EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

My Enemy My Love (Chapter 7)

Leave a comment

grzdhth

Loha, minna-san! Author somplak membawa lagi FF abal-abal ini :’v. Wokeh, langsung aje yo!

Author             : Luhana120.

Main Cast        : Park Baekhyun (Disini Byun Baekhyun marganya ganti Park ya.) EXO, Park Chanyeol EXO, Choi Raehee (OC), Choi Hyora (OC).

Other Cast        : Tjoba cari dah.

Genre               : Romance, Marriage life, AU, dll.

Poster               : Lee Sinhyo @ Fanfiction’s Blog

Rate                 : Mature.

Disclaimer       : Baekhyun sama Chanyeol punya saya, OC punya Tuhan *plak*. Cerita ini berasal dari otak saya.

Author Note     : Ini FF kesekian saya. Dan ini adalah FF terpe’a buatan saya. Hohoho. Disini marganya Baek diubah sesuai cerita ya. Cerita ruwet, amburadul,cerita ga sesuai judul, alur kecepetan, ide super pasaran, 5000 dapet 5 (?). Masih butuh kritik dan saran. Kalo ada bias kalian saya nistakan, ikhlaskan. It’s just story.

HEPI REDING!!

Previous : 6

“Tapi kau hampir membunuhku, Tuan Park!” balas Raehee.

“Dan aku belum puas, Nyonya Park.”

Baekhyun mulai menyerang Raehee lagi. Ia melumat bibir istrinya. Entah sudah keberapa kali. Laki-laki itu melumat bibir istrinya dengan lembut. Ia terus meminta lebih. Lagi-lagi, Baekhyun mampu membuat Raehee pasrah. Gadis itu tak mungkin memberontak lagi.

|Chapter 7|

Dilain tempat, Chanyeol sedang merawat istrinya dengan perhatian penuh. Mulai dari mengompres, membuatkan makanan instan, susu hangat, dan terus terjaga untuk Hyora. Padahal ini sudah larut malam.

Gadis berambut hitam legam itu terbaring lemah di tempat tidur dengan balutan bed cover tebal bergambar pepohonan yang menyelimutinya. Ia tertidur dari tadi. Sedangkan Chanyeol sedang menahan kantuknya disebelah Hyora. Beberapa saat, Hyora mulai membuka matanya. Ia melihat Chanyeol yang duduk lesu disebelahnya.

“Oppa, kalau oppa mengantuk, tidurlah…” ucap Hyora pelan. Chanyeol tersentak, ia tidak menyadari kalau istrinya terjaga.

Chanyeol tersenyum kecil, “Tak apa. Kau tidurlah.”

Hyora menggeleng, “Aku mau bermain…” Hyora berusaha bangun dari tidurnya. Tentu saja sebuah tangan kekar mencegahnya.

“Tidak. Kau harus istirahat.” Hyora tetap saja ingin bangun. Akhirnya, lelaki tinggi itu menyerah.

“Kau mau apa?” tanya Chanyeol.

“Aku mau mewujudkan keinginanku dari dulu…” jawab Hyora sambil tertunduk lesu.

“Apa?”

“Aku ingin mencoba kemeja laki-laki..” jawab Hyora sembari meremas ujung bajunya. Ia takut Chanyeol akan menolak permintaannya.

Chanyeol menghela nafas, “Geurae, kau bisa mencoba punyaku.” Jawab Chanyeol. Hyora langsung mendongak dengan senyuman lebar yang terpasang diwajah cantik miliknya.

“Jeongmal?” Chanyeol mengangguk. Hyora sangatlah senang, hingga ia memeluk Chanyeol dengan erat. Lelaki itu bisa merasakan, tubuh istrinya masih lemah. Tetapi, gadis itu yang memaksa. Mau bagaimana lagi?

“Sebentar, kuambilkan kemeja untukmu.” ucap Chanyeol sambil beranjak pergi. Hyora menunggu. Tak lama, Chanyeol kembali dengan kemeja putih ditangannya. Ia segera menyerahkannya kepada Hyora. Gadis itu tersenyum lebar.

“Tunggu sebentar.” Ucap Hyora. Kemudian, gadis itu memasuki kamar mandi. Untuk apa dia masuk kesana? Bukankan ia hanya mencoba?

Beberapa menit kemudian, gadis itu keluar. Sungguh, penampilan gadis itu sekarang ingin membuat Chanyeol tak tidur semalaman. Kemeja putih itu sangatlah kebesaran bagi Hyora. Dan, kemeja itu sangatlah tipis, hingga Chanyeol dapat melihat dengan jelas pakaian dalam gadis itu dan lekuk tubuhnya. Tubuh Hyora ibarat tenggelam, tangannya saja tak terlihat karena lengan kemeja yang panjang. Saking panjangnya, kemeja itu menutupi tubuh Hyora hingga tulang keringnya.

Chanyeol menelan ludahnya. Melihat gadis itu senang sekali dan menghampirinya. Atau lebih tepatnya, berdiri disampingnya. Mungkin ini salah Chanyeol juga, memilihkan kemeja yang tipis transparan. Harusnya lelaki itu mengambil kemeja berwarna hitam.

Hyora loncat-loncat kegirangan. Sambil menepukkan tangannya beberapa kali. “Aaa… Gomawo, Yeolli oppaaaa…” Oh oke, Chanyeol khawatir sekarang. Mengingat fisik Hyora yang belum terlalu membaik. Dan benar saja, mungkin karena gadis itu terlalu banyak meloncat, hingga ia pingsan dan jatuh ke pelukan Chanyeol.

“Jangan banyak meloncat… Kau jadi pingsan ‘kan…” dumel Chanyeol seraya membaringkan tubuh istrinya di tempat tidur. Ia sudah sangat lelah dan mengantuk, lelaki itu memutuskan untuk tidur di samping Hyora.

“Cepatlah sembuh, yeobo…” Chanyeol menyempatkan untuk mengecup kening istrinya dengan lembut. Ia segera menarik bed cover dan tertidur pulas menghadap Hyora.

_=_=_=_

KRINGG KRINGG KRINGGG

Suara nyaring dari jam weker menggema di kamar. Sepasang suami istri yang sedang tertidur pulas disana. Sang istri perlahan terbangun dan melihat jam weker, “Jam 6.30.” Gadis yang sedang mengenakan kemeja besar milik suaminya itu melihat lelaki yang tertidur pulas di sebelahnya. Yeoja itu mengguncangkan tubuh suaminya pelan. Tetapi, yang dibangunkan tak memberi reaksi yang berarti.

“Oppa, ireonaaaa…” Hyora hampir habis kesabaran, bagaimana membangunkan kerbau mati satu ini?

“Oppa, ppali ireonaaa…” Hyora mengguncangkan tubuh Chanyeol lebih kuat. Dan, tada! Chanyeol mulai terbangun. Laki-laki itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Pandangannya langsung tertuju pada tubuh kecil istrinya yang duduk sempurna disampingnya. Chanyeol menatap gadis itu dengan malas. Tanpa mengatakan sepatah katapun, namja kelahiran 1992 itu menarik Hyora untuk tidur lagi dipelukannya. Gadis itu berusaha melepaskan pelukan Chanyeol, meski tak akan pernah bisa.

“Oppa! Ireonaaa!!!” Chanyeol terbangun sempurna, mendengar pekikan dahsyat dari istrinya.

“Wae? Kuliah masih lama dimulainya. Aku masih mengantuk, Hyo!” seru Chanyeol yang sedang menatap wajah kusut dan rambut berantakan khas bangun tidur istrinya itu.

“Oppa tak mau sarapan?” tanya Hyora. Chanyeol langsung mengangguk mantap. Gadis itu segera berjalan ke dapur, seolah lupa akan kemeja Chanyeol yang sedang dipakainya. Lelaki itu mengikuti gadis kelahiran 1995 itu ke dapur. Ia ingin tahu, apa yang akan dimasak istrinya.

“Kau membuat apa?” tanya Chanyeol seraya mendekap tubuh istrinya. Gadis itu sedikit tersentak, kemudian melanjutkan hal yang dari tadi ia lakukan.

“Oppa mau apa?” tanya Hyora balik. Chanyeol berpikir sejenak. Apa yang cocok untuk sarapan?

“Roti panggang dengan selai saja. Jangan lupa susu hangat.” Jawab Chanyeol. Entah kenapa, saat ini ia ingin sekali mendekap atau menyentuh gadis itu. Yah, syukurlah, Chanyeol masih bisa mengendalikannya.

“Lepaskan aku dulu, baru aku bisa membuatnya.” Ujar Hyora.

Ini pagi yang cerah. Chanyeol mulai berfikir yang tidak-tidak. Apa? Waktunya apa? Morning kiss? Oh, mungkin itu yang sedang terlintas di otak seorang Park Chanyeol sekarang.

Chanyeol langsung saja membalik tubuh Hyora dan meraup bibir mungil milik istrinya. Hyora terdiam. Ia tak membalas ciuman mendadak dari suaminya. Yah, mungkin gadis itu lemah dalam hal ini. Dan untunglah, Chanyeol melepas ciuman itu sebelum Hyora kehabisan nafas.

“Ppali. Aku lapar.” Ucap Chanyeol sambil meninggalkan istrinya yang sedang bengong disana. Gadis itu segera tersadar, dan langsung mengambil beberapa helai roti untuk dipanggang.

Ia memanggang 4 helai roti sejenak. Kemudian membuat dua gelas susu vanilla hangat. Setelah itu, membawa roti, selai, dan susu tersebut ke ruang makan. Gadis itu melihat Chanyeol yang sedang duduk di sana.

“Whoa, sudah jadi ya…” ucap Chanyeol sambil menyambar roti yang telah Hyora olesi dengan selai kacang dan langsung memakannya. Lidah laki-laki itu serasa melepuh, roti itu masih sangat panas.

“Oppa, tunggulah dingin sedikit, oppa sangat tidak sabaran,” ujar Hyora yang sedang meniupi roti panas yang dipegangnya. Gadis itu tertawa kecil, melihat Chanyeol yang sedang kepanasan(?) saat ini.

“Yah—hahh, mana kutahu…” ucap Chanyeol sambil meletakkan kembali roti itu dipiringnya. Tiba-tiba, Hyora yang duduk disebelahnya langsung memegang wajah suaminya dan menghadapkannya ke wajahnya. Hyora mendekatkan wajahnya, dan meniup bibir Chanyeol pelan. Laki-laki itu mematung, sedikit terkejut akan kelakuan istrinya. Hingga akhirnya Hyora menjauhkan wajahnya.

“Bagaimana, masih panas?” tanya Hyora. Tubuh Chanyeol masih membeku. Ia menatap Hyora kosong.

Hyora melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Chanyeol, “Oppa? Kau tak apa?” Mendengar pertanyaan istrinya, Chanyeol langsung tersadar dan mengangguk pelan.

“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Chanyeol.

“Waktu kecil, eomma biasanya melakukan itu jika aku makan sesuatu yang terlalu panas.” Jawab Hyora.

“Kenapa tidak begini saja?”

CHU~

Tanpa menunggu protes dari istrinya, Chanyeol langsung melumat bibir Hyora dengan lembut. Gadis itu terkejut, sudah berapa kali Chanyeol menciumnya hari ini? Hyora terdiam. Ia tak tahu harus berbuat apa. Gadis itu mendorong dada Chanyeol pelan, dan itu membuat Chanyeol terpaksa melepaskan pagutan dengan istrinya itu.

Hyora menatap Chanyeol kosong. Gadis itu membeku. Entah kenapa. Kemudian ia tersadar.

“Oppa, sekarang jam berapa?” tanya Hyora memecah keheningan yang menyelimuti mereka. Chanyeol mengangkat pundaknya, pertanda tak tahu. Hyora segera meninggalkan dapur, menuju kamar. Ia melihat jam yang tertempel di dinding, “Jam 7. Hm, kurasa aku harus mandi.”

Yeoja berumur 19 tahun itu segera mengambil baju ganti dan memasuki kamar mandi. Tak peduli dengan suaminya yang entah sedang apa sekarang. Gadis itu mandi dengan cepat. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi. Dan Hyora langsung mendapat sambutan manis dari suaminya.

Lelaki itu langsung memeluk Hyora dengan erat. Kemudian ia melumat bibir istrinya sekilas sebelum masuk ke kamar mandi. Hyora terbelalak kaget. Kenapa kelakuan suaminya begitu byeontae saat ini?

“Ah, dasar namja itu. Senang sekali menciumku tiba-tiba.” Dumel Hyora. Gadis itu segera menata buku. Secepat kilat, buku itu sudah rapi didalam tasnya. Ia memutuskan untuk menunggu Chanyeol di ruang tamu sambil menonton TV. Waktu seperti ini, adalah waktu untuk kartun kesayangannya tayang. Fairy Tail. Kartun dari negeri Sakura itu memang sangatlah membuat tercengang. Terlebih pertarungan antar Dragon Slayer atau pembunuh naga. Tokoh utama serial kartun itu adalah Natsu, Lucy, Gray, Wendy, Erza, dan 2 kucing yang dapat terbang yang bernama Happy dan Carla. Oke, untuk informasi lebih tentang serial kartun ini, coba cari di Google.

“Whoa, the movie! Priestess of The Phoenix! Aku harus download nanti.” Yah, Hyora memang penggemar berat anime Jepang. Tak hanya Fairy Tail, ia juga menyukai Doraemon, Naruto, dan Inuyasha. Ia bahkan rela membeli banyak hardisk untuk menyimpan film-film anime itu.

Ketika sedang asik menonton film kesukaannya, Chanyeol mengajaknya untuk berangkat.

“Ah~ Oppa, aku belum selesai menonton…” ucap Hyora yang tangannya ditarik oleh Chanyeol. Gadis itu segera mematikan TV ketika genggaman Chanyeol semakin erat. Hyora pasrah. Lelaki itu menyeret Hyora untuk keluar.

Diluar, mereka seperti biasa, bertemu dengan Raehee dan Baekhyun untuk berangkat bersama.

“Kajja.” Ajak Chanyeol.

_=_=_=_

“Anak-anak, untuk liburan besok, saya mempunyai tugas untuk kalian. Tugasnya, membuat karya tulis tentang suatu tempat yang pernah kalian kunjungi. Minimal sepuluh ribu kata. Arrasseo?” jelas guru ter-killer, Jung saem, dengan tenang.

“Ne.” jawab semua murid.

“Oke. Untuk tugas ini, kalian bisa berpasangan. Ada pertanyaan?”

Semua murid terdiam. Tak ada yang bertanya. Jung saem tersenyum tenang.

“Baiklah. Itu tadi yang bisa saya sampaikan. Nikmati liburan kalian.” Ucap Jung saem. Dosen itu segera keluar dari kelas sastra. Untunglah, itu adalah pelajaran terakhir. Jadi setelah ini mereka bisa memikirkan hal itu dengan matang.

Hyora dan Raehee segera merapikan bukunya, bersiap untuk pulang.

“Eon, enaknya kita kemana?” tanya Hyora seraya mengambil tasnya dari bangku.

“Molla. Tempat yang indah saja.” Jawab Raehee. Setelah buku mereka rapi, mereka segera keluar kelas.

“Eon, aku punya ide!” seru Hyora.

Raehee menoleh, “Apa?”

“Pulau Jeju.” Jawab Hyora sembari tersenyum lebar.

“Wah, itu bagus. Kita kesana saja, 7 hari untuk mencari inspirasi. Cukupkah?”

“Kurasa itu cukup, eon.”

TIN TIN

Suara klakson mengejutkan 2 gadis yang sedang asik mengobrol itu. Mereka mendapati suami mereka yang menjemput.

“Naik.” Ucap Chanyeol. 2 yeoja yang sedang berdiri tegak itu hanya menurutinya. Dan Chanyeol langsung menginjak gas untuk menuju ke apartemen.

Jarak apartemen dengan universitas tak terlalu jauh. Dalam waktu 20 menit, mereka sudah berada di depan gedung besar yang disebut apartemen. Mereka segera turun dan langsung menuju ‘rumah’ mereka.

Okeh, kita ikuti Baekhyun dan Raehee.

Raehee langsung menuju kamar. Kemudian, dia ingat sesuatu.

“Dimana ponselku?” batin Raehee. Gadis itu mencari ponselnya. Ia menemukannya di bawah bantal. Dia mengirim pesan kepada adiknya.

To: Hyora

            Hyo, bagaimana kalau kita berangkat besok?

Terkirim. Tak lama kemudian, Hyora membalas

            Ne, eon. Lebih cepat lebih baik.

Oke, sudah ada kesepakatan dengan Hyora. Gadis itu ingin mempersiapkan sesuatu. Ia mulai menyalakan laptopnya, dan memesan 2 tiket pesawat tujuan Pulau Jeju. Dan beruntungnya, keberangkatan pesawat adalah besok.

“Geurae, jam 7.” Gumam Raehee. Setelah memesan tiket, tak lupa ia memesan villa. Setelah itu, ia mempersiapkan barang-barang yang akan ia bawa besok. Ia tak perlu membawa banyak. Ia hanya membawa pakaian secukupnya, alat mandi, dan tentu saja laptop miliknya. Setelah merapikan semuanya, gadis itu keluar dari kamar.

“Rae, kajja, ikut aku.” Ucap lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah Baekhyun sambil menarik tangan Raehee keluar dari ‘rumah’ mereka.

Gadis itu mengernyitkan dahinya, “Kemana?” Baekhyun tak menjawab. Ia terus menyeret Raehee hingga di depan pintu apartemen mereka. Disana juga sudah ada Hyora dan Chanyeol.

“Kita mau kemana?” tanya Raehee.

Baekhyun maupun Chanyeol tak menjawab. Mereka hanya menarik istrinya masing-masing. Menuju mobil, dan langsung saja Chanyeol tancap gas ke suatu tempat. Namsan Tower. Itu tujuan mereka. Mau apa mereka disini?

“Oke, Yeol. Kita berpisah disini. Kita bertemu di depan Namsan Tower nanti.” Ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk. Baekhyun segera menarik Raehee untuk pergi.

“Kita mau kemana?” tanya Raehee.

“Kita bersenang-senang disini.” Baekhyun mengajaknya untuk naik kereta kabel(?).

“Whoa, indah sekali dilihat dari sini…” gumam Raehee. Ia menatap ke arah luar. Gadis it uterus mengamati pemandangan luar. Hingga ia tak sadar jika sudah sampai.

“Rae, kajja.” Tanpa menunggu jawaban Raehee, Baekhyun langsung menarik gadis itu keluar dan berjalan mendekati Namsan Tower.

“Kau mau ke atas?” tawar Baekhyun seraya menunjuk puncak menara tinggi tersebut. Raehee mengangguk senang. Ia belum pernah ke puncak Namsan sebelumnya. Mereka mulai masuk ke menara itu, dan naik untuk ke atas.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di puncak menara itu. Sangatlah indah pemandangan dari atas. Raehee tak henti memandang pemandangan luar. Gadis itu juga terus mengembangkan senyumannya. Entah kenapa, itu membuat Baekhyun merasa lega.

“Oppa, gomawo, sudah mengajak aku kesini.” Ujar Raehee. Gadis itu mengukir senyuman indah diwajah cantiknya. Raehee memeluk Baekhyun dengan erat. Lelaki itu sedikit terkejut, namun akhirnya membalas pelukannya juga.

“Saranghae.” Ucap Baekhyun pelan tepat disamping telinga istrinya. Raehee tersentak. Ia kaget akan apa yang diucapkan Baekhyun barusan. Benarkah ia mengatakan itu? Saranghae?

“Saranghae? Apa aku tak salah dengar?”batin Raehee. Dia terdiam. Hingga akhirnya, ia menjawab.

“Nado. Nado saranghae.” Baekhyun menarik sudut bibirnya membuat senyuman. Lelaki itu merasa berhasil, bisa membuat Raehee untuk mencintainya. Begitu juga dengan Raehee. Keduanya segera melepas pelukan itu karena sadar, ini tempat umum.

“Kajja ikut aku.” Baekhyun menarik tangan Raehee lagi. Ia mengajaknya ke arah kumpulan gembok yang terkunci. Biasanya setiap pasangan akan memasang gembok yang bertuliskan inisial mereka, mengunci gembok itu, dan membuang kuncinya. Konon, pasangan yang memasang gembok disana akan bersama selamanya.

“Oppa akan memasang ini?” tanya Raehee. Baekhyun mengangguk. Ia mengeluarkan gembok dan kunci dari kantung celananya. Gembok berwarna perak itu terdapat ukiran inisial mereka R ❤B. Baekhyun sudah memesan itu beberapa hari yang lalu. Lelaki itu memasangnya bersama deretan gembok lain, dan memberikan kuncinya kepada Raehee.

“Kuncilah gembok ini, dan buang kuncinya.” Ucap Baekhyun dengan senyum yang terukir diwajahnya. Raehee segera mengunci gembok itu dan melempar kuncinya sejauh mungkin. Gadis itu tersenyum lebar. Baekhyun memeluknya dengan erat. Kemudian melepasnya.

“Oppa, aku lapar. Kajja cari restoran atau café.” Ucap Raehee yang masih bergelayut di lengan Baekhyun. Lelaki imut itu mengangguk. Kemudian, mereka berjalan untuk mencari café. Dan beruntungnya, mereka mendapatkannya.

“Oppa duduklah. Aku yang memesan. Oke?” Baekhyun mengangguk. Raehee segera mendekat ke tempat pemesanan. Cukup antri.

“Antriannya terlihat panjang. Semoga saja dia dapat makanan.” Gumam Baekhyun. Lelaki itu mengedarkan pandangannya ke area sekitar. Tiba-tiba, matanya tertuju pada yeoja yang sedang melihat-lihat souvenir yang ada di depan café.

“Yoo Ara.” Ucap Baekhyun lirih. Ia terus menatap gadis itu dengan kosong. Dan beberapa saat kemudian, Ara juga melihat ke arahnya. Gadis itu tersenyum sinis. Kemudian berjalan ke arahnya. Baekhyun mematung. Gadis kelahiran 1992 itu semakin mendekat.

“Annyeong, Baek. Apa kabarmu?” tanya Ara sembari duduk disebelah Baekhyun. Lelaki itu tetap terdiam.

CHU~

Tiba-tiba saja, Ara mencium bibir Baekhyun. Lelaki itu terkejut. Ia mematung lagi.

“Maaf tuan, ini pesanan Anda.” Ucap pelayan tiba-tiba sambil meletakkan 2 piring pancake dan 2 gelas jus wortel. Baekhyun tersadar dan segera mendorong tubuh Ara hingga menjauh darinya.

“Dimana Raehee?!”batin Baekhyun. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok istrinya. Tapi nihil, dia tak dapat menemukannya.

TBC

Author: Luhana120

I'm a Kpopers

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s