EXO Fanfiction Dorm

EXO as the Main Cast

Marriage Contract [ Part 1 + Introduce From Author ]

Leave a comment

imagesCAR91ZVA_副本

Title : “Marriage Contract” PART 1 [‘The Trouble’ ]

Author : Ken’s [ @ketek_chanyeol ]

Genre : Marriage Life, Romance, A Little bit comedy, Sad

Main Cast : Oh Sehun – Jung Hyemi

Other Cast : Oh Woo Bin || Oh Sarang || Kim Hyejung || Byun Baekhyun || Jung Min sook || Kim Jong In

Rating : PG15+

Length : Chapter

Disclaimer : This Fanfiction is Pure my imagination, Please Don’t Copy This Fanfiction without my AGREEMENT, Dont be A SILENT READER’S, All cast is  GOD and Their parent’s are Having.

Sorry for The Typo’s .. and HAPPY READING CHINGU’S ^^

Summary :

Serakah ini tidak ingin membiarkanmu pergi

Semua hanya menjadi obsesi yang memenjarakanmu
Apakah kau terluka karenaku?
Kau hanya terduduk dalam diam
Mengapa aku begitu bodoh,
Mengapa aku tidak bisa melupakanmu..

~~Ken’s Present~~

Tidak ada yang spesial malam ini, hanya terdengar suara Disk Jockey yang sedang bermain-main dengan piringan hitam didepannya seperti biasa. Beberapa yeoja diantara mereka sedang berjoget ria mengikuti irama yang di alunkan Disk Jockey tersebut. Well.. disinilah tempat anak-anak muda Korea berkumpul dan bersenang-senang menghabiskan malamnya. Dimana lagi kalau bukan Bar.. tidak ada yang tidak mengenali tempat Favorit anak remaja zaman sekarang itu kecuali jika dia benar-benar masih polos.

Di salah satu meja disana terdapat dua orang anak laki-laki yang sama-sama memiliki wajah yang ‘Tampan’. Mereka berdua tampak sedang berbincang-bincang tentang sesuatu. Salah satu dari lelaki itu menuangkan segelas wine dari botol kaca yang ia pegang.

“Kau benar-benar ingin memberikannya pada yeoja chingumu?” tanya temannya sembari meneguk minuman soju diatas meja Bar tersebut.

Namja yang ia ajak bicara itu mengangguk mantap tanpa mengalihkan pandangannya pada benda ditangannya.

“tentu saja.. dia sangat mencintaiku, jadi aku harus memberinya kejutan yang lebih untuknya” sahutnya mantap.

“Hmm arraseo.. lalu.. sehun-ah, apa kau nantinya juga akan mengajaknya menikah ?”

Ia beralih menatap mata teduh namja didepannya itu.

“mwo ?? aku tidak tahu…”

“hyaaa~ jika kau benar-benar mencintainya, mengapa kau tidak menikahinya huh? Seru namja itu menggoda.

Sehun memutar-mutar bandul liontin itu seraya berpikir.

“aku masih belum tahu.. apakah aku juga mencintainya” ucapnya lirih.

“jadi… bertepuk sebelah tangan ??”

Sehun mendecak sebal. “ck.. Aku bilang tidak tahu ya tidak tahu !!” kata sehun tidak terima.

“Oke-oke..ma’af telah membuatmu marah tuan muda Oh sehun, kajja kita lanjutkan meminum soju-nya” kata Namja itu meminta perdamaian.

“Kali ini aku akan mema’afkanmu Byun Baekhyun” jawab sehun kemudian ia meneguk wine-nya sampai habis.

======**=====

Hari ini cuaca begitu cerah, membangkitkan semangat bagi siapa saja yang akan keluar dari singgasananya pada saat itu. yeoja berkaca mata Hitam itu baru saja turun dari mobil mewahnya. Ia mendelisir setiap sudut taman yang ia kunjungi dengan ekor matanya. Ia menangkap seseorang yang sedang terduduk santai disalah satu bangku taman itu. seseorang yang sedang sibuk mendengarkan Musik dengan earphone ditelinganya.

Gadis itu tersenyum. “Itu dia”

Ia segera menghampiri namja itu dengan langkah yang mengendap-ngendap. Kedua tangannya sudah terbuka bersiap untuk segera mengageti namja berparas tampan itu dari belakang.

“Jangan mencoba untuk mengagetiku lagi Noona Kim” ucap namja itu datar sambil mengganti Track lagu yang ia dengarkan dari Mp3-nya.

Yeoja itu mendengus, “Yakk.. ternyata kau sudah tahu” cetusnya.

Namja itu melepas earphone yang menempel ditelinganya perlahan.

“Aku bahkan sudah bisa menebak jika kau akan melakukan itu” ujar namja itu tertawa puas.

Yeoja itu mengerucutkan bibirnya lucu.

“Cepat katakan, ada apa kau memanggilku kemari tuan Oh” kata yeoja itu ketus.

“Kau mau tahu.. ?” kata sehun menggodanya.

Gadis itu mendecak sebal. “ck.. baiklah, aku akan pergi jika tidak ada perlu apapun” katanya acuh.

Sehun segera menahan lengan yeoja itu agar tidak pergi.

“Tentu saja aku punya sesuatu untukmu”

Gadis itu tersenyum senang. “Apa itu ?”

Sehun menyodorkan sebuah liontin yang mengayun tepat didepan wajah yeoja itu. dibuatnya tercengang oleh liontin itu dengan tatanan berlian yang begitu mewah terukir disana.

“Untukku ??” ujarnya berbinar.

“Tentu saja” jawab sehun mantap.

Gadis itu segera menyambar liontinnya dari tangan sehun dan membuat namja itu hampir terkejut.

“Kajja ! kalungkan ini dileherku oppa” katanya tidak sabar.

“arraseo..”

Sehun menyingkirkan beberapa helai rambut hitam yang menutupi leher jenjangnya. Dikalungkannya liontin indah itu dileher gadis itu.  terlihat sangat mewah dan indah disana.

“woaah~ Wonderful !! Aku mencintaimu oppa~ benar-benar mencintaimu” kata gadis itu memeluk sehun dengan senang.

Sehun membalas pelukan serta senyuman yeoja itu.

Tidak ada yang istimewa untuknya, entahlah.. semua itu hanya terasa hambar. Ia tidak begitu senang, tapi Juga tidak terlalu menyesal karena telah membelikan yeoja itu Liontin yang super mahal.  Ia hanya menuruti apa kata hatinya saat ini, seolah ia adalah robot yang dijalankan dengan baterai.

Sehun belum mengerti akan perasaannya sendiri, ia salah paham akan makna cinta yang sebenarnya.

Ia juga belum yakin apakah gadis itu benar-benar mencintainya..

Atau apakah dia juga benar-benar mencintai gadis itu..

entahlah..

==========**==========

Sementara itu ditempat lain..

Sebuah kedai kecil terlihat tidak begitu ramai oleh pengunjung, hanya orang-orang yang sedang lelah bekerja sajalah yang menyempatkan diri untuk singgah disana. Seorang gadis dengan rambut ikal panjang keluar dari kedai kecil itu. dengan pakaian yang sudah rapih dan wajahnya yang tampak cantik merona.

“bibi, Aku akan berangkat kuliah dulu nde, Annyeong !!”

Orang yang ia panggil bibi itu menatapnya tajam. “Yakk, pergilah dan bila perlu jangan kembali lagi.. kau benar-benar anak yang tidak berguna, Carilah uang untuk membiayai kuliahmu itu.. jangan bergantung padaku terus menerus eoh” ujar bibinya itu ketus seraya membersihkan salah satu meja pelanggan disana.

Gadis itu menunduk sedih. “Nde, Aku akan berusaha mencari pekerjaan Bi” sahutnya sebelum beranjak pergi.

“Dasar anak tidak tahu diuntung” olok bibinya itu dari kejauhan.

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan wajah muram.

Semangatnya untuk pergi kuliah seketika luntur dengan makian yang dilontarkan bibinya itu kepadanya. Ia menghela napasnya pasrah,

“dimana lagi aku harus mencari pekerjaan ?”

******

“Kau kenapa Hyemi-ah ?” tanya seorang yeoja melihat wajah Murung temannya itu.

Gadis yang ia ajak bicara itu mendongak dengan matanya yang terlihat ‘mengantuk’

“Seojin-ah, apakah kau bisa membantuku ?”

“tentu, ada apa ?” sahutnya dengan menggeser salah satu bangku disamping temannya itu.

“bisakah kau mencarikanku pekerjaan untuk membiayai kuliahku disemester ini, tolonglah” Pinta gadis itu memohon.

Seojin tampak berpikir sejenak. “Baiklah.. tapi aku tidak yakin jika pekerjaan itu akan layak untukmu”

“Apa maksudmu ?”

Seojin membuka sebuah buku tebal diatas mejanya.

“well.. kau tahu kan jika kedua orang tuaku hanya memiliki sebuah bar sebagai penghasilan sehari-hari ?” ujar yeoja itu tanpa mengalihkan pandangannya dari objek itu.

Hyemi mengangguk.

“Apa kau mau bekerja disana mulai nanti malam ?”

“Mwo ?? nanti malam ??”

Seojin mengangguk cepat. “eum.. orang tuaku pasti akan mengizinkanmu untuk bekerja disana, karena kau adalah temanku dan kau sangat membutuhkan pekerjaan ini kan”

“GOMAWOYO~ SEOJIN-AH” seru Hyemi berhambur memeluknya senang.

=====###=====

[[ Krriiinngg- Krriiingg ]]

Suara bel berbunyi nyaring di sebuah Universitas megah di Korea. Semua mahasiswa yang mencari ilmu disana berhambur keluar, beberapa menit kemudian terlihat seorang namja disana berjalan dengan langkah tergontai. Namja itu terlihat mondar-mandir didepan motor sport-nya yang terparkir disana dan sesekali mendengus acuh.

Ia melirik arloji ditangannya sekilas.

“Kemana bocah itu” sungutnya kesal.

Belum sempat ia berbalik badan, sudah ada seseorang yang berdiri dibelakangnya. Seorang yeoja yang memiliki paras cantik sempurna, bagaimana tidak? lihatlah rahangnya yang terlihat sempurna, mata elangnya yang begitu tajam, dan jangan lupakan dengan bibir kecilnya yang merona itu. tak khayal jika banyak sekali namja-namja yang mengejarnya untuk dijadikan pacar, gadis itu sudah seperti versi wanita dari Oh sehun. Dan sama populernya dengan namja itu di Universitas ini.

“ Sehun Oppa !”  serunya.

Gadis itu menghampiri sehun dengan aksen manjanya yang tidak pernah hilang. Jika mereka berjalan bersama-sama mungkin orang lain akan mengira jika gadis itu adalah pacar-nya.

“Kau ini kemana saja Pabbo !” decih namja itu.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya. “tadi aku bertemu Kai oppa didalam, jadi aku berbincang-bincang sedikit dengannya” sahutnya beralasan.

Sehun berkacak pinggang didepannya. “sudah kubilang, jangan dekati anak itu.. apa yang sudah dia lakukan padamu? Apa tadi dia menciummu ?” tanya sehun mengintrogasi.

Gadis itu terdiam sejenak.

“dia.. tadi mencium pipiku, itu saja”  katanya singkat.

Sehun mendesah. “Yaa.. hari ini dia mencium pipimu, dan besok dia akan mencium bibirmu, mencuri First kiss-mu dan kemudian..”  celoteh sehun.

“YAA !! Oppa !!” pekik gadis itu tertahankan.

Sehun menghela napasnya panjang.

“Oh sarang.. kau tahu kan.. Kai itu bagaimana? Dia 4 tahun lebih tua darimu.. dan dia sama sekali tidak cocok untukmu, dia pemabuk, Suka bermain wanita, dan sering terkena Skor’s” jelas sehun panjang lebar.

“Tapi dia sangat keren oppa !” elak Sarang tetap keras kepala.

“keren apanya, Oppa jauh lebih keren dari namja itu” kata Sehun melipat kedua tangannya bangga.

“Putuskan dia..” sambung sehun lagi.

Sarang membuka matanya lebar.

“SHIREO !!” tegasnya.

“Oppa hanya tidak mau kalau kau terpengaruh dengan sifat buruknya.. Sarang-ssi !” kata sehun mencoba membujuk.

“NOPE ( ANI )” sahut sarang tetap sama.

“Aisshh.. sudahlah aku bosan berdebat denganmu, kajja kita pulang.. sepertinya hujan akan segera turun. Dan nanti bisa-bisa eomma akan memarahiku lagi gara-gara pulang terlambat karenamu” cetus Sehun memakai helm-nya.

Sarang juga ikut memakai helm yang biasa ia pakai. Sehun menyalakan motornya dan segera beranjak pergi dikarenakan rintik-rintik hujan sudah mulai membasahi dedaunan yang ada disekitar mereka.

Pagi sudah berganti Siang.. Siang sudah berganti Sore.. dan Sore sudah berganti Malam..

Hujan di tempat itu turun dengan sangat deras, sampai-sampai seluruh kota hanya terlihat atap-atapnya saja. gemuruh petir sesekali menyambar di angkasa. Bulan ketiga memang menjadi Musim turunnya hujan, tepatnya berada didaerah dataran tinggi itu. tak heran jika suhunya akan tiba-tiba turun drastis saat hujan lebat. Akan tetapi…

DUP-DUP-DUP

Well .. itu semua  tidak berlaku untuk sebuah tempat yang berada di ujung kota Seoul itu, tempat dimana anak-anak muda bersenang-senang, tidak peduli Hujan petir, Kemarau, Bahkan turunnya salju-pun, Tempat itu pasti selalu ramai dengan pelanggannya yang tergolong anak-anak remaja.

“Aku ingin 2 botol Soju” ujar seseorang mengisyaratkan pelayan disana.

“Nde, tunggu sebentar” sahut mereka menuju dapur, yang tentunya hanya berisi ratusan botol Minuman ber-alkohol disana.

“Heii.. ada apa denganmu huh ? apa kau sedang ada masalah lagi ?” tanya seorang teman menepuk bahunya.

Ia menyandarkan punggungnya di Sofa Bar tersebut, ia memejamkan matanya disana.

“Ani.. aku hanya sedikit kedinginan Baek” ujarnya hampir tidak terdengar.

Lelaki bernama lengkap ‘Byun Baekhyun’ itu mengangguk mengerti.

“geurae.. kutarik semua persetujuanku saat kau mengolok Kai didepan Sarang kemarin, ternyata.. Oppa-nya sendiri juga seorang pemabuk berat” kata Baekhyun terkekeh.

Sehun mengangkat kepalanya sebentar. Ia menyeringai sebal pada lelaki itu.

“jangan begitu.. Kau sendiri juga pemabuk kan..” gumam Sehun tetap memejamkan matanya.

“Yakk !! aku hanya pergi kalau kau juga pergi sehunnie” cetus Baekhyun.

“Ya-ya-ya.. terserah saja”

Sehun membuka Knop pintu rumahnya dengan hati-hati, lampu diruang tamu rumah megah tersebut sudah padam 1 jam yang lalu, mengingat sekarang jam analog yang tertempel pada dinding  rumah itu menunjukkan angka 10.23 PM.

Sehun menutup pintunya lagi dengan hati-hati. Langkah kakinya sedikit terhuyung dikarenakan ia sedang..

KLAP!!

“Darimana saja Kau huh ??”

Lampu ruang tamu itu tiba-tiba menyala sempurna, menampilkan sesosok pria paruh baya yang berdiri dan berkacak pinggang dengan tatapan ‘Death glare’ nya yang mematikan. Dan tentu saja.. Pria itu masih mengenakan pakaian tidurnya.

Sehun menggaruk tengkuknya malas dan sesekali menguap.

“Aku.. tadi..” ia sedikit mengatupkan matanya yang semakin terasa buram.

“Kau mabuk?” cetus Pria itu dingin.

Sehun mengangguk asal.

Pria itu tampak mengepalkan tangannya geram mendengar jawaban dari puteranya itu. ia mendekati sehun yang sepertinya benar-benar mabuk berat.

“Lihat dirimu ! apa ini yang kau contohkan pada adikmu.. Kau bilang, kau adalah yang terbaik diantara Woo Bin dan Sarang ! tapi nyatanya… NOL BESAR SEHUN ! KAULAH YANG TERBURUK DIANTARA SAUDARA-SAUDARAMU” Kata Pria itu tajam.

Bukannya mendengarkan perkataan ayahnya, sehun malah menghempaskan dirinya di Sofa sembari mengatupkan matanya disana.

“Aku lelah ayah..” lirihnya melepaskan kedua sepatu hitam yang membalut kakinya asal.

“OH SEHUN !!”

Sehun memaksakan dirinya untuk membuka matanya sekejap. Ia menatap mata elang ayahnya yang terlihat sudah akan menelannya hidup-hidup itu.

“Waeyo appa ?”

PLAKK

Pria itu menampar pipinya dengan keras, membuatnya meninggalkan sebuah bercak darah di sudut bibir namja itu. pria itu menggeram lagi seolah bersiap akan menghajar anak keduanya itu habis-habisan. Pria itu melayangkan tangannya ke udara.

HAP!!

Seseorang menahan lengan pria itu sebelum mendarat di wajah tampan sehun yang sudah tergores sedikit itu.

Pria paruh baya itu mengalihkan pandangannya pada seseorang yang tiba-tiba mencegahnya,

“Ayah.. sudah cukup” gumam seseorang itu menengahkan.

Pria itu menepis tangannya kasar.

“Biarkan saja! biarkan dia merasakan itu.. kerjanya hanya mabuk-mabukan dan bermain wanita di Bar..” celotehnya geram.

“Sehun selalu begini ayah.. sepertinya ia sedang stress” ujarnya melirik sehun yang sudah terlelap disofa sekilas.

Pria itu mengerang frustasi. “Woo bin-ah.. kau tahu, Dia selalu seperti ini… apakah dia mengalami stress setiap hari? Kalau begitu.. ayah akan membawanya ke rumah sakit jiwa besok” ujarnya.

“Jangan ayah! Itu hanya akan memperburuk keadaan”

pria itu hanya menghela napasnya pasrah melihat keadaan sehun yang tidak mendapat kemajuan sama sekali. Tingkah lakunya sama saja seperti dulu, suka bermabuk-mabukan dan pulang larut malam terus menerus.

Memberinya fasilitas yang memadai bukannya membuat namja itu menjadi sosok yang mandiri dan rajin belajar, pria itu merasa telah salah mendidik anak keduanya itu sampai seperti ini, Harta hanya akan membuat sehun menjadi Nakal dan suka berfoya-foya.

“Appa… Gwenchanayo?” ujar Woo Bin memastikan.

Tuan Oh menggeleng, ia sedang berpikir bagaimana caranya merubah sikap sehun yang kekanakan itu menjadi dewasa. Saat ini, yang bersikap dewasa di rumah itu hanyalah Woo Bin dan dirinya, sedangkan Nyonya Oh dan Oh Sarang.. mereka cenderung sama seperti Sehun, hanya saja mereka berfoya-foya dengan cara menghabiskan uang untuk berbelanja dan sehun untuk mabuk-mabukan.

“Woo Bin-ah.. apa kau tahu apa yang sedang Ayah pikirkan saat ini ?”

“Ani.. Ige Mwoya Appa ?” tanya Woo Bin penasaran.

“Ah, sekarang sehun belajar di semester ke berapa ?”  tanya Tuan Oh.

Woo Bin berpikir sejenak. “eum~ mungkin semester 3, wae ?”

Tuan Oh menjentikkan jarinya senang, “Cha~ kebetulan sekali.. ini saatnya aku membuat keputusan untuk bocah itu”

“MWO ??”

Woo Bin hanya menghujani pertanyaan ‘APA’ pada ayahnya tentang rencana itu, yang jelas.. ia belum sepenuhnya mengerti.

“Aku akan menuntut sehun agar ia segera menikah..” ujar ayahnya mantap dan sontak membuat Woo Bin membentuk matanya seperti huruf O.O Cukup lama.

“MWO !!”

—-

Ayam jantan sudah berkokok beberapa saat yang lalu, burung-burungpun berkicau dan berterbangan kesana-kemari bak irama lagu. Namja itu menggeliat pelan dengan posisi yang begitu kacau diatas sofa empuknya, bagaimana tidak? Posisi kepalanya saat ini hampir terjatuh menuju lantai, sepatu hitamnya hanya terlepas sebelah, dan jangan tanyakan bagaimana keadaan pakaiannya saat itu.

“Aww!!”

Ia meringis sakit saat akan menguap lebar, dirasakannya bibirnya terasa memar. ia meraba sudut bibirnya yang ternyata menyisakan sebercak darah kering disana.

Sehun mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.

“Kau sudah bangun..”

Sehun mengalihkan pandangannya pada suara itu. menatap seorang Pria paruh baya yang sudah memakai pakaian kerjanya dengan Rapih, Sehun bergegas duduk diatas sofa.

“Appa…”

Tuan Oh tiba-tiba tersenyum pada sehun, seolah ia menyembunyikan sesuatu dari balik senyuman aneh itu. sehun memandangnya bingung.

“Apakah tidurmu nyenyak anakku ?” ujarnya dilembut-lembutkan.

Sehun mengangguk ragu.

“Kau masih mengingat kejadian semalam ?”

Sehun terdiam sebentar, ia masih memikirkan tentang jawaban yang akan ia ucapkan pada ayahnya itu. sejujurnya ia masih bertanya-tanya mengapa ayahnya bersikap aneh pagi ini. Sehun menggeleng untuk kesekian kalinya.

“Aniya appa..”

“Kau berhutang pada appa.. sehunnie”

“MWO ??” sehun terbelalak.

Tuan Oh menarik napas panjang sebelum bercerita.

“semalam.. kau mabuk, kau berjalan terhuyung dijalanan, dan tanpa sengaja kau bertemu dengan dua orang preman yang juga berkeadaan sama denganmu, kau tidak sengaja menabrak salah satu diantara mereka, mereka tidak terima dan menghajarmu disana.. untung saja Appa segera datang dan menyelamatkanmu dari preman-preman itu, kalau tidak.. mungkin sekarang kau sudah masuk ruang ICU” jelas Tuan Oh tanpa ekspresi. Well.. Acting yang cukup bagus untuk Pria paruh baya itu.

“MWO ??”

Sehun mengangakan mulutnya lebar mendengar penjelasan Tuan Oh yang mencengangkan itu. ia meraba Luka disudut bibirnya.

“pantas saja bibirku memar” gumamnya.

Tanpa sehun ketahui jika ayahnya sedang memutar balikkan fakta yang terjadi semalam, Well.. dua orang preman yang dimaksudkan itu adalah Woo Bin dan Ayahnya sendiri. Dan Luka di sudut bibir itu merupakan jejak tamparan keras dari ayahnya semalam.

“Jadi.. ayah ingin meminta imbalannya padamu” imbuh Tuan Oh.

Sehun mengeluarkan raut wajah yang bertanya-tanya.

“Ige Mwoya ?”

“Menikahlah bulan ini, maka ayah akan memberimu semua yang kau inginkan sehunnie” ujarnya santai.

Jantung sehun seakan ingin melompat dari sarangnya, ia menganga cukup lebar hingga lukanya saja tidak terasa sakit seperti tadi. Sehun benar-benar Shock mendengarnya.

“Ayah..tolong katakan padaku kalau kau hanya bercanda kan ?” kata sehun tersenyum konyol.

“Tidak-tidak-tidak.. sehunnie.. apa kau melihat wajah ayah ini sedang berbohong ?” tanya Tuan Oh datar.

Sehun meneliti setiap lekukan wajah ayahnya itu, wajah itu sama seperti dirinya.. datar dan dingin, mata itu sama saja seperti matanya. Dan raut wajah itu benar-benar miliknya, Sama sekali tidak berekspresi.

“Aniya~…. Ayah ! aku masih muda, untuk apa aku menikah.. SHIREO !!” tolaknya.

Tuan Oh menghela napas pendek. “Kalau begitu.. ayah akan mengirimmu ke Pulau Madagascar bulan depan kalau dalam bulan ini kau belum mengenalkan calon istrimu pada Ayah” ujarnya mengancam.

“Ayah….”

“Sudahlah.. ayah sudah terlambat, Jangan lupakan janjimu Nde” katanya sebelum beranjak pergi.

Pria paruh baya itu pergi begitu saja seperti tidak mempunyai dosa apa-apa pada Sehun yang kini terdiam Shock di Sofa. Sehun memurungkan wajahnya sekacau-kacau mungkin, ia tidak pernah berpikir akan seperti ini.

Apa hanya karena ayahnya menolongnya dari preman-preman semalam saat mabuk, jadi Ayahnya dengan seenak jidatnya memintanya untuk menikah bulan ini. Aisshhh sehun benar-benar ingin loncat dari lantai 2 dirumahnya itu sekarang juga.

Seorang pelayan menghampiri sehun yang duduk sebal di Sofa ruang tamu.

“Mau Teh hangat Tuan ?” tawarnya.

“ANIYA !!”

—-

TBC ..

A/N : Annyeonghaseyo~ New Author is here ^^

perkenalkan barbaekkyu aka Ken’s .. 99 liner ,,

sbnrnya saya juga Author di Blog sebelah,😀 enjoy ya!!

dan jangan jadi Sider’s ><

Author: kenssi

A Crazy♥

Here We Need Responsibilities. Thanks!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s