EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

My Enemy My Love (Chapter 4)

Leave a comment

grzdhth

Lohaaa! Author membawa ff ancur yang mestinya ga ada yang baca :’v. Buat password chapter 3 : baekyeol. Okeh, langsung aje yo~

Author             : Luhana120.

Main Cast        : Park Baekhyun (Disini Byun Baekhyun marganya ganti Park ya.) EXO, Park Chanyeol EXO, Choi Raehee (OC), Choi Hyora (OC).

Other Cast        : Tjoba cari dah.

Genre               : Romance, Marriage life, AU, dll.

Poster               : Lee Sinhyo @ Fanfiction’s Blog

Rate                 : Mature.

Disclaimer       : Baekhyun sama Chanyeol punya saya, OC punya Tuhan *plak*. Cerita ini berasal dari otak saya.

Author Note     : Ini FF kesekian saya. Dan ini adalah FF terpe’a buatan saya. Hohoho. Disini marganya Baek diubah sesuai cerita ya. Cerita ruwet, amburadul,cerita ga sesuai judul, alur kecepetan, ide super pasaran, 5000 dapet 5 (?). Masih butuh kritik dan saran. Kalo ada bias kalian saya nistakan, ikhlaskan. It’s just story.

HEPI REDING!!

Previous : 3

…“Kau beli apa?” tanya Tao.

“Bindaetteok dan… Hoddeok.” Jawab Kris.

“Yeay!”

|Chapter 4|

Ini adalah adegan terakhir. Kris dan kawan-kawan sudah pulang.

“Oke, Rae, Baek, ini adegan terakhir kalian. Kalian akan seperti 2 murid SD yang bermain. Dan setelah lelah bermain, Rae, kau mencium pipi Baekhyun untuk salam perpisahan. Arra?”

“Ne.” Raehee dan Baekhyun sudah berganti kostum. Mereka bak anak SD yang masih imut-imut. Raehee memakai kostum anak kecil dan rambutnya dikucir dua. Sedangkan Baekhyun, memakai kostum yang imut sekali, rambutnya dikucir sedikit. Wajah yang imut dan badan mereka yang mungil sangat mendukung adegan ini.

“Baiklah. Cocok sekali.”

Baekhyun dan Raehee berlagak seperti anak kecil. Bermain batu-kertas-gunting, dan Baekhyun kalah. Alhasil, Raehee berwenang untuk menjitak Baekhyun. Kemudian, bermain suling bersama, dan makan bersama. Mereka merasa lelah, Raehee pun mencium pipi Baekhyun dengan khidmat(?). Dan adegan itu selesai.

“Oke, kalian selesai.” Ucap Yoona. Raehee dan Baekhyun pun segera berganti dengan pakaian semula―sebelum pemotretan.

“Sekarang ChanRa.”

“Seenaknya saja membuat nama couple -_-“batin Hyora.

“Ne.”

“Yeol, kau nanti harus berdiri dekat dengan Hyora. Tarik pinggangnya agar lebih dekat denganmu. Nanti juga lingkarkan tanganmu di pinggang Hyora.”

“Seperti ini?” Chanyeol menarik pinggang Hyora yang berdiri disampingnya. Hyora tersentak kaget, hampir saja dia menyikut pipi Chanyeol.

“Ne, seperti itu. Kita mulai.” Ujar Yoona. Chanyeol pun mulai menarik pinggang Hyora. Lebih dekat dengan Hyora, dan mereka menampilkan senyuman khasnya. Kemudian Chanyeol melingkarkan tangannya di pinggang Hyora. Dan pemotretan itu berhasil.

“Now, lifting up the bride. Bridal style ne.”

“Ne.” Chanyeol pun menggendong Hyora ala bridal style. Yoona langsung memotretnya.

“Geurae. Sudah selesai. Hasilnya akan dikirim ke apartemen kalian.”

“Ne, gamsahamnida.” Ucap Hyora sambil membungkuk.

“Ne,” kemudian Chanyeol dan Hyora berganti baju. Seusai berganti baju, mereka berempat pulang ke apartemen.

Saat perjalanan pulang, mereka hanyut dipikiran masing-masing. Entah, mungkin mereka memikirkan tentang pernikahan mereka beberapa hari lagi. Bahkan tanpa terasa, mereka sudah sampai begitu saja di apartemen. Mereka pun segera menuju kamar apartemen mereka.

“Eon.” Panggil Hyora.

“Hm?”

“Aku belum siap menikah…”

Raehee menghela napas, “Tak hanya kau, tapi aku juga…”

“Lalu bagaimana?”

“Kita tak bisa menolak, Hyo.”

“Geurae. Eonni, kau tak mandi?”

“Kau duluan saja.”

“Ne.” Hyora pun mandi duluan.

Raehee menghela nafas. Dia bingung harus melakukan apa sekarang.

“Aku belum mencintai Baekhyun… Meski aku nyaman didekatnya…” gumam Raehee.

“Ya Tuhan, aku harus bagaimana?”

“Bahkan aku, Hyo, Baek, dan Chan masih di semester 6…”

“Hh, yang benar saja. Appa dan eomma benar-benar…” Raehee menghela nafas lagi.

“Eon, giliranmu.” Ucap Hyora tiba-tiba.

“Ne.” Raehee segera mengambil baju dan memasuki kamar mandi.

“Aku mau nonton kartun…” gumam Hyora sambil ngacir ke depan televisi.

“Timmy‘s Time!” pekik Hyora saat gambar domba kecil lucu muncul di televisi.

Lalu, Baekhyun dan Chanyeol dimana? Mereka ada di dapur. Sedang mengobrol.

“Baek, kau sudah siap untuk menikah?” tanya Chanyeol sambil menyeruput coklat panas yang dibuatnya tadi.

“Belum, Yeol. Aku saja belum mencintai Raehee sepenuhnya.”

“Kau benar. Aku juga belum mencintai Hyora.”

“Tapi mau bagaimana lagi, aku tak mau membuat appa dan eomma kecewa.”

“Hmm…”

Tiba-tiba saja, Hyora sudah muncul di dapur. Sangat canggung. Semua terhanyut dalam diam. Hyora yang berniat mengambil camilan pun mengambilnya dengan cepat dan ngacir ke depan TV lagi.

“Kenapa dia sepertinya canggung sekali?” tanya Chanyeol.

“Molla. Sudahlah, jangan memikirkan pernikahan itu. Kita masih punya 10 hari.”

“Untuk apa?”

“Belajar mencintai mereka, bodoh!”

“Oh itu. Iya juga sih.”

“-_-“

“Sudahlah. Kau mandi dulu sana!” suruh Chanyeol.

“Ne.”  Baekhyun pun segera masuk ke kamar dan ke kamar mandi.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!”

“EH, MIANHAE, RAE!! AKU TAK SENGAJA!!”

Baekhyun masuk begitu saja ke kamar mandi yang tak terkunci itu. Dia tak tahu kalau ada Raehee di dalamnya. Dan akhirnya, Raehee berteriak sekencang mungkin. Baekhyun yang mendengarnya pun menoleh ke sumber suara. Dan dia langsung berlari keluar. Untung saja, waktu itu Raehee sedang berendam di bathub, jadi ia menutupi tubuhnya dengan tirai bathub.

Itulah resiko jika dalam satu kamar apartemen hanya ada satu kamar mandi. Apalagi orang yang sedang di dalamnya tak menguncinya.

“Ada apa?” tanya Hyora dan Chanyeol yang tergopoh-gopoh lari ke kamar. Baekhyun masih shock akan apa yang baru saja di alaminya.

“A-a-aku…”

“Kau kenapa?”

“A-a-a-aku…”

CKLEK

Raehee keluar. Dengan wajah penuh amarah.

“Ih! Kau ini!!!!!!!!” seru Raehee kesal sambil akan memukul Baekhyun. Untung saja, Hyora mencegahnya.

“Maaf,Rae, aku tak sengaja…” Raehee tak menjawab. Dia memilih untuk mengambil tas kecilnya dan pergi. Keluar apartemen.

“Eh? Eonni! Tunggu!” seru Hyora sambil berlari mengejar Raehee. Ia takut akan terjadi sesuatu pada kakak satu-satunya itu.

“Dia kenapa, Baek?”

“Ta-tadi, saat dia di kamar mandi, dia tak mengunci pintunya. Kukira tak ada orang. Ternyata ada Raehee.” Jelas Baekhyun.

“Kau ini byeontae sekali.”

“YA! Aku tak sengaja!”

“Tapi tetap saja. Dia marah kepadamu.”

“Apa yang harus kulakukan?”

“Molla.”

_=_=_=_

“Eonni, kau mau kemana?” tanya Hyora yang terus mengikuti Raehee.

“Shopping.” Jawab Raehee singkat. Yap, mood Raehee hanya bisa kembali dengan berbelanja.

“Wah… Aku ikut yah?”

“Boleh.” Hyora sangat senang. Dia berniat akan membeli beberapa sepatu kets dan hoodie.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di sebuah mall yang cukup besar.

“Eon, kau mau beli apa?” tanya Hyora. Raehee tersenyum jahil. Dia akan mengerjai adiknya itu.

“Ikut aku.” Jawab Raehee sambil menyeret Hyora. Dia membawanya ke toko sepatu.

“Coba ini.” Suruh Raehee sambil memberikan Hyora sepasang wedges hitam dengan hak setinggi 10 cm.

“Mwo? Shireo!” seru Hyora. Sangat pantang baginya memakai wedges. Apalagi setinggi ini.

“Nanti kubelikan sepatu kets dan hoodie untukmu.” Tawar Raehee. Sungguh menggoda Hyora.

“Boleh?”

Raehee mengangguk, “Asal kau menuruti permintaanku.” Hyora mengangguk.

“Cepat pakai ini.” Suruh Raehee.

“Aku tak terbiasa memakai ini, eonni.”

“Tak apa. Nanti kau juga terbiasa. Bagaimana? Pas tidak?”

Hyora hanya mengangguk sambil mencoba berjalan memakai sepatu terkutuk itu.

“Bagus. Kita beli ini.” Kemudian Raehee membayarnya.

“Pakai nanti saja boleh?” tanya Hyora. Raehee mengangguk. Hyora pun melepas higheels itu dan memakai sepatu ketsnya kembali.

“Sekarang… Pakaian.” Ucap Raehee. Lagi-lagi, gadis itu menyeret adiknya. Membawanya ke toko dress.

“Eonni! Tidak! Aku tak mau pakai gaun! Tidak!”

“Terserah. Kau sudah bilang untuk menurutiku.”

“Eonni andwae T_T.”

“Sudahlah. Cepat.” Raehee melihat-lihat dress yang ada. Hingga matanya tertuju pada dress selutut yang berwarna hitam.

“Coba ini.”

“Eonni…”

“Sudahlah cepat!” seru Raehee sambil mendorong Hyora ke kamar pas. Hyora akhirnya menuruti permintaan kakaknya yang terkutuk itu.

Beberapa saat kemudian, Hyora keluar dengan pakaian yang sudah berganti.

“Wah, kau cantik sekali.” Puji Raehee. Hyora hanya pasrah.

“Apa ini tidak terlalu pendek? Chanyeol bisa menyerangku kalau aku memakai ini…”

“Ayolah, ini beberapa cm dibawah lutut. Tenang saja.”

Raehee pun membayar baju itu.

“Sekarang kita ke salon.”

“APA?! SALON?!!!”

“Kau pikir kemana? Comberan?”

“Geurae…”

Dan lagi-lagi, Hyora diseret Raehee untuk ke salon terkutuk.

“Annyeong, Rae!” sapa pegawai disana, Seohyun. Raehee memang sering kesini.

“Annyeong, Seo eonni! Bisakah kau mendandani adikku? Dia butuh polesan sedikit.”

“Tentu saja. Tunggulah sulapan dariku.”

Seohyun mulai mendandani Hyora. Tak lupa rambut Hyora yang lurus dibuat sedikit bergelombang. Dan… hasilnyaaaa…

Polesan natural tak tak tebal itu membuat Hyora semakin menawan. Ditambah dengan dress hitam yang melekat di tubuhnya. Hanya satu yang kurang.

“Ganti sepatumu.” Ucap Raehee sambil memberikan sepasang wedges yang dibelinya tadi. Hyora hanya bisa pasrah. Dia pun mengganti sepatu kets kesayangannya dengan wedges hitam setinggi 10 cm itu. Dan, Hyora tampil cantik saat ini.

“Wah, adikmu cantik sekali. Aku jadi envy dengannya.”

“Biasa saja. “ kemudian, Raehee membayar biaya make up Hyora dan pulang.

“Baiklah, eonni. Kami pulang dulu!”

“Ne. Seringlah kemari!”

“Ne!!”

Hyora dan Raehee pun pulang.

“Eon, jebal~ Jangan lakukan ini…”

“Kau terus saja menolak. Dan itu membuatku malas membelikanmu sepatu kets dan hoodie.”

“Aaa~ Eonni…”

“Sudahlah, kajja.”

_=_=_=_

Raehee memencet bel. Mereka sudah berada di depan kamar apartemen.

CKLEK

Pintu terbuka. Dan yang membuka pintu adalah Chanyeol. Cocok.

“Eh, kalian sudah datang yah.” Ucap Chanyeol.

“Eon, awas saja kau! Lihatlah pembalasanku! Pembalasanku akan lebih kejam!”batin Hyora. Kemudian, RaeRa pun masuk kamar apartemen. Seperti tadi, suasana terlihat sangat canggung. Terutama antara Raehee dan Baekhyun.

“Emm, aku mau merapikan kamar dulu ya…” ucap Raehee sambil memberi isyarat pada Baekhyun untuk meninggalkan ChanRa. Baekhyun mengangguk pelan.

“Eh? Eon, aku ikut!”

“Tak apa. Aku saja yang bereskan.” Ucap Raehee sambil tersenyum nakal. Apa banget dah -_-.

Baekhyun dan Raehee pun masuk ke kamar.

“Hyo.” Panggil Chanyeol.

“Hm?”

“Emm…” Chanyeol bingung akan bilang apa. Seolah-olah semua yang ingin ia bicarakan hilang semua.

“Kau mau bilang apa?” tanya gadis yang sedang duduk manis di sebelah Chanyeol.

“A-aku mau bilang… Aku mau bilang apa yah tadi? Hehehe aku lupa.” Jawab Chanyeol dengan segala blank yang ada.

“Kau ini. Ingatan payah.” Ledek Hyora sambil memukul pundak Chanyeol.

“Hehehe…” ucap Chanyeol.

“Main game yuk?” ajak Hyora.

“Okeh.” jawab Chanyeol.

Kemudian Hyora menyalakan playstation, dan memilih permainan.

“Kau mau main apa? Fighting game? Atau, sepak bola? Atau yang lain?”

“Fighting saja.”

“Oke.” Hyora memilih bermain Bloody Roar. Game favorit Author nih. Oke, abaikan yang barusan.

“Kau pakai siapa?” tanya Hyora.

“Aku pakai… Jenny bagaimana?”

Hyora mendelik, “Ya! Kau ini byeontae sekali -_-.” Hyora pun menjitak Chanyeol.

“Hehehe. Aku pakai Busuzima saja.”

“Geurae, aku pakai Bakuryu.”

Get ready! Fight!

Mereka berdua mulai. Dan dengan bodohnya, Chanyeol tak memperhatikan permainannya, melainkan memperhatikan gadis yang sedang serius bermain di sebelahnya ini.

“Yeol! Kau kalah!!” seru Hyora. Jelas saja kalau Hyora menang, Chanyeol tidak ‘menyerang’ sama sekali.

“Kau cantik.” Gumam Chanyeol pelan.

“Hah? Apa?” tanya Hyora yang kebetulan mendengar Chanyeol bergumam, meski tak jelas.

“Tidak. Tidak apa-apa.”

“Oh. Ayo main lagi!” ajak Hyora

“Kau berganti pemain tidak?” tanya Hyora.

“Aku berganti. Aku mau pakai Jenny.”

“Ih, jangan pakai itu. Aku jijik melihatnya. Pakai Uriko atau Alice.”

“Kalau begitu, aku pakai Uriko saja.”

“Kau pandai sekali. Memilih yang cantik tapi pintar beladiri.”

“Seperti kau.” Ucap Chanyeol lirih. Hyora yang merasa mendengar sesuatu dari Chanyeol hanya bisa bertanya lagi, “Hah? Apa?”

“Ani-aniyo.” Jawab Chanyeol.

“Baiklah. Ayo mulai!”

Get ready! Fight!

Lagi-lagi Chanyeol tak bermain, malah memperhatikan wajah Hyora yang sudah dipoles tipis.

“Yeol! Ayolah, pukul sedikit!” seru Hyora dengan mata yang masih fokus ke permainan. Tetapi tetap saja, Chanyeol tak mengindahkan itu.

“Yeol!” seru Hyora sambil membanting joystick yang dipegangnya.

“Yeol! Pukullah pemainku sedikit!” seru Hyora sambil menoleh kearah Chanyeol. Chanyeol yang sedang menatap Hyora.

“Yeol? Yeollie?” ucap Hyora sambil melambaikan tangannya di depan wajah Chanyeol.

“Yeol? Kau ta—“

CHU~

Setan yang hinggap di tubuh Chanyeol mulai bertindak. Tiba-tiba saja, Chanyeol mencium Hyora. Bahkan tak memberikan celah sedikitpun. Hyora terbelalak. Dia mencoba memberontak, tapi gagal.

“Hmmptt…”

Chanyeol terus saja melumat bibir Hyora. Hyora yang kekuatannya tak lebih kuat dari Chanyeol hanya bisa pasrah. Karena, semakin Hyora memberontak, Chanyeol akan semakin memperdalam ciumannya. Ulah Chanyeol semakin menjadi-jadi. Chanyeol memejamkan matanya, dan mulai menikmati ciuman itu. Ciuman pertama bagi Hyora dan Chanyeol.

_=_=_=_

Raehee dan Baekhyun yang di dalam kamar terdiam. Larut dalam pikiran masing-masing. Raehee sedang duduk di tempat tidurnya. Begitu juga dengan Baekhyun.

“Rae,” panggil Baekhyun.

“Hm?” tanggap Raehee tanpa menoleh sedikitpun. Dia sedang malas melihat wajah Baekhyun saat ini.

“Aku minta maaf… Aku minta maaf untuk tadi. Aku benar-benar tak tau kalau kau ada di dalam.. Aku―”

“Cukup. Jangan lanjutkan. Aku tak ingin membahas itu.”

Baekhyun terdiam. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan. Dia merasa sangat bersalah. Meski tak ia sengaja.

“Aku mohon, Rae… Maafkan aku…”

“Kau tuli? Sudah kubilang aku tak ingin membahas itu!”

Bagus. Raehee semakin marah.

“Rae.. Kumohon, maafkan aku.. Jeongmal mianhae…” Baekhyun terus saja menyesali hal itu.

Shut up! I won’t hear anything from you!”bentak Raehee. Nyali Baekhyun semakin mengecil. Dia bingung harus melakukan apalagi.

“Oh, Tuhan.. Apa yang harus kulakukan sekarang?”batin Baekhyun seakan-akan ingin menjerit.

“Rae… Jebal…”

“Mwo?”

Forgive me… Please…

Please. Aku tak ingin berbicara denganmu.”

“Rae…”

“Apa?”

“Kumohon! Kau tak bisa terus seperti ini! Ayolah, aku benar-benar tak sengaja! Kumohon, Rae… Jangan hanya karena hal itu kau terus marah kepadaku,”

“Tak bisakah kau diam? Aku badmood sekarang.”

“Kau mau moodmu kembali? Aku bisa melakukan apapun untukmu! Asal kau memaafkanku.” Ucapan Baekhyun sepertinya sudah tak terkendali.

“Memangnya kau mau melakukan apa?”

“Apapun yang kau mau.”

“Kau yakin kau bisa?”

“Tentu saja, kenapa tidak?”

Raehee mulai tertarik dengan ucapan Baekhyun. Dia menoleh sedikit.

“Coba contohkan hal yang bisa kau lakukan.” Suruh Raehee. Baekhyun mendekati Raehee. Duduk disebelahnya.

“Kau mau apa? Menyanyi?” tanya Raehee.

“Bukan.”

“Lalu?”

CHU~

Mungkin Baekhyun sudah dikendalikan oleh iblis yang ada didalam tubuhnya. Tanpa komando apapun, ia menempelkan bibirnya di bibir Raehee. Raehee tak bisa berkutik. Demi apapun, tubuhnya mematung dan memanas. Baekhyun meresapi setiap inchi bibir mungil Raehee. Bahkan ia tak membiarkan  Raehee mengambil nafas sedikitpun. Pagutan mereka berlangsung cukup lama. Beberapa menit tanpa mengambil nafas. Raehee serasa mau mati saja. Dan, syukurlah, Baekhyun segera melepasnya.

Canggung. Terdiam. Sunyi. Tak ada satupun yang berbicara. Hanya terdengar deru nafas mereka berdua.

“Baek,” Akhirnya Raehee angkat bicara.

“Apa?”

“Kau mencuri ciuman pertamaku.”

“Benarkah?”

“Hm. Kau menyebalkan.”

“Wae?”

“KAU SANGAT MENYEBALKAN!” Raehee pun memukul Baekhyun dengan bantal.

“Ampun! Ampun, Rae! Ampun!”

“Tak ada ampun untukmu, Park Baekhyun!” Raehee terus saja memukuli Baekhyun.

“Ayolah, Rae! Aku hanya ingin ciuman pertamamu itu dariku!” Raehee terdiam.

“Apa ini juga ciuman pertamamu?” tanya Raehee.

“Em, kau tahu. Meski aku digemari banyak yeoja, aku tak pernah menyentuhnya.”

“Kau playboy ya?”

“Tidak. Aku hanya pernah memacari satu yeoja.”

“Whoa, ada juga yang mau denganmu.”

“Err, awas saja kalau kau suka denganku!”

“Dih. Oh iya, apa hubunganmu baik-baik saja dengannya?”

“Tidak. Dia sangat menyebalkan! Dia adalah yeoja yang paling menyebalkan!!”

“Memang dia melakukan apa?”

“Dia hanya mengejar harta dariku. Aku sangat mencintainya. Hingga dia kutangkap basah sedang berciuman dengan namja lain. Jadi, kuputuskan saja dia.”

“Wah, dia brengsek sekali.”

“Kau benar. Aku tak ingin bertemu dengannya lagi.”

“Kalau boleh aku tahu, namanya siapa?”

“Ara.”

“Mengesankan. Tapi tetap saja, kau menyebalkan!” Raehee memukuli Baekhyun lagi. Sungguh malang nasibmu, Baek.

TBC

Author: Luhana120

I'm a Kpopers

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s