EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

My Enemy, My Love (Chapter 2)

Leave a comment

grzdhth

Title                 : My Enemy, My Love.

Author             : Luhana120.

Main Cast        : Park Baekhyun (Disini Byun Baekhyun marganya ganti Park ya.) EXO, Park Chanyeol EXO, Choi Raehee (OC), Choi Hyora (OC).

Other Cast        : Tjoba cari dah.

Genre               : Romance, Marriage life, AU, dll.

Poster               : Lee Sinhyo @ Fanfiction’s Blog

Rate                 : Teen.

Disclaimer       : Baekhyun sama Chanyeol punya saya, OC punya Tuhan *plak*. Cerita ini berasal dari otak saya.

Author Note     : Ini FF kesekian saya cuma di post pertama. Dan ini adalah FF terpe’a buatan saya. Hohoho. Disini marganya Baek diubah sesuai cerita ya. Cerita ruwet, amburadul,cerita ga sesuai judul, alur kecepetan, ide super pasaran, 5000 dapet 5 (?). Masih butuh kritik dan saran. Kalo ada bias kalian saya nistakan, ikhlaskan. It’s just story.

HEPI REDING!!

Previous : 1

….

“Ah, Fairy Odd Parents!!” pekik Hyora.

“Hai.” Sapa seseorang yang tiba-tiba duduk disebelah Hyora.

“Eh? Wae?” tanya Hyora.

“Tak ada.” Jawab Chanyeol dengan sedikit gugup.

“Oh.” Hyora hanya ber-oh ria.

|CHAPTER 2|

“Hahahaha…” Hyora tertawa saat melihat Fairy Odd Parents, kartun kesukaannya. Padahal sedari tadi, Chanyeol terus memperhatikannya.

“Ahh.. Aku terlalu banyak tertawa, aku jadi haus..” gumam Hyora. Hyora pun mengambil air. Saat mengambil air, tiba-tiba seorang lelaki memeluk Hyora dari belakang.

“Eh?” Sontak, Hyora menoleh kebelakang.

“Kau milikku sekarang.” Gumam namja itu sambil meletakkan dagunya di pundak Hyora.

“Hah? Apa maksudmu, Park Chanyeol?” tanya Hyora. Yap, itu adalah Chanyeol.

“Diamlah.” Ucap Chanyeol.

“Ya!! Park Chanyeol lepaskan aku!!” Hyora memberontak. Hingga akhirnya lepas. Chanyeol pun mulai mendekatinya. Hyora pun mundur pelan-pelan, hingga akhirnya menyentuh tembok. Dan Chanyeol melingkarkan tangannya di pinggang Hyora.

“Kau milikku, chagi.” Ucap Chanyeol dengan seringaian.

“Kenapa dia seperti serigala?!” batin Hyora.

“Chanyeol.. Lepaskan aku..” ucap Hyora sambil mendorong tubuh Chanyeol. Tetapi Chanyeol mengerahkan(?) tenaga untuk menahannya.

“Tenang saja, chagi.. Kau pasti akan menyukainya…” ucap Chanyeol sambil menatap mata Hyora lekat-lekat. Dia semakin mendekatkan wajahnya, hingga hampir tak ada jarak. Hyora pun menelan ludahnya dalam-dalam.

BUGHH

Tiba-tiba ada yang memukul Chanyeol dari belakang hingga pingsan, dan jatuh diatas tubuh Hyora.

“Eh? Kau pingsan?” tanya Hyora sambil menampar pelan pipi Chanyeol.

“Dia pingsan.” Ucap seseorang yang sepertinya telah memukul Chanyeol.

“Eh? Siapa kau? Kau masuk apartemenku tanpa izin?” tanya Hyora.

“Aku Kris. Aku temannya. Mianhae, aku masuk apartemenmu tanpa izin. Aku sudah menekan bel dari tadi, dan tak ada yang membukanya. Kebetulan tak dikunci, jadi aku masuk dan melihat kalian seperti itu. Aku langsung memukulnya.” Jelas Kris.

“Oh, gomawo.” Ucap Hyora.

“Ne.” jawab Kris.

“Emm… bisakah kau membantuku untuk memindahkan Chanyeol?”

“Baiklah.” Kemudian mereka berdua membopoh Chanyeol ke sofa.  Berbeda dengan Raehee tidak mengetahui dan sedang merapikan kamar.

“Ish, berantakan sekali…” gumam Raehee sambil melihat 2 tempat tidur yang sangat berantakan. Kemudian dia mulai merapikannya. Tiba-tiba, Baekhyun masuk ke kamar dan seenak jidat tidur di kasur yang akan dirapikan Raehee.

“Yak!! Kau minggirlah!! Aku mau merapikannya!!”

“Aku tak mau.”

“Yak!! Park Baekhyun!! Pergilah!!” seru Raehee mulai meninggi. Tetapi Baekhyun hanya menanggapinya dengan seringaian. Kemudian dia bangun, dan mendekati Raehee. Persis dengan apa yang dilakukan oleh Chanyeol tadi.

“Mau apa kau?” tanya Raehee sambil perlahan-lahan mejauhi Baekhyun.

“Kau milikku sekarang.” Jawab Baekhyun semakin mendekati Raehee. Hingga akhirnya, punggung Raehee menyentuh dinding. Baekhyun semakin mendekatinya, hingga tubuh mereka tak ada jarak.

“Kau cantik chagi,” ucap Baekhyun sambil membelai pipi Raehee.

“Yak, Park Baekhyun, kau mau apa?!” tanya Raehee sambil menepis tangan Baekhyun dari wajahnya. Baekhyun pun meletakkan jari telunjuknya di bibir Raehee.

“Ssstt… Diamlah chagi… Aku hanya mau memberimu sesuatu yang manis…” ucap Baekhyun dengan seringaian yang semakin nakal. Raehee hanya menelan ludahnya dalam-dalam. Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya, dan hampir tak ada jarak.

BUGHH

Ada yang memukul pundak Baekhyun hingga pingsan.

“Hh.. Gomawo, Hyo.” Ucap Raehee. Ya, yang memukul Baekhyun tadi Hyora.

“Gwaenchanha?” tanya Hyora.

“Ne.”

“Ayo keluar, kita kedatangan tamu.” Ucap Hyora. Kemudian 2 yeoja ini keluar.

“Annyeong haseyo~” sapa Hyora dan Raehee. Yang tadinya hanya ada Kris, sekarang semua teman Chanyeol dan Baekhyun sudah berkumpul di ruang tamu.

“Annyeong haseyo~”

“Hyora, Raehee, kenalkan, ini Tao, Kai, Kai, Sehun, Chen, Suho, Lay, Tao, dan D.O. Dan aku Kris.” Ucap Kris.

“Annyeong~”

“Annyeong~”

“Emm… bisa kalian jelaskan kenapa Baekhyun dan Chanyeol bertingkah seperti itu?” tanya Hyora membuka percakapan.

“Mereka memang begitu, jika melihat yeoja berpakaian seperti kalian, mereka berdua akan kehilangan kendali, dan bertingkah seperti itu. Dan cara menghentikannya dengan membuat mereka pingsan.” Jelas Kris.

“Oh? Begitu? Aneh sekali. Apa hanya mereka yang bertingkah seperti itu?” tanya Raehee.

“Emm.. Sebenarnya tidak. Kami semua sebenarnya seperti itu, tetapi kami bisa menahan, sedangkan yang tidak bisa menahannya adalah, Baekhyun, Chanyeol, dan Kai…” jawab Kris panjang lebar.

“Mwo? Kalian ini manusia atau bukan?” tanya Hyora.

“Kami manusia pabo! Hanya…” jawab D.O.

“Hanya apa?”

“Hanya kami berbeda sedikit.” Lanjut D.O.

“Eh tunggu? Kalian bilang Kai? Yang duduk disebelah Hyora?” tanya Raehee. Sontak Hyora menatap namja yang ada disebelahnya. Tatapan namja itu sudah sangat menakutkan.

“Kurasa aku harus pergi,” ucap Hyora sambil beranjak pergi. Tapi sayang, Kai bangun dan memegang lengannya. Dengan cepat, dia berbalik dan membalik tubuh Kai, dan memukul pundaknya hingga pingsan.

“Emmm… Mianhae, teman kalian pingsan gara-gara aku…” ucap Hyora sambil kembali duduk di sebelah Raehee.

“Tak apa. Kami akan mengurusnya. Sebaiknya kalian berganti dengan celana atau rok yang lebih panjang sebelum Baekhyun dan Chanyeol bangun. Atau tidak, dia akan kembali bertingkah seperti itu.” Jelas Kris.

“Ne..” jawab Hyora.

“Kalau begitu kami pulang dulu.” Ucap Kris sambil menggendong Kai. Kemudian keluar dari apartemen.

“Annyeong~ Hati hati di jalan~” ucap Raehee.

“Ne~”

Kemudian dua calon nyonya Park ini masuk ke apartemen.

“Hhh… Kita harus segera berganti pakaian…” ucap Raehee.

“Ya.. sebelum mereka bangun..” imbuh Hyora. Lalu, mereka masuk ke kamar dan mengganti bawahannya dengan celana panjang.

“Dasar namja gila. Begitu saja tak tahan -_-.” Dumel Raehee.

“Sekarang kita hanya harus menunggu mereka bangun…” ucap Hyora. Kemudian Raehee melanjutkan beres-beres kamar, sedangkan Hyora melanjutkan menonton kartun kesukaannya.

“Hahahahahahaha…” tawa Hyora meledak ketika melihat tingkah Timmy dan kedua orang tua perinya di televisi. Dan itu membuat Chanyeol mulai sadar.

“Eh? Kau sudah bangun?” tanya Hyora sambil melihat Chanyeol yang mulai membuka matanya.

“Kenapa aku disini? Aku tidur?” tanya Chanyeol ke Hyora.

“Kau pingsan.” Jawab Hyora singkat.

“Pingsan? Bagaimana bisa?”

“Apa perlu kujelaskan padamu?”

“Kurasa tidak.” Jawab Chanyeol. Akhirnya Hyora bisa fokus lagi menonton kartunnya.

Sementara itu, Raehee sedang kebingungan memikirkan kamar yang sudah cukup rapi. Tetapi ada satu yang belum ia rapikan, yaitu kasur yang ditempati Baekhyun dan Chanyeol semalam. Sedangkan tadi ketika Baekhyun pingsan, ia dipindahkan ke kasur itu. Dan sepertinya Baekhyun kebablasan(?) tertidur.

“Baek… Baek… Bangunlah…” ucap Raehee membangunkan Baekhyun. Sedangkan Baekhyun semakin tidur pulas.

“Ya!! Baek, bangunlah!!” Merasa dikacang, akhirnya Raehee menimpuk Baekhyun dengan LPG seberat 3 kg.

“Baek!! Bangun!!” seru Raehee. Baekhyun masih saja tidur. Tiba-tiba Baekhyun menarik tubuh Raehee hingga dia tidur di pelukan Baekhyun.

“Baek! Ireona!!” seru Raehee sambil memberontak. Baekhyun malah semakin memeluk Raehee dengan erat. Raehee menyerah. Dia sudah lelah untuk memberontak.

“Baek…. Lepaskan aku…” Akhirnya, Raehee pun tertidur di pelukan Baekhyun.

Sementara mereka berdua sedang tidur, Hyora dan Chanyeol sedang memotret posisi Baekhyun dan Raehee yang sangat dekat.

“Wah, bagus nih,” gumam Chanyeol. Mereka berdua tetap saja memotret 2 pasangan yang sedang tidur pulas ini.

“Hehehe, sebarin ke teman-teman bagus nih…” gumam Hyora.

“Apa perlu ku kirim ke appa dan eomma?” tanya Chanyeol.

“Kirim saja. Jangan  lupa tulis ‘Baek dan Rae sudah layak menjadi suami istri’. Itu pasti sangat lucu.” Tanggap Hyora. Chanyeol pun mengirim gambar itu ke kedua orang tuanya. Hyora juga mengirim itu kepada kedua orang tuanya.

“Appa pasti sangat senang!”

“Kau benar!” lalu 2 orang ini ber-highfive ria.

“Eh, kau mau menonton film tidak?” tawar Chanyeol.

“Kurasa itu tak buruk.”

“Ayo.”

Lalu pasangan ini keluar dan duduk manis di depan televisi.

“Kau mau menonton apa?” tanya Hyora sambil melihat-lihat tumpukan CD yang tertata rapi di tempatnya.

Chanyeol berpikir, “American Pie saja bagaimana?”

Hyora terbelalak, “Ya! Itu film dewasa, pabo!”

“Kau pikir aku masih anak-anak, hah?” tanya Chanyeol.

Hyora pun menjitak dahi Chanyeol dengan keras.

“YA! APPO!” pekik Chanyeol sambil memegangi dahinya.

“Itu salahmu sendiri!” seru Hyora sambil menjulurkan lidahnya. Chanyeol pun menjitak Hyora. Jauh lebih keras dari Hyora.

“Ya!! Appo!” pekik Hyora sambil menggembungkan pipinya.

“Sudahlah cepat, aku mau menonton American Pie!”

“Kau belum cukup dewasa, Park Chanyeol.” Ucap Hyora sambil menekankan semua kata yang diucapkannya.

“YA!! PARK CHANYEOL! CHOI HYORA!!!!!” terdengar teriakan dari kamar. Chanyeol dan Hyora bertatapan sebentar. Baekhyun dan Raehee pun keluar dengan wajah membara. Baekhyun dan Raehee terbangun karena di telepon orang tuanya. Dan membicarakan tentang mereka berdua yang tidur bersama. Baekhyun dan Raehee segera menghampiri Chanyeol dan Hyora. Yang dihampiri atau tepatnya dikejar, segera berlari keluar apartemen.

“PARK CHANYEOL! CHOI  HYORA!!” teriak BaekHee sambil terus mengejar ChanRa.

“Lebih cepat, Yeol!” seru Hyora yang melihat Chanyeol sedikit tertinggal. Memang, Baekhyun dan Raehee sangat menakutkan jika sudah marah seperti ini. Mereka bahkan sudah keluar dari gedung apartemen.

“Ya! Jangan kabur kalian!”

“Yeol! Lebih cepat!” seru Hyora. Hingga mereka berbelok. Baekhyun dan Raehee belum terlihat. Dengan cepat, Chanyeol menarik Hyora masuk ke gang yang cukup sempit. Dengan sigap, Chanyeol mendekatkan tubuhnya ke tubuh Hyora dan membenamkannya di tubuhnya. Dan ajaibnya, BaekHee tak melihat ChanRa.

Chanyeol dan Hyora terengah-engah. Mereka sangat lelah berlari.

“Mereka sudah pergi?” tanya Hyora sambil sedikit mendongak.

“Coba aku lihat.” Jawab Chanyeol sambil melepaskan Hyora. Chanyeol mulai mengintip sedikit. Sudah aman.

“Sudah. Kajja, pulang.” Ajak Chanyeol sambil menarik tangan Hyora. Hyora hanya mengikutinya.

“Yeol, kau yakin mau kembali ke apartemen? Mereka akan marah jika menemukan kita.”

“Kau benar juga… Kalau begitu, kita jalan-jalan saja dulu.”

“Kemana?”

“Taman hiburan?”

“Aku mau!”

“Kajja.”

_=_=_=_

Chanyeol dan Hyora sudah sampai di taman hiburan. Banyak sekali wahana disini. Rollercoaster, rumah hantu, bioskop(?) dan lain-lain. Harap dimaklumi yah, khayalan Author terlalu aneh, hehehe.

“Kita main apa?” tanya Hyora.

“Kau mau apa?” tanya Chanyeol balik.

“Emm… Aku mau… Menonton film saja bagaimana?”

“Baiklah.”

Kemudian mereka membeli 2 tiket, tak lupa dengan camilannya, dan menonton. Dan pastinya, itu bukan film American Pie. Tepatnya itu film horror. Mereka datang sedikit terlambat, jadi mereka berdua duduk di barisan paling atas. Dan dibarisan atas hanya ada mereka berdua.

“Yeol, aku takut pulang…” bisik Hyora disamping telinga Chanyeol.

“Memangnya cuma kau yang takut? Aku juga.” Tanggap Chanyeol sambil mencomot popcorn yang tadi ia beli.

“Ah~ Yeol… Bagaimana ini…” ucap Hyora dengan nada takut-takut.

“Tenanglah. Jika dimarahi dengarkan saja.” Ujar Chanyeol dengan nada yang terlewat santai.

“Hhh… Baiklah…” ucap Hyora sambil kembali fokus ke film. Film itu sangat menakutkan. Coming Soon. Film Thailand yang bercerita tentang seorang aktris yang mati saat syuting film dan menghantui orang yang menontonnya ini sangat mengerikan. Tak heran kalau yeoja berjiwa namja ini ketakutan. Dia bahkan menyengkram lengan Chanyeol kuat-kuat.

“Hyo, sakit..” rintih Chanyeol. Tetapi Hyora yang sudah terlewat takut tak mengindahkan rintihan Chanyeol. Malah ia menyengkram makin kuat.

“Hyo, kumohon, ini sangat sakit…” rintih Chanyeol lagi. Dan sama seperti tadi, Hyora tak menganggap ucapan Chanyeol. Lelaki tinggi jangkung itu pun berusaha menarik tangannya. Tetapi sayangnya, Hyora tak melepasnya.

“Hyo, kumohon…” ucap Chanyeol.

“Yeol, aku terlalu takut…” Hyora semakin ketakutan. Terutama ketika hantu utama keluar.

“Kalau begitu, kita keluar saja.” Ajak Chanyeol.

“Geurae…” Hyora menuruti Chanyeol. Lalu calon pasangan suami istri ini keluar dari bioskop. Dan sialnya, Hyora masih terbayang-bayang hantu tadi. Chanyeol yang melihat itu pun punya ide untuk mengerjai Hyora. Tanpa sepengetahuan Hyora, Chanyeol berjalan lebih lamban dari Hyora dan berdiri dibelakangnya. Tangannya perlahan-lahan menutup mata Hyora  dan seolah-olah akan mencongkel(?) mata Hyora jadi tempatnya. Sontak Hyora ketakutan.

“CHANYEOL!! INI TIDAK LUCU!!” pekik Hyora. Chanyeol pun hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Hingga orang yang berlalu lalang mengiranya pasangan gila.

“HAHAHAHAHA! Kau lucu sekali!” seru Chanyeol dengan tawaan khasnya.

“Yeol!!!! Ini tidak lucu!!” ucap Hyora sambil memukuli Chanyeol.

“Eh iya iya, maaf maaf…” ucap Chanyeol. Tanpa Chanyeol sadari, Hyora sedang memperlihatkan hal yang tak pernah dilihatnya.

Hyora menangis.

Chanyeol pun mulai menyadari hal itu. Chanyeol menjadi sedikit panik. Ditambah dengan ucapan orang-orang lalu lalang yang melihatnya.

“Lihatlah, namja itu membuat pacarnya menangis!”

“Iya, kau benar. Dia keterlaluan!”

“Dia jahat sekali menjadi pacar yeoja itu.”

“Iya. Bahkan dia sampai membuat pacarnya menangis.”

Chanyeol tak tahan dengan ucapan orang-orang itu.

“E-e, Hyora, maaf, aku tidak sengaja. Uljima…” ucap Chanyeol. Tetapi tetap saja Hyora mengangis sesenggukan.

“Ka-ka-kau jahat!” Chanyeol semakin bingung harus berbuat apa. Dia bahkan tak pernah melihat Hyora menangis setetes pun. Dan sekarang? Ajal bagi Chanyeol.

“Kumohon, jangan menangis…” ucap Chanyeol sambil mengusap air mata Hyora.

“Kau jahat! Aku sangat takut hal seperti itu! Kau malah menakutiku.. Hiks..”

“Mianhae, aku bercan—“

“Tapi itu tak lucu!”

“Mianhae. Baiklah. Aku tak akan melakukan itu lagi… Kumohon, jangan menangis.. Oke?”

“Hiks… Hiks… Kau janji? Hiks…”

“Ne, aku janji.” Kemudian, entah setan apa yang hinggap di tubuh Chanyeol, tiba-tiba ia memeluk Hyora dan membiarkannya menangis. Gadis itu tetap saja menangis sesenggukan di dada Chanyeol.

“Sudahlah. Sekarang kajja kita pulang.” Ajak Chanyeol sambil melepas pelukan itu dan berjongkok membelakangi Hyora.

“Naik.” Suruh Chanyeol. Hyora hanya bisa menurut. Chanyeol pun menggendong Hyora hingga sampai apartemen.

“Kuatkan mentalmu, Hyo. Kita akan menghadapi iblis.” Ucap Chanyeol. Hyora yang sudah puas menangis hanya bisa mengangguk. Kemudian Chanyeol menurunkan Hyora karena mereka sudah berada di depan apartemen mereka. Chanyeol memencet password apartemen, dan langsung masuk bersama Hyora.

“Yeol,” panggil Hyora.

“Hm?”

“Kau lapar tidak?”

“Aku lapar.”

“Ayo makan!”

“Ayo!” Pasangan ini pun pergi ke dapur. Dan mulai melihat isi kulkas.

“Ada telur, sayuran, daging, ayam, keju, pasta, mi…”

“Spaghetti saja.”

“Ne. Kau harus membantuku.”

TBC

Author: Luhana120

I'm a Kpopers

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s