkan gembok dengan nama mereka berdua selamanya seperti apa yang Tiffany katakan. Namun, apa daya.. semuanya sudah terjadi. Ia tak bisa memutar kembali waktu yang telah terlewati, ia tak mampu mengubah keputusannya, ia tak bisa bersama dengan seorang yeoja yang sangat ia cintai, ia tak bisa bersama dengannya sesuai janji yang ia ucapkan. Ia hanya bisa menerima kenyataan bahwasanya, seorang yeoja yang slalu berada disisinya sebagai sahabat atau pun yeojachingu maupun istrinya itu telah tiada. Dan janji yang telah mereka ucapkan hanya tinggal kenangan semata.
“TIFFANY!!!!!”

-FIN-

Gimana? Apa pendapat kalian? Absurd ya? Aku ngetik ini disela-sela persiapan ulangan ekonomi yang bikin aku stress berat!😦 jadi maaf ya kalo absurd..😦
Tunggu FF berikutnya ya, aku sedang melanjutkan FF chapter aku dan sedang mengerjakan project baru untuk chapter, one shoot, atau pun special for Chanyeol Oppa Birthday!😀 mengingat, bulan November yang special. Dan bulan kelahiran aku, so aku mau ngasih sesuatu yang special buat para readerku.. so, I hope all of you is happy!😀

DONT FORGET TO GIVE YOUR COMENT! DONT BE A SIDER PLEASE!

Author: Xenovia

Yeoja.00line.EXO-L.ARMY.Baekhyun fangirl.Jungkook girlfriend(?).Lee Jong Suk Sister(?).K-pop lovers!.An amateur artworker.A dreamer author.@XenoviaKookie

One thought on “Tragic

  1. Kasihan luhan.. baru nikah udh ditinggal huaa..😥

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s