EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

My Pervert Husband

1 Comment

husband

Title                 : My Pervert Man.

Author             : Luhana120.

Genre               : Romance, Marriage life, comedy, family, yadong😄, suka-sukalah.

Main cast         : Park Rachel/You, Tao, Huang Zi Yu

Other cast        : Kayaknye si kaga ada.

Poster               : Tengkyu I M J U S T A G I R L

Length             : (1500+ words)

Author note     : Warning! Typo bertebaran, ide pasaran, tidak sesuai dengan judul, alur kecepetan. Bayangkan Rachel itu kalian ya..

HAPPY BACA ~!

“Appa.. Bangun!” seru Zi Yu yang disini berperan sebagai anaknye Park Rachel dan Huang Zi Tao.

“Ayolah appa! Bangun!” seru Zi Yu lebih keras membangunkan ayahnya yang malas itu.

“Appa masih mau tidur,” ucap Tao sambil mengatur posisi tidurnya.

“Ayolah appa! Nanti dimalahi eomma lo!!”

Ya, Zi Yu disini masih berumur 3 tahun. Tetapi sudah bisa berbicara dengan lancar meski cadel.

“Appa tak takut,” balas Tao dengan tetap menutup mata.

“Ayolah.. Appa..” Zi Yu mulai merengek.

“Kau tidur saja dengan appa,” ucap Tao sambil menarik tubuh anaknya itu ke pelukannya.

“Appa lepaskan aku appa..”

Zi Yu terus memaksa lepas.

“EOMMA! APPA NAKAL!” teriak Zi Yu.

Mendengar itu, Rachel menghampiri anaknya yang sangat tampan itu di kamar suaminya, Tao.

“Ada apa sayang? Kenapa berteriak seperti itu?” tanya Rachel sambil mengambil Zi Yu dari suamiya dan menggendongnya.

“Appa nakal eomma! Dali tadi ga mau bangun!” jawab Zi Yu dengan polosnya.

Sedangkan Rachel hanya menggelengkan kepalanya.

“Sudahlah. Appamu itu mati suri. Biarkan saja, nanti juga bangun sendiri,”

“Mati suli itu apa eomma?”

“Mati sejenak,”

“Begitu ya eomma? Jadi appa mati suli?”

“Iya. Ayo sekarang main dengan dengan eomma,”

“Ayo eomma,”

Lalu pasangan ibu dan anak ini keluar ke halaman samping rumah.

“Zi Yu mau main apa?” tanya Rachel.

“Bola saja eomma,”

“Oke,”

Lalu Rachel bermain dengan anaknya itu.

|APPA!|

“Eomma.. Aku lapal..” ucap Zi Yu tiba-tiba.

“Sudah lelah ya? Ayo masuk,”

-Di dalam rumah-

“Tunggu dulu ne, eomma buatkan makanan untukmu,”

Lalu Rachel pergi ke dapur.

“Sst…Sst..Zi Yu! Zi Yu!” panggil Tao pelan dari kamarnya.

Tanpa menjawab, Zi Yu menghampiri appanya yang laknat itu.

“Apa appa?” tanya Ziyu dengan polos sekali.

“Sini..sini..”

Lalu Zi Yu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Tao.

“Kau mau sesuatu?”

“Apa appa?”

“Kau mau adik tidak?”

“Mau appa! Aku mau sekali!”

“Ssstt… Tenanglah. Kau mau berapa?”

“E.. belapa appa enaknya?”

“100? 50?”

“Telselah appa..”

“Jangan begitu. Bilang saja, berapapun, appa buatkan,”

“Satu saja appa,”

“Oke, nanti appa buatkan.”

“Zi Yu! Kau dimana sayang?”panggil Rachel.

Tanpa menjawab, Zi Yu menghampiri eommanya itu.

“Eomma…. Aku mau adik..” ucap Zi Yu.

Bagai badai banjir tsunami gempa lumpur lapindo tornado gunung meletus longsor angin topan cetar membahana ulala sesuatu morena (?), Rachek shock mendengar itu.

“Eh..e.. Zi Yu sayang makan yuk,” bujuk Rachel.

“Baiklah eomma, tapi nanti buatkan Zi Yu adik ya..” ucap Zi Yu polos.

Keringat dingin mengalir deras di pelipis Rachel.

“Iya-iya. Nanti eomma buatkan,”

Kalimat gila itu begitu saja terlontar dari mulut Rachel tanpa kasadaran.

“Yeay.. Zi Yu akan punya adik..” girang Zi Yu.

Rachel mulai menunjukkan gejala stroke (?).

-Malamnya..-

“Kau gila? Kau menawari(?) Zi Yu untuk punya adik?!” pekik Rachel.

“Iya. Kan nanti akan mudah. Zi Yu ada teman makan, teman main, dan teman tidur.” Jelas Tao.

Rachel hanya mencerna kalimat itu.

“Kau pikir mengandung itu mudah, hah?” tanya Rachel.

“Sudahlah, ayo buat!” seru Tao sambil memeluk Rachel dari belakang.

“Tapi…”

Terlambat. Tao membalik tubuh Rachel dan melumat bibir Rachel dengan lembut. Tao melingkarkan tangannya di pinggang Rachel. Begitu juga dengan Rachel, dia melingkarkan tangannya di pinggang Tao. Perlahan, Tao memperdalam ciumannya. Nafas mereka bahkan sampai terdengar oleh Barrack Obama (?). Merasa kehabisan nafas, Rachel melepas ciuman itu.

“Eomma..Appa..” panggil Zi Yu yang ternyata sedari tadi di depan pintu.

“Zi..Zi Yu..” ucap Rachel. Darahnya membeku.

“Hai Zi Yu! Anak appa yang paling tampan! Kemarilah!” ajak Tao sambil melambai-lambaikan tangannya.

Lalu Zi Yu menghampiri kedua orang tuanya itu.

“Appa dan eomma tadi sedang apa?”

“Melakukan pembukaan untuk membuat adik untukmu,”

Rachel semakin mematung. Sedangkan Zi Yu matanya berbinar-binar.

“Wah.. Ya sudah appa, eomma cepat buat! Aku ingin segela punya adik..”

“Sekarang Zi Yu tidur ya, appa mau mulai,”

“Yah appa.. Aku mau lihat…” rengek Zi Yu.

“Ini udah malem Zi Yu, ayo tidur.. Kalo Zi Yu ga tidur, ga jadi punya adik lo…” ancam Rachel yang sudah mencair(?).

“Yah eomma..”

“Sudahlah, ayo eomma antar tidur,” ucap Rachel sambil mengambil (?) Zi Yu ke gendongannya dan membawanya ke kamar anaknya itu.

“Nah.. Sekarang jagoan eomma tidur ya..” ucap Rachel sambil menurunkan anaknya ke kasur.

“Eh? Sudah tidur? Ya udahlah. Mimpi indah..” ucap Rachel sambil mengecup kening anak semata wayangnya itu.

“Aku juga mau itu..” celetuk Tao yang dari tadi ada di belakangnya.

PLETAK

“Kau ini! Banyak sekali maunya!”

“Sakit..”

“Kau ini -_-,”

Tiba-tiba Tao membopoh Rachel ala bridal style (?) ke kamar dan menurunkannya di kasur.

“Ayo mulai!”

|APPA!|

“Chagi.. Bangunlah!” ucap Rachel membangunkan Tao.

“Iya..” kata Tao sambil mengucek-ngucek (?) matanya.

“Kau jaga Zi Yu hari ini, aku ada rapat,”

FYI aja ya, Rachel adalah pemilik perusahaan Rachel Company Group. Meskipun masih muda, pikirannya sudah dewasa dan mengerti bisnis dengan sangat baik. Dan terciptalah perusahaan ini. Sedangkan Tao? Tao adalah CEO di Wu Company Group. Ya, itu adalah perusahaan milik hyungnya, Wu Fan a.k.a Kris. Cuma Tao sedang ada cuti, sedangkan Rachel tidak.

“Baiklah. Kau sudah sarapan?” tanya Tao.

“Sudah. Aku berangkat,”

“Tunggu. Kau lupa sesuatu,” ucap Tao sambil memegang tangan Rachel.

“Apa?”

“Morning Kiss,”

“Dasar pervert,”

“Ayolah,”

Tanpa menjawab, Rachel mencium bibir suaminya itu sekilas.

“Sudahkan? Aku berangkat,”

“Sebentar sekali,”

“Masih mending kuberi,”

“Huff…”

Lalu mereka berdua keluar kamar. Zi Yu bahkan sudah bangun.

“Zi Yu, eomma berangkat. Dan kau mesum! Jaga Zi Yu!” perintah Rachel.

“Iya,”

Lalu Rachel berangkat ke kantor dengan mobilnya.

“Appa, mesum itu apa?”

“E.. Appa juga tak tau,”

“Oh iya appa, sudah jadi belum?”

“Apanya?”

“Adik Zi Yu appa,”

“Zi Yu, buat adik itu butuh proses, juga butuh waktu,”

“Belapa lama appa?”

“5 abad,”

“5 abad itu belapa lama appa?”

“500 tahun,”

“Lama sekali,”

“Tidak-tidak. Appa bercanda. Zi Yu butuk waktu 9 sampai 10 bulan saja kok,”

“Baiklah appa,”

-Malamnya..-

“Eomma pulang!” seru Rachel dari depan pintu sambil melepas heelsnya.

“Kau sudah pulang,” ucap Tao dan menghampiri istrinya itu.

“Eomma!!” seru Zi Yu sambil berlari ke arah eommanya itu.

“Bagaimana sayang? Sehari bersama appa?” tanya Rachel sambil menggendong Zi Yu.

“Appa nakal..”

“Nakal apa? Appa tak melakukan apapun kepadamu!” seru Tao mengelak.

“Ish sudahlah. Kau bersama appa saja ya? Eomma mau istirahat,” jelas Rachel.

“Yah eomma…”

Lalu Rachel menurunkan Zi Yu.

“Kau istirahat saja, Zi Yu aku yang mengurus,” ucap Tao kemudian mengecup bibir istrinya sekilas.

“Pervert! Tak bisakah kau tahan mesummu itu di depan Zi Yu?!” pekik Rachel.

“Tidak,”

“What ever,”

Lalu Rachel ngacir ke kamar.

“Oke Zi Yu sekarang tidur ya, appa mau buat adik,”

“Oke appa,”

Lalu Tao menggendong Zi Yu ke kamar Zi Yu.

“Tidur ya..”

Tao menurunkan Zi Yu di kasurnya dan pergi ke kamarnya sendiri.

“Chagiya..” panggil Tao.

“Em?”

“Ayo main lagi..”

Oke pemirsa, Tao sudah mulai gila.

“Main apaan? Karambol?”

“Itu..”

“Apaan sih?”

Tanpa menjawab, Tao langsung mencium bibir istrinya. Rachel mengerti apa yang harus di perbuat. Lalu Rachel melepasnya.

“Ayo mulai!”

|APPA!|

“Chagiya! Bangunlah!” seru Rachel membangunkan Tao. Tetapi Tao tak merespon.

“Ayolah chagi! Bangunlah!!” Tao tetap tak merespon. Rachel pun akhirnya hilang kesabaran.

BYURRRRRRR

Ya pemirsa, Rachel mengguyur Tao dengan setandon (?) air laut (?).

“Ahok ahok .. Hey! Apa kamsudmu?!” jerit Tao.

“Salahmu kau susah bangun…”

“Ish terserah kau saja,”

“Chagi,” panggil Rachel.

“Apa?”

“Aku hamil,”

“Oh,”

“Kau tidak suka kalau aku hamil?”

“Tentu saja aku senang. Eh tunggu? Kau hamil?”

“IYAAAA…”

“Benarkah? Wah Zi Yu akan punya adik! Ternyata kerja kerasku tak sia sia. Hehehe,” kekeh Tao sambil memeluk istrinya erat erat.

“Kasep coy! Kasep!” seru Rachel.

“Sudah! lepaskan aku!” seru Rachel lagi. Lalu Tao melepasnya.

“Zi Yu! Anak appa, jagoan appa, pangeran appa yang paling tampan di penjuru dunia!! Kemarilah!” panggil Tao dengan alaynya.

Lalu Zi Yu datang.

“Ada apa appa?”

“Kau sebentar lagi akan punya adik Zi Yu…”

“Holeeeeeee!!!” seru Zi Yu kegirangan.

“Sekarang kau tidak boleh bekerja. Kau harus istirahat di rumah,”

“Baiklah..”

 

|APPA!|

“HOEKKK HOEKKK!!!”

“Kau tak apa?”

“Tak apa. HOEKKK,”

“Kau yakin?”

“Tentu.”

Ya pemirsa. Selama 5 bulan, suara itu menjadi backsound kehidupan mereka sehari-hari.

“Chagi, aku mau sesuatu,” ucap Rachel kepada Tao setelah keluar dari kamar mandi.

“Apa?”

“Strawberry…”

“Baiklah, kubelikan.”

Lalu Tao pergi membelinya.

“Kuharap dia bawa banyak..”

Beberapa menit kemudian Tao kembali.

“Ini,” ucap Tao sambil menyodorkan (?) 1 pack strawberry.

“Cuma segini? Kurang chagi…”

“Baiklah..”

Lalu Tao keluar lagi.

“Sepertinya enak..”

Lalu Rachel memakan strawberry itu hingga habis dalam sekejap.

“Aku masih mau lagi..” gumam Rachel.

Jarak beberapa saat, Tao kembali.

“Ini,” ucap Tao sambil menyodorkan 1 kardus besar berisi strawberry.

“Wahhhh.. Banyak sekali.. Terima kasih chagiya..”

Tanpa babibubebo lagi, Rachel membuka kardus itu, dan memakan isinya. Sedangkan Tao? Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya itu.

|APPA!|

“Chaagi!!!! Strawberryku mana?!!!!” teriak Rachel ke Tao. Padahal Tao ada tepat di sebelahnya.

Ya, selama 4 bulan, Rachel selalu meminta strawberry.

“Bisakah kau tahan keinginanmu itu? Kau mau melahirkan!” pekik Tao.

Ya, mereka di rumah sakit. Mereka menunggu dokter bersalin datang.

“Yah…”

CKLEK

“Maaf tuan Huang, anda harus menunggu di luar,” ucap dokter perempuan yang barusan masuk.

“Baiklah dok. Oke Chagi. Kau harus bisa! Fighting!” ucap Tao sambil mengecup kening dan bibir Rachel sekilas.

“Pervert…” gumam Rachel.

Lalu Tao keluar.

“Oke nyonya Huang, kita mulai,” ucap dokter itu.

|APPA!|

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!” teriak Rachel dari dalam ruang bersalin. Keras amat ya?

“Oek oekkkk..”

Terdengar suara tangis bayi dari dalam ruang bersalin. Dengan segera, Tao memasuki ruangan itu.

“Baru saja saya mau memanggil Anda tuan Huang. Selamat. Anak Anda perempuan.” Ucap dokter itu.

“Gamsahamnida. Bisa aku melihat keadaan istriku?” tanya Tao.

“Silahkan,”

Tao bergegas menghampiri istrinya. Tak lupa bersama Zi Yu.

“Eomma… eomma tak apa?”

“Tak apa Zi Yu,”

“Kau baik saja chagi?” tanya Tao.

“Gwaenchanha.”

“Wah cantik sekali…” ucap Tao ketika melihat anak keduanya di samping Rachel.

“Seperti aku kan?” tanya Rachel dengan pedenya.

“Iyalah terserah,”

“Mau diberi nama siapa?”

“Emm.. Bagaimana kalau.. Huang Zi Zi?” usul Tao.

“Great name.. Oke. Zi Zi…” ucap Rachel sambil mengelus kepala anaknya itu.

CKLEK

“Eomma.. Appa..” panggil Rachel. Ya eomma dan appanya datang.

“Kau baik Rachel?” tanya eomma Rachel.

“Gwaenchanha eomma,”

“Namja atau Yeoja?” tanya appa Rachel.

“Yeoja,”

“Nah.. Zi Yu.. Kau sudah punya adik satu. Kau mau lagi tidak?” tanya Tao kepada Zi Yu.

“Aku..”

“YA!! KAU!! DASAR NAMJA MESUM!! YADONG!! PERVERT!! HENTAI! KAU PIKIR MENGANDUNG ITU MUDAH HAH!!!?” teriak Rachel sambil melempari Tao dengan bom (?).

Eomma dan appa Rachel hanya tertawa. Lalu Tao? Dia berlindung di punggung Zi Yu. Dasar bapak aneh -_-.

 

FIN

FF pendek Author yang pertama -_- Absurd yeh? Okedah, paipai!

Author: Luhana120

I'm a Kpopers

One thought on “My Pervert Husband

  1. ahhh tao pervert tingkat tinggi….
    hehheee sukaa

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s