EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

My Enemy My Love (Chapter 6)

Leave a comment

grzdhth

Loha, minna-san! Author somplak membawa lagi FF abal-abal ini :’v. Ini juga agak panjang. Wokeh, langsung aje yo!

Author             : Luhana120.

Main Cast        : Park Baekhyun (Disini Byun Baekhyun marganya ganti Park ya.) EXO, Park Chanyeol EXO, Choi Raehee (OC), Choi Hyora (OC).

Other Cast        : Tjoba cari dah.

Genre               : Romance, Marriage life, AU, dll.

Poster               : Lee Sinhyo @ Fanfiction’s Blog

Rate                 : Mature.

Disclaimer       : Baekhyun sama Chanyeol punya saya, OC punya Tuhan *plak*. Cerita ini berasal dari otak saya.

Author Note     : Ini FF kesekian saya. Dan ini adalah FF terpe’a buatan saya. Hohoho. Disini marganya Baek diubah sesuai cerita ya. Cerita ruwet, amburadul,cerita ga sesuai judul, alur kecepetan, ide super pasaran, 5000 dapet 5 (?). Masih butuh kritik dan saran. Kalo ada bias kalian saya nistakan, ikhlaskan. It’s just story.

HEPI REDING!!

Previous : 5

….

“Rae… Bangun. Ayo pindah―hoammm…” Raehee tetap saja tertidur. Baekhyun menyerah. Ia memutuskan untuk menggendong Raehee ke kamar. Dan menidurkannya di tempat tidur berukuran king size itu.

Baekhyun menyelimuti istrinya itu, “Mimpi indah, istriku sayang.”

CUP

Baekhyun mencium bibir Raehee sekilas. Kemudian ia tidur dengan melingkarkan tangannya di pinggang Raehee. Yah, mungkin Baekhyun sudah mulai mencintai istrinya itu.

|Chapter 6|

KRING KRINGGG KRINGGGGGGGGG

Sebuah suara berisik yang ditimbulkan alarm membuat tidur sepasang pengantin baru ini terganggu.

“Emh, ada apa sih?” gadis berambut hitam legam itu melihat ke arah jam weker yang ada dihadapannya. Seketika, ia membulatkan matanya.

“MWO? JAM 7.55?!” pekik gadis itu. Dan itu membuat suaminya terpaksa terbangun.

“Ada apa?” yeoja itu hanya menunjukkan jam weker berwarna hitam itu.

“7.55?!!!!” pekik sang namja tak kalah heboh. Dengan segera mereka beranjak dari kamar tidur dan mengambil baju untuk segera mandi. Dan sang suami berhasil masuk ke kamar mandi duluan.

“YEOL! CEPATLAH!! 5 MENIT LAGI KULIAH DIMULAIII!!!!!!”

Yap, mereka adalah Chanyeol dan Hyora. Memang, kuliah akan dimulai pukul 8 pagi. Secepat apapun mereka bersiap-siap, mereka tetap saja akan terlambat. Perjalanan dari apartemen ke kampus saja 20 menit. Tentu saja mereka akan dihukum.

“INI JUGA SUDAH KUPERCEPAT!!”

Hyora menggedor pintu kamar mandi semakin keras.“CEPAT, YEOL!! KITA SUDAH TAK PUNYA WAKTU LAGI!!”

“KALAU BEGITU, MANDI BERSAMA SAJA!” Sontak, mata Hyora membulat sempurna.

“YA! NAMJA BYEONTAE! CEPATLAH!! KITA HANYA PUNYA WAKTU 3 MENIT!!” Hyora sudah panik. Mengingat pelajaran pertama adalah Jung saem, guru ter-killer yang pernah ia temui. Sedetik kemudian, Chanyeol keluar. Hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.

“Yak, namja byeontae, mana bajumu?” tanya Hyora seraya menutupi wajahnya.

“Sudahlah, cepat kau mandi, aku mau ganti baju!” Sontak, Hyora masuk ke kamar mandi.

Hal yang sama juga terjadi pada apartemen Raehee dan Baekhyun.

“RAE!! CEPATLAH!! KITA BISA TERLAMBAT!!” suara Baekhyun melengking diseluruh sudut ruangan. Ditambah gedoran pintu oleh Baekhyun.

“SEBENTAR OPPA!”

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Raehee pun keluar dengan penampilan yang berantakan karena terburu-buru. Baekhyun pun segera saja masuk ke kamar mandi.

Raehee menatap jam yang terpajang di dinding dengan tatapan datar. “Hah… Sudah jam 8. Percuma saja, nanti juga akan dihukum -_-.” Raehee segera berganti pakaian dan menata bukunya. Selama itu, Baekhyun belum saja keluar.

“OPPA!! CEPATLAH!” teriak Raehee.

“SEBENTAR!! KAU KELUARLAH DULU!!!”

Raehee keluar dari kamar dan menunggu di ruang tamu. Baekhyun keluar dari kamar mandi.

“Dia sudah keluar atau belum?” gumam Baekhyun sambil celingukan dari pintu kamar mandi yang ia buka sedikit. Melihat kamar yang kosong, ia segera saja keluar. Pantas saja ia menyuruh Raehee keluar duluan, Baekhyun lupa tak membawa baju -_-. Ia hanya memakai handuk yang ia lilitkan di pinggangnya.

Dengan segera, Baekhyun mengambil baju. Belum sempat Baekhyun memakai baju, tiba-tiba…

“AAAAAA!” Yap, Raehee tak sengaja masuk kamar. Dan, Raehee tak mengetuk pintu sama sekali. Dengan cepat, Raehee langsung berlari kembali ke ruang tamu. Beruntungnya, Baekhyun tadi belum melepas lilitan handuk yang ada dipinggangnya. Padahal, sedikit lagi handuk itu akan lolos dari tempatnya.

Baekhyun mematung. Apa yang barusan Raehee lihat? Tubuhnya? Bukan? Lalu apalagi?

“Rae… Kau tadi melihat apa?” gumam Baekhyun. Beberapa detik kemudian, ia ingat, ia harus cepat agar tidak terlambat. Ia memakai pakaiannya dengan kecepatan cahaya. Kemudian keluar dari kamar. Didapatinya Raehee yang duduk di sofa dengan wajah shock dan sedikit pucat.

Yah, mungkin Raehee belum pernah melihat lelaki dengan ‘terbuka’ seperti tadi. Baekhyun mendekatinya. Tetapi Raehee tak menyadarinya. Gadis itu terus saja menunduk. Dengan wajah shock dan pucat tentunya.

“Rae, kajja kita berangkat.” Ajak Baekhyun yang berdiri di depan Raehee. Istrinya tetap mematung.

“Ayolah, Rae. Kita bisa semakin terlambat.” Ujar Baekhyun seraya menarik tangan Raehee. Sontak Raehee tersadar dari patungnya(?).

“Ne.” Jawab Raehee sambil beranjak pergi. Kemudian mereka keluar dari apartemen.

Diluar, mereka bertemu Chanyeol dan Hyora yang akan berangkat kuliah.

“Kajja, kita berangkat bersama.” Ajak Chanyeol seraya mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya. Sedangkan yang lain hanya mengangguk mengerti.

_=_=_=_

Chanyeol, Baekhyun, Hyora dan Raehee sudah sampai di kampus. Tepatnya, sedang dihukum berdiri di depan tiang bendera. Dengan pose hormat pula.

“Kenapa hukumannya seperti SMA?!” pekik Hyora kesal.

“Yeah, kau benar. Aku merasa masa SMA lagi.” Timpal Raehee.

“Arh, guru itu, benar-benar membuatku gila -_-.” Ucap Chanyeol dengan suara berat khasnya.

“Bisakah kubunuh Son saem sekarang?” tanya Baekhyun.

Mereka menjalani hukuman itu dengan terpaksa. Ayolah, siapa yang ikhlas menjalani hukuman? Dasar, Author gila -_-. 4 mahasiswa itu terus berdiri hingga bel istirahat berbunyi.

“Ah, akhirnya selesai juga…” ucap Raehee sambil menurunkan tangannya.

“Eon, kajja ke kelas. Aku lelah.”

“Jangan ke kelas, ke kantin saja langsung.” Tanpa aba-aba, Raehee langsung menarik tangan Hyora menuju kantin. Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol memutuskan untuk ke kelas.

“Whoa! Pengantin baru, kenapa kau terlambat? Kau lelah karena malam pertamamu?” sembur Kai saat melihat duo Park itu memasuki kelas.

“Tutup mulutmu.” Hardik Chanyeol kepada Kai.

“Woo, pengantin baru yang sensitif rupanya.” Ucap Tao.

“Terserah kau saja.” Ujar Baekhyun seraya membanting tasnya di kursinya.

“Ayolah, memangnya istri kalian terlalu menyiksa kalian?” tanya Chen.

Chanyeol dan Baekhyun menatapnya datar, “Bukan begitu, pabo.”

“Hehe, mian.”

“Bagaimana kalau kita ke kantin? Aku lapar.” Usul Sehun yang mengundang anggukan dari teman-temannya. Lalu, 12 namja ketjeh itu berjalan menuju kantin.

Dikantin, sungguh hal yang tepat bagi 10 teman Baekhyun dan Chanyeol untuk mengejeknya. Yap, disana ada Hyora dan Raehee.

“Baek, kau tak mau semeja dengan istrimu? Ada yang kosong tuh.” Celetuk Suho sambil menunjuk meja yang ditempati 2 yeoja itu.

“Tidak. Kalau kau mau, tempati saja.” Suho dan Lay yang bersebelahan mulai menampilkan smirk yang tak bisa diartikan dengan mudah. Mereka akan menguji, apakah Chanyeol dan Baekhyun mulai mencintai istrinya itu.

“Geurae. Lay, kajja.” Ajak Suho. Lay menurut. Mereka berdua mulai mendekati Raehee dan Hyora yang sedang melahap pudding coklat dengan asiknya.

“Hai.” Sapa Suho dan Lay. Hyora dan Raehee menoleh.

“Juga.” Balas Hyora dengan singkat.

“Oh iya, kalian sekarang telah menjadi ‘Nyonya Park’ ya?” tanya Lay.

“Yah, mau bagaimana lagi. Itulah takdir kami.” jawab Raehee.

Lay dan Suho tertawa, “Hahaha,kalian ternyata istri yang lucu yah.”

Mereka mengobrol cukup lama. Dengan cepat, mereka terlihat bisa beradaptasi dan akrab. Sedangkan, teman Suho dan Lay sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.

“Wah, mereka cepat sekali akrabnya.” Ucap Sehun.

“Itu karena mereka tidak bermusuhan, bodoh.” Ujar Chanyeol dan Baekhyun dengan sedikit emosi.

“Kau menanggapinya serius sekali? Takut diceraikan istrimu?” tanya D.O.

“Ya! Kenapa harus takut?! Harusnya aku bersyukur!” seru Baekhyun.

Jauh didalam hati Baekhyun dan Chanyeol, mereka sudah panas dari tadi, terlihat dari tatapan mereka yang bengis. Melihat Suho dan Lay yang dengan mudah beradaptasi dengan istri mereka. Yah, tentu saja Baekhyun dan Chanyeol menyembunyikannya. Melihat objek lain, atau sekedar mengesap chocolate latte yang tadi mereka pesan. Ayolah, akui saja kalau kalian cemburu!

Baekhyun dan Chanyeol semakin panas. Melihat Suho dan Lay yang berfoto bersama dengan Raehee dan Hyora. Dengan pose yang dekat pula. Perlukah Author jelaskan? Oke, Author kan lagi baek, jadi Author jelasin. Suho sedang merangkul Raehee. Bahkan tubuh mereka sudah sangat dekat. Sedangkan Lay dan Hyora, Hyora sedang menaruh kepalanya di pundak Lay dan tangannya membentuk hati bersama tangan Lay. Ngerti maksudnya pan? Ngertiin aje ye.

Huahahaha, Chanyeol dan Baekhyun sudah tak tahan. Mereka memutuskan kembali ke kelas. 8 temannya hanya bisa menggelengkan kepala.

“Sudah ketahuan, mereka cemburu.” Ucap Kai. Tak lama kemudian, Suho dan Lay kembali ke meja dimana teman-temannya berkumpul.

“Baekhyun dan Chanyeol mana?” tanya Lay sembari duduk di kursi sebelah Tao.

“Ke kelas. Terlalu panas melihat kalian.” Jawab Chen setelah meminum milkshake-nya hingga habis.

“Aigoo, mereka memang mudah cemburu.” Ucap Suho. Hahaha, tebakan yang tepat.

“Sudahlah, ayo susul mereka di kelas.” Ajak Kai yang dibalas anggukan oleh teman-temannya. Mereka berjalan ke kelas mereka. Di kelas, dilihatnya Chanyeol dan Baekhyun yang sedang duduk dan menunduk. Mungkin mereka menenangkan diri dan coba melupakan hal yang baru saja terjadi.

“Baek! Yeol!”

Shit. Damn.Baekhyun dan Chanyeol yang sedang asik melupakan(?), dengan sialnya harus gagal karena Suho dan Lay yang memanggilnya. Baekhyun dan Chanyeol terdiam. Tak menoleh sedikit pun. Hening.

“Kalian kenapa?” tanya Lay tanpa dosa dan duduk di sebelah Chanyeol.

Ini semua karenamu, bodoh!”umpat Chanyeol dalam hati.

“Karena kami yah?” Suho pun mengikuti jejak Lay.

Tentu saja ini karenamu! Kalau bukan kau siapa? Kepala sekolah?!”Dan Baekhyun pun mengikuti jejak Chanyeol.

“Bicaralah! Kau membuatku takut saja!” seru Tao sedikit kesal.

“Aku harus bicara apa?” tanya Chanyeol dengan suara berat khasnya. Dan, jika ia sedang kesal, suaranya akan semakin berat. Bisa bayangkan seberat apa? Yah, tentu saja seberat mpok Nori *eh?*. Teman-teman mereka sudah tau betul, mereka sedang kesal dan marah.

“Apa yang harus kukatakan?” tanya Baekhyun dengan dingin dan datar. Suasana semakin canggung. Beginilah suasana ketika Baekhyun dan Chanyeol, selaku mood maker sedang tidak dalam perasaan yang baik. Hening dan canggung.

_=_=_=_

Jam 2 siang, waktunya pulang. Baekhyun dan Chanyeol langsung saja keluar duluan tanpa memperhatikan teman-temannya dan seonsaengnim yang belum keluar *yang ini kelewatan -_-*. Mereka langsung ke parkiran dan pergi.

Chanyeol memacu gas dengan kencang. Baekhyun tak memperdulikannya. Ia mungkin sudah terlalu larut dengan pikirannya.

Lalu, istri mereka bagaimana?

Hyora dan Raehee sangat kesal. Jam pulang sudah dari tadi, tetapi Baekhyun dan Chanyeol tak kunjung datang untuk menjemput. Beruntung, mereka bertemu dengan Suho dan Lay, selaku teman Baekhyun dan Chanyeol.

“Suho oppa! Lay oppa! Apa kalian melihat Baekhyun oppa dan Chanyeol oppa?” tanya Hyora. Yah, mungkin Hyora sudah memeriksa ponselnya dan melihat pesan Raehee untuk memanggil Chanyeol dan Baekhyun dengan sebutan oppa. Suho dan Lay yang sedang naik mobil milik Suho pun menggeleng. “Mereka sepertinya sudah pulang duluan.”

Raehee dan Hyora mendesah, “Ah, dasar duo park itu. Benar-benar..”

“Kalian mau pulang bersama kami? Kebetulan kita satu arah.” Tawar Suho.

Raehee dan Hyora berpikir. Sudah tak ada pilihan lain. Ingin naik angkutan? Tak cukup uang. Berjalan kaki? Oh, kaki mereka bisa di amputasi. Mereka memutuskan untuk ikut Suho dan Lay.

“Kalian ditinggalkan Baekhyun dan Chanyeol?” tanya Lay membuka obrolan ditengah perjalanan.

“Hm, begitulah.” Jawab Hyora singkat.

“Kejam sekali suami kalian.” Ujar Suho yang sedang fokus menyetir.

Raehee dan Hyora hanya bergumam, “Hm.”

Setelah itu, suasana hening menyelimuti perjalanan mereka. Hingga sampai di apartemen.

“Gomawo.” Ucap Hyora dan Raehee sambil sedikit membungkuk. Suho dan Lay hanya mengangguk. Kemudian menancap gas untuk pulang. 2 Nyonya Park itu segera ke dalam gedung, dan kamar apartemen mereka. Kemudian mengetikkan kode, dan mereka masuk.

Di apartemen Raehee, sepi. Tak ada orang. Apa Baekhyun belum pulang? Raehee mencarinya di semua sudut ruangan. Tetapi nihil, ia tak menemukan Baekhyun. Kemudian, gadis itu memutuskan untuk ke apartemen Hyora. Ia memencet bel, dan Hyora segera membukakan pintu.

“Eoh, eonni. Masuklah.” Ujar Hyora mempersilahkan.

“Apa Baekhyun oppa disini?” tanya Raehee.

Hyora menggeleng, “Aniyo. Chanyeol oppa juga tidak ada.”

“Ah~ Dua namja itu. Kalau begitu, aku kembali.”

“Ne.”

_=_=_=_

Cafetaria. Disinilah Chanyeol dan Baekhyun berada. Memakan sundae yang mereka pesan dengan pelan. Hening. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua. Hingga sundae itu habis.

“Yeol, kajja pulang.” Ajak Baekhyun. Chanyeol mengangguk pelan. Kemudian mereka pulang. Entahlah, mungkin karena masih kesal atau hanya bad mood, Chanyeol melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas 80 km/jam. Dan lagi-lagi, Baekhyun tak memperdulikannya.

Di apartemen, Baekhyun langsung saja melempar tasnya dengan sembarangan tanpa memperdulikan Raehee yang terkena lemparan dahsyatnya. Gadis itu mendengus kesal sekaligus bingung. Apa yang terjadi pada Baekhyun?

“Ya! Jangan melempar tas kepadaku!!” seru Raehee kesal. Baekhyun hanya menatapnya malas sekilas(?), dan langsung masuk ke kamar.

“Oppa ingusan itu kenapa? Ada yang salah?” gumam Raehee. Kemudian, dia mengangkat pundaknya dan melanjutkan aktivitas sucinya. Menonton televisi.

Right from the start, you were a thief

You stole my heart

And I your willing victim

Tiba-tiba ponsel Raehee berbunyi. Ibunya menelepon.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo. Rae, kau bersama Hyo tidak?”

“Tidak. Waeyo?”

“Aniya. Eomma hanya memastikan keadaanmu. Gwaenchanhayo?”

Raehee menghela nafas berat, “Gwaenchanhayo, eomma.”

“Waeyo? Nada bicaramu seperti ada masalah. Ada apa?”

“Aniyo, eomma. Tak ada apa-apa. Kami disini baik-baik saja.”

“Geurae. Kalau begitu, eomma tutup. Annyeong.”

“Annyeong…”

Raehee menghela nafas, “Kau kenapa, Oppa? Kau membuatku takut…”

Tanpa Raehee sadari, Baekhyun mengintipnya dari kamar dengan pintu yang terbuka sedikit. Baekhyun menatapnya sedih dan tersenyum miris.

“Mianhae, Rae. Kejadian tadi terlalu menyakitkan.”

Sayang, Baekhyun tak tahu, apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Raehee dan Suho.

Raehee yang duduk di sebelah Suho sedang mencoba untuk pergi. Yah, ia tak nyaman dengan semua ini.

“Rae, kalau kau dirangkul Baekhyun kau mau tidak?” tanya Suho.

“Yah, mau bagaimana lagi? Dia suamiku.” Jawab Raehee.

Tiba-tiba, Suho merangkul Raehee hingga tubuh mereka menjadi sangat dekat. “Apa dia pernah merangkulmu seperti ini?”

“Tentu saja lebih dari itu bodoh -_-.” Pikir Raehee.

Raehee tersenyum sedikit terpaksa. “Haha, mungkin.”

“Dia memang suami yang baik.” Celetuk Suho. Raehee hanya tertawa dan menampar Suho pelan.

Raehee bingung. Ia juga sangat lelah karena tadi berdiri menunggu Baekhyun menjemputnya. Dan akhirnya, ia tiduran di sofa.

“Oppa… Kau kenapa?”

“Ada yang salah padaku?”

“Apa aku berbuat sesuatu yang oppa benci?”

“Oppa…”

“Ketahuilah, aku mencintaimu sekarang…”

“Oppa… Mianhae, jeongmal mianhae…”

Mata Raehee mulai berkaca-kaca. Pelupuk matanya basah. Air bening itu terus mengalir. Biarlah Baekhyun tak tahu. Ia juga tak mau Baekhyun melihatnya menangis. Cukup dia saja yang menanggung.

Gadis itu menggigiti bibir bawahnya. Hingga berdarah. Tapi ia tak memperdulikan itu. Ia hanya sedang memikirkan apa yang terjadi terhadap Baekhyun.

Oh iya, Chanyeol dan Hyora bagaimana yah?

Hyora bernasib sama dengan Raehee. Chanyeol mulai bersikap dingin padanya. Dan itu membuatnya takut sendiri. Terlebih dengan ucapan yang baru saja Chanyeol lontarkan.

“Yeol, kau kenapa? Kau begitu dingin hari ini. Apa ada yang salah?” tanya Hyora yang melihat Chanyeol sikapnya berubah.

“Kau yang salah! Kau selalu salah! Aku salah menikah denganmu!” bentak Chanyeol dan berjalan ke kamar.

BLAMM

Chanyeol membanting pintu.

Hyora bingung. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang terjadi pada Chanyeol? Apa Chanyeol baik-baik saja? Gadis itu menatap pintu yang dibanting Chanyeol tadi dengan sayu. Matanya memancarkan kesedihan dan rasa bingung.

Yah, mungkin ucapan Chanyeol barusan sangat berlebihan. Hanya karena mereka berpose bersama Lay. Chanyeol tak tahu, apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Hyora dan Lay.

 Raehee dan Hyora mengobrol dengan seru. Dan sekarang mereka sedang ber-selca ria. Yah, meski Hyora sama dengan Raehee, tak nyaman dengan semua ini.

“Hyo, menurutmu, bagaimana pose paling romantis?” tanya Lay yang duduk di sebelah Hyora.

“Seperti ini.” Hyora langsung meletakkan kepalanya di pundak Lay. Kemudian, mengangkat tangan kiri Lay dan menyatukannya dengan tangan kanannya membentuk hati.

“Kau akan melakukannya dengan siapa? Suamimu tercinta?” tanya Lay.

Hyora bangun dan mendorong wajah Lay pelan, “Kau ini!”

“Mungkin.”batin Hyora.

Hyora mengumpulkan keberaniannya untuk mendekati pintu kamar. Ingin mengetuknya, tetapi ia urungkan. Ingin membukanya? Ia urungkan juga. Ia takut Chanyeol akan memarahi dan membentaknya lagi.

“Ayolah, Hyora… Fighting…” Hyora menyemangati dirinya sendiri dalam hati. Saat ingin mengetuk pintu, tiba-tiba, pintu terbuka dan terpampanglah Chanyeol yang sedang berdiri tepat dihadapannya dan menatap Hyora dengan malas dan datar. Hyora menunduk. Dan minggir untuk memberi jalan kepada Chanyeol. Sedangkan namja tinggi bagai tiang listrik itu hanya melewatinya dengan tatapan lurus.

Hyora langsung saja memasuki kamarnya. Dia langsung menuju balkon. Ia menikmati semilir angin dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia duduk di kursi yang ada disana.

“Yeol oppa… Kau kenapa?”

“Oppa marah padaku?”

“Yeol oppa…”

“Ku akui… Aku mulai mencintaimu…”

Hyora bergumam pelan. Sudut matanya mulai menitikkan air mata. Dan akhirnya, air mata itu mengalir. Punggung kecil gadis itu bergetar pelan. Mata gadis itu mengatup rapat. Ia membiarkan angin yang menghapus air matanya. Tak peduli kalau sekarang angin mengencang.

“Yeol oppa… Mianhae…” gumam Hyora pelan. Ia menatap sekeliling dengan kosong. Entahlah, apa yang harus ia perbuat sekarang? Antara dia dan Chanyeol sangatlah canggung saat ini. Ia terus berdiri disana. Meski kedinginan, ia tetap ingin berdiri disana, menyendiri dan mencoba menenangkan diri. Hingga akhirnya, suara jatuhan  dari ruang tamu mengagetkannya. Gadis itu langsung ke pusat kejatuhan(?).

“Cha-Chanyeol oppa? Kau kenapa?” tanya Hyora seraya membantu Chanyeol untuk berdiri. Tetapi lelaki itu menepis tangan Hyora.

“Jangan sentuh aku!” bentak Chanyeol sambil berusaha berdiri. Ia hampir pingsan. Kemudian Hyora memutuskan untuk memapahnya ke kamar dan menidurkannya di kasur king size milik mereka. Ia mencium bau yang sangat dibencinya dari mulut Chanyeol. Wine. Gadis itu segera kembali ke tempat Chanyeol teler(?) tadi. Benar saja, ada sebotol besar wine dengan kadar alkohol yang tinggi. Berarti Chanyeol mabuk.

“Siapa yang memberinya alkohol ini?!!” pekik Hyora kesal. Kemudian ia memutuskan untuk menengok Chanyeol kembali. Ia akan menanyai Chanyeol sesuatu. Untung saja, suaminya itu belum pingsan.

“Oppa. Siapa yang memberimu wine?” tanya Hyora sambil duduk disebelah Chanyeol yang duduk dengan mata yang hampir tertutup.

“Hm? Yeobo-ya… Aku memesannya ke restoran dekat apartemen… Kau mau?” ucap Chanyeol dengan suara parau. Hyora menjitak Chanyeol pelan.

“Neo micheosseo?! Kenapa oppa memesan wine?!” tanya Hyora lagi dengan kesal.

“Itu karena kau…” Chanyeol menunjuk Hyora, “Aku gila memikirkanmu…”

DEG

“Apa yang oppa pikirkan denganku?”tanya Hyora dengan hati-hati.

Tanpa menjawab Chanyeol langsung saja menempelkan bibirnya di bibir Hyora. Sedikit melumatnya, tetapi sekilas. Hanya sekilas.

“Itu yang aku pikirkan…” Chanyeol menunjuk Hyora lagi, “Denganmu.”

“Dasar namja byeontae!” seru Hyora sambil memukul Chanyeol dengan pelan. Kemudian ia teringat sesuatu. Mabuk bisa dinetralkan dengan segelas susu. Hyora segera ke dapur dan membuat susu hangat untuk Chanyeol. Dan segera menyodorkannya ke Chanyeol.

“Minumlah.”

Chanyeol menggeleng pelan, “Tidak. Aku tak mau.” Ia meminggirkan segelas susu itu dari pandangannya. Hyora mendengus kesal. Istri dari seorang Park Chanyeol tersebut meletakkan gelas itu dengan sedikit membantingnya di meja.

“Sudah. Tidurlah.” Ucap Hyora dengan malas. Ia hendak pergi, tetapi Chanyeol menahannya. Apa Chanyeol sudah sadar? Mungkin.

“Gajima. Temani aku disini.” Ucap Chanyeol sambil menepuk tempat kosong disebelahnya. Hyora menatapnya dengan datar dan malas.

“Sirheo. Aku mau jalan-jalan.” Ucap Hyora sambil berusaha melepas tangannya. Tapi sial bagi Hyora, cengkeraman Chanyeol semakin kuat.

“Yeol! Lepaskan!” seru Hyora. Chanyeol semakin menjadi-jadi. Ia menarik Hyora hingga istrinya itu jatuh di atasnya. Dan Chanyeol memeluknya dengan erat. Entah kenapa, Hyora kali ini tak memberontak sama sekali. Ia terlihat sangat pasrah.

Kini Hyora tidur disebelah Chanyeol. Saling berhadapan.

“Hyo. Ketahuilah. Saat kau bersama Lay, itu sangat menyakitkan hati…” ucap Chanyeol sembari membelai rambut Hyora dengan pelan.

“Oppa, sepertinya kau salah paham, aku dan—“

“Sudahlah. Aku tak mau mendengar apapun. Tapi aku mohon, jagalah jarak dengan namja lain. Aku membenci itu.”

“…” Hyora menatap dada Chanyeol. Ia tak berani melihat wajah suaminya saat ini.

“Kusadari. Aku mencintaimu sekarang.” Ucap Chanyeol. Sontak Hyora menatap wajah Chanyeol. Sedangkan Chanyeol mengerutkan keningnya.

“Matamu sembab. Kau habis menangis?” tanya Chanyeol sambil meraba pelupuk mata istrinya  lembut.

“A-a-ani…” Sorot mata kesedihan. Chanyeol membenci tatapan itu.

“Kau menangisi apa?”

“Aku tidak menangis…”

“Kau menangisiku?”

DEG

Hyora terdiam. Ia bingung harus menjawab apa.

“Haciu!” Tiba-tiba Hyora bersin.

“Hyo? Kau kenapa?” tanya Chanyeol menatap istrinya dengan panik.

“Ani―haciu!! Aku tak apa.” Chanyeol langsung memeriksa suhu tubuh Hyora. Sangat panas.

“Kau terkena flu. Tunggu sebentar, aku akan mengambil obatnya.”

“Eh? Oppa, tung—haciu!!”

Di waktu yang sama, Raehee yang sedang meratapi nasib(?), tiba-tiba saja ada yang menariknya untuk bangun. Sudah pasti kalau itu Baekhyun. Lelaki imut itu terus mendesak Raehee(?). Gadis itu menelan ludahnya dengan susah dan berjalan mundur dengan pelan. Dimatanya terpancar ketakutan. Oh ayolah, siapa yang tak takut dengan tatapan Baekhyun saat ini?

Mesum dan mematikan.

DEG

Punggung Raehee menyentuh dinding. Matilah dia. Baekhyun semakin mendekatinya. Dengan tatapan byeontae andalannya. Dirasuki setan dari mana dia?

“Oppa? Kau sadar ‘kan?” tanya Raehee dengan takut-takut. Baekhyun menyeringai. Raehee menelan ludahnya dengan susah.

Dan, bingo! Tubuh mereka tak terdapat jarak sedikitpun. Baekhyun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Raehee. Lelaki itu mulai menciumi Raehee. Mulai dari kening, mata, hidung, pipi, dan berhenti di bibir Raehee. Baekhyun melumatnya dengan sedikit kasar. Sedangkan istrinya? Hanya bisa pasrah, kekuatannya tak lebih kuat dari ‘kuncian’ Baekhyun. Tiba-tiba, Baekhyun melepasnya.

“Bibirmu berdarah?” tanya Baekhyun. Raehee mengangguk lemah. Lelaki itu kembali menyeringai.

“Lezat. Aku akan menghisapnyaaaa…” ucap Baekhyun. Kemudian ia kembali mengunci bibir Raehee dengan miliknya.

Oppa pikir kau itu vampire, hah?”tanya Raehee dalam hati. Ia tetap saja seperti tadi, pasrah.

Baekhyun semakin menjadi-jadi. Ia terus saja melumat bibir istrinya dengan ganas. Namja berwajah tampan sekaligus imut itu memejamkan matanya. Dia sedang menikmati pagutan dengan istrinya. Lalu Raehee? Meski ia pasrah, perlahan gadis itu mulai menikmatinya juga.

Setelah puas dengan bibir Raehee, Baekhyun beralih ke leher putih bersih milik Raehee. Lelaki itu masih ganas. Ia menciumi leher Raehee hingga meninggalkan banyak ‘jejak’.

TINGTONG

Bel apartemen berbunyi. Raehee bersyukur. Ada penyelamat untuk pergi dari Baekhyun.

“Oppa, sebentar, ada tamu…” bisik Raehee pelan. Tetapi, suaminya tak memperdulikannya. Ia masih sibuk dengan aktivitasnya yang tak boleh diganggu oleh siapapun.

TINGTONG

Bel berbunyi lagi.

“Oppa, jebal, aku harus membukakan pintu…” ucap Raehee lagi. Akhirnya, Baekhyun melepas gadis itu.

“Cepat bukakan. Kemudian kembali. Aku belum puas, Nyonya Park.” Ujar Baekhyun dengan seringaian yang mengerikan. Raehee mengangguk pelan. Kemudian membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.

“Ah, kau ternyata, oppa. Ada apa?” tanya Raehee kepada tamu yang ternyata adalah Chanyeol.

“Rae, kau punya obat flu tidak? Hyora sakit.”

“Hah? Hyora flu?”

“Hm. Kau punya?”

“Tunggu sebentar.” Kemudian Raehee mencari obat untuk adiknya itu. Ketemu. Ia segera memberikan obat itu ke Chanyeol.

“Gomawo. Oh iya, Baekhyun dimana?” tanya Chanyeol.

Raehee sedikit tersentak, “Dia dikamar.” Tiba-tiba, pikiran kotor mulai merasuki kepala Chanyeol. Ia tertawa canggung, “Aku mengganggu kalian ya? Aduh, maaf. Kalau begitu aku kembali dulu.” Ucap Chanyeol.

“Oh iya, hati-hati dengan Baekhyun. Dia bisa menghabisimu. Annyeong.” Chanyeol pergi.

“Annyeong…” balas Raehee pelan sambil menutup pintu. Ia berbalik, tiba-tiba saja Baekhyun ada tepat dibelakangnya. Sontak Raehee terkejut setengah mati.

“Aaa! Oppa! Oppa membuatku terkejut saja.” Ucap Raehee seraya menjitak kening Baekhyun pelan.

“Buatkan aku makanan… Suamimu yang paling tampan ini lapar…” pintanya dengan nada manja. Syukurlah, tatapan mesum dan mematikan Baekhyun telah hilang.

“Oppa mau apa?” tanya Raehee lembut dan tersenyum. Mata Baekhyun langsung berbinar-binar.

“Em, daging…” jawab Baekhyun. Raehee mengangguk pelan, kemudian berjalan ke dapur. Membuka kulkas, mengambil daging dan bahan lainnya.

“Bulgogi! Bulgogi!” seru Baekhyun yang sudah berdiri disamping Raehee. Raehee tertawa kecil. Begitu menggelitik melihat Baekhyun yang bertingkah seperti anak kecil.

“Tunggulah diruang makan. Jika sudah siap, akan kubawa kesana.” Ucap Raehee. Baekhyun mengangguk mantap. Ia pergi. Dan Raehee memasak.

Ia mengolah daging itu dengan perasaan sedikit gembira. Nyonya Park itu bersyukur, Baekhyun tak bertingkah bagai serigala lagi. Yah, meski ia masih memikirkan tingkah Baekhyun sebelumnya. Apa namja itu terbentur sesuatu?

Tanpa dirasa, daging mentah itu telah menjadi bulgogi. Raehee segera menyajikannya di meja makan. Tetapi, ia tak mendapati Baekhyun disana. Dimana dia?

“Oppa? Kau dimana?” Gadis itu mencari Baekhyun disemua sudut ruangan. Saat sedang mencari di kamar, tiba-tiba ada yang memeluknya dari erat belakang. Tentu saja itu lelaki yang Raehee cari.

I want a hug…” ucap Baekhyun. Raehee tersenyum kecil.

“Oppa, kajja makan, bulgogimu sudah jadi.” Ucap Raehee seraya memegang ikatan tangan suaminya. Baekhyun tersenyum senang. Ia segera melepas pelukannya dan menarik tangan Raehee untuk pergi ke ruang makan. Baekhyun mengajak Raehee untuk duduk berhadapan. Namja itu mendorong piring yang penuh dengan bulgogi ke hadapan Raehee. Gadis itu menatapnya bingung. Apa maksud Baekhyun?

“Suapi aku.” Pinta Baekhyun manja. Sungguh menggemaskan. Bagi semua  yeoja yang melihatnya, pasti akan sangat gemas pada Baekhyun. Ditambah dengan wajahnya yang imut, lelaki itu sempurna bertingkah seperti anak kecil.

“Oppa kan punya tangan, oppa bisa makan sendiri.” Ujar Raehee sambil mendorong piring itu kembali ke hadapan laki-laki yang ada dihadapannya. Baekhyun mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya.

“Kalau begitu aku tak mau makan!” seru Baekhyun sambil menatap Raehee kesal. Ia hanya mau makan jika Raehee menyuapinya. Apa dia sudah melupakan umurnya?

“Ya! Jangan seperti anak kecil, cepat makan. Ppali!” seru Raehee sambil meninggalkan Baekhyun disana. Tuan Park itu terus mendengus kesal. Tetapi, tiba-tiba saja, manik mata Baekhyun berubah. Menjadi mematikan dan juga…

Mesum.

Oh tidak, Raehee bisa habis kali ini. Laki-laki muda itu meninggalkan ruang makan dengan bulgogi yang sama sekali belum ia sentuh. Lelaki itu mencari istrinya. Entah kenapa, ia ingin sekali mencium Raehee saat ini.

Lelaki itu mencari istrinya di penjuru apartemen. Dan ia mendapatinya duduk di sofa depan Smart TV berlayar lebar sedang menonton acara kesukaannya. Laki-laki itu langsung duduk disebelah Raehee. Tanpa sambutan apapun, lelaki itu langsung meraup setiap senti bibir istrinya hingga tak bersisa. Gadis itu terbelalak. Baekhyun mulai ‘menyerang’nya lagi.

Kenapa sikapnya kembali lagi?!”Raehee menjerit dalam hati. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Kekuatan Baekhyun tentu saja tak bisa ia tandingi. Gadis itu pasrah. Apapun usahanya, sudah pasti tak ada artinya saat ini.

“Hmmmpptttt…”

Raehee terus saja memberontak. Ia hampir kehabisan nafas. Mungkin karena nafas Baekhyun yang kuat, lelaki itu tak melepaskan pagutannya dengan Raehee selama beberapa menit. Hingga, Baekhyun menyadari kalau istrinya kehabisan nafas, dan melepas ciuman yang memakan waktu cukup lama itu. Sedangkan Raehee langsung mengambil nafas sebanyak mungkin dan menatap Baekhyun dengan sebal.

“Ya! Apa yang oppa lakukan?!” tanya Raehee dengan volume yang tinggi. Baekhyun hanya menatapnya datar.

“Aku hanya mencium istriku sendiri. Salah?” sahut Baekhyun santai. Raehee terdiam. Baekhyun memang benar, ia mempunyai hak untuk mencium Raehee yang notabene adalah istrinya.

“Tapi kau hampir membunuhku, Tuan Park!” balas Raehee.

“Dan aku belum puas, Nyonya Park.”

Baekhyun mulai menyerang Raehee lagi. Ia melumat bibir istrinya. Entah sudah keberapa kali. Laki-laki itu melumat bibir istrinya dengan lembut. Ia terus meminta lebih. Lagi-lagi, Baekhyun mampu membuat Raehee pasrah. Gadis itu tak mungkin memberontak lagi.

TBC

Author: Luhana120

I'm a Kpopers

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s