EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Point Of View

12 Comments

@Demonishkai 2015

Summary: Do KyungSoo selalu punya cara untuk menyadarkanku.

Aku benci ketika orang lain memakai barangku. Aku akan melindungi barangku! Dari badai ataupun tangan orang lain. Aku benci ketika mereka mempertemukan permukaan kulit mereka pada barang barangku.
Aku benci mereka memakan makananku. Aku benci mereka mengambil barangku.

Aku akan melindungi barangku bagai barang tersebutlah yang memulai dunia, bagai Sehun yang melindungi bubble tea-nya. Aku akan menyimpan seluruh barangku ditempat tersembunyi. Kau harus menggali saluran kotoran atau septi tank untuk mengambil barangku.

Aku tak ingin mereka menyentuhkan sejengkalpun jari mereka dipermukaan barangku. Aku tak akan membiarkan itu terjadi! Tidak akan. Ti-dak-ak-an!

Apalagi, jika Chanyeol bedebah itu yang menenyentuh barang barangku. Aku pastikan nasibnya akan lebih menyedihkan dari anak anjing yang dilindas di jalan raya. Aku jamin itu.

“Pinjamkan aku ya? Kumohon” aku benci deretan kata-kata itu!
“Tidak” tidak akan.

Dan kau tahu apa, Chanyeol tertangkap basah mengambil laptopku semalam! Kakakku yang itu benar benar akan ku penggal kepalanya. Lihat saja nanti malam.

Aku kehabisan akal! Setiap kali aku memarahi-nya secara frontal, aku pasti terdiam saat tatapan tajamnya berkobar. Aku serius! Aku hanya.. Hanya.. Kesal! Aku tak suka ia tidur diatas kasurku karena, kemungkinan besar dia akan meninggalkan sisa pulaunya di bantalku adalah 99,99%. Huh…

“Park Chanra! Berhenti melamun!” Aku mendengar itu sayup-sayup, namun yang lebih penting sekarang adalah bagaimana aku mengambil laptopku ? Nanti malam aku memerlukan laptop itu untuk mengerjakan tugas! Aku menggebrak mejaku kesal.

“Park Chanra! Keluar kau! Sudah ditegur malah menggebrak meja! Keluar!” Aku tersadar dari lamunanku ketika sebuah spidol menubruk kepalaku bersamaan dengan kata-kata tersebut.

Kekesalanku akan Park Chanyeol meningkat. Jika Park Dobi Chanyeol itu tidak mengambil barangku ini tak akan terjadi. Aku termasuk murid teladan tau!

“Ne..” Ucapku bangkit dan memungut spidol itu dilantai. Setelah mengembalikan barang berwarna putih itu, aku berlalu ke taman belakang sekolah.

Mendudukkan diriku, membiarkan angin menerbangkan suraiku yang diikat kuda. Menyegarkan.

Aku sedang memikirkan cara ‘membunuh’ Park Chanyeol hingga, seseorang menepuk bahuku.

“Hello Chanra!”

Kyungsoo. Lelaki yang selama ini menjadi pereda marahku, dia adalah teman si bedebah Chanyeol. Dia juga pacarku. Setiap melihat wajahnya aku selalu ingat kenangan kenangan yang kami buat, dan itu dapat membuatku tersenyum kembali.

Nah! Sekarang aku ingat kebaikan yang Dobi itu pernah lakukan! Akhirnya ada juga kebaikan muncul darinya! Dia mempertemukanku dengan Kyungsoo. Untuk yang ini, aku sungguh tulus berterima kasih! Meskipun tak setulus saat aku memakinya sih. Sudahlah.

“Oppa, mengapa kau ada disini?” Ucapku menatapnya yang duduk disampingku, memejamkan mata. Tampan, ia sungguh tampan.

“Eum.. Walikelas kami sedang ada rapat” ucapnya menoleh dan tersenyum manis. Imut!

“Oppa! Jangan sering sering tersenyum seperti itu, aku tak mau anakku nantinya keturunan diabetes” ucapku menggodanya.

Dia terkekeh pelan. Aku memang jayus sih. “Oppa, apakah aku jayus lagi? Kau harus memperingatiku jika aju jayus. Kau tahu, tidak ada orang yang tertawa akan leluconku” ucapku kesal.

“Iya kau jayus sekali! Sampai terlihat manis dimataku” ucapnya mencium pipiku kilat.

“Huehehehe” aku menunduk. Menstabilkan kupu-kupu yang aku pelihara sejak aku berhubungan dengannya. Oh! Dan juga jantung baru yang tumbuh berdetak kilat saat pertama kali ia menyatakan cinta.

“Hei, bagaimana kabar penyembuhan sifatmu ?” Dia bertanya.
“Sepertinya hanya berkerja padamu, aku sudah tak masalah jika kau menyentuh barang barangku” ucapku menggaruk tengkukku yang tak gatal.

“Benarkah? Itu kemajuan!kau melakukannya dengan baik” Ucapnya tersenyum dan mengusap kepalaku.
Aku suka Kyungsoo yang selalu positif hehehehe, dia akan mengatakan aku sudah melakukan yang dengan baik jika ada kemajuan dan akan menasehatiku jika aku berbuat salah. I love him!

Memangnya sahabat-sahabatku yang mengacuhkanku! Atau mereka akan bilang “jika aku bilang kau melakukan hal dengan baik, mungkin kau akan memecahkan kaca disekolah” maksud mereka, aku kegirangan begitu. Huhu.

Dan lagi! Chanyeol oppa, dia akan bilang “kau memang terlahir buruk ” dan seterusnya membicarakan kejelekanku dan tertawa bebas. Menyebalkan.

“Bagiku sifatku yang seperti itu biasa saja. Serius oppa! Aku kan tidak meminjam barang mereka, aku tak suka meminjam. Apa salah jika aku tak suka mereka meminjam atau menyentuh barangku?” Ucapku panjang lebar.

“Kau harus tahu Chanra-ya, tidak semua orang mempunyai pendapat sama. Mereka punya sudut pandang sendiri” ucap Kyungsoo Oppa menjelaskan.

“Tapi… Eum.. Mereka tak perlu memandangku ” Kyungsoo kehabisan kata kata.

“Bukan itu maksud oppa” Kyungsoo lalu memulai penjelasannya tentang sudut pandang.

End

Author: demonishkai

A cup of fiction can make you feel better

12 thoughts on “Point Of View

  1. Kyungsoo dewasa banget! errr… Chanra itu kek gitu karena penyakit apa emang sifatnya aja yang kek gitu?
    mereka manis banget, daan Chanyeol juga pas jadi oppa sialan, *ehh๐Ÿ˜„
    pokoknya, semangat terus yaa! an salam kenal๐Ÿ˜‰

  2. hahaha chanra lucu deh
    kesannya agak polos gitu hihihi

  3. Aaaaaah ade cabeku yang imut..
    Chanra lucu hhe..
    Ngebayangin gimana rasanya pacaran sama Kyungsoo hehe, Kyungsoo emang cocok kalo dapet peran2 kaya gini..
    Di tunggu ff lainnya cintaah..
    Karna aku sayang kamu (ala Vara), kecup basah smoooooccch :*

  4. udah bagus ini kay… kamu ngambil konflik yg sederhana. tp tetep menarik. kata2nya jg udah rapih kok. cuma kata ‘jayus’ itu mungkin kamu bisa cari alternatif kata lain. saranku aja sih. soalnya jayus kan bahasa anak gaul kiteee hahaha
    karena ini genrenya fanfic, yg bahasanya lbh baku dgn latar belakang bahasa korea (ceritanya) jadi agak kurang pas aja menurutku. kecuali klo semacam kayak teenlit, kan penulisnya biasanya emang make bahasa anak gaul. jd masih masuk… gitu aja siiih. tapi kece kok iniii ceritanyaaa๐Ÿ˜€

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s