EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Twin Love [Chapter 1]

3 Comments

poster_xenovia-by-krys

Twin Love #1

Written by: Shin Sung Ri

Cast: Kim Jong In EXO, Kim Jung Ra (OC), and other cast you can find by yourself

Genre: Romance, Sad, Hurt, School Life, AU, Marriage life

Rate: Teen

Length: Chaptered

Poster: Krys      by Cafe Poster

Diclaimer: Murni pemikiran saya, kalau ada kesamaan berarti kita sehati😀 sama sekali tidak ada unsur kesengajaan! OC nya murni punyaku, kalo Jong In nya Cuma minjem sama bapak Young Min tercinta😀 oke, happy reading! ^^

Warning: TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA!!!!

#

Serbuan air yang turun dan petir yang bergemuruh itu serasa menjadi saksi perceraian salah satu pasangan yang berdebat di sebuah persidangan. Mereka sama-sama memperjuangkan hak asuh dari anak yang telah menjadi buah pernikahan mereka.

“Aku ibunya! Aku yang mengandung mereka selama 9 bulan dan melahirkan mereka ke dunia ini.. aku tidak mau pria itu mengambilnya begitu saja! Ia tidak mungkin mampu mengurus anakku dengan benar..”

“Yak! Apa maksudmu? Tentu saja aku pria yang bertanggung jawab, tanpaku mereka juga tak ada di dunia ini! Sadarlah, justru kau yang tidak bisa membesarkan anak dan mengurusnya!!”

TOK! TOK! TOK!

Seraya dengan suara palu yang dipukul oleh sang hakim, kedua orang itu pun berhenti berdebat. Sang hakim yang kebingungan akan perdebatan yang tiada habisnya itu pun terpaksa harus turun tangan di akhir persidangan yang memakan waktu cukup lama.

“Tuan? Nyonya? Waktu kita sudah habis! Dengan ini,dikarenakan hasil dari pernikahan kalian memiliki 2 anak. Maka saya memutuskan, Kim Jong In akan menjadi hak asuh Nyonya Kim Hae Ra. Dan Kim Ji Suk akan menjadi hak asuh Tuan Kim Jae Kyung. Demikian keputusan sidang kali ini yang telah ditetapkan berdasarkan hukum dan sah!”

TOK! TOK! TOK!

Miris memang, melihat kedua bayi yang tak berdosa itu harus menyaksikan perpisahan orang tuanya. Sadar akan perpisahan yang menyedihkan itu terjadi, kedua bayi itu menangis bersamaan ketika orangg tua mereka menggendong tubuh mungilnya dan pergi ke tujuan hidup mereka masing-masing tanpa memperdulikan perasaan kedua buah hati mereka.

‘Jong In-ah? Maafkan ibu, maafkan ibu.. ibu harus melakukan ini demi masa depanmu.. bersabarlah nak, ibu mampu mengurusmu sendiri agar kelak kau menjadi orang yang dapat membanggakan ibu nak,’

Kecupan lembut sang ibu pun mampu menghentikan tangisan bayi lelaki itu. Meski jauh di lubuk hati sang ibu ingin rasanya merawat kedua bayinya bersama. Namun apa daya, takdir justru hanya mengatakan hanya Jong In lah yang bisa ia rawat. air mata wanita paruh baya itu jatuh tepat di dahi bayi mungil yang tengah berada dalam dekapannya.

‘Ji Suk-ah? Ibu harap kita dapat bertemu lagi saat Tuhan menakdirkannya.. baik-baiklah kau dengan ayahmu..’

#

18 YEARS LATER..

BRAK!

Seorang namja tersungkur di aspal hitam tengah jalan ketika ia sedang berjalan. Kaki sumpit dari gadis pemilik mobil yang menabraknya pun menghampirinya dengan rasa cemas.

Gwaenchana? Neo, gwaenchana?”

“Aish.. ne gwaenchana..” namja tampan itu mengalihkan pandangannya pada gadis yang berdiri di dekatnya dengan tatapan penuh kekhawatiran. Dengan intens ia menatapnya, dan teringat dengan seseorang.

“Bukankah kau Jung Ra? Kim Jung Ra? Dari kelas IPA-2?” dengan perasaan ragu Kai mengutarakan pertanyaannya itu pada gadis dihadapannya. “Bagaimana kau bisa tau namaku? Dan juga, apakah kau Kai? Kelas  IPA-1?” seraya dengan ucapan gadis cantik itu, Kai bangkit dari posisinya dan membungkukkan badannya. “Ah.. geureji, joneun Kai imnida. Soal bagaimana aku bisa tau namamu, aku ingat wajahmu.. karna kau sering sekali menjadi asisten Yoo seosangnim jika kelasku belajar di lab. Kau sendiri mengapa bisa tau namaku?”

“Oh itu.. karna selama aku menjadi asisten Yoo seosangnim dan membantunya mengajar saat di kelasmu, aku sering melihat kau begitu antusias dan aktif dalam pelajaran. Yoo seosangnim sendiri mengatakan padaku, bahwa kau itu siswa terbaik yang pernah diajarnya..”

“Wah itu bagus.. by the way, aku harus pergi. Sekolah masih cukup jauh dan aku harus berjalan kesana.. senang bertemu denganmu Jung Ra-ssi!” namja tampan itu pun melangkah menjauh dari gadis itu.

“Kai-ssi!!” merasa terpanggil, Kai pun membalikkan badannya. “Jika kau mau, mari kita pergi bersama.. aku berjanji takkan menabrak apapun, janji!!” ucapan yang diakhiri dengan bentuk peace yang diacungkan Jung Ra pun membuat Kai tertawa kecil. “Baiklah.. tanpa kau mengutarakan janjimu itu, aku pasti akan menerima tawaran menguntungkan itu.”

#

“Baiklah, jadi kita berpisah disini. Terimakasih atas tumpangan gratisnya!” Jung Ra hanya membalas ucapan Kai dengan senyum simpulnya. Entah mengapa, menatap bahu namja itu mulai menjauh membuatnya merasa kecewa.

Merasa ada yang menepuk bahunya, namja tampan itu membalikkan badannya. “Oh, Jung Ra-ssi? Ada apa?” gadis dihadapannya pun terlihat gugup. “Um.. Hm.. aku hanya ingin tau, apa istirahat nanti kau ada waktu?Bisakah kita makan bersama? Jangan salah sangka! Aku hanya ingin membalas kesalahanku tadi..” Jung Ra pun menundukkan kepalanya, bersembunyi diantara helaian rambutnya yang terurai bebas.

“Ide bagus, traktir aku sepuasnya ya! Sampai jumpa nanti..” diakhiri dengan high five-nya, tubuh namja itu telah menghilang di balik pintu kelasnya. Jung Ra yang menatap itu hanya bisa tersenyum bahagia, ingin rasanya ia melompat kegirangan namun mengingat keadaan lorong dimana ia berdiri kini adalah tempat yang ramai. Ia tentunya tidak mau menjadi pusat perhatian dan dianggap gadis tak waras. Ia hanya bisa berjalan menuju kelasnya dengan wajah yang merah merona dengan senyumannya yang merekah di wajahnya. Membayangkan apa yang akan terjadi antara mereka, justru membuat gadis itu berjalan dengan menunduk dan menutup mulutnya yang tiada henti  menyunggingkan seulas senyum.

#

Senyuman gadis itu terus ia sunggingkan saat  waktu istirahat tiba. Dengan setia, Jung Ra berdiri di hadapan kelas Kai. Hingga cukup lama, membuatnya merasa bosan. “Oh! Chakkaman! Apa Kai ada di kelas?” tanyanya pada seorang yeoja yang baru saja keluar dari ruang kelas Kai. “Ani, bukankah sedari tadi ia bermain basket di lapangan? Coba kau cari dia disana..”

“Oh ne, khamsa hamnida..” Jung Ra hanya bisa menghela nafasnya dan berjalan dengan tenang menuju lapangan sekolah.

Ditatapnya satu per satu pemain basket yang sibuk dengan permainan mereka. “Ah itu dia!” seorang namja yang tengah memantulkan bola itu sukses menjadi auto fokus nya. Tiba-tiba senyumnya mengembang dengan sendirinya saat menatap Kai. “Jung Ra-ah!” gadis itu pun menengok dan menatap seorang temannya. “Ne?”

Tanpa diduga bola yang awalnya berada dalam kuasa Kai itu pun mulai bergerak di ambang udara tanpa kuasa Kai dan mendekati seorang yeoja.

“AWAS!!”

DUG!

Pandangan gadis itu pun langsung buram disertai dengan pusing yang menyerangnya dengan tiba-tiba membuat tubuhnya menjadi tak stabil dan jatuh tak sadarkan diri. Sontak orang-orang di sekelilingnya pun menghampiri dan menatapnya dengan cemas. Kai yang menyadari hal itu pun ikut menghampirinya dan berdesakkan dengan beberapa orang demi menolong gadis yang tak sadarkan itu. Ditatapnya Jung Ra dengan cemas dan ia pun meletakkan lengannya di sendi lutut dan leher yeoja cantik itu dan membawanya menuju ruang UKS segera. Ia terus menerus menatap wajah polos Jung Ra dengan cemas. Ia terus berharap agar kelopak mata gadis itu bisa terbuka dan menampakkan manik mata sang pemilik.

Ia meletakkan tubuh lemas Jung Ra di atas ranjang pasien yang tersedia di dalam ruang UKS itu. “Permisi! Siapa pun tolong bantu aku.. seseorang terluka saat ini!” berulang kali namja itu mengeluarkan suara beratnya itu. Namun tetap saja tak ada seorang pun disana, mengingat waktu istirahat yang sedang berjalan memungkinkan petugas di UKS ini pun sedang menghilangkan rasa lelahnya di luar sana.

Dengan terpaksa ia harus berusaha seorang diri mengobati luka Jung Ra akibat ulah bola basket yang terlempar dari tangannya. Dengan pengetahuan seadanya, namja itu mengambil sebuah lap kecil, wadah kecil yang terdapat beberapa es batu berukuran kecil di dalamnya, juga plester luka. Ia ingat ibunya pernah mengobati luka semacam ini padanya sewaktu ia kecil. Dengan perlahan ia membuka memori masa kecilnya dan melakukan apa yang ada di memorinya. Hingga akhirnya, plester luka bermotif love itu telah terlekat di dahi gadis cantik itu. Ia pun menghembuskan nafas dengan lega melihat apa yang ia lakukan berakhir dengan baik.

“Kai-ah? Apa yang kau lakukan disini?” suara berat itu pun tentu saja mengejutkan Kai yang baru saja bernafas lega. “Yak! Baekhyun-ah? Kau baru datang? Kemana saja kau tadi? Nyawaku nyaris sekarat karena dia! Aish..”

“Mwoya mwoya mwoya? Aku juga manusia, aku juga butuh makan dan minum. Tak mungkin aku berada di ruangan ini selamanya. Memangnya ada apa? Kulihat tak ada yang salah darimu.” Ujar Baekhyun sembari meneguk sebotol minuman yang ia genggam. “Kubilang nyawaku nyaris saja sekarat karena dia..” Kai pun mengulang perkataannya dan menengok Jung Ra, sebagai tanda kalau sebenarnya gadis itulah yang terluka bukan dirinya. “Coba kulihat, dia hanya memar.. sepertinya terkena sesuatu. Apa kau pelakunya?” ujar Baekhyun menebak. Kai hanya berdehem dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu. “Ah.. kurasa ada sesuatu yang aneh. Ini bukan memar biasa, lihat warnanya! Sepertinya ada luka dalam, jika tidak mengapa sampai sekarang dia belum sadar juga. Jika aku jadi kau, aku pasti sudah ketakutan setengah mati telah membuatnya begini.” Ucapan namja bermata sipit itu pun mampu membuat Kai menelan air liurnya dengan rasa khawatir. “Yak! Bagaimana ini? Aku kan tak sengaja melempar bola itu padanya. Bagaimana aku bisa tau kalau akhirnya akan seperti ini? Aish..”

“Cih, yak! Cuma kena bola basket amatirmu itu mana mungkin ada luka dalam? Pabo!Dia hanya memar biasa.. dia tidak akan mati, dia akan sadar. Tenanglah..” ucapan Baekhyun pun dapat membuat Kai menghembuskan nafas lega.

“Tapi, kapan?”

“Dia akan sadar saat di surga nanti..” sontak Kai pun menatap Baekhyun dengan matanya yang bulat itu saat Baekhyun melontarkan perkataannya. “Hahah.. tentu saja pada saat waktu yang tepat nanti. Sudahlah jangan cemas begitu, aku akan menjaganya kok. Lebih baik kau kembali ke kelas, waktu istirahat telah habis..” senyum Baekhyun pun membuat Kai merasa lebih baik. Ia pun melangkahkan kakinya keluar menuju ruang kelasnya.

“Yak! Kai-ah!” merasa dipanggil Kai pun membalikkan tubuhnya. “Kurasa ini miliknya..” ujar Baekhyun sembari memberikan sebuah buku kecil berwarna ungu lavender. “Baiklah, akan kusimpan..” Kai pun membawa  buku itu bersamanya dan pergi melanjutkan langkahnya.

Sementara itu, Jung Ra yang sedari tadi tak sadarkan diri. Kini mulai terbangun dari alam bawah sadarnya, kelopak matanya mulai terbuka secara perlahan. Terlihat buram namun semakin lama semakin terlihat jelas. “Uh.. sakit..” ia pun mulai bangkit dan duduk di atas ranjang tempat ia berada. Ia terus menerus memegang dahinya yang memar itu dengan kesakitan. “Oh! Kau sudah sadar?” ujar Baekhyun menatap gadis yang semula terbaring tak sadarkan diri, kini telah terduduk di ranjang itu.

‘Ternyata bukan Kai yang menyelamatkanku, tapi dia..’simpulnya dalam hati.

Gadis itu berusaha bangkit dan menopang dirinya dengan kaki sumpitnya. Namun kaki-kakinya terlalu lemas untuk melakukan hal itu dan terjatuh di lantai. Dengan cepat, Baekhyun menghampirinya dan membantunya bangkit. “Yak, sebaiknya kau beristirahat dulu disini.. tenang saja, aku telah mengirim surat ijin ke Yoo seosangnim. Jadi kau tak perlu khawatir..” ucapan Baekhyun membuat gadis itu mengalah pada kehendaknya. Namja bermata sipit itu menyodorkan segelas air pada gadis itu, “Gomawo..” Jung Ra pun meneguk air itu.

“Apa Kai bisa melakukan ini padamu?” pertanyaan itu hanya bisa dibalas dengan anggukan perlahan. “Dia mungkin tak sengaja melakukannya..” ujar Jung Ra sembari menunjukkan seulas senyumnya.

“Bukan hal itu, aku tau dialah yang membuat luka memar itu di dahimu. Tapi dia juga yang membawamu kemari dan mengobatinya seorang diri..”

“Ne?!”

“Dia itu sangat khawatir padamu. Dia benar-benar membentakku karna aku tak ada disini untuk mengobatimu. Bukankah itu hal gila? Aish anak itu.. bahkan menatapmu dengan khawatir, dia bahkan tak mau masuk ke kelas karna kau belum sadar juga. Cih, dia bahkan percaya saat kubilang ada luka dalam dibalik memarmu itu.. mungkin kau akan tertawa saat melihat wajah khawatirnya yang bodoh itu..” Mendengar penjelasan Baekhyun, gadis itu tersenyum membayangkan apa yang telah dilakukan Kai padanya.

‘Benarkah itu? Seorang.. Kai? Padaku?’

#

KRING!!

Kaki jenjang namja itu berjalan terburu-buru menuju ruang UKS dimana gadis itu berada. Ia berulang kali menatap jam tangan yang melekat lengan kirinya. Saking buru-burunya, namja tampan itu menabrak seseorang. Seorang namja yang ditabraknya itu pun membungkukkan tubuhnya dan berulang kali meminta maaf sembari menyodorkan sebuah buku berwarna lavender. dengan seulas senyumnya, Kai menerima buku itu dan terdiam menatapnya. Pandangannya menangkap sebuah kursi taman yang kosong, ia menjatuhkan tasnya dikursi itu disertai dengan tubuhnya. Namja tampan itu menatap intens buku itu dengan rasa penasaran yang menyelimutinya. Ingin rasanya ia membuka setiap lembaran dari buku kecil itu, namun alangkah tidak sopannya ia melakukan itu.

Ia pun menghembuskan nafasnya dengan berat, “Apa salahnya melihat-lihat?” ia pun membuka cover buku itu dan menampilkan halaman pertama. Tertulis tanggal 14 bulan Januari tahun lalu, “Wah, ulang tahunnya sama denganku..” gumamnya perlahan.

Diungkapkannya perasaan kecewa gadis itu terhadap ulang tahun yang dialaminya. Ayahnya pergi bekerja keluar negeri, sementara ia tidak pernah melihat wajah ibunya. Ia bahkan tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Tidak ada seorang pun yang mengingat hari istimewanya itu, bahkan ayahnya tidak menghubunginya sama sekali. Iya hanya merayakan ulang tahunnya dengan rasa kesepian yang dialaminya. “Kasihan sekali gadis itu..” baru saja ia ingin membuka lembaran baru, terdengar sesorang memanggil namanya.

“Kai-ssi! Apa yang kau lakukan?”

Namja tampan itu terlihat gelagapan saat mengetahui sipa yang sudah berdiri di hadapannya. Ia menyembunyikan buku itu dibalik punggungnya. “Eee.. itu.. tidak kok, k-kau baik-baik saja?” terlihat sikap Kai yang aneh itu justruu membuat Jung Ra merasa penasaran apa yang ia sembunyikan dibalik punggungnya.

“Mm.. seperti yang kau lihat aku tak apa.By the way, apa yang kau sembunyikan di balik punggungmu?”

“…”

To Be Continued..

Hai.. Chapter pertama selesai! Ada yang mau tau kelanjutannya gimana? Oke, aku mau tau gimana respon kalian sama ff ku ini😀 oke, mungkin ada yang bisa ngebayangin seorang Baekhyun pake jas kaya dokter gitu di sini? Apa tanggapan kalian soal itu? Kalo menurut aku sih, itu aneh😀 tapi yasudahlah, see you ^^

Author: Xenovia

Yeoja.00line.EXO-L.ARMY.Baekhyun fangirl.Jungkook girlfriend(?).Lee Jong Suk Sister(?).K-pop lovers!.An amateur artworker.A dreamer author.@XenoviaKookie

3 thoughts on “Twin Love [Chapter 1]

  1. Reblogged this on sungunkook and commented:
    ^^

  2. Jadi jung ra kembarannya kai? Pasti menarik dengan hubungan terlarang ini. Anyeong min, aku baru disini. Ijin ikut bergabung di blog ini ya. Tankyou.

  3. Ikutan baca ya min😉

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s